
Kepingan ingatan yang tidak diketahui segera memasuki kepala Zhukai, rasa sakit yang begitu hebat membuatnya memegangi kepalanya yang seakan-akan dapat meledak kapan saja.
Meski dia sudah mengalami rasa sakit seperti ini sewaktu di ruang hitam, tetapi saat itu yang mengalami rasa sakit hanyalah kesadarannya saja.
Kepingan ingatan yang samar-samar kini menjadi semakin jelas. Wajah Bayangan hitam yang selama ini dia temui ketika tidak sadarkan diri kini semakin jelas. Dan wajah itu... Itu... Sangat mirip dengan dirinya.
Kai yang masih berlutut di tanah dengan memegangi kepalanya mulai berdiri. Dia meraung dengan sangat keras mencoba melawan rasa sakit itu.
Hanya setelah beberapa menit berlalu, rasa sakit yang Kai alami perlahan mereda. Sementara itu, Kai kembali berlutut dan bernafas secara tidak merata.
"Ha Ha Ha.. Siapa aku? Segel ingatan, kenapa aku memiliknya?" Semakin keras Kai berfikir, dia sama sekali tidak menemukan jawabannya.
Dia mengingat kembali rupa bayangan hitam itu dan mengerutkan keningnya. "Siapa dia? Hubungan apa yang dia miliki denganku?"
Selang beberapa waktu setelah Kai menenangkan dirinya, dia berdiri dan masuk kedalam tenda.
Dia menatap Yi dan Yui dengan tatapan tajam dan berkata dengan suara tinggi, "Siapa Aku!... Cepat jawab siapa aku!!."
Mendapati tatapan tajam dari suaminya, Tubuh Yi dan Yui segera bergetar tak terkendali, "K–Kai Gege, kamu adalah suamiku.." Yi dan Yui berkata secara bersamaan diikuti oleh air mata yang mulai keluar dari mata mereka.
"Benar, Aku Zhukai... Haahh, apa yang baru saja aku katakan.." Pikir Kai dalam benaknya, setelah dia melihat air mata di wajah istrinya. Rasa bersalah segera meliputi hatinya.
Dia berjalan maju dan memeluk erat kedua istrinya sambil menghapus air mata di wajah kedua istrinya, dia berkata dengan suara penuh rasa bersalah.
"Maafkan aku Yi'er, Yui'er..."
Yi dan Yui semakin erat memeluk tubuh Zhukai dan menikmati hangatnya pelukan suaminya, "I–Iya Sayang..." Jawab Yi dan Yui dengan mata merah karena tangisan barusan.
Setelah cukup lama memeluk Istrinya, Kai segera mencium kening kedua istrinya dan beranjak keluar.
"Aku akan menunggu diluar, kalian sebaiknya bersiap terlebih dulu." Ucap Kai dengan senyum tipisnya.
Yi dan Yui mengangguk, mereka berjalan keluar tenda dan segera masuk kedalam sungai untuk membersihkan diri mereka.
Sementara itu, Kai memasukkan Tenda kedalam Inventory nya dan berjalan menjauh dari Yi dan Yui.
"Sial, Sial, Sial!!..." Kai memukul bukit yang cukup besar untuk melampiaskan rasa bersalah sekaligus kesalnya.
Dia baru saja membuat Istrinya menangis dan itu membuat hatinya sakit. "Apa yang baru saja aku katakan, Tidak peduli siapa orang itu dan apa hubungannya denganku, Aku tetaplah Zhukai!!..."
Meski begitu, di dalam hatinya masih menyimpan rasa penasaran tentang siapa jati dirinya yang sebenarnya.
Duarr!!
Bukit yang Kai pukul beberapa kali hancur menjadi puing-puing batu, Sementara rasa kesal di dalam hati Zhukai juga perlahan menghilang. Dia bergumam pelan, "Hmm, kurasa setelah menemukan Yao'er, aku akan mencoba membuka semua segel ingatan yang ada."
Ketika Kai kvali pinggiran sungai, dia melihat Yi dan Yui sudah bersiap dengan rambut mereka yang terurai panjang.
"Kalian sudah siap?" Kai berkata sambil tersenyum hangat.
"I–Iya Kai Gege.." Jawab Yi dan Yui sambil berjalan mendekat kearah Kai.
Setelah Kai memeluk erat kedua istrinya, dia menggunakan Skill Teleportasi untuk berpindah ke Sekte Kera Suci untuk meminta maaf kepada gurunya.
Whuss!!
Tubuh mereka bertiga dengan cepat berubah menjadi titik-titik putih yang kemudian menghilang hanya dalam waktu sepersekian detik.
***
Di wilayah Sekte Kera Suci, Iblis Pedang yang sudah terluka karena bertarung dengan Zhukai kini berjalan menyusuri wilayah sektenya untuk mencari keberadaan Istrinya.
"Yue'er.. Dimana kamu.." Teriak Iblis Pedang khawatir tentang keselamatan istrinya.
Meski telah mencari hampir setengah jam, Iblis Pedang tidak mendapat jawaban dari istrinya.
"Ha Ha Ha Ha..." Iblis Pedang terus bernafas secara tidak merata karen darah yang terus mengalir keluar dari tubuhnya.
Qi miliknya telah terkuras habis untuk menahan serangan dari Zhukai selama pertarungan tadi sehingga tidak memungkinkan dirinya untuk menghentikan pendarahan di tubuhnya.
"Aku tidak boleh istirahat terlebih dulu, aku harus menemukan Yue'er.."
Setelah memaksakan dirinya untuk mencari Lin Shen Yue selama 1 jam lebih, tubuh Iblis Pedang telah mencapai batasnya.
Tak berselang lama, sebelum Iblis Pedang kehilangan kesadarannya dia mendengar suara wanita yang sangat begitu akrab di telinganya.
"Sayang.. Sayang..." Suara wanita itu terdengar begitu sedih dan khawatir.
"Y–Yue'er–..." Belum sempat Iblis Pedang menyelesaikan kalimatnya, dia sudah kehilangan kesadarannya terlebih dulu.
Ketika malam hari tiba, Lin Shen Yue yang mengalirkan Qi miliknya secara terus-menerus untuk membantu menghentikan pendarahan pada tubuh Iblis Pedang terlihat semakin pucat.
Hanya beberapa detik setelah itu, Iblis Pedang perlahan membuka matanya. Hal pertama yang dia lihat adalah wajah pucat istrinya.
Dia buru-buru berdiri dan memeluk Istrinya khawatir. "Sayang, kamu baik-baik saja? Maafkan aku.."
Lin Shen Yue mengangguk kecil dan tersenyum bahagia. Sementara itu, tubuh Iblis Pedang yang perlahan pulih merasakan adanya kekuatan besar mengarah ke Sekte Kera Suci.
"Sial, tak Kusangka mereka akan datang secepat ini.." Pertempuran dengan muridnya bukanlah sesuatu yang tidak pernah dia sangka.
Apalagi pertarungan itu membuatnya terluka cukup parah. Iblis pedang juga sudah menggunakan kartu trufnya dan itu membuat Kultivasinya sedikit turun.
"Hahh, aku hanya bisa berjuang sekuat tenaga.. Yue'er bisakah kamu–.." Sebelum Iblis Pedang dapat menyelesaikan kalimatnya, Lin Shen Yue sudah berbicara lebih dulu.
"Hmph!! Aku tidak akan pergi lagi kamu suami bodoh!!.." Shen Yue mendengus dingin dan memukul-mukul dada Iblis Pedang pelan.
Tak berselang lama, Shen Yue mengambil sebuah Giok berwarna hijau berkilauan dan memecahkannya.
Iblis Pedang tersenyum tipis dan mengelus rambut istrinya dengan lembut. "Terimakasih, dengan ini aku hanya perlu menahan mereka sambil menunggu bantuan datang.."
Iblis Pedang dan Shen Yue segera terbang terbang melesat kearah dimana Wei Chu dan Malam Han datang.
Hanya dalam kurun waktu beberapa detik, Iblis Pedang terbang diatas langit dan menghadang sebuah pasukan besar yang mengepung wilayah Sektenya.
"Wei Chu, apa maksudnya ini..." Walau Iblis Pedang sudah tahu niat asli dari Wei Chu, dia nasib bertanya.
"Hahahaha... Kakak senior Iblis Pedang, tidak perlu berbasa-basi, Aku datang kesini untuk meminta Bloodline milik sektemu dan Altar Pembangkitan." Wei Chu tertawa lantang dan berkata penuh dengan percaya diri.
"Hmph, ingin Bloodline milik Sekteku? Jangan mimpi!!.." Iblis Pedang mendengus dingin dan memberi Wei Chu tatapan tajam.
Hanya dari tatapan itu, Wei Chu dapat memperkirakan seberapa kuat Kekuatan milik Iblis Pedang. Tetapi walau begitu, dia memiliki bantuan dari Nalan Han. Jadi tidak mungkin baginya untuk kalah.
"Hahha, kalau begitu aku tidak akan bertindak sopan lagi.. Para murid Sekte DuanJin. Serang!!.."
Hraaa!!
Dengan teriakan keras dari Murid-murid sekte DuanJin, mereka segera melesat untuk menyerang Sekte Kera Suci.
Tetapi belum sempat mereka mendekat kearah Sekte Kera Suci berada, sebuah ledakan keras mengejutkan Wei Chu, Nalan Han, Iblis Pedang, dan semua orang yang ada.
"Kekeke, ingin menyerang Sekte milik guru? kalian harus melawanku terlebih dulu.. Summon!!.."
***
Bersambung..
Tingkatan Kultivasi :
(Dewa)
– Demigod (Setengah Dewa)
• Dewa Tingkat Lima : 1-3
• Dewa Tingkat Empat : 1-3
• Dewa Tingkat Tiga : 1-3
• Dewa Tingkat Dua : 1-3
• Dewa Tingkat Pertama : 1-3
– Early God (Dewa Awal)
• Dewa Kuning : Awal, Tengah, Akhir.
• Dewa Hitam : Awal, Tengah, Akhir.
• Dewa Putih : Awal, Tengah, Akhir.
• Dewa Emas : Awal, Tengah, Akhir.
– Middle God (Dewa Tengah)
• Prajurit Dewa : Awal, Tengah, Akhir, Half Step.
• Jenderal Dewa : Awal, Tengah, Akhir, Half Step
• Raja Dewa : Awal, Tengah, Akhir, Half Step.
• Kaisar Dewa : Awal, Tengah, Akhir, Half Step.
• Dewa Suci : Awal, Tengah, Akhir, Half Step.
– Peak God (Puncak Dewa)
• Dewa Kuno : Bumi, Langit, Surga.
• Dewa Ilahi : Bumi, Langit, Surga.
• Saint God : Bumi, Langit Surga.
• Quasi God : Bumi, Langit, Surga.
– True God (Dewa Sejati)
• Dewa Purba : Ordo Pertama, Ordo Ke-dua, Ordo Ke-tiga.
• Chaos God : Prajurit, Jendral, Raja, Kaisar.
• Dewa Surgawi : Kehancuran, Kekacauan, Tribulasi.
• Dewa Abadi : Saint, Legenda, Abadi.
- Dewa Semesta
(????)
Kultivasi :
Zhukai : Chaos God Tahap Jendral.