Re-system

Re-system
Kekhawatiran Menara Tujuh Warna, Keluarga Yun, dan Keluarga Wen



"Hmm.." Setelah menyuruh Biao Jian untuk menjaga Jiuyang Lin, Kai berbalik untuk menatap Puluhan ribu Kultivator lain dengan ***** membunuh yang meluap-luap.


"Kalian!!!.. Rasakan Ini.."


Kai menggenggam erat pedangnya dan menyuntikkan Qi secara gila-gilaan kedalam pedang yang dia pegang..


Dia menebas secara horizontal menciptakan sebuah cetakan pedang di udara, itu terus melesat hingga menghampiri Puluhan ribu Kultivator dari Keluarga Long..


"Cepat menghindar!!.." Teriak salah satu Kultivator yang merasakan bahaya dari serangan itu..


Tetapi tidak seperti dirinya yang bisa bergerak secara bebas karena ada sebuah Artefak yang melindunginya. Ribuan orang yang lain tidak memiliki kesempatan menghindar yang akhirnya terkena tebasan dari Kai.


Tubuh mereka terpotong menjadi dua, Organ-organ dalam segera berserakan di tanah dan tanah Keluarga Long sekarang telah berubah menjadi genangan darah.


"Tidakk!!.." Seorang pemuda berteriak dengan penuh keputusasaan, menyadari mayat adiknya sudah tidak memiliki tubuh yang utuh lagi. Dia berbalik dan menatap Zhukai dengan mata merah..


"Kau.. Beraninya membunuh adikku, Hiaa.." Serangan yang dipenuhi dengan niat membunuh, kemarahan, dan keputusasaan menjadikan satu serangan itu memiliki kekuatan destruktif yang begitu kuat.


Ketika pedang pemuda itu dan tubuh Kai saling berbenturan, Ledakan keras tercipta dengan asap hitam mengelilingi area dimana Kai berada.


"Apakah hanya itu? Hmph!! Matilah!"


Pedang yang ia buat untuk menyerang Kai tidak menimbulkan luka sama sekali, sebaliknya pedang itu retak dan berubah menjadi beberapa bagian.


Swosshh!!


Boomm!!


Tubuh Lelaki itu meledak, bahkan jiwanya ikut menghilang bersamaan dengan hancurnya tubuhnya.


"Tarian Pedang Api!!.."


Whuss!!


Gelombang energi panas seketika muncul dan membuat suhu yang ada di sekitarnya naik secara ekstrim.


Semua orang seketika mengeluarkan Butiran-butiran keringat yang membasahi pakaian yang mereka pakai.


"Api apa ini.. Kenapa begitu panas!" Ucap salah seorang Kultivator yang tidak tahan dengan panas Api Neraka.


"Air.. Aku butuh Air.."


"Kumohon berikan aku air.."


Satu persatu dari mereka mulai kehausan dan berharap agar mereka mendapatkan air untuk diminum. Sayangnya, semakin mereka berharap, hanya keputusasaan lah yang ada.


"Sial!! Lebih baik aku mati daripada menderita seperti ini.." Salah satu dari mereka yang sudah tidak kuat lagi mulai menjadi gila dan menebas leher mereka sendiri.


Alasan mereka tidak dapat melarikan diri adalah karena Kai telah membentuk sebuah penghalang tipis tetapi sangat kuat yang tidak memungkinkan mereka untuk menghancurkan nya.


Pada akhirnya, mereka semua mati karena bunuh diri, ada juga yang terbakar habis oleh Api Neraka..


Ding..


Ding..


...


Rentetan pemberitahuan sekali menggema di kepala Kai, tetapi Kai memilih untuk mengabaikannya.


"Hmm.. Aku bersyukur Lin'er tidak melihat kejadian ini.." Ucap Kai dengan ekspresi lega sambil menggendong Jiuyang Lin, dia terbang pergi meninggalkan Wilayah Keluarga Long.


Tetapi sebelum itu, Kai mengeluarkan Kartu As miliknya. "Badai Neraka!!.."


Sama seperti yang dialami Keluarga Xiao, Mansion Kediaman Keluarga Long dan juga area yang berjarak ribuan Kilometer darinya hancur total..


"Apa!!.." Tubuh Long Zheng bergetar hebat ketika melihat Mansion Keluarga Long berserta dengan bangunan-bangunan besar lainnya telah hancur menjadi reruntuhan..


"Sial!! Sial!! Sial!! Aku terlambat.. Maafkan aku ayah." Long Zheng berlutut dihadapan Mansion tempat tinggalnya dengan wajahnya yang sudah dipenuhi dengan air mata kesedihan.


Dia menangis untuk waktu yang lama.. Setelah pikirannya kembali tenang, jejak rasa amarah mengalir dari pembuluh darahnya dan membuat darahnya mendidih..


"Aku Long Zhen bersumpah akan membuatmu membayar ratusan kali lipat dari penderitaan yang aku alami saat ini.. Tunggu saja sampai waktu itu.."


Long Zhen bersujud untuk memberikan penghormatan terakhir kalinya, setelah itu berdiri dan berbalik dengan hati yang dipenuhi dengan tekad balas dendam.


***


Hutan gelap dan dipenuhi dengan binatang buas, terlihat seorang Pemuda dan disampingnya terlihat dua wanita yang cukup cantik..


"Jian'er, tolong ambilkan aku beberapa kayu bakar."


Biao Jian mengangguk dan tersenyum, "Baik Tuan.."


Dia berlari dengan cukup cepat dengan kedua kaki kecilnya. Tak berselang lama, Biao Jian datang dengan beberapa kayu bakar di tangannya.


"Ah, terimakasih.. Kamu bisa duduk menunggu disana sambil menjaga Lin'er.."


Biao Jian mengangguk dengan patuh, dia duduk di samping Jiuyang Lin. Melihat Jiuyang Lin yang tertidur pulas, Biao Jian menjadi sangat mengantuk dan segera tertidur di sisinya.


"Anak ini.." Kai tertawa pelan ketika melihat sikap imut yang Biao Jian tunjukkan, setelah itu dia membakar 3 burung yang saat ini sedang ia bersihkan.


Setelah Kai menyalakan Api unggun, dia segera membakar Burung yang baru saja ia bersihkan dan diberi bumbu. Sambil menunggu Burung itu matang, Kai berdiri dan berjalan mendekat dimana Jiuyang Lin dan Biao Jian tertidur lelap diatas kasur.


"Selamat tidur sayang!"


Kai mendekatkan bibirnya dan mencium Jiuyang Lin tepat di keningnya. Setelah itu, dia mengambil selimut dari Inventory dan menggunakan selimut itu untuk menutupi tubuh Jiuyang Lin dan Biao Jian agar tidak kedinginan.


Tak berselang lama setelah itu, Burung yang barusan Kai bakar mulai mengeluarkan bau harum. Karena Jiuyang Lin dan Biao Jian telah tertidur lelap, Kai menghabiskan tiga burung itu sendirian..


***


Menara Tujuh Warna, Selain dari Empat Keluarga Besar. Menara Tujuh Warna merupakan sebuah eksistensi yang sangat dihormati hampir setiap orang.


Kemunculan mereka yang secara tiba-tiba dan berbagai harta Karun langka yang mereka miliki, tak butuh waktu lama bagi Menara Tujuh Warna untuk menguasai Dataran Xuan sepenuhnya. Apalagi, mereka juga memiliki seorang Ahli tingkat Peak God, yang mendukungnya.


Di sebuah ruangan di dalam Menata Tujuh Warna, terlihat ada empat orang yang tidak lain adalah Nalan Xing, Di Bao, Yun Shuo, dan Wen Shin. Masing-masing dari mereka memiliki wajah serius dan penuh dengan kekhawatiran.


"Kalian semua sudah tahu kan, kenapa aku memanggil kalian semua kesini?" Ucap Nalan Xing sambil memandang ketiga orang lainnya dengan wajah serius.


Mereka bertiga mengangguk secara bersamaan, "Jadi apa rencana yang kita miliki saat ini Nona Nalan?" Wen Shin bertanya dengan penuh kekhawatiran.


"Kita tahu, ternyata selama ini kita meremehkan kekuatan orang itu. Bahkan Di Bao yang merupakan Peak God, hampir tidak bisa menyaingi kecepatannya."


Mereka semua mendengar jelas apa yang baru saja disampaikan Nalan Xing, terapan mereka semua semakin suram dan penuh dengan rasa putus asa.


"Tetapi jangan khawatir!!.." Nalan Xing mengungkapkan sebuah senyuman di wajah cantiknya, setelah itu dia mengeluarkan sebuah kotak yang berisi batu giok berwarna hijau dan juga empat buah Pil.


"Apa itu Nona Nalan?" Yun Shuo tidak dapat menahan diri untuk bertanya..


"Hehe, Batu Pemanggil dan Pil Peledak!!"


Mendengar kalimat yang keluar dari mulut Nalan Xing, semua orang segera mengeluarkan keringat dingin di punggung mereka..


***


Bersambung..