
Belum sempat Kai dan Jiang Lin menghabiskan waktu untuk berdua, tiba-tiba muncul sebuah badai yang begitu besar mengakibatkan banyaknya pohon tumbang.
Kai segera menyadari ada yang aneh dengan situasi ini kemudian bangkit dengan perasaan khawatir. Instingnya mengatakan bahwa akan terjadi sebuah bencana yang sangat besar menimpanya.
"Kai ada apa?"
"Tidakkah kamu menyadari ada yang salah dengan Badai ini..." Kai berkata dengan penuh kekhawatiran.
Awalnya Jiang Lin tidak begitu peduli dengan apa yang Kai katakan barusan, tetapi ketika sebuah awan petir terbentuk diatas langit. Ekspresi nya seketika berubah.
Menyadari ada perubahan dari ekspresi Jiang Lin, Kai tidak dapat menahan diri untuk bertanya. "Ada apa Lin'er?.."
"Ayo cepat lari atau kita berdua akan terbunuh..." Mereka segera terbang dengan kecepatan yang begitu cepat.
Tetapi tiba-tiba Awan di langit menjadi benar-benar hitam tanpa sedikitpun cahaya yang dapat masuk, Sambaran petir mulai bermunculan dimana-mana.
"Tidak!!.. Kita sudah terlambat.." Jiang Lin berkata dengan penuh ketakutan, tubuhnya bergetar tidak terkendali.
Kai tidak begitu paham tentang situasi yang sedang terjadi, tetapi ketika dia melihat wajah ketakukan Jiang Lin. Ia akhirnya sadar bahwa nyawa mereka sekarang sedang dalam bahaya.
Dia buru-buru menggenggam erat tangan Jiang Lin dan mulai menggunakan Skill Teleportasi.
[Karena adanya Hukum Ruang yang sangat kuat, Skill Teleportasi terpaksa dibatalkan]
"Apa!!..." Kai terkejut ketika notifikasi dari System memberitahu bahwa Skill Teleportasi nya terpaksa dibatalkan.
Lubang Hitam raksasa tiba-tiba muncul diatas langit, itu memiliki daya hisap yang begitu tinggi menarik tubuh Zhukai dan Jiang Lin yang saat ini terbang di langit.
Jiang Lin memegang lengan Zhukai dengan erat, "Kai... Aku sangat takut, bagaimana ini.."
Jiang Lin sudah sangat berputus asa, Jika bukan karena ada Zhukai disisinya sekarang. Jiang Lin tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi.
"Jangan takut Lin'er, ada aku disini.." Kai berkata sambil tersenyum hangat, dia segera memeluk tubuh Jiang Lin dengan sangat erat, enggan untuk melepaskannya.
"Yi'er.. Apakah kamu tidak memiliki cara bagiku untuk keluar dari situasi ini?"
[Ada Kai Gege tapi...]
"Cepat katakan saja, aku tidak punya waktu lebih lama lagi.."
[Di Toko System terdapat sebuah artefak sekali pakai, dan Kai Gege hanya dapat membelinya sekali dalam satu tahun.. Itu bernama Jimat Spasial.. Dengan jimat itu, bahkan jika ada sebuah Dao Ruang tingkat tertinggi, Kai Gege masih dapat berpindah tempat, Sayangnya...]
[Kai Gege hanya dapat menggunakan nya untuk satu orang, Kai Gege dapat memilih untuk memakainya sendiri atau memberikannya oada Kakak Jiang Lin]
Kai mengabaikan apa yang Yi katakan dan buru-buru membuka Toko System, Dia dengan cepat mencari Artefak yang Yi maksudkan..
...[Jimat Spasial]...
Di buat oleh seorang Master Array di Zaman Kuno, itu merupakan Karya terbaik yang ia buat dan ia memfokuskan seluruh hidupnya untuk membuat Jimat itu..
Harga : 50 Triliun Poin System.
Kai Me-Kilk tombol beli yang ada di depan matanya. Tiba-tiba muncul sebuah jimat yang melayang di depan matanya..
"Lin'er jangan takut, Cukup tutup matamu saja dan semua ini akan berakhir..." Kai beekata begitu pelan, sebelum ia menggunakan Jimat Spasial pada Jiang Lin.. Dia memberikan sebuah Ciuman hangat yang merupakan ciuman perpisahan.
"Selamat Tinggal.."
Whuss!!
Tubuh Jiang Lin segera menghilang meninggalkan Kai seorang diri, "Sekarang, apakah aku akan mati setelah terserap masuk kedalam sana.."
Kekuatannya saat ini hanya pulih sebanyak setengah dari kekuatan aslinya, bahkan jika Kai memiliki kekuatan penuhnya. Ia tidak akan lolos dari daya tarik lubang hitam.
***
Disebuah tempat yang sangat jauh dari lubang hitam, Jiang Lin muncul secara tiba-tiba. Ketika dia merasakan kedua kakinya menginjak tanah, dia perlahan membuka matanya.
"Kai!! Kamu dimana!!..." Jiang Lin terus menoleh mencari dimana Zhukai berada, hingga beberapa waktu lalu dia mulai ingat apa yang terakhir dia dengar dari Zhukai.
"Jangan-jangan.. Tidak mungkin!!.." Jiang Lin terbang dan melesat dengan cepat, Ia menatap langit dimana lubang hitam muncul.
Dia menyaksikan dengan matanya sendiri bagaimana Kai terserap masuk kedalam lubang hitam m dan menghilang nya lubang hitam secara tiba-tiba.
Jantung Jiang Lin terasa seakan berhenti berdetak, dia terjatuh di tanah terpaku menatap langit dengan tatapan kosong. "Kenapa.. Kenapa kau menyelamatkan diriku bukan nya menyelamatkan dirimu sendiri. Apakah itu karena perkataan ku waktu itu?"
Dia terus menangis sangat lama sambil menangis berharap Kai akan kembali. Satu minggu berlalu sejak kejadian itu, Jiang Lin masih duduk di tanah menunghu Kai datang.
Matanya membengkak dikarenakan dia terus-terusan mengeluarkan air mata, "Kai, apakah kamu benar-benar pergi meninggalkan aku sendiri.."
Untuk beberapa waktu merenung, Jiang Lin akhirnya berdiri, di menatap keatas langit dan menghembuskan nafas panjang, "Kai, aku berjanji akan mengeluarkan mu dari sana, Aku akan meminta ayahku untuk membantumu."
Jiang Lin berbalik dan segera mengambil sebuah artefak yang diberikan ayahnya padanya.
Dia segera memindahkan seluruh Suku Iblis ke Alam Iblis, dengan begitu Benua Iblis menjadi tanah mati tanpa sedikitpun kehidupan disana.
****
Disebuah tempat yang sangat gelap gulita, Terlihat tubuh seorang pemuda dengan banyak bekas luka di setiap bagian tubuhnya.
Pemuda itu perlahan membuka matanya, dia dengan linglung menatap area disekitarnya.
"Arrgghh.." Pemuda itu menjerit dengan begitu keras ketika mencoba menggerakkan salah satu lengannya.
Ternyata seluruh tulangnya remuk ketika terserap oleh lubang hitam yang tadi muncul diatas langit.
"Ha Ha Ha.." Pemuda itu adalah Zhukai, yang awalnya tadi terserap oleh lubang hitam, dia sebenarnya menduga bahwa setelah terserap kedalam lubang hitam. Ia akan mati, tetapi dia sebenarnya dipindahkan kesebuah tempat yang dipenuhi dengan bau darah dengan aura kematian yang pekat.
"Dimana ini?."
Dia masih diam tidak bergerak menunggu lukanya perlahan pulih, hanya beberapa waktu setelah dia tiba.. Sebuah binatang buas yang mengeluarkan tekanan yang begitu besar mendatanginya.
Hanya dari tekanan dari Bianatng Buas itu sudah membuat Kai kesusahan bernafas, "Sial!! Aku baru saja sampai disini, tetapi sudah ada binatang kuat yang mendatangi ku..."
Karena kondisinya yang tidak memungkinkan untuk bertarung, Kai menggunakan Skill Teleportasi untuk melarikan diri.
Tubuhnya menghilang menjadi cahaya dan muncul kembali di depan sebuah Goanyang cukup besar. Ia akhirnya memutuskan untuk beristirahat di dalam Goa itu.
"Yi'er, sebenarnya tempat macam apa ini?" Kai bertanya sambil menyandarkan tubuhnya di dinding Goa.
[Hah!! Ini adalah tempat yang sangat berbahaya Kai Gege, Tempat ini disebut persimpangan dimensi dan para penghuni dari Tempat ini masing-masing memiliki basis Kultivasi seorang Peak God]
"Apa..." Tubuh Kai menengang seketika ketika mendengar penjelasan itu.
****
Bersambung..
Jika kalian tidak sibuk, boleh beri masukan untuk Author agar ceritanya semakin menarik untuk kedepannya.
Jangan lupa tinggalkan like nya, kalau tidak mau ya tidak apa-apa..
Dukung terus Author supaya semangat up ya... Terimakasih.