Re-system

Re-system
Reruntuhan Milik Shura



Kai menggaruk kepalanya, dia tiba-tiba teringat dengan benda itu. Sebuah hiasan rambut yang Kai buat sendiri dulu sekali.


"Baiklah Yue, aku akan memberimu ini. Jadi bisakah kamu memberitahu padaku bagaimana caranya."


Meski Zhukai sedikit tidak mempercayai, tetapi ketika dia melihat senyuman di wajah Qi Yue, itu sudah cukup menghilangkan rasa kecewanya.


Qi Yue terkejut melihat sebuah hiasan yang sangat indah, dia sedikit malu dan meminta Zhukai untuk memasangkan itu padanya.


"Suamiku, bisakah kamu memakaikan itu padaku." Qi Yue berkata dengan sedikit malu, wajahnya yang memerah terlihat sangat imut.


Kai menghela nafas, dia hanya tersenyum melihat sikap manja Qi Yue.


Dia terbang Kedepan dan memakaikan aksesoris rambut itu pada Qi Yue. Bunga mawar berwarna putih terlihat sangat cocok dengan rambut Qi Yue yang berwarna hitam sekaligus sangat halus.


"Bagaimana suamiku? Apakah itu cocok padaku?" Qi Yue bertanya dengan bersemangat.


Seolah Zhukai terhipnotis dengan kecantikan Qi Yue, mulutnya terangkat dan dia berkata.


"Ya, kamu sangat cantik dengan itu."


Qi Yue tersipu, dia mengalihkan pandangannya dari Zhukai. "Aaa... Suamiku baru saja memujiku, betapa senangnya." Qi Yue berkata senang dalam hatinya.


Sementara itu, Zhukai yang sudah kembali ke akal sehatnya dia juga sedikit tersipu kemudian segera bertanya pada Qi Yue tentang hal itu.


"Yue, tentang apa yang kamu katakan barusan? Apakah kamu memang memiliki cara?"


Meski Zhukai sedikit tidak percaya, tetapi tidak ada alasan bagi Qi Yue untuk berbohong padanya.


"Hihi.."


Qi Yue tertawa ringan, dia terbang mendekat dan mengangkat salah satunya tangan Zhukai.


"Arrr..." Zhukai sedikit terkejut ketika melihat Qi Yue mengigit jarinya.


Dan apa yang membuatnya bahkan lebih terkejut selanjutnya adalah melihat Qi Yue menjilati darah yang keluar dari jarinya.


Dia bisa merasakan lidah lembut Qi Yue terus mengemut jari tangannya yang berdarah. Wajahnya sedikit memerah, Kai benar-benar tidak terbiasa dengan itu.


Apalagi Qi Yue, dia terlihat seperti menikmatinya.


"Y–Yue... Bisakah kamu hentikan itu."


Qi Yue menatap Zhukai, sedikit tersenyum. Dia melepaskan jari Zhukai dari dalam mulutnya, terlihat bahwa air liur dari Qi Yue memenuhi jari Zhukai.


"Suamiku, aku akan kembali kedalam pedang hitam. Gunakan pedang itu untuk menebas ke Alam Neraka."


Tubuh Qi Yue menghilang seketika, dia kembali masuk kedalam pedang hitam sambil meminta Zhukai untuk menebas Alam Neraka dengan pedang hitam.


Kai menghela nafas, dia mengambil pedang hitam dari Inventory. Ia mulai mengaliri pedang hitam dengan Qi miliknya.


Swosshh..


Sebuah tebasan hitam melengkung muncul ketika Zhukai menebas pedang hitam lurus kedepan.


Ketika serangan Zhukai mengenai lapisan hitam yang mengelilingi Alam Neraka, ledakan keras yang mengguncang dunia ilahi membuat dewa perang kuno terkejut.


Ding.


[Selamat pada Kai Gege karena berhasil membuat Alam Neraka mengakui keberadaan Kai Gege. Dengan begitu, Kai Gege mendapatkan posisi sebagai pemilik Alam Neraka]


[100 Triliun Poin Takdir baru saja ditambahkan, Karena posisi Kai Gege sebagai pemilik Alam Neraka, Kai Gege bisa memasuki Alam Neraka dengan bebas]


Mendengar notifikasi beruntun itu, sekujur tubuh Zhukai bergetar. Keluar masuk Alam Neraka dengan bebas? Itu adalah sebuah hal yang di inginkan setiap Kultivator di dunia ilahi.


"Bagaimana suamiku? Bukankah aku sudah bilang padamu aku memiliki caranya." Qi Yue yang tiba-tiba muncul berkata dengan bangga.


Melihat sosok Qi Yue dibelakangnya, Kai berbalik untuk memeluknya, "Terimakasih."


Setelah ia melepaskan pelukannya, Zhukai menggenggam telapak tangan Qi Yue dengan erat.


"Apa kamu siap Yue'er?" Kai bertanya sambil menatap Qi Yue disampingnya.


Setelah melihat anggukan Qi Yue, Kai memeluknya dan melesat cepat memasuki Alam Neraka.


Saat perjalanan, Zhukai sedikit memikirkan sesuatu. Bahkan Yi dan Yui yang merupakan Artefak terkuat tidak mengetahuinya, bagaimana Qi Yue tahu tentang cara seperti itu.


Meski Zhukai berfikir keras, tidak ada alasan yang cocok untuk menjelaskan itu semua.


Kai sendiri tidak mengetahui siapa sebenarnya Qi Yue dan alasan mengapa dia memanggilnya sebagai suami. Tetapi satu hal yang ia yakini, Qi Yue sama sekali tidak memiliki niat jahat terhadapnya.


Untuk alasan mengapa Yi dan Yui tidak tahu cara seperti yang Qi Yue katakan, itu sangat mudah. Versi mereka berdua cukup rendah yang membuat ingatan mereka berdua masih tersegel.


Saat tubuhnya tertarik oleh kekuatan tertentu, Zhukai tidak mencoba melawan, sebaliknya dia berdiam diri dan membiarkan kekuatan itu menariknya.


Hingg saat Kai membuka mata, dia melihat bahwa di depannya saat ini adalah dataran tandus tanpa sedikitpun tumbuhan yang tumbuh.


"Haha, bahkan setelah ratusan ribu tahu berlalu, tidak ada yang berubah dengan tempat ini."


Zhukai berdiri, dia menepuk badannya yang penuh dengan debu. Kai sedikit menoleh dan melihat bahwa Qi Yue juga terjatuh di tempat tak jauh darinya.


"Yue'er kamu baik-baik saja?" Kai bertanya sembari membantu Qi Yue berdiri.


"Terimakasih Hubby..."


Ketika Qi Yue berdiri, dia segera menatap kearah timur dimana pecahan pedang hitam berada.


"Suamiku, itu berasal dari sana."


Melihat arah yang ditunjuk oleh Qi Yue, Zhukai melebarkan kedua matanya.


"Bukankah arah itu juga berasal dari reruntuhan Shura? Apakah pecahan pedang hitam ada di dalam reruntuhan itu?" Kai berfikir.


Tanpa berfikir lama, Zhukai memanggil Tao Tie sekaligus Xiao Hu. Biasanya, ketika Qi Yue bersama Zhukai, Xiao Hu memilih untuk duduk di pangkuan Qi Yue.


Mereka berdua naik keatas Tao Tie dengan Zhukai yang ada di belakang dan Qi Yue duduk di depannya.


Qi Yue bersandar pada dada Zhukai yang begitu keras dan sangat hangat. Itu sungguh membuatnya nyaman.


"Ayo Tao Tie."


Dengan begitu, Tao Tie melesat dengan sangat cepat kearah timur dimana reruntuhan Shura berada.


Karena Alam Neraka lima kali lebih besar dari Alam Air, Zhukai membutuhkan waktu yang cukup lama untuk sampai di tujuannya.


Belum sampai satu menit berlalu, Qi Yue sudah tertidur lelap di dalam pelukannya. Aroma harum dari rambut Qi Yue membuat Zhukai terhipnotis.


"Istirahatlah dengan baik Yue'er.." Kai mencium rambut Qi Yue sambil menggunakan lengan satunya untuk memeluk Qi Yue agar tidak terjatuh.


Karena dataran di Alam Neraka tandus dan sangat kering, perjalanan mereka menjadi lebih cepat.


Tao Tie dan Xiao Hu tidak menerima serangan dari aura kematian dari Alam Mereka, mereka memiliki perlindungan dari Zhukai yang membuat mereka aman.


Waktu berlalu dengan cepat, saat ini, Kai sudah menempuh perjalanan yang sangat jauh.


Dari kejauhan, Zhukai bisa melihat sebuah reruntuhan kuno yang terbengkalai. Tetapi suara kuat dari reruntuhan itu membuat Zhukai bergidik.


"Kita telah tiba ... Di reruntuhan milik Shura."


***


Bersambung.