
Setelah Kai telah menerima kesengsaraan Ilahi, Ia kembali sebentar ke Istana Kaisar Yang untuk menemui murid-murid nya dan memberi mereka Arahan dalam berkultivasi.
Kai juga menanamkan sebuah Budidaya Kultivasi pada setiap muridnya tak lupa juga Kai memberi mereka Pil, Senjata dan juga teknik Tingkat tinggi, setelah itu Kai pun pergi dari Kekaisaran Elang Api menuju Lautan Darah.
Kai telah memberitahu Kaisar Yang bahwa dirinya akan sergi selama 4 bulan tapi tak mengatakan kemana ia akan pergi.
...----------------...
Lautan Darah~
"Menaikkan Kultivasi ku disini memang efektif, Banyak sekali Binatang Buas tingkat tinggi berada disini tapi... Apa-apaan jumlah Exp yang tidak masuk akal ini... Untuk naik satu tingkatan saja butuh 15 Milyar..." Gerutu Kai sambil mengeluh.
Ding~
[System mendeteksi adanya aura dari berbagai Binatang Buas yang berkumpul di satu titik.]
[100 Km ke utara Tuan akan menemukan tempat berkumpulnya Para Binatang itu]
"Berapa banyak?"
[Dari analisis Yang System dapatkan, Ada sekitar 1 Juta Binatang Iblis disana.]
"Ss..Satu Juta? Baiklah... tapi sebelum itu sebaiknya aku meminta maaf dulu pada Yi."
Kai kemudian memasuki Dunia Jiwa dan mulai mencari keberadaan Yi, "Yao'er... Apa kau tahu dimana Yi berada?" Ucap Kai sembari melambai-lambai kan tangannya.
"Ehm... Aku belum melihat Nona Yi dari Kemarin."
"Eh?... Bukankah kemarin dia baru saja kesini... Sudahlah sebaiknya aku segera mencarinya." Setelah mengucapkan terima kasih pada Bibi Yao Kai segera terbang menelusuri Dunia Jiwa Miliknya.
Hampir seluruh Dunia Jiwa telah Kai telusuri tapi Ia tak menemukan satupun Jejak Yang Yi tinggalkan.
Kai merasa semakin khawatir Ia kemudian mulai memanggil Yi menggunakan Telepati tapi naas tak ada jawaban dari panggilannya.
"Dimana Gadis kecil itu berada sebenarnya... membuatku khawatir saja." Gumam Kai sambil memperlihatkan wajah bersalahnya.
"Hehehe.. Kai gege sangat imut, padahal selama ini Yi berada di sampingnya Tapi gege tak menyadarinya."
"Yasudah karena Yi tidak ada disini mungkin dia bersembunyi di suatu tempat yang sangat sulit kutemukan." Gumamnya
Kai kemudian Keluar dari dunia Jiwa dan dengan Cepat terbang menuju Titik bertemunya para Binatang yang System nya maksud.
Karena Kai saat ini telah berada di Saint Realm menempuh jarak 100 Km hanya masalah kecil baginya, Tak sampai 10 menit Kai telah sampai di Tempat Yang Systemnya maksudkan.
Itu adalah sebuah Pulau Kecil yang di penuhi dengan berbagai macam rawa serta tanaman aneh tumbuh disana, Serta banyak sekali pohon besar yang tumbuh disana.
Karena Cahaya matahari tak dapat menebus tebalnya hutan itu menjadikannya sangat gelap seperti saat malam hari.
Kai tanpa basa-basi lagi mulai memasuki Pulau itu Ia mengaktifkan mata Elang juga kesadaran Spiritual.
Sesaat setelah Kai memasuki Hutan itu, Ia langsung menyadari ada sebuah keanehan dari Pulau misterius itu, "Aura ini... Kenapa aku merasakan adanya fluktuasi Jiwa yang membuat darah miliknya berapi-api."
Kai mengedarkan kesadaran Spiritualnya untuk mencari sumber fluktuasi jiwa yang ia rasakan tadi dan ternyata Fluktuasi jiwa itu berasal dari sisi terdalam Hutan.
Kai menggunakan Skill Teleport nya untuk dapat langsung berpindah tempat ke sisi Terdalam hutan.
...----------------...
Sisi terdalam hutan~
"Tuan tua... bawahanku mendeteksi adanya seorang manusia yang memasuki hutan ini..." Ujarnya.
"Manusia?.. Mustahil... Bagaimana manusia rendahan itu bisa melewati lautan darah. Bahkan Leluhur Kaisar Benua tengah saja tidak memiliki nyali untuk datang kesini." Jawab Binatang itu.
Kai yang saat ini sedang bersembunyi di balik pohon itu menjadi terkejut ketika melihat sosok Burung Phoenix yang berada tepat di depannya.
"Jadi ini alasannya kenapa Fluktuasi Jiwa yang kurasakan sangat familiar dengan tubuhku, Tak pernah kusangka di Alam rendah ini ada Sesosok Binatang Kuno sepertinya."
"Dengan kekuatanku saat ini mustahil bagiku untuk mengalahkannya, juga darah Phoenix dalam diriku juga belum sepenuhnya bangkit lebih baik aku tak mencari masalah dengannya dulu."
Kai menggunakan Teknik Teleport nya dan pergi menjauh dari Pulau misterius itu, dan akhirnya Ia kembali melajukan aktivitas hariannya, Yaitu berburu binatang buas.
...----------------...
Benua Tengah~
Di sebuah Istana yang sangat megah dan mewah, teelihat seorang pria paruh baya yang sedang menunduk hormat kepada Pria sepuh di depannya.
"Hmm... Cucuku? Sudah lama sekali aku tidak melihatnya... bagus!! bagus!!, Keturunan ku haruslah seorang jenius, Cepat bawa dia menemuiku." Pria Sepuh ketika mendengar kabar bahwa cucunya akan segera menerobos langsung menghentikan Latihannya.
"25 Tahun dan hampir menerobos keranah Pendekar Kaisar... Bwahaha, Di masa depan seluruh Dunia akan tunduk kepadanya." Gumam Pria Sepuh itu dengan Mata menyala-nyala.
Selang 10 Menit kemudian muncul seorang Pria paruh baya bersama dengan seorang Pemuda tampan berdiri di sampingnya.
"Chen'er Berilah hormat Pada Kakekmu!!.." Ucapnya.
Tian Chen kemudian menatap Pria Sepuh di depannya dan mulai menundukkan kepalanya memberi hormat.
"Tian Chen Memberi hormat pada Kakek." Ucapnya Sambil menelungkup kan kedua tangan.
"Dilihat dari Aura yang Kau miliki, memang benar yang dikatakan ayahmu.. Bwahaha Akhirnya kekaisaran Ini melahirkan seorang Jenius tiada tara, Chen'er ingatlah pesan yang akan Kakek Sampaikan." Pria Sepuh itu menghela nafas sebentar kemudian lanjut berkata.
"Jika kau ingin menjadi Orang hebat di masa depan, Jangan pernah menundukkan wajahmu pada siapapun kecuali Orang Tuamu dan Para leluhurmu."
Pria Sepuh itu juga memberi Tian Chen beberapa Nasehat agar dapat menerobos Ranah Kultivasi nya dengan Mudah, serta memberinya sebuah hadiah berupa Pedang panjang berwarna Putih yang sangat Cantik.
"Ii..Ini, Senjata tingkat Bumi!!.. Terima kasih kakek, Tian Chen berjanji tidak akan pernah membuat Kakek kecewa." Ucap Tian Chen sambil tersenyum senang.
"Kalian berdua boleh keluar, aku akan melanjutkan latihan ku." Titahnya.
...----------------...
Kembali Ke MC~
Lautan Darah yang memiliki Berjuta-juta Binatang Buas yang sangat berbahaya membuat Suasana dan Aura yang mencengkam.
Teelihat seorang Pemuda yang terbang diatas Langit sambil membunuh Ribuan, Puluhan Ribu Binatang Iblis yang menyerangnya.
Akhirnya Dirinya Pun berhasil menghabisi Para Binatang Buas itu dalam kurun Waktu 1 Minggu.
[Tuan berhasil membunuh 50.000 Binatang Iblis tingkat Rendah mendapatkan, 5 Milyar Poin System, Mendapatkan 50 Milyar Poin Pengalaman]
"Kultivasi ku memang Tinggi, Tapi aku sama sekali tidak memiliki keterampilan Serangan Area.. Sungguh sial aku harus menghabisi Para Binatang Buas itu satu persatu." Gerutu Kai kesal.
"Oh, Ya selama seminggu ini aku belum pernah Melihat Yi sama Sekali, Apa jangan-jangan Ia masih marah Padaku." Saat mulutnya mengucapkan Kata Yi, Ada sedikit kerinduan terlihat di wajahnya.
"Yi, Aku tahu Kau bisa mendengar ku... Aku sungguh menyesal sat itu, Kumohon maafkanlah diriku."
Yi yang berada Di belakangnya selama ini tak dapat menahan Tawa yang akhirnya tertawa lepas.
"Hahaha.... Hahaha.... Kai gege saat melihat wajah mu itu membuatku selalu ingin tertawa, Kau tahu dari awal aku memang tidak marah padamu, Aku hanya ingin sedikit mengerjainya itu saja." Ujar Yi sambil mengusap Air matanya karena tertawa terlalu berlebihan.
Mendengar Suara di belakangnya membuat Kai sedikit bahagia tapi setelah selesai mendengar semua yang Yi ucapkan, Kai mengerutkan kening.
"Jj..Jadi selama ini Kamu mengerjaiku..." Kai mencubit telinga Yi tapi tidak terlalu keras kemudian memeluknya.
"Kumohon jangan ulangi itu lagi... Apa kau tahu bagaimana Khawatirnya diriku ini... Jika kau tak menyukaiku ketika aku memiliki wanita lain, Maka aku akan langsung segera memutuskan hubunganku dengannya." Ucap Kai sambil memeluk Yi erat.
Di peluk Erat oleh Kai membuat Yi merasa bahagia tapi Ia juga segera menyadari apa kesalahannya, "Maaf Kai gege... Aku tidak akan mengulanginya lagi, Maafkan aku telah membuat Kai gege menjadi Khawatir."
Yi kemudian membalas memeluk Kai dengan Erat, Saat Keduanya akan segera berciuman, Muncul seekor Burung yang ingin menyerang mereka berdua.
"Plak.." Suara keras tamparan membuat Kepala burung itu hancur tak bersisa.
"Cih... Ganggu saja, apa kau tak melihat Kami Mau Berciuman." Ucap Kai kesal.
"Yi' er, sekarang kita bisa melanjutkannya-" Belum selesai berkata, Yi menempelkan jari telunjuknya di mulut Zhukai.
"Hehe.. Lain kali saja Gege, Dan juga Aku tidak marah jika Gege mempunyai wanita lain selain diriku... Tapi Aku ingin menjadi yang pertama untuk Kai gege." Ucap Yi dengan wajah malu-malu di tambah dengan rona merah di seluruh wajahnya.
Deg...
"Kawai!!... Apa-apaan mode Moe itu.. Membuat hatiku berdegup kencang."
Di tengah Khayalannya itu, Tanpa Kai sadari Yi mendekatkan mulut mungilnya ke pipi kai kemudian menciumnya.
"Hari ini itu saja Oke..." Ucap Yi setelah itu dirinya menghilang dari hadapan Kai.
...----------------...
...----------------...