
Disebuah kerajaan yang terletak di tengah-tengah guru. pasir, seorang gadis dengan jubah tebal yang menutup seluruh tubuhnya beserta wajahnya sedang berjalan menuju kesebuah bangunan besar di dalam kerajaan itu.
Brak!
Gadis itu melemparkan kantung besar yang berisi taring dan juga kulit milik seekor serigala, sementara itu resepsionis bangunan itu dengan ramah memeriksa isi kantung itu dengan teliti.
"Ini tepat seperti yang ada di Quest, ini bayarannya." Resepsionis itu memberikan sekantung emas yang merupakan mata uang di dunia itu.
"Kamu adalah petualangan tercepat yang mencapai peringkat (B) hanya dalam waktu satu minggu. Mungkin beberapa bangsawan muda akan tertarik denganmu." Resepsionis guild itu berkata dengan nada menggoda.
Wanita dengan jubah tebal itu tidak begitu memikirkan apa yang resepsionis itu katakan dan segera pergi.
Ketika siluet wanita itu menghilang, resepsionis itu menghela nafas sambil berkata dengan jengkel. "Dia benar-benar dingin, padahal kita bertemu hampir setiap hari tetapi dia tidak pernah berkata sedikitpun padaku."
"Haha, tidak usah terlalu dipikirkan. Dia akan menjadi petualang hebat di masa depan, jadi wajar jika dia bersikap seperti ini." Temannya yang juga resepsionis guild berkata menenagkan.
"Aku tahu, aku tahu. Tapi aku benar-benar penasaran. Dia tidak memiliki sedikitpun mana di tubuhnya, bagaimana dia bisa menjadi begitu kuat...."
Di dalam sebuah penginapan yang terletak tidak jauh dari guild petualang, wanita berjubah tebal itu masuk dan naik ke lantai atas.
Dia membuka pintu kamarnya yang berada di lantai dua kemudian melepas jubah yang dipakainya.
Sosok wanita yang begitu cantik dengan rambut merah panjang berbaring di atas kasur sambil menutup matanya dengan lengan. Air mata keluar di wajahnya dan menetes Karas kasur.
"Kai, Jian'er. Dimana kalian..."
***
Di dalam hutan yang lebat dengan banyak pepohonan tinggi, Zhukai dan Wei'er Yunlan berlari dengan kecepatan normal.
Mereka berdua sudah berlari hampir selama satu jam tetapi tidak menemukan sedikitpun cahaya di luar hutan.
"Yunlan, sebenarnya seberapa luas hutan ini!!.." Kai berkata dengan sedikit rasa kesal.
"Aku tidak tahu, sepanjang hidupku saat ini aku hanya menetap di desa peri dan tidak pernah sedikitpun keluar dari sana." Jawab Wei'er Yunlan.
Ketika dia menemukan alasan untuk keluar dari desa, ia sungguh bahagia. Ia benar-benar sudah bosan terkurung di dalam desa selama ratusan tahun lamanya.
"Hmm, jika saja disini terdapat energi spiritual. Aku sudah lama keluar dari hutan ini." Batin Kai menggerutu kesal.
Hingga selang beberapa menit, teriakan dari seorang wanita terdengar sangat keras di seluruh penjuru hutan.
"Kai..."
Melihat anggukan dari Zhukai, Wei'er Yunlan menambah kecepatannya menuju ke sumber suara itu berasal.
Tak berselang lama, di sebuah Padang rumput yang cukup luas. Sebuah kereta kuda hancur dengan banyak mayat orang tergeletak di atas tanah.
Tiga gadis remaja yang memakai pakaian yang mewah dikepung oleh beberapa manusia dewasa. Mereka semua mengungkapkan senyuman jahat dan berniat memperkosa ketiga gadis remaja itu.
"Kai, kita harus menolongnya.."
"Haahh, baiklah tunggu saja disini.."
Melihat para bandit yang sedang mengelilingi tiga gadis remaja itu, Kai memperkirakan mereka setidaknya setara dengan Peak God Realm.
Bagi Zhukai, membunuh mereka sekaligus adalah hal yang mudah.
Siluet hitam melesat dengan begitu cepat dari balik pepohonan, hanya dalam sepersekian detik, puluhan bandit itu segera terkapar tidak bernyawa dengan kepala mereka yang terlepas dari tubuhnya.
Tiga gadis yang Kai selamatkan terkena cipratan darah dari para bandit itu. Mereka memandang Zhukai yang baru saja menyelamatkan mereka dengan tatapan penuh ketakutan.
"T–Terimakasih tuan telah menyelamatkan kami." Salah satu diantaranya mereka bersujud sebagai rasa terimakasih.
Tetapi apa yang Kai sama sekali tidak merasakan perasaan tulus dari rasa terimakasih mereka, melainkan rasa takut seperti melihat predator yang lain yang bersiap memangsa.
"Oh, seperti itu ya..." Batin Kai.
"Tidak perlu berterima kasih, aku hanya kebetulan lewat."
"Tuan, tunggu dulu. Bagaiamana jika anda menjadi pengawal saya sampai ke kota. Saya berjanji akan membayar anda dengan harga tinggi."
Kai tidak berbalik ataupun menjawab, dia sudah membantu mereka tetapi apa yang dia dapat sebagai balasan. Tatapan mata yang bahkan tidak menunjukkan sedikit pun rasa tulus?
"Tuan kumohon, bagaiamana dengan kami kedepannya..."
"Itu bukan urusanku!!"
Kai menghilang dari tempatnya dan sudah berada jauh dari mereka bertiga.
"Whoaa, kamu sangat kejam terhadap gadis-gadis itu. Mereka adalah gadis-gadis cantik, mengapa tidak menerima tawaran mereka?" Wei'er Yunlan berkata dengan sedikit bercanda.
"Itu salah mereka sendiri Yunlan, hukum rimba sudah ada sejak dulu kala. Hanya mereka yang kuat yang mampu bertahan, salahkan diri mereka sendiri karena lemah."
Wei'er Yunlan terdiam, dia tidak memiliki kata lain untuk menjawab perkataan Zhukai barusan.
Suasana mereka menjadi canggung untuk beberapa saat hingga akhirnya mereka berdua berhasil keluar dari dalam hutan.
"Haa, jadi ini adalah dunia di luar hutan. Sungguh indah sekali." Wei'er Yunlan berkata penuh kekaguman.
Pegunungan, sungai, danau, dan beberapa pemandangan lainnya yang begitu memanjakan mata.
Pa!.
Kai mengetuk dahi Wei'er Yunlan pelan dan berkata dengan senyum tipis, "Ini hanyalah pemandangan biasa Yunlan, aku akan menunjukkan pemandangan yang luar biasa di duniaku ketika kita keluar dari sini."
Untuk sesaat, Zhukai yang terlihat begitu dewasa menbuat hati Wei'er Yunlan berdebar-debar.
"Baiklah, akan aku tunggu janjimu itu."
"Hmph, baiklah."
Mereka berdua istirahat untuk beberapa saat dan melanjutkan perjalanan menuju ke kota terdekat. Menurut yang Wei'er Yunlan ketahui, kota terdekat adalah Kota Sakura.
Itu berjarak ribuan mil.dari tempat Zhukai saat ini.
Ada beberapa desa kecil yang Kai lewati ketika datang kesana, dan ketika malam hari tiba Kai berlatih agar dapat lebih mudah dalam mengendalikan mana.
Dia juga meminta Wei'er Yunlan untuk mengajarinya beberapa sihir dasar seperti Fireball, Thunder Spear, dan sihir-sihir lainnya.
Tetapi semua penyihir rata-rata hanya memiliki satu atribut, orang yang memiliki dua atribut adalah langka, orang dengan tiga atribut disebut Sorcerer, sedangkan orang yang memiliki lebih dari 4 atribut disebut sebagai Sage.
Untuk Wei'er Yunlan sendiri, dia memiliki lebih dari empat atribut. Utu tepatnya adalah 6, atribut cahaya, kegelapan, tanah, air, api, dan petir. Dia juga memiliki dua roh bawaan, itu membantunya meningkatkan serangan sihirnya.
Sangat cocok dengan gelarnya sebagai Ratu Peri.
Sedangkan untuk Zhukai sendiri, dia hanya membangkitkan tidak lebih dari 7 atribut. Itu sama seperti di Alam Dewa, atribut miliknya adalah angin, api, air, petir, kegelapan, cahaya, dan es.
Sebelum Kai berlatih, dia meminta Wei'er Yunlan untuk tidak melindungi dan beristirahat.
Meski Kai sudah memintanya seperti itu, Wei'er Yunlan masih tetapi bersikeras untuk menjaganya ketika berlatih.
Kai hanya menghela nafas setelah itu memulai latihannya.
Pagi hari selanjutnya menjelang, Kai yang merasakan sinar matahari mengenai tubuhnya segera terbangun. Dia melihat kesamping dan melihat Wei'er Yunlan tertidur sambil mendengkur cukup keras.
"Kurasa dia terlalu lelah, aku sebaiknya tidak membangunkannya." .
Kai melepas pakaian atasnya dan berjalan menuju danau yang berada tak jauh dati tempat mereka.
Perjalanan membunuh Raja Naga Hitam, masih terus berlanjut.
****
Bersambung.