
Tepat setelah Kai mengucapkan dua kata dari mulutnya, pandangan pria di depannya menjadi semakin tajam.
"Darimana kau tahu nama itu?" Tanya Pria di depannya dengan suara serak.
"Jadi kau sungguh Ling Shuo?" Mengabaikan pertanyaan pria itu, Kai kembali lagi bertanya.
Pria di depannya mengerutkan kening, menggelengkan kepalanya. "Sayangnya aku bukan dia, nama yang kau maksudkan tadi adalah milik kakekku."
Mendengar jawaban itu, Zhukai sangat sedih jauh di dalam hatinya. Ia telah mendapat ingatannya kembali dan berharap bahwa ia bisa bertemu dengan sahabatnya di masa lalu.
Tetapi Kai merasa ada yang aneh dengan itu jadi dia bertanya sekali lagi pada pria di depannya, "Meski Ling Shuo adalah seorang pandai besi, Kultivasinya seharusnya tidak rendah. Bagaimana dia bisa mati?"
Pria itu sedikit tidak senang ketika Zhukai kembali mengajukan pertanyaan, "Bisakah kau berhenti bertanya, kau berkata seolah-olah kau mengenal kakeku dengan baik."
"Aku memang tidak mengenalnya tetapi guruku adalah salah satu kenalan kakemu." Ucap Zhukai dengan lantang meski apa yang dikatakannya adalah kebohongan.
"Apakah kau mengatakan yang sebenarnya?" Pria itu menatap Zhukai penuh kecurigaan.
Kai mengangguk, "Guruku pernah berkata bahwa dia mengenal seorang pandai besi terhebat di seluruh Dunia Ilahi, dan nama orang itu adalah Ling Shuo."
Pria itu menghela nafas, dia menyuruh Zhukai untuk masuk kedalam.
Dia dalam ruangan itu cukup sempit, hanya terdapat ruangan penempaan dan sebuah tempat duduk kecil disana.
Apalagi suhu di dalam ruangan itu sangat panas, tetapi bagi Zhukai yang memiliki ketahanan terhadap elemen api, itu sama sekali tidak berpengaruh padanya.
"Kau menyebut namamu Zhukai bukan? Aku Ling Chen. Biar kutanya sekali lagi, apa alasanmu ingin tahu tentang kematian leluhurku?"
"Aku hanya penasaran."
Ling Chen mengangguk, dia sebenarnya tidak keberatan untuk menceritakan hal itu pada Zhukai.
Dia memejamkan matanya, bayangan dimana kakeknya mengajarinya tentang penempaan tiba-tiba muncul dalam pikirannya.
Bayangan pria tua yang terlihat rapih dan sangat ramah tetapi sebenarnya sangat kuat ... Dia adalah Ling Shuo.
Ling Chen kemudian mulai menceritakan tentang alasan dibalik kematian kakeknya. Memang benar seperti yang Kai pikirkan, Ling Shuo tidak meninggal karena usia, tetapi dia dibunuh oleh Moon God karena menolak bergabunglah dengannya.
Dalam perang dengan Ling Shuo, Moon God juga mengalaminya kerugian yang cukup besar. Dia terlalu meremehkan Ling Shuo karena statusnya sebagai seorang pandai besi, tetapi karena Ling Shuo memiliki banyak koneksi dengan banyak Kultivator kuat, ia memberikan perlawanan yang cukup kuat terhadap Dewa Bulan.
Tetapi pada akhirnya, Ling Shuo terbunuh oleh Dewa Bulan di bawah serangan berkah Ilahinya. Banyak Kultivator lain yang juga ikut terbunuh di bawah serangan itu.
Brakk!
Kai memukul dinding di belakangnya hingga sebuah lubang besar terbentuk. "Moon God, dasar bajingan tercela!! Dia begitu berani menggunakan berkah Ilahinya hanya untuk melawan seorang pandai besi biasa."
Kemarahan terus meledak-ledak di dalam tubuh Zhukai. Dia sangat marah, bahkan niat membunuhnya meledak keluar dari dalam tubuhnya.
"Argh... T–Tolong berhenti." Ling Chen yang berada tepat di depannya terjatuh dengan mulutnya yang terus mengeluarkan darah.
Dia benar-benar kaget sekaligus ketakutan ketika merasakan niat membunuh yang Kai miliki.
Ketika Kai mendengar teriakan Ling Chen, ia akhirnya kembali kedalam akal sehatnya. Kai dengan cepat menarik kembali niat membunuhnya dan membantu Ling Chen untuk berdiri.
"Aku kelepasan, maaf.. Apakah kau baik-baik saja?"
Ling Chen tidak menjawab, ia masih mengatur nafasnya yang kesulitan untuk bernafas.
"Haahh.." Ling Chen menarik nafas panjang, ia melirik Zhukai dengan penuh marah. "Apa kau gila? Setidaknya kendalikan niat membunuh mu bodoh, kau bisa saja membunuhku tadi."
Kai benar-benar mengelas dengan tindakannya tadi, dia tidak bisa mengendalikan emosinya ketika mengetahui fakta tentang kematian sahabatnya.
"Tidak usah dipikirkan, aku sangat terkejut kau memiliki niat membunuh yang sangat besar seperti itu. Melihat dari reaksimu, apakah kau juga membenci para dewa perang kuno?"
Ling Chen tersenyum, dia tertawa senang. "Haha, karena kita memiliki musuh yang sama biarkan aku membantumu. Kau datang kesini bukan hanya untuk melihat pedang-pedang buruk itu bukan?"
"Benar, sebenarnya aku datang dengan niat ingin memintamu untuk menempa pedangku."
Kai mengeluarkan dua pedang hitam yang akhirnya menyatukan dan tiga buah batu meteorit.
Pandangan King Chen seketika terfokus pada keberadaan tiga batu meteorit itu. Baginya yang merupakan pandai besi, ia jelas tahu seberapa langkanya untuk mendapatkan material seperti itu.
Matanya bercahaya, "Apakah kau benar-benar ingin menggunakan material langka ini hanya untuk sebuah pedang berkarat?"
Ling Chen tidak habis pikir, bahkan untuk orang bodoh sekalipun, mereka akan tahu seberapa berharganya batu meteorit.
Ketika Ling Chen selesai berkata, keringat dingin mengucur deras dalam tubuh Zhukai. Ia buru-buru menutup mulut Ling Chen dan memperingatkannya.
"Jangan mengatakan hal bodoh seperti itu lagi."
Ia benar-benar takut bahwa Qi Yue akan marah dan membunuh Ling Chen karena ucapannya barusan.
"Baiklah aku tahu, tunggu saja diluar."
Karena proses penempaan senjata membutuhkan konsentrasi tinggi, kesalahan sedikit saja, itu akan merusak material yang terkandung di dalam pedang.
Bersamaan dengan Kai berjalan keluar, sebuah asap hitam juga ikut keluar di belakangnya.
Klak!!
Kai menutup pintu dan memasang Array supaya Ling Chen bisa lebih berkonsentrasi, "Suamiku, aku bosan ... Temani aku bermain."
Sontak Kai terkejut ketika mendengar suara lembut tepat di samping telinganya, Dia berbalik dan melihat bahwa itu adalah Qi Yue yang sedang menggodanya.
"Qi Yue, bisakah kamu berhenti mengejutkanku?" Zhukai mengerutkan alisnya sedikit tidak senang.
"Tidak mau, cepat berikan aku arak, aku sedikit kehausan."
"Apa!! Bukankah aku memberimu banyak tadi malam?"
"Tidak, itu tidak enak ... Jadi aku membuang semuanya."
Mendengar itu, Kai merasakan aliran darahnya naik, dia benar-benar sangat kesal mendengar ocehan Qi Yue.
Tetapi entah mengapa ia tidak bisa memarahinya, "Sial, jika terus seperti ini aku akan gila dalam waktu dekat."
"Suamiku ... Apakah kamu mendengarkan ku? Ah, bagaimana kalau begini, bisakah kita berkencan sambil menunggu pria tadi selesai menempa?" Ucap Qi Yue memberi saran.
"Kencan? Tetapi, bagaimana denganmu–..."
Belum sempat Zhukai menyelesaikan ucapannya, Tubuh Qi Yue mengeluarkan sinar hitam.
Detik berikutnya, sosoknya yang awalnya adalah roh kini memilikinya tubuh layaknya manusia.
Kai membelalakkan matanya terkejut dengan apa yang ia lihat. Tidak pernah sekalipun dan sejarah Kultivator sebuah roh dapat membentuk tubuhnya sendiri.
Bahkan untuk Zhukai, ini adalah pertama kalinya dia melihat sebuah roh bisa membentuk tubuhnya sendiri.
"Eh, jika seperti itu maka aku bisa..." Kai menggelengkan kepalanya mencoba menghilangkan pikiran kotor yang ada dalam benaknya.
"Suamiku, apa yang kamu tunggu ... Ayo pergi kencan."
***
Bersambung..