Re-system

Re-system
Memulai Rencana



Di tengah kegelapan hutan yang berada di Alam Kegelapan, seperti yang biasa dibicarakan oleh setiap Kultivator yang datang kesana, tidak ada sedikit pun cahaya matahari yang menyinari Alam itu.


Karena betapa gelapnya Alam itu, orang yang tidak terbiasa dengan gelap akan sangat tidak di untungkan.


Tapi untuk Zhukai, kegelapan sama sekali bukanlah masalah. Karena ia memiliki mata bintang, kegelapan sama sekali tidak akan mengganggunya ataupun mengurangi keterampilan bertarungnya.


Saat ini, jauh di hutan bagian dalam, terlihat seorang pria yang sedang tertidur sambil merangkul seorang wanita cantik di pelukannya.


Saat pria muda itu membuka kedua matanya, kecantikan di depan matanya benar-benar membuatnya terhipnotis sesaat.


"Kamu akhirnya bangun..." Zi Lin Yue tersenyum manis.


Ia bangun sedikit lebih awal dibandingkan dengan Zhukai, tetapi Zi Lin Yue sama sekali tidak berniat untuk membangunkan Zhukai dan memilih untuk melihat wajah kekasihnya saat sedang tidur.


Siapa yang menduga Kai akan bangun tak lama setelah itu.


Saat Kai kembali ke akal sehatnya, ia segera berdiri sambil mengangkat tubuh kekasihnya pada saat yang bersamaan.


"Kamu baik-baik saja Lin Yue?"


Karena saat ini Zi Lin Yue ada di posisi dimana Kai mengendongnya, itu membuatnya sedikit malu.


"S–Sebelum itu, bisakah kamu menurunkan ku terlebih dulu sayang." Zi Lin Yue membuang mukanya agar Zhukai tidak bisa melihat wajahnya yang memerah.


"Baiklah..."


Setelah Zhukai menurunkan Zi Lin Yue, ia segera menatap ke area di sekitarnya dan hanya bisa melihat kegelapan yang tak berujung.


"Mata Bintang!!.."


Kedua bola mata Zhukai mulai mengeluarkan sinar berwarna biru cerah, dengan kemampuan itu juga, Kai bisa melihat seluruh kegelapan di sekitarnya bahkan tanpa sedikitpun cahaya.


"Ha, ternyata kita berdua sedang berada di tengah hutan." ucap Zhukai sambil menatap Zi Lin Yue.


"Lin Yue, apakah kamu bisa melihat di kegelapan?"


Zi Lin Yue menggeleng, "Maaf Kai, aku tidak memiliki kemapuan seperti itu."


Setelah mendengar itu, Zhukai mulai memikirkan beberapa cara untuk membuat Zi Lin Yue dapat melihat di dalam gelap sama seperti yang dia lakukan.


Kai akhirnya membuka Toko System dan mulai mencari artefak atau benda lain yang dapat melakukan itu.


Hingga setelah mencari selama hampir lima menit, Kai akhirnya menemukan sebuah kalung dengan liontin yang terbuat dari bahan yang tidak ia mengerti.


Tapi setelah membaca deskripsi dari kalung itu, Kai membuka lebar matanya yang dipenuhi dengan keterkejutan.


Nama : Kalung ???


Jenis : Artefak Dewa bintang 7


Deskripsi : Sebuah kalung aneh yang di tinggalkan oleh seorang Kultivator di masa lalu. Tidak ada yang tahu terbuat dari apa liontin kalung itu, tetapi yang pasti, Liontin itu bisa menyerap kegelapan yang ada di sekitarnya.


Harga : 3,47 Triliun Poin Takdir.


Saat Zhukai mengalihkan pandangannya untuk melihat harga yang di tampilkan di Toko System, ia sedikit mengerutkan kening karena terkejut.


"Apa ini tidak salah? Hanya sebuah kalung... Bukankah 3 Triliun terlalu mahal!!.." Zhukai bergumam sedikit tidak senang.


Jika ia menukar 3 Triliun Poin Takdir kedalam poin Angkasa, ia setidaknya akan mendapatkan lebih dari 30 juta.


Tetapi karena ia membutuhkan barang itu, Kai tidak memiliki pilihan lain selain membelinya.


"Huu... Poin Takdir ku yang berharga."


Kai menekan tombol 'beli' dengan tangan bergetar. Saat ia mendengar suara System di kepalannya, sebuah kalung melayang di hadapannya dalam waktu yang bersamaan.


Kai segera menggenggam kalung itu dan melihatnya sekilas. Selain Liontin pada kalung itu, tidak ada hal yang lain yang menarik perhatiannya.


"Ah, d–darimana kalung itu muncul!' Zi Lin Yue berteriak kaget setelah melihat sebuah kalung melayang tepat di depan Zhukai.


"Haha, maaf karena mengejutkanmu. Mendekatlah, aku akan memakaikan kalung ini di lehermu."


Dengan patuh, Zi Lin Yue berjalan mendekat kearah Zhukai. Ia segera berbalik dan mulai menyisir rambutnya agar Zhukai dapat dengan mudah memakaikan kalung itu padanya.


"Oh, ternyata kamu masih memakai kalung ini." Melihat sebuah kalung perak di leher Zi Lin Yue.


Perasaan hangat mulai menyelimuti seluruh tubuhnya, itu adalah kalung yang ia hadiahkan untuk Zi Lin Yue saat di dunia jiwa.


Karena itu hanya terbuat dari material biasa, Kai merasa Zi Lin Yue tidak akan menyukainya. Tetapi siapa yang menyangka bahwa Zi Lin Yue masih memakainya sampai saat ini.


Kai menggeleng, dia dengan sengaja menyentuh telinga Zi Lin Yue hingga membuat tubuh wanita itu bergetar.


"Kai!!..."


"Hahaha, hanya bercanda..."


Setelah menjahili wanita itu, Kai kemudian melingkarkan tangannya untuk memakaikan kalung itu di leher Zi Lin Yue


Tepat setelah itu, Liontin giok yang berwarna putih terang mulai bersinar terang. Kegelapan yang ada disekitar Zi Lin Yue dan Zhukai secara perlahan mulai menipis karena diserap masuk oleh Liontin itu.


Daya hisap yang sangat cepat itu seketika membuat wajah kedua orang itu dipenuhi dengan keterkejutan.


"L–Luar biasa." Kai menatap ke sekitarnya sembari berdecak kagum dengan daya serap yang dimiliki oleh liontin giok itu.


Seolah itu tidak memiliki batas, itu terus menyerap kegelapan yang ada disekitarnya hutan.


Bahkan saat kegelapan itu mulai menghilang, daya serapan yang dimiliki oleh liontin kalung itu semakin membesar.


"Ha Haha... Jadi ini alasan mengapa harga kalung ini sangat mahal." Zhukai tertawa keras.


Ia menatap Kalung di leher Zi Lin Yue dan melihat bahwa Liontin giok putih itu secara perlahan mulai menghitam setelah menyerap banyak Kegelapan.


Saat kegelapan itu hilang sepenuhnya dari hutan, sinar matahari yang terhalang oleh cahaya hitam akhirnya bisa masuk dan menyinari Alam itu.


"Ayo segera bergegas..."


Zhukai dan Zi Lin Yue melesat pergi ke arah Timur dimana Sekte kegelapan berada.


Sementara itu, penduduk desa yang terletak tak jauh dari hutan melebarkan mata terkejut saat melihat ada sinar matahari di Alam Kegelapan.


"A–Apakah ini yang dinamakan cahaya... Sungguh sangat indah."


Para penduduk desa itu sangat bersyukur bisa melihat cahaya di Alam Kegelapan data mereka masih hidup.


Karena selama hampir lima ratus ribu tahun, tidak ada setitik pun cahaya di Alam Kegelapan. Ini membuat mereka semua tidak bisa mengetahui apa itu cahaya.


Sebaliknya, di bangunan yang merupakan kediaman milik God of Darkness, terlihat sebuah bayangan hitam yang melesat cepat memasuki bangunan itu.


"Tuan!! Tuan!! Ada masalah besar." ucap bayangan hitam itu yang perlahan berubah menjadi sesosok pria.


"Hmm, masalah besar? cepat katakan apa itu!" Karena God of Darkness masih sangat pusing dengan masalah hancurnya Array pelindung, emosinya sedikit tidak stabil.


"C–Cahaya!! Ada cahaya di hutan kematian!." jelas bawahan itu sambil mengatur nafasnya.


Saat mendengar perkataan dari pria itu, mata God of Darkness benar-benar memerah padam.


"Cahaya!! Jadi yang kau maksudkan adalah ada seseorang yang bisa menyerap kegelapan ku."


"K–Kurasa itu benar tuan."


"Kurang ajar!! jika kita terus membiarkan ini, reputasi ku pasti akan turun di antara sebelas dewa lainnya. Aku akan pergi menangani ini."


Saat God of Darkness hendak pergi meninggalkan kediamannya, pria yang merupakan bawahannya segera menghentikan langkahnya.


"Apa maksudnya ini!."


"T–Tunggu dulu tuan, apakah anda tidak berpikir bahwa ini ada hubungannya dengan orang yang telah menghancurkan Array pelindung!?"


Mendengar itu, God of Darkness segera berbalik dan mulai berpikir kembali, "Kurasa yang kau katakan itu masuk akal, aku terlalu bertindak gegabah barusan."


God of Darkness kembali duduk di kursinya sambil mengatur nafasnya, "Lalu, berapa banyak pasukan kita yang telah berkumpul?"


"Jawab tuan, kita saat ini memiliki lebih dari 10 juta pasukan dengan Kultivasi rata-rata ada di tanah Celestial God."


"Ada tiga juta dari mereka yang mencapai God of Destruction, tetapi hanya para tetua yang mencapai tanah God of Creation."


Setelah mendengar penjelasan itu secara rinci, God of Darkness akhirnya menyeringai puas.


"Itu sudah cukup!! Beritahu mereka semua untuk berkumpul di halaman sekte."


"Baik tuan."


Setelah pria itu memberi hormat, ia segera berbalik dan pergi meninggalkan God of Darkness di ruangannya.


****


Bersambung..