Re-system

Re-system
Memulai Penyerangan terhadap Keluarga Xiao



Setelah terbang untuk beberapa waktu, Kai mendarat tepat di depan sebuah Goa yang cukup besar. Dia menggendong tubuh Jiuyang Lin dan mulai berjalan masuk, tak lupa Kai memasang Array Pelindung di pintu masuk Goa.


Sementara itu, Jiuyang Lin sudah pingsan sedari tadi karena racun dan luka yang dialaminya.


Di dalam Goa, Kai mengambil sebuah kasur dari Inventory setelah itu menaruh tubuh Jiuyang Lin diatas kasur.


Ketika dia melihat sebuah bintik biru mulai bermunculan di tubuh Jiuyang Lin, Kau mengerutkan kening. "Apa yang sedang terjadi.."


"Sial!! ini racun.."


Kai dengan cepat membuka Toko System dan membeli Pil Penyembuh terbaik untuk mengobati luka dan racun yang ada di dalam tubuh Jiuyang Lin.


Pil yang baru saja Kai beli dari Toko System merupakan tingkat Dewa dengan harga 1 Triliun Poin System.. Harga yang cukup fantastis untuk sebutir Pil.


Tetapi efek yang dihasilkan oleh Pil itu sangat luar biasa, Hanya lima detik setelah Jiuyang Lin menelan Pil itu. Luka-luka yang ada di seluruh tubuhnya menghilang, bintik biru yang muncul juga perlahan menghilang.


Tak berselang lama setelah itu, Jiuyang Lin mulai membuka kedua matanya, Hal pertama yang dilihatnya setelah membuka mata adalah wajah Suaminya yang dipenuhi dengan Kekhawatiran.


"Sayang.. Terima kasih..."


Mendengar suara dari Istrinya, Kai buru-buru memeluk Jiuyang Lin, "Kamu bicara apa gadis bodoh, kenapa kamu begitu nekat kembali ke Alam Dewa sendirian dan juga mana muridmu itu?"


Kai berkata dan bernafas lega, Ia juga sempat khawatir tadi. Jika saja ia sedikit terlambat datang mungkin Jiuyang Lin sudah..


"Apa yang kamu maksud itu Luo Lan? Aku menyuruhnya kembali Ke Dataran Xie tempat dimana dia seharusnya berada."


Kai mengangguk kemudian menatap Jiuyang Lin yang saat ini hanya tertutup oleh sehelai kain.


Sementara itu, Jiuyang Lin yang menyadari tatapan aneh yang Zhukai arahkan padanya sedikit mengerutkan kening, "Sayang, aku baru saja sembuh.. Tidak mungkin kan kamu.."


"Hehe, tidak perlu bersikap malu seperti itu.." Kai segera melepaskan pelukannya dari Jiuyang Lin, setelah itu dia mencium bibir Jiuyang Lin yang kecil.


Setelah puas dengan ciuman itu, Kai berganti mencium leher Jiuyang Lin dan berpindah pada dadanya yang besar.


"Ahh~ Sayang..."


Skipp Cocok Tanemnya... Awoakwowk >.<


Esok harinya, Kasur tempat dimana Kai dan Jiuyang Lin melakukan hubungan intim telah basah kuyup.


Sementara itu, Kai duduk bersila dengan Jiuyang Lin berada di sampingnya.. Kedua Tanda Api yang ada di dahi Kai dan Jiuyang Lin segera menyala.


Itu menyatu membentuk sebuah Api besar yang kemudian segera terserap masuk kedalam Tubuh Kai dan Jiuyang Lin...


Dengan Budidaya Pelahap Bintang yang Kai miliki, dia dengan cepat menyerap esensi murni dari Api Hitam putih yang saat ini melayang-layang bdiatas udara.


Kai perlahan membuka matanya dan mengembuskan nafas panjang, dia segera beralih pada Jiuyang Lin yang saat ini terlihat sedang kesusahan dalam memurnikan Api Hitam Putih itu.


Kai berdiri dan berganti tempat di belakang Jiuyang Lin, dia segera menempelkan telapak tangannya pada punggung Jiuyang Lin, setelah itu mulai membantunya mensirkulasi kan Esensi Api Hitam Putih dari Dantian menuju Meridian yang tersebar keseluruh tubuh.


Waktu berlalu dengan cepat, Kai yang telah membantu Jiuyang Lin mensirkulasikan Esensi dari Api Hitam Putih segera berdiri dan berjalan keluar Goa.


Dia mengambil sebilah pedang dari Cincin Ruang, "Saatnya berlatih Teknik yang baru saja aku beli kemarin."


Kai membentuk posisi kuda-kuda kokoh, setelah itu dia menebas maju membentuk puluhan tebasan dalam satu waktu..


Boom!! Duarr!!


Tebasan pedang itu segera membelah pohon-pohon dan bebatuan yang dilewatinya. Kai kembali ke posisi awlanya dan menebas maju..


Kai terus mengulangi gerakan yang sama untuk waktu yang cukup lama.. Dia berhenti ketika merasakan aliran rasa dingin di dalam tubuhnya mulai terbentuk.


"Hah.. Setelah berlatih dala setengah hari, aku hanya dapat memebntuk satu Death Circle.." Kai mengusap peluh keringat yang membasahi tubuhnya..


"Iya, aku baru saja selesai. Ada Apa?"


"Cepat masuk dan kamu akan tahu sendiri.." Jiuyang Lin berkata dengan manis setelah itu menarik lengan Zhukai dan mengajaknya memasuki Goa.


Tepat ketika Kai melangkah masuk, dia mencium sebuah aroma harum yang begitu enak. Dia menatap lurus Kedepan, terlihat ada banyak makanan dan sup yang baru saja selesai dimasak.


"Eh, Sayang.. Apakah kamu yang memasak semua ini?"


"Tentu saja, siapa lagi kalau bukan aku.."


Kai tertawa canggung setelah itu mulai duduk dan mulai megambil sesuap nasi dan beberapa lauk yang ada. "Ini Enak Sayang... Terimakasih atas masakannya."


Kai dengan cepat menghabiskan seluruh masakan yang dimasak Jiuyang Lin dengan lahap. Setelah perutnya terisi, Kai segera berdiri dan berjalan mendekat kearah Jiuyang Lin. "Sayang, kamu cukup tunggu disini dan fokus berlatih.. Untuk 4 Keluarga besar lainnya..."


Kai berubah menjadi dingin ketika mengingat Xiao Ming yang mencoba melecehkan Istrinya..


"Tidak.. Aku juga ingin ikut membalaskan dendam Keluarga ku.."


Melihat keteguhan hati Jiuyang Lin, Kai tidak memiliki alasan lain untuk menolak. Dia menghela nafas setelah itu mengetuk dahi Jiuyang Lin dengan cukup pelan. "Baiklah, tetapi aku akan memerintahkan 3 Undead kubuntuk menjaga mu."


Jiuyang Lin mengangguk senang, Suaminya benar-benar memahami apa yang di inginkan nya. Dia mendekat dan mencium pipi Zhukai dengan malu-malu.


"Kenapa kamu malu begitu sayang.." Kai tidak tinggal diam dan segera menggendong tubuh Jiuayn Lin, dia kemudian meletakkan diatas kasur.


"Sayang, kenapa kamu begitu rakus.. Bukankah tadi pagi kita telah melakukannya.." Jiuyang Lin menutup kedua matanya dengan malu, sementara itu Kai hanya bisa tertawa mendapati pertanyaan dati Jiuyang Lin.


"Hehe, salahkan dirimu sendiri karena terlalu manis."


Mereka berdua melakukan pertarungan dengan begitu ganas diatas kasur hingga pagi hari menjelang.


***


Di Mansion Kediaman Keluarga Xiao, Patriak Keluarga Xiao saat ini, Xiao Lun duduk termenung sambil menunggu kedatangan seseorang.


Klak!!.


Pintu terbuka memperlihatkan sosok pria paruh baya yang memakai pakaian Zirah menggendong mayat pemuda.


"Ming'er!!.." Xiao Lun segera berdiri dari tempat dia duduk dan berteriak keras menghampiri mayat putranya..


Dia menangis dengan begitu keras melihat mayat putranya yang begitu buruk, kepalanya meledak dengan lengan kanannya yang terpotong..


"Katakan!! Siapa orang yang telah membunuh Ming'er.." Dia menatap sosok pria paruh baya dengan penuh amarah dan mulai bertanya.


"Itu tuan.. Sebenarnya kemarin Tuan muda sedang menggejar gadis dari Keluarga Jiuyang tetapi setelah siang hari berlalu kami masih tidak menemukan tanda-tanda Tuan muda akan kembali dan memutuskan untuk mencarinya setelah itu..."


Xiao Lun yang mendengar keseluruhan cerita semakin marah. "Cepat kumpulkan Kultivator–.."


Duarr!!


Boomm!!


Xiao Lun mengerutkan kening, "Apa yang sedang terjadi.."


Tepat ketika dia ingin berjalan keluar, tiba-tiba seorang pengawal dari Keluarga Xiao datang dengan wajah penuh ketakutan..


"Patriak.. Ada seseorang yang menyerang Keluarga Xiao kita.."


****


Bersambung..