Re-system

Re-system
Bangkitnya Godhood dan Terobosan Yang Luar Biasa



Deg–


Mendengar pertanyaan itu dari Zhukai, ekspresi mereka bertiga segera berubah dengan cepat. Karena terhalang oleh sebuah energi misterius, Yi dan Yui sama sekali tidak tahu apa yang terjadi di kubus hitam selama satu tahun lamanya.


Apalagi untuk Qi Yue, karena dia hanyalah sebuah roh pedang dan bukan eksistensi System sama seperti Yi dan Yui, ia juga tidak tahu apa yang terjadi di kubus hitam.


Walaupun Yi, Yui, dan Yue merupakan satu jiwa yang sudah terpisah, tetapi ingatan masing-masing dari mereka terhubung menjadi satu.


"J–Jadi Kai Gege baru saja mendapatkan pecahan ingatan kehidupan pertama?" Yi bertanya dengan suara pelan.


Kai mengangguk, tatapan matanya yang tajam terus melihat wajah mereka bertiga.


"Hmm, apakah kalian tidak bisa menjawab pertanyaan ku?"


Melihat bahwa mereka bertiga hanya diam tanpa seorangpun yang menjawab, Kai merasa sedikit kecewa.


Ia membawa Qi Yue juga untuk bertanya tentang pedang yang ia lihat dalam ingatan nya. Ia mencoba memastikan apakah pedang hitam dalam ingatan nya adalah Qi Yue atau pedang lain yang terlihat mirip.


"Emm, bukannya kami tidak ingin menjawab Kai Gege, tetapi kami tidak bisa. Ada sebuah hukum semesta yang menghalangi kami untuk memberitahumu itu semua." Ucap Yi memberikan penjelasan.


Meskipun Kai sedikit kecewa mendengar jawaban itu, tetapi ia sudah merasa lebih baik.


"Tidak apa-apa, jika kalian memang tidak bisa menjawabnya, aku juga tidak akan memaksa." Kai menatap mereka bertiga dengan senyum sebelum dia kembali ke kamarnya.


Esok harinya, Kai buru-buru bangun sangat pagi dan segera keluar dari kediamannya. Ia bergegas ingin pergi ke Kota Zhukai untuk melihat perkembangan kota itu.


Kai juga belum mengunjungi Ling Chen untuk waktu yang lama dan memutuskan akan mengunjunginya setelah melihat situasi di kota.


Saat sampai di pintu gerbang, Kai menyuruh penjaga gerbang untuk tidak mengungkap kedatangan nya.


Kai tidak ingin penduduk kota menjadi ribut karena kedatangannya. Saat Zhukai berjalan-jalan di sepanjang jalan kota, ia mengangguk sangat puas melihat warga kota yang hidup berkecukupan.


Selain itu juga, Kai menemukan banyak arena pertarungan yang dibangun di tengah kota dan juga beberapa bagian kota yang lain.


Mayoritas penduduknya kota Zhukai memiliki basis Kultivasi di ranah Peak God. Walaupun begitu, perkembangan seperti ini benar-benar diluar ekspektasinya.


"Hmm, kurasa ku sudah cukup melihat kota ini.. Suatu saat ketika aku memiliki kekuatan yang cukup, aku akan memindahkan kota ini di Alam Bintang!."


Zhukai melanjutkan jalannya hingga ketika siang hari, Kai memilih untuk pergi keluar kota.


Ia berjalan ke tengah hutan dimana rumah milik Ling Chen berada. Di bawah pohon besar yang memiliki dedaunan lebat, terlihat sebuah rumah kayu yang sederhana.


Saat jarak antara Zhukai dan rumah Ling Chen hanya terpaut sepuluh meter, panas hasil dari penempaan dapat Kai rasakan membakar saat menyentuhnya kulitnya.


"Hehe, pria ini benar-benar menyukai penempaan ... Kurasa kamu memiliki keturunan yang hebat, bukan begitu Shuo?" Ucap Zhukai sedikit sedih saat mengingat kembali sahabatnya.


Karena Ling Chen sedang berlatih, Kai tidak berniat untuk menganggu nya.


"Haahh, tadi itu benar-benar melelahkan. Jika aku ingat dengan benar, bukankah ini jalan menuju ke pohon mangga kesukaanku?"


Kai sudah tidak ingat sudah berapa lama sejak terakhir kali ia beristirahat disana, jika dulu setiap Kai kembali ke dunia jiwa, ia pasti akan selalu ke pohon mangga untuk beristirahat.


Tetapi sekarang, Kai sama sekali tidak miliki waktu untuk datang kesana.


"Ini benar-benar membuatku bernostalgia." Kai menyentuh batang pohon itu, dia mendongak keatas dan mengambil salah satu buah yang sudah matang.


Dia duduk bersandar di batang pohon sambil menikmati buah mangga yang sudah matang di tangannya.


Setelah Zhukai menghabiskan tiga buah mangga, ia akhirnya memutuskan untuk kembali.


Tepat setelah Kai melangkah sejauh empat meter dari pohon mangga, ia tiba-tiba berhenti berjalan.


Aura kematian di dalam tubuhnya tiba-tiba bergejolak dan terus merembes keluar tanpa bisa ia kendalikan.


Kai mengerutkan keningnya dan terus mengalirkan Qi dengan gila untuk menahan aura kematian untuk tidak keluar lebih jauh.


Sayangnya, usaha yang Kai lakukan hanyalah sia-sia.


Ketika Aura Kematian yang ada di alam tubuhnya telah keluar sepenuhnya, itu segera mengitari tubuh Zhukai seperti sebuah badai besar.


Di halaman rumah, Yi, Yui, dan Yue yang sedang menikmati waktu istirahat bersama dengan gadis lain tiba-tiba terkejut merasakan aura kematian yang sangat pekat itu.


"Kakak, mungkinkah itu..."


Yi mengangguk, "Benar, Kai Gege saat ini sedang membangkitkan Godhood miliknya dimasa lalu."


"Itu adalah Godhood yang sangat menakutkan yang bisa menyerap Godhood milik orang lain hanya dalam sekejap mata!!.."


Yui dan Yue menelan ludah mereka sedikit takut, mereka sangat mengerti betapa mengerikannya Godhood yang Yi katakan tadi.


"Hmm, sebaiknya kita jangan menganggu Kai Gege membangkitkan Godhood nya, ini juga bisa membantunya dalam terobosan ke Ranah God of Destruction Langit Ke-dua." Yue berkata sambil menatap Yi dan Yui.


Sementara itu, Zhukai yang sedang jatuh karena tak kuasa menahan Aura Kematian miliknya yang sedang mengamuk menggerakkan giginya kuat-kuat.


"Ayo, aku pasti bisa menahannya." Kai terus berkata menyemangati dirinya sendiri.


Untuk beberapa kali, kesadaran Zhukai hampir di ambil oleh Aura kematian itu, tetapi karena tekadnya yang sangat kuat, Kai dengan cepat mengambil kembali kesadarannya.


Matanya yang berwarna hitam legam juga beberapa kali berubah menjadi merah darah, rasa haus darah juga hampir menguasai pikiran Zhukai.


Satu jam, dua jam, tiga jam.... Kai sudah tidak bisa menghitung sudah berapa lama waktu berlalu.


Tubuhnya yang saat ini tengah duduk bersila, basah kuyup karena keringat yang mengucur deras.


"Sebenarnya berapa lama lagi aku harus mempertahankan kesadaran ku." Kai menggertak giginya menahan siksaan dari rasa haus darah itu.


Jika Kai harus menahan aura kematiannya lebih lama lagi, ia takut bahwa dirinya tidak akan bisa bertahan.


Pasokan Qi di dalam Dantian nya juga mulai menipis, saat ini Kai hanya bisa mengandalkan tekadnya untuk mempertahankan kesadaran nya.


Tepat setelah setengah jam berlalu setelah itu, aura kematian yang bergejolak kembali tenang dan masuk kembali ke tubuh Zhukai.


Di samping Dantian nya, sebuah kubus hitam muncul secara tiba-tiba, kubus itu hancur menjadi banyak kepingan.


Kepingan dari kubus hitam yang hancur membentuk kembali sebuah akar kecil dengan energi alam yang sangat kuat.


Lonjakan energi spiritual akibat terbentuknya akar itu juga mempengaruhi Dantian nya.


Duar! Duarr! Duarrr!!


Ledakan terjadi di dalam Dantian nya, pasokan Qi yang yang sudah habis telah terisi kembali dan Dantian nya juga menjadi semakin luas.


Energi spiritual yang mulai memadat di dalam Dantian Zhukai juga mulai menyebar keseluruhan garis meridian yang ada di dalam tubuhnya.


Hingga setelah berselang dua jam, ledakan kembali lagi terjadi.


Kenaikan tingkat!!


God of Destruction Langit Ke-tiga.


***


Bersambung..