
Ting!! Ting!! Slah!! dua orang saling beradu pedang dengan keterampilan masing-masing, Pria patuh baya yang di panggil Paman Lee, terlihat sedang dalam keadaan yang tidak di untungkan, entah itu dalam hal kecepatan maupun kekuatan nya. Ia adalah seorang Pejuang Perak Puncak, sedangkan orang yang i depannya adalah seorang pria yang masih sangat muda, ia tidak mau percaya bahwa pemuda di depannya memiliki basis Kultivasi yang sama dengan dirinya.
Sementara itu, Kai terlihat dengan santainya menangkis serangan dan juga mengayunkan pedangnya seolah-olah ia bahkan tidak menganggap Paman Lee sebagi musuh yang layak.
"Pria Tua, kurasa sudah cukup untuk bermain-main denganmu!." Kai melompat di udara sambil menyalurkan Qi kedalam pedangnya.
Pedang itu mengeluarkan Cahaya perak, Kai mengayunkan pedangnya kearah Paman Lee dan membentuk sebuah cetakan pedang raksasa yang membelah udara.
Paman Lee terkejut dan segera mengeluarkan seluruh Qi miliknya untuk menhan serangan Kai. Bamm!! Duarr!!
Ledakan yang begitu keras sehingga hampir memecahkan gendang telinga, Paman Lee dengan pakaian atasnya yang sudah sangat rusak sementara lengan kanannya sudah terpenggal.
"Uhukk!.. Graa!.." Paman Lee mengambil posisi bersujud dengan mulutnya yang terbuka, keluar sebuah darah dari mulutnya.
"Pria tua, kau melampaui ekspektasi ku, dengan ini akan kuberikan penghormatan padamu."
Slashh!!
Kepala Paman Lee menggelinding di tanah, darah merembes keluar dari Leher nya yang sudah buntung.
Craa!!
Kai mengibaskan Pedangnya yang bersimbah darah, ia masih berdiri dengan tenang seakan menunggu datangnya seseorang.
Benar saja, tak lama setelah itu beberapa ratus orang berpakaian sama keluar sambil membawa pedang dan tombak di masing-masing orang.
"Heh..." Kai mengeluarkan seringai dingin, dan mencabut pedangnya yang tertancap di dalam tanah.
"Hiya!!..." Tubuhnya melesat menyisakan sebuah bayangan, ia muncul kembali di udara, tepat di atas ratusan orang.
"Tujuh Pemecah batu, gerakan kedua.."
Tubuh Kai berputar-putar di udara lepas sambil mengeluarkan sayatan angin yang mulai membuat tubuh para penjaga itu memiliki bekas luka yang berat di sektiar tubuhnya.
Setelah mendarat di tanah, Kai segera menjaga keseimbangan nya, melihat teknik Tujuh gerakan pemecah batu milikinya yang sudah membunuh beberapa orang, ia menganguk puas.
"Memang layak disebut teknik tingkat langit, kekuatan Destruktif nya sangat besar."
Ia kembali ke akal sehatnya dan menatap para penjaga Keluarga Cheng yang saat ini dipenuhi dengan bekas luka.
Kai melesat sekali lagi, dan kembali muncul di antara para penjaga, dengan gerakan tangannya yang cepat ia membunuh beberapa penjaga dan menghilang kembali.
Sebenarnya Kai tidak menghilang sepenuhnya, hanya saja gerakannya yang terlalu cepat sehingga para penjaga tidak bisa melihatnya dengan jelas.
37!
156!
Kai terus membunuh dan membunuh, saat ini ia sudah tidak tahu lagi berapa banyak orang yang berhasil ia bunuh.
Saat ini sudah hampir tengah hari, matahari sudah sampai diatas kepala dengan sinarnya yang begitu panas membakar para mayat yang tergeletak di tanah.
Kai juga mulai mengeluarkan butiran keringat dari dahinya, ia menyeka menggunakan tangan kirinya yang masih bersih dari darah.
Saat itu ketika orang yang ke 390 telah mati di tangannya, muncul sebuah bayangan hitam dari dalam mansion dan dengan sebuah tombak, itu menargetkan lengan kirinya.
Kai begitu terkejut dengan serangannya yang tiba-tiba, ia sedikit terlambat untuk menghindar dan lengan kirinya mendapat sebuah sayatan tombak, untungnya lukanya tidak terlalu dalam.
Kai mendengus dingin dan mengalihkan pandangannya pada orang yang berbaju hitam itu. Itu adalah seorang ahli tahap Hitam yang di bicarakan J. Setidaknya ia hanya berada di ranah Pejuang Emas menengah.
Ini adalah satu-satunya ahli tahap hitam yang J bicarakan dengannya. Kai tidak bisa melihat wajah aslinya karena sebuah topeng yang menutupi wajahnya tetapi Ia tahu bahwa orang di depannya adalah seorang pria yang usianya terbilang masih cukup muda.
Pria berpakaian hitam itu melihat banyak mayat di sekelilingnya dan tidak bisa menahan amarahnya lagi, ia meraung dan menyerang Kai dengan tombaknya yang panjang.
Gerakan nya sangat cepat, mungkin itu hampir bisa menyamai gerakan yang Kai lakukan tadi. Kai mengerutkan kening dan berkata dalam hati. "Orang ini terlalu abnormal, ia hanyalah seorang pejuang tahap emas. Bagaimana gerakannya bisa secepat itu."
Walupun dirinya juga merupakan pejuang emas, tetapi pengalamannya dalam mengontrol Qi dan beberapa jenis keterampilan lain, tidak bisa di bandingkan dengan seorang Kultivator biasa.
Kai menghindar sambil menganalisis gerakan lawannya, setelah menghindar beberapa serangan ia segera tahu. "Orang ini sebenarnya menggunakan Keterampilan tingkat Langit, tidak heran ia begitu cepat dan juga serangannya sangat kuat."
Setelah menghindari serangan yang keseratus, Kai mengangkat pedangnya dan segera menyerang Pria muda berpakaian hitam itu, ia sudah tidak berniat menghindar lagi.
"Tujuh gerakan pemecah batu, gerakan ketiga."
Sekarang Kecepatan Kai bertambah setidaknya dua kali lipat, beberapa saat lalu pria berpakaian hitam masih bisa melihat dan merasakan aura yang Kai miliki. Sekarang setelah kecepatan nya bertambah dua kali lipat, Pria berpakaian hitam seketika mengerutkan kening.
Bukankah ini terlalu cepat!!
Ia tanpa daya memprediksi gerakan Kai selanjutnya, Kanan kepala! Ting! Pedang yang ia arahkan ke samping kanan kepala ternya menangkis sebuah pedang dengan kekuatan Destruktif yang kuat hingga membuat dirinya sedikit terdorong kesamping.
Lengannya mati rasa setelah menerima serangan Kai yang tiba-tiba, tetapi sorot matanya tanpa emosi, seolah-olah rasa sakit itu merupakan hak yang sudah biasa.
Berbanding terbalik dengannya, saat ini wajah Kai dipenuhi dengan kejutan, Kai sebenarnya sudah sangat yakin bahwa serangan itu akan mengakhiri hidup dari pemuda berpakaian hitam. Tetapi sebaliknya, ia tidak hanya dapat menahan serangan nya tetapi ia juga tidak mendapat luka berat.
"Orang ini sangat berbakat, jika aku bisa merekrut nya kedalam pasukan ku, mungkin itu akan menjadi kekuatan tambahan yang lain." Kai berkata dalam hati, tetapi melihat wajah orang itu tanpa emosi, mustahil menggunakan cara normal untuk merekrutnya.
Ia menyarungkan pedangnya kembali dan memasang senyum licik di wajahnya, Kai berkata, "Saudaraku, kamu sangat berbakat, kenapa tidak bergabung saja denganku."
Keheningan terjadi dalam semenit, setelah itu orang bertopeng membuka mulutnya dan berkata dengan suara dingin, "Aku menolak!"
Topeng yang ia pakai hanya menutupi bagian atas kepalanya sedangkan untuk hidung dan mulutnya masih dapat terlihat.
Ia kembali melesat dan menyerang kearah Kai dengan tombak panjangnya, "Seni Tombak Cheng Long."
Sementara itu, kejutan kembali muncul di wajah Kai yang konyol, "Dia.. dia seorang wanita!!"
**
Harem baru gak ya?