
Aliran energi spiritual mulai berkumpul dengan ganas memasuki tubuh Zhukai. Kai juga tidak diam begitu saja, dia mulai menggunakan Budidaya Pelahap Bintang untuk menyerap energi spiritual yang terserap di tubuhnya atau jika tidak tubuhnya akan meledak akrena tidak kuat menampung banyaknya energi Spiritual...
"Arrgghh..." Kai kerap kali menjerit ketika merasakan rasa sakit di Aliran Meridian dan pembuluh darah di tubuhnya, Dantian juga diperbesar beberapa kali lipat.
Setelah beberapa waktu berlalu, Kai merasakan adanya perubahan tentang kemurnian Qi di dalam Dantian nya. Setelah rasa sakit mulai mereda, disitulah proses pemurnian segera berakhir..
Wheng!! Whengg!!
Pusaran Energi Spiritual berfluktuasi dengan cepat mengitari Dantian Kai dan mulai mengalir kesekujur tubuhnya. Ketika aliran energi itu mengalir melalui Meridian dari ujung kepala sampai ujung kaki. Kai merasakan kejang pada setiap otot tubuhnya.
Detik berikutnya, Tempat dimana Kai duduk meledak dan itu hampir menghancurkan seisi Goa.. Early God, Dewa Emas Tahap Awal!!
Kai membuka mata, pandangannya semakin tajam, Visinya semakin diperluas dan Persepsi Ilahi miliknya meningkatkan secara signifikan..
[Selamat Kai Gege..] Yi dan Yui berkata dengan lembut di dalam dunia Jiwa.
"Hehe terimakasih.." Balas Kai tersenyum hangat.
Goa yang saat ini Kai tempati telah retak, bahkan hanya dengan satu sentuhan kecil saja cukup menghancurkannya menjadi puing-puing kecil.
Kai pergi keluar dari dalan Goa, dia kemudian mengaktifkan Title Kaisar Bintang. Penampilan segera berubah, Hawa jahat di tubuhnya segera menghilang, jejak aura membunuh yang merembes keluar dari tubuhnya juga ikut menghilang. Kini hanya ada aura hangat dari tubuhnya.
Kau membuka mata, terlihat pupil berwarna putih yang begitu mencolok, "Ramalan Masa Depan!!..."
Ini adalah kali kedua bagi Kai menggunakan Ramalan masa depan, pertama kali adalah ketika ia hendak naik jealan dewa tetapi kesadarannya tiba-tiba ditarik oleh sebuah energi misterius yang membuatnya memasuki dimensi hitam.
Kali ini Kai berniat untuk mencari tahu aoanyang akan terjadi Kedepannya ketika ia menggunakan Ramalan masa depan.
Pandangan matanya memudar, cahaya malam hari segera menghilang digantikan oleh sebuah cahaya putih yang begitu bersinar.
Dalam jeda waktu yang begitu singkat, Kai kembali ke kesadarannya, Ia tertegun untuk beberapa waktu kemudian mengeluarkan teriakan kesakitan yang begitu keras.
Ia jatuh dalam poisis berlutut sambil memegang kepalanya dengan kedua tangan, dia membuka mulut dan memuntahkan darah segar.
"Ha Ha Ha.." Kai menarik nafas dalam-dalam. Tubuhnya saat ini sedang dalam kondisi yang begitu lemas, Penampilan nya juga segera kembali normal.
[Kai Gege telah menggunakan Ramalan masa depan, Waktu untuk dapat digunakan berikutnya.. 6 Bulan]
Setelah beristirahat selama beberapa waktu, Kai Kembali berdiri. Ia mencoba kembali mengingat hal yang ia lihat melalui ramalan masa depan.
"Pedang Hitam... Tanah Ilahi... 12 Dewa Perang Kuno..." Sudut mulut Kai terbuka, dia bergumam dengan pelan.
Selain 12 Dewa perang Kuno yang Yi beritahukan padanya, Ia tidak tahu tentang dua lainnya, yaitu Tanah Ilahi dan juga Pedang Hitam.
"Yi'er.. Apakah kamu juga mengetahui apa yang baru saja aku lihat barusan.."
[Tidak!..]
Mendengar jawaban singkat dari Yi, Kai cukup terkejut.. "Apakah Versi System terlalu rendah untuk mengetahuinya?"
Kai menggeleng-gelengkan kepalanya, Ramalan masa depan yang baru saja ia lihat sama sekali tidak membantu nya sama sekali.
Karena sekarang ia sudah berada di Ranah Dewa Emas tahap awal, Dia memutuskan untuk menguji kekuatan barunya.
Tak berselang lama, Kai melihat seekor buantang buas yang cukup kuat datang padanya, Ia menyeringai dingi kemudian segera melesat maju kearag Biantang Buas itu.
Ledakan keras membuat pasir di gurun beterbangan, Sementara itu, biantang buas yang baru saja Kai Serang terpental begitu jauh kemudian tergeletak di tanah tidak bernyawa.
Terdengar notifikasi dari Systemnya yang menandakan bahwa Biantang Buas itu benar-benar mati.
"Ini Gila.. Perbedaan antara satu tingkatan bukan sesuatu yang dapat dianggap remeh.. Dengan kekuatan ku saat ini di tambah dengan Title Sang Penakluk dan Dewa Bintang, seharusnya aku dapat bersaing dengan seorang Middle God, Prajurit Dewa tahap awal.." Ucap Kai sedikit gembira dengan pencapaiannya.
Kai melanjutkan Leveling untuk 3 bulan Kedepan sembari menstabilkan fondasinya.
Sekarang ini di Gurun Xinju, Biantang Buas yang kuat sangat jarang ditemui. Padahal dulunya tempat ini dipenuhi dengan oara Bianatng Buas yang membuat para Kultivator sangat ketakutan ketika hendak melewatinya.
Di sebuah tempat di tengah-tengah gurun, terlihat seorang Pemuda berbalutkan Jubah hitam gelap dengan ratusan Undead di sisinya.
Disekitar nya terdapat banyak mayat dari para Binatang Buas. Kai menggunakan pedangnya untuk menggali Mayat dari Kalajengking Gurun dan menemukan Mutiara Roh di dalam tubuhnya.
"Hah!! yang Ke-delapan puluh..."
"Aku sudah terlalu lama di gurun ini, Sudah saatnya aku pergi.."
Kai mengayunkan tangannya, seketika ratusan Undead disekitarnya menghilang.. Kai berubah menjadi asap hitam dan menghilang di tempat.
***
Di sebuah Kekaisaran yang berada di Benua Teratai, seorang Pria paruh baya sedang duduk di atas kursi sambil membaca selembar laporan yang diterimanya beberapa saat lalu.
"Jadi, Necromancer itu masih belum ditemukan!!" Pria paruh baya itu menyobek kertas di tangannya menjadi dua bagian.
"Selama 9 Bulan ini apa saja yang kalian lakukan dasar tidak beguna!!..." Pria paruh baya itu merupakan Kaisar dari Kekaisaran Teratai tiga.
Kabar tentang seorang Necromancer yang menyerang Kota Win dan mengubah setengah kota menjadi tanah mati telah menyebar luas di Kekaisaran Teratai.
Ini telah menjadi perbincangan di antara para Kultivator kuat lainnya, mereka semua gelisah dan ketakuan akan Necromancer itu.
Seorang Necromancer merupakan Profesi yang paling dibenci oleh masyarakat luas, mereka membunuh dan menghunakan arwah jahat untuk membangkitkan sebuah Undead.
Di Zaman dulu, Para Kultivator berkumpul untuk membantai habis setiap Necromancer yang ada, karena Necromancer hanya mengandalkan pasukan Undead nya, kekuatan tempur dan pertahanan mereka tidak begitu tinggi.
Di luar pintu masuk Aula Istana, seorang prajurit berlari masuk dengan terburu-buru sambil berteriak, "Yang Mulia.. Yang Mulia.."
"Ada apa?" Kaisar Bi Yu menatap tajam kearah prajurit yang sedang menerobos masuk kedalam Aula istana.
"Yang Mulia, Kami menemukan keberadaan Necromancer itu!!.. Dia sekarang berada di Kerajaan Ao Nan." Prajurit itu berkata dengan nafas terengah-engah, keringat di tubuhnya mengalir deras hingga membasahi pakaian yang ia pakai.
"Apakah itu benar? Kalau begitu tunggu apa lagi, Cepat kumpulkan pasukan sebanyak-banyaknya dan hubungi Raja dari Kerajaan Ao Nan untuk menutup jalan keluar di seluruh Kerajaan.." Kaisar Bi Yu berdiri dan mengambil Palu yang begitu besar di samping Kursi tahtanya.
Jendral dari Kekaisaran buru-buru berbalik dan mengumpulkan para pasukan yang ada di Istana.
Dengan itu, Pasukan yang berjumlah 1 Juta orang yang masing-masing memiliki Kultivasi seorang Demigod yang di pimpin oleh Kaisar Bi Yu melakukan perjalanan Ke Kerajaan Ao Nan..
***
Bersambung..