
Di Alam Immortal, 1 Minggu sudah berlalu semenjak Kai memasuki Ruang Latihan. Gu Nan sudah terbang untuk waktu yang lama, tetapi tubuhnya sama sekali tidak merasakan lelah.
Tempat ia berada saat ini berjarak ratusan ribu Mil jauhnya untuk sampai di Lembah Naga Suci. Setidaknya perlu 1 Minggu lagi untuk sampai di tempat tujuan.
Gu Nan terbang merendah dan berhenti di samping air terjun yang sangat tinggi diatas gunung.
Setelah beberapa waktu, Gu Nan akhirnya sadar bahwa tuannya saat ini sedang berlatih, karena ia tidak ingin mengganggu latihan tuannya. Gu Nan segera mencari tempat yang nyaman tetapi tidak jauh dari tubuh Kai berada.
Dia berubah kembali pada wujud manusianya dan segera duduk diatas dahan pohon yang memiliki buah yang melimpah, Gu Nan dengan santai mengambil beberapa buah yang sudah matang dan menelannya dala. sekali lahap.
"Buah ini cukup enak.."
Gu Nan yang sedang duduk diatas pohon tiba-tiba merasakan adanya aura yang kuat mengarah kepadanya.
Itu begitu kuat bahkan hampir setara dengan kekuatan yang ia miliki. Mata Gu Nan menjadi menyala, dia memandang kearah selatan dimana aura kuat itu berasal.
Selang beberapa detik kemudian, muncul sebuah seekor Harimau betina, ia memiliki warna putih keemasan, mata harimau itu memandang kearah Gu Nan tetapi tidak menyatakan niat permusuhan.
Gu Nan bernafas lega, jika ia berniat Menyerang nya, ia masih memiliki 80 persen peluang untuk menang, tetapi ia juga harus menjaga tubuh Kai yang sedang bermeditasi, itu menurunkan tingkat kemenangan menjadi 70 persen.
"Hoho.. Pak tua, ternyata kau sudah tidak bersembunyi lagi di sungai kotor itu." Harimau betina mengeluarkan sebuah suara lembut layaknya seorang gadis remaja.
"Eh, kamu Bai Gu... Haha, bukankah kamu betina kecil yang dulu sekali pernah aku selamatkan." Ucap Gu Nan sambil mengeluarkan tawa yang mengejek, itu dapat membuat siapapun menjadi jengkel hanya dengan mendengar nya saja.
"Humph.. jangan ungkit Kenangan masa lalu lagi." Bai Gu memberikan sebuah dengusan dingin dan dengan marah berkata.
"Baik-baik, jadi apa urusanmu datang kemari, bukankah kamu sudah diterima oleh Ras Macan putih?" Gu Nan bertanya dengan penasaran.
"Walaupun mereka sudah menerima ku, tetapi banyak tetua yang masih memiliki niat jahat tentangku dan bahkan ada yang ingin menghabisi ku." Ketika membicarakan tentang itu, Ekspresi diwajah Bai Gu menjadi sangat marah, ia meraung keras dan menendang sebuah pohon menggunakan kaki kirinya.
"Aku sudah bercerita, sekarang aku ingin Bertanya.. Apa yang sedang kau lakukan disini?"
"Tentu saja aku disini untuk pergi ke Lembah Naga Suci bersama dengan tuanku!" Gu Nan menjawab dengan bangga, seolah-olah menjadi bawahan seseorang adalah sesuatu yang mulia.
"Eh!!.." Bai Gu terkejut mendengar jawaban dari Gu Nan, ia sudah hidup bersama dengannya selama beberapa dekade, bahkan perasaan mulai tumbuh antara dirinya dan Gu Nan. Jadi Bai Gu sangat tahu bagaiman sifat dan keras kepala yang Gu Nan miliki.
Bai Gu melirik seorang manusi tampan yang memiliki kulit putih dan fitur wajahnya yang sangat dewasa, sebuah keterkejutan terlintas di wajahnya.
"Gu Nan.. Jangan bilang kamu.."
"Ya, dia adalah tuan ku." Gu Nan menjawab tanpa malu-malu dengan senyuman khas miliknya.
"Apa!! Bagaimana manusia lemah ini menjadi tuan mu, apakah otakmu telah dirusak olehnya!" Bai Gu marah sambil menunjuk Kai yang saat ini sedang dalam proses meditasi.
"Hoi betina kecil, berani sekali kau menghina tuan ku, apakah kau juga bermaksud merendahkan diri ku. Walaupun dulu aku pernah menyelamatkan nyawamu, apakah ini balasan yang aku dapat?" Ucap Gu Nan, matanya berubah menjadi sangat merah dan dipenuhi amarah, walaupun ia telah hidup bersama dengan Bai Gu untuk beberapa dekade tetapi hubungannya adalah sebatas guru dan murid.
Dibawah tatapan dingin Gu Nan, Bai Gu bagaikan seorang anak kecil yang sedang takut, tubuhnya bergetar dengan ekspresi ketidakpercayaan di wajah cantiknya.
"Jika kau memang tidak menyukai kehadiranku dan tuanku disini, maka kami akan segera pergi." Segera setelah itu, sebuah telapak tangan menepuk pundak Gu Nan dan meredakan amarahnya.
Gu Nan berbalik dan dengan penuh hormat menyambut kedatangan Zhukai, "Salam tuan, bagaimana dengan latihannya?"
"Cukup baik, keterampilan bertarung yang aku miliki sudah meningkat pesat." Kai segera melirik kearah lain dan melihat seorang wanita cantik dengan wajah penuh dengan ketakutan.
"Gu Nan, siapa wanita ini dan kenapa dia begitu ketakutan, jangan-jangan... Kamu menggertak nya!"
Gu Nan kaget dan dengan buru-buru menjelaskan apa yang baru saja terjadi.
"Bla bla bla... Seperti itulah tuan."
Kai mengangguk dan melirik Bai Gu sebentar dan kembali melirik Gu Nan, "Hehe, jadi seperti itu."
Kai sudah memahami apa yang sepenuhnya terjadi, sebenarnya ini adalah kesalahpahaman yang bodoh dikarenakan otak Gu Nan yang kecil. Dia begitu bodoh sehingga tidak memahami kalau wanita itu sangat mencintainya, ia hanya khawatir bahwa Gu Nan telah dicuci otak oleh manusia hingga menuruti keinginan nya.
"Baik-baik, ini hanyalah kesalahpahaman saja oke, kamu dipanggil Bai Gu benar?"
Bai Gu mengangguk tetapi wajahnya masih dipenuhi dengan ketakutan, "Sekarang aku ingin bertanya dan kamu harus menjawab dengan jujur, jika tidak..."
Kai melirik Bai Gu dan melihatnya membuka mulut, sebuah suara lembut keluar dari mulutnya, "Baiklah, apa pertanyaan nya?"
"Hehe, kamu menyukai Gu Nan benar?"
Gu Nan tersentak Kaget, ia memandang Kai dengan penuh keterkejutan, kemudian mengalihkan pandangannya pada Bai Gu.
"Tentu saja dia tidak menyukaiku tuan, perbedaan usia kami begitu besar sehingga aku kayak menjadi ayahnya, bagaimana mungkin dia memilliki perasaan seperti itu padaku." Gu Nan tertawa, sebenarnya ia juga cukup penasaran dengan jawaban Bai Gu, tetapi ia segera menghilangkan pikiran itu dari kepalanya... Ia merasa tidak pantas bagi Bai Gu, entah itu dari bakat maupun usia mereka.
"Kamu diam sebentar, aku ingin mendengar jawaban langsung dari dia." Kai sedikit marah ketika Gu Nan dengan santainya menjawab, ia selalu bertanya-tanya dalam hatinya.
Apakah Gu Nan benar-benar sebodoh itu?
"Baik Tuan."
Kai kembali menatap Bai Gu menunggu ia memberikan jawabannya.
Beberapa deti telah berlalu tetapi suasana Disana masih begitu hening, Pikiran Bai Gu benar-benar kosong. Ia takut jika ia menjawab secara jujur, Ia takut Gu Nan akan menolaknya dan hubungan mereka akan menjadi sangat canggung.
Tetapi untuk beberapa waktu tertentu, Bai Gu membuka matanya dengan tangannya memegang dada tepat di bagian hatinya mencoba untuk tenang.
"Aku Menyukainya!"