Re-system

Re-system
Menundukkan Dua Suku Iblis



"Graa... Jiwa Banteng..." Teriak Patriak suku Banteng Iblis berlari maju sambil membawa sebuah kapak besar di tangan nya.


Pasukan dari Banteng Iblis juga saat ini sedang berlari maju menyerang suku Sapi Iblis dengan ganas.


Suku Sapi Iblis juga tidak tinggal diam, mereka menerjang maju ketika mendapat perintah dari Patriak mereka.


Ting!! Ting!!


Suara benturan besi terdengar jelas di area hutan, Tanah mulai terguncang karena pertarungan kedua suku yang memiliki kekuatan yang seimbang.


"Mereka berdua sudah sampai batas!!.. Kini saatnya giliranku untuk unjuk gigi..." Ucap Zhukai di atas Pohon sembari memberikan seringai dinginnya.


Kai segera turun dari pohon, tubuhnya berubah menjadi sebuah seiluet hitam dan melesat dengan kecepatan tinggi kearah kedua Patriak suku..


Secara keseluruhan kekuatan dua suku itu cukup kuat, Patriak suku Banteng Iblis dan Sapi Iblis masing-masing memiliki kekuatan seorang Dewa Emas tahap awal..


Karena saat ini kondisi mereka sangat kelelahan, Kai tidak perlulu bersusah payah untuk mengalahkan mereka berdua.


"Kekeke..." Kai membuat sebuah tawa yang begitu seram dan muncul di tengah-tengah perang dua suku itu.


Dengan kemunculan Zhukai, Kedua Patriak itu menghentikan pertarungan mereka. Patriak Suku Banteng mengerutkan kening dan berkada dengan marah, "Siapa kau bocah.. Huf Huf.. Dia!! Dia manusia." Karena hidungnya sangat sensitif, Patriak suku Banteng dapat tahu hanya dengan aroma yang Kai keluarkan.


"Apakah Kau banteng jadi-jadian? Bagiamana mungkin seekor Banteng mengendus seperti seekor Anjing. Tetapi tebakan mu tidak salah, Aku memang Manusia." Kai berkata seolah-olah dirinya tidak mencoba menyembunyikan fakta bahwa dirinya adalah seorang manusia.


"Sial!! Bagaimana mungkin ada manusia yang dapat bertahan di Benua Iblis ini!! Katakan padaku.. Artefak apa yang kau gunakan!!." Teriak Patriak Suku Banteng sembari memberikan tekanan miliknya yang merupakan seorang Early God, Dewa Emas..


Dia dan Patriak Suku Sapi memberikan anggukan satu sama lain, setelah itu mereka menyerang secara bersamaan dengan sebuah Pukulan.


"Haha, dengan kondisi kalian saat ini yang sedang kelelahan, Apakah kalian memiliki kepercayaan diri untuk bersaing denganku??" Kai membentuk sebuah telapak tangan yang berjumlah puluhan dibelakang tubuhnya..


Dia melepaskan setiap cetakan telapak tangan yang mengandung kekuatan penghancur yang kuat, Dua orang yang saat ini terkena Telapak Dunia hanya bisa memasuki mode bertahan.


"Dengan Qi yang kalian miliki sekarang, berapa lama kalian bisa bertahan. Setengah Jam? Satu Jam? Ataukah beberapa menit Hahaha.." Kai tertawa lantang, ia terus melepaskan Telapak Dunia tanpa jeda waktu. Kai melakukan itu karena tidak ingin memberikan kesempatan bagi dua Early God itu untuk mengambil nafas.


Dua jam berlalu dengan sangat cepat, Patriak Suku Banteng Iblis jatuh dalam posisi berlutut dengan butiran keringat mengucur deras membasahi tubuhnya.


"Sial!! Bocah ini sedari awal mempermainkan kita!! Jika saja aku dalam kondisi puncak ku, aku akan meremukkan tulangnya hingga lembut." Patriak Suku Banteng Iblis mengalihkan pandangannya kearah Patriak suku Sapi. Karena ia tidak bisa melampiaskan amarahnya pada Zhukai, ia bermaksud untuk menyalahkan Patriak suku Sapi sebagai gantinya.


"Ini semua salahmu!! Jika bukan karena kau yang mengajak perang, aku tidak akan dipermalukan oleh manusia rendahan sampai seperti ini.." Ujarnya dengan marah.


"Enak saja, Ini semua salah mu!! Jika kau sedari awal menyerah dan menyerahkan wilayah ini pada Suku Sapi kami, Ini semua tidak akan terjadi.." Balas Patriak suku Sapi menggunakan jarinya untuk menujuk Patriak Suku Banteng.


"Tidak perlu mengacungkan jarimu padaku Sapi Sialan!!.."


Bang!! Bang!!


Mereka saling beradu pukulan, karena kekuatan Qi mereka terkuras habis.. Pertarungan itu adalah murni kekuatan fisik!!..


Kai mencoba menahan tawa menyadari situasi yang aneh ini, "Kalian berdua berhenti!!.."


Kai melepaskan Auranya yang merupakan seorang Kultivator Ranah Early God, Dewa Emas Tahap Awal..


Dengan penindasan Tekanan yang begitu kuat, Kedua orang itu segera memuntahkan Seteguk darah. Mereka menatap Kai dengan penuh Kebencian.


"Manusia!! bunuh saja aku. Lebih baik aku mati daripada merasakan penghinaan seperti ini."


Hal yang sama juga keluar dari mulut Patriak Suku Sapi Iblis..


Kai menyadari ini, Ras Iblis memiliki harga diri yang begitu tinggi, apalagi terhadap manusia. Kebencian yang telah terukir selama hampir seribu Tahun bukanlah sesuatu yang dapat dihilangkan dengan mudah..


"Bagaimana jika aku mengatakan bahwa aku tidak menginginkan nyawa kalian berdua!!.."


"Apa!! Jadi apa yang kau inginkan manusia Bang*at.."


Kai menyeringai lebar, "Jadilah bawahanku!!.."


"Aku? Jadi bawahanmu? Hahaha.. Lelucon macam apa ini!! Lebih baik aku mati daripada menyerah pada seorang manusia rendahan sepertimu.."


Kai mengerutkan keningnya, Sangat sudah untuk membujuk Suku Iblis untuk tunduk padanya. "Bagaimana dengan ini." Tubuh Kai mengalami transformasi menjadi Naga.


Aura Emas merembes keluar menyinari gelapnya Benua Iblis. "Apakah kau masih tidak bersedia tunduk!!"


"Aura Ini!! Tekanan ini... Tidak mungkin kan?."


"Dewa Naga!!.." Sontak mereka kaget dan berteriak secara bersamaan.


Kai tersenyum puas, Ia sudah menduga situasi ini akan terjadi. Ini adalah pertama kinya Kai mengeluarkan Tekanan dari Garis keturunannya. Bahkan saat melawan musuh yang cukup kuat dulu, ia tidak pernah mengeluarkan Auranya sama sekali.


Dihadapan tekanan dan kekuatan Absolute dari Dewa Naga, Banteng Iblis dan Sapi Iblis dibuat berlutut tidak dapat bergerak.


Ini adalah perbedaan garis Keturunan yang sebenarnya..


"Karena kalian tetap bersikukuh untuk tidak tunduk padaku, maka aku tidak akan ragu membunuh Kedua suku kalian." Ucap Kai saat menunjuk tempat dimana ribuan suku Banteng dan Sapi yang kesusahan menghadapi Undead dan Sekeleton.


Patriak Banteng menggerakkan giginya, Dia tidak dapat membahayakan sukunya hanya demi kebangaan harga dirinya.


"Saya Tu Nen, Patriak Suku Banteng Iblis bersumpah setia pada Tuan.."


"Bagus!!.. Ini hadiah untukmu.." Kai memberikan sebuah Pil Ilahi kelas atas pada Tu Nen, setelah itu ia mengalihkan pandangannya pada Patriak Suku Sapi.


Mendapati tatapan dingin dari Zhukai, tubuh Patriak Sapi mengeluarkan keringat dingin, dia buru-buru berlari kearah Zhukai dan berlutut.


"Saya Tian Min, Patriak Suku Sapi bersumpah setia pada Tuan.."


Kai mengangguk puas kemudian memberikan sebuah Pil yang sama pada Tian Min.


"Karena kalian berdua sekarang adalah bawahan ku, beritahu aku tentang Benua Iblis ini.."


Tu Nen melangkah maju kemudian menjelaskan Benua Iblis secara rinci Pada Zhukai.


Di Benua Iblis tidak mempunyai Kerajaan ataupun kota, Semua Biantang saling membunuh untuk mendapatkan wilayah yang penuh dengan sumber daya. Dan orang yang terkuatlah yang berhak untuk memimpin Para Suku Iblis lainnya.


Untuk saat ini, Suku Singa Iblis adalah yang paling berkuasa, Patriak mereka Wei Chu adalah seorang Middle God, Prajurit Dewa Tahap Akhir..


"Suku apa saja yang teedekat dari sini?"


"Yang terdekat dari sini... Itu adalah Suku Beruang Iblis Tuan!!.."


"Baguss!! Tujuan kita selanjutnya adalah menbuat Suku Beruang Iblis tunduk.."


Dengan begitu, Suku Banteng dan Suku Sapi melakukan perjalanan ke Wilayah Shku beruang yang dipimpin oleh Zhukai..


***


Bersambung..


.