Re-system

Re-system
My Wife, I'm Coming



Di atas langit, Jiang Wuchun terbang dan menatap Putrinya dengan penuh amarah.


"Kamu gadis kecil yang keras kepala! Sudah berapa kali ayah bilang bahwa tempat ini berbahaya. Cepat ikut ayah untuk kembali pulang!" Teriak Jiang Wuchun marah pada putrinya..


Sementara itu, Jiang Lin terdiam di bawah tatapan ayahnya. "Tidak!.." Ucapnya dengan suara pelan.


"Apa!! Katakan sekali lagi!"


"Sudah aku bilang, aku tidak mau pulang bersama ayah!!.." Jiang Lin berteriak pada ayahnya dengan suara keras.


Mata merah Jiang Wuchun masih tetap menatap tajam pada putrinya, "Kamu!!.. Tidak peduli apa yang kamu katakan, ayah akan membawamu pulang dengan paksa."


Jiang Lin terdiam, jika ayah nya benar melalukan apa yang baru saja dia katakan. Dia sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk melarikan diri.


"Errttt..." Jiang Lin menggertakkan giginya, Jika dia menggunakan kecepatan penuhnya untuk pergi, Jiang Wuchun akan dapat menyusulnya hanya dalam satu tarikan nafas.


"Hah.. Lin'er, Ayah sebenarnya tidak menentang hubunganmu dengan pemuda itu. Tetapi.. Tempat ini sangatlah berbahaya."


Mendengar apa yang barusan ayahnya katakan, Jiang Lin menghela nafas.. "Aku tahu bahwa ayah khawatir denganku, tetapi aku juga khawatir dengan keadaan kekasihku. Dia mengorbankan keselamatannya agar aku bisa selamat dari lubang hitam waktu itu.."


"Jangan mencoba membohongiku Lin'er! Sangatlah mustahil bagi dia yang seorang Middle God untuk selamat dari lubang hitam. Bahkan bagi sebagian Peak God Realm, keluar dari Lubang hitam adalah sesuatu yang sulit." Ucap Jiang Wuchun, jelas saja dia tidak mempercayai apa yang dikatakan putrinya barusan.


"Itu terserah ayah mau mempercayai nya atau tidak, tetapi aku akan tetap mencari Kai walaupun nyawa ku sebagai taruhan.."


Seakan mendapat kesempatan, Jiang Lin segera mengeluarkan sebuah benda bulat dan mengalirkan Qi miliknya kedalam sana.


Whuss!!


Tubuh Jiang Lin diselimuti oleh kabut darah yang cukup tebal, kabut darah itu segera menghilangkan Aura yang dimiliknya dan juga memindahkan tubuhnya ke tempat yang sangat jauh dari tempat ia berada.


"Sial, sejak kapan Lin'er menjadi begitu licik?" Jiang Wuchun berkata dengan kesal.


Benda bulat yang baru saja Jiang Lin gunakan adalah sebuah artefak bernama Telur perpindahan. Itu memiliki kekuatan yang sana dengan Teleportasi. Tetapi itu memiliki efek lain, yaitu menyamarkan aura miliki penggunaannya.


Jiang Wuchun menutup matanya dan mulai menggunakan Persepsi Ilahi untuk menemukan Jiang Lin.


"Eh, Aku tidak berhasil menemukannya! Jangan-jangan tadi itu.."


"Arghh.." Jiang Wuchun meraung dengan marah dan Mai menghancurkan area hutan yang ada di sekitarnya.


Sementara itu, Jiang Lin yang sedari awal sudah melanjutkan perjalanan untuk mencari Kai, tidak memperdulikan apa yang ayah nya lakukan sekarang.


"Fhuuu.. Untung saja ayah sedikit melonggarkan kewaspadaannya tadi sehingga aku bisa menggunakan Artefak itu."


***


Duarr!!


DI hutan yang saat ini telah rusak, terjadi pertarungan antara Zhukai dengan dua ekor Gorila yang tengah menggila.


Dua ekor Gorila itu masing-masing memiliki Kekuatan Peak God Realm, Dewa Ilahi Tahap Surga. Gorila itu berfokus pada serangan fisik serta kecepatan. Meski dengan tubuh mereka yang besar, kecepatan mereka juga tidak dapat di anggap remeh.


Sementara itu, Kai dengan senyum beringas melesat maju sambil melepaskan pukulannya yang mengandung kekuatan penghancur yang luar biasa.


Duarr!!


Boom!!


Ledakan keras terjadi ketika Pukulan Zhukai dan dua Gorila itu saling beradu. Meski Kai saat ini memiliki basis Kultivasi yang lebih rendah, dia masih dapat bertarung dengan imbang.


"Telapak Dunia!!.."


Telapak tangan raksasa muncul di atas langit dengan tekanan yang begitu besar, dua Gorila segera dibuat dalam posisi berlutut dengan keringat dingin muncul di punggung mereka.


"Mustahil, bagiamana bisa manusia yang terlihat lemah ini memiliki teknik yang begitu kuat?" Ucap Gorila satu tak percaya.


"Cepat menghindar bodoh atau kau akan mati tertimpa serangan itu!" Seru Gorila dua pada saudaranya.


Dengan cepat, mereka berdua mengindari serangan Zhukai. Tetapi sekarang mereka berdua terpisah beberapa meter, ini membuat Kesempatan bagi Zhukai untuk menghabisi salah satu dari mereka terlebih dulu.


Kai mengepalkan tangannya dan melesat maju, gerakannya yang sangat cepat dan berliku-liku membuat m Gorila satu kesulitan untuk menentukan arah serangannya.


"Grraa..." Dia meraung dengan keras dan memukul-mukul dadanya..


"Mati!!.."


Tetapi prediksi dari Gorila itu salah besar karena Kai saat ini sudah berada di belakangnya..


Terlihat dari kepala tangannya muncul sebuah bara api berwarna ungu dengan hawa panas yang membakar.


"Selamat Tinggal!!.."


Bangg!!


Boomm!!


Tubuh Gorila itu hancur menjadi gumpalan daging.


"Tidakk!! Saudaraku!!.." Teriak Gorila dua ketika melihat saudaranya terbunuh di depan matanya.


Kejadian yang begitu cepat itu di saksikan oleh beruang satunya lagi, tetapi karena kejadian dimana Kai membunuh Gorila satu yang sangat cepat, Gorila dua sedikit terlambat bereaksi dan membantunya.


"Manusia Tercela!! Graaa..."


Kai mendengus dingin, setelah itu dia mengeluarkan sebuah Pedang besar berwarna putih bersinar.


"Badai Neraka!!..."


Whuss!!


Aura Kematian yang begitu pekat segera berkumpul di satu titik, tepat ketika Kai melepaskan tebasan nya.


Teriakan arwah dari neraka terdengar menguat jejak ketakutan di hari Gorila itu.. "Saudaraku~ Selamatkan aku~"


Itu adalah suara dari saudaranya yang barusan terbunuh.


Booomm!!


Area dimana Gorila dua berada hancur, sedangkan Gorila dua mati tanpa menyisakan mayat.


Ding


[Kai Gege berhasil membunuh dua Gorila Hutan, Peak God Realm, Dewa Ilahi Tahap Surga. Mendapatkan 1,2 Kuadriliun Poin System, mendapatkan 2,4 Kuadriliun Poin Pengalaman]


Tepat ketika notifikasi System berakhir, Kai segera terjatuh dan bernafas dengan terengah-engah.


"Tubuh Iblis memang sangat kuat! Tetapi itu akan sangat menguras energi ku." Kai bergumam pelan sambil mengatur nafasnya.


"Sudah sebulan aku berada di Persimpangan Dimensi.. Saatnya kembali ke Dunia Jiwa untuk bertemu dengan Istri Tercinta.." Ucap Kai sambil tersenyum aneh, di dalam benaknya ia dapat membayangkan bagaimana reaksi Istrinya ketika melihat dirinya kembali.


"Hehe, Dunia Jiwa!!.."


Dari depannya muncul sebuah portal transparan, Kai segera memasuki portal itu dan pandangannya menjadi kabur.


Tepat ketika dia sudah mendapatkan pandangannya kembali, apa yang ia lihat bukanlah tanah tandus dipenuhi dengan bangkai, sebaliknya itu adalah hutan bambu dengan hembusan angin sepoi-sepoi yang menyejukkan badan.


"Huff.. Hahhh... Dunia Jiwa memang tempat terbaik untuk menenagkan pikirkan. Aku akan menjadi gila jika terus-terusan membunuh untuk meningkatkan Kultivasi ku... Teleportasi!."


Kai menghilang menjadi titik putih dan kembali di depan rumahnya yang cukup besar.


Sebuah senyuman aneh terukir di wajah tampannya. Dia terkekeh untuk beberapa saat kemudian berkata sambil membuka pintu.


"My Wife, I'm Coming."


***


Bersambung..