
Brusshhh!!
Darah mengalir dari hidung Kai, setelah ia membuka pintu kamar Yola, hal pertama yang ia lihat adalah kedua istrinya saling memegang dada.
Ia menatap kedua wanitanya dengan wajah konyol, "Ehehe aku adalah pria yang beruntung."
Sementara itu, Yola dan Chiyan segera sadar bahwa Kai sedang melihat mereka berdua, "Kamu.... ini tidak seperti yang kamu lihat." Yola tersipu malu kemudian menggunakan selimut untuk menutupi wajahnya yang memerah.
"Haha.. Aku tahu! aku tahu!" Kai tertawa sambil melepas kerah bajunya, ia segera melemparkan tubuhnya kedalam kasur dan dapat mencium aroma wangi dari tubuh dua wanita nya.
"Besok aku akan melakukan perjalanan ke ibukota, aku harap kalian berdua bersenang-senang selama aku pergi."
Kai memeluk tubuh Chiyan di sebelah kiri sedangkan tangan kanan nya memeluk tubuh Yola. Ia mencium kening dua wanita itu dan segera tertidur.
Chiyan dan Yola linglung sebentar dan membenamkan kepalanya ke dalam dada Kai yang hangat.
Mereka menggunakan lengan Kai sebagai bantal, sebelum mereka tidur. Mereka mengucapkan sesuatu.
"Selamat tidur sayang!." Dua orang secara bersamaan mencium pipi kanan dan kiri Kai dan langsung tertidur.
Pagi harinya, Kai terbangun dan mendapati Chiyan dan Yola tidak ada dalam pelukannya, ia segera keluar dari kamarnya setelah memaki baju.
Di dapur, dua orang memasak bersama-sama, Chiyan terlihat seperti istri yang terampil, sedangkan Yola terlihat seperti istri yang ceroboh.
"Ah, Kakak Perempuan, aku tidak bisa memasak." Yola merengek, Ia sering membantu ibunya di dapur, tetapi itu hanya sebatas memotong sayuran saja. Tentang memasak ia bahkan tidak memiliki keahlian sama sekali.
"Hehe, adik perempuan, apakah kamu tidak mau mendapat pujian dari Kai karena memasak makanan yang enak untuknya?"
Yola terlihat linglung, ia memaksakan dirinya dan mencoba membuat makanan yang kayak untuk dimakan.
di bawah bimbingan Chiyan, akhirnya sebuah sup yang terbuat dari daging binatang, berhasil dibuat.
"Wahh, Kakak Perempuan, lihat aku berhasil." Teriak Yola yang bahagia seperti anak kecil.
Karena terlalu asik membuat makanan, mereka tidak menyadari bahwa Kai sudah berada di belakangnya sedari tadi.
"Wahh.. Kalian berdua sungguh hebat." Kai memuji sambil mengelus-elus rambut Chiyan dan Yola dan mencium mereka.
"Eh... Selamat pagi sayang." Mereka berdua di kagetkan dengan kedatangan Kai yang tiba-tiba.
"Apa yang sedang kalian masak?"
"Sup daging, ini adalah masakan pertama adik perempuan, kuharap kamu akan menyukainya."
Kai terlihat tidak sabar untuk segera mencoba masakan Chiyan, ia membuka mulutnya sambil berkata, "Aaa..."
Yola tersipu, dan segera mengambil satu sendok sup dan segera menyuapinya.
"Emmemm.... Gluk, Ini enak, terimakasih!"
Mendengar pujian dari mulut Kai, Yola merasa sangat senang, sebagai seorang pacar, bagaimana ia tidak senang ketika mendengar pujian dari kekasihnya tentang hasil kerja kerasnya.
"**.. Terima kasih." Yola dengan malu berkata.
Setelah mereka bertiga menghabiskan sarapan, Kai pamit pulang, dan mengajak Yola bersamanya, karena setelah pergi ke ibukota. Kai tidak tega melihat Chiyan sendirian di rumah.
Saat penerbang tiba, Kai duduk di bagian paling belakang. Saat dirinya sedang menutup mata, tiba-tiba ia mendengar sebuah suara tembakan dari dalam pesawat dan diikuti oleh teriakan beberapa orang.
Dor!!
"Kyaa.."
"Ahhh.."
Kai membuka matanya dan melihat seorang penjahat dengan sebuah pistol di tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya memegangi tubuh seorang perempuan yang kemungkinan ia jadikan sandera.
"Kalian semua, cepat masukan uang kalian di dalam kantong ini atau nyawa melayang." Penjahat itu menodongkan pistol nya orang-orang dengan wajah jahatnya ia berkata.
Orang-orang dengan patuh memasukkan hartanya ke dalam sebuah kantong yang penjahat itu bawa. Mereka tahu, jika mereka memberontak penjahat itu tidak akan segan-segan untuk menembak mereka.
Para penumpang semua takut mati, sedangkan itu hanyalah harta, itu bisa di cari kapan saja.
Kai sudah tidak bisa menahan kebisingan ini lebih lama lagi, mencabut sehelai rambutnya, dengan aliran Qi miliknya, rambut itu berubah menjadi sebuah benda tajam.
Bang!!
Kai melempar rambut itu dan mengenai Pergelangan tangan di mana penjahat itu memegang pistolnya.
"Ahh... " Teriakan rasa sakit dari penjahat menguat semua orang terkejut, salah satu penumpang dengan sigap mengambil pistol dan menyembunyikan nya.
Mereka tidak tahu siapa yang membantu mereka, tetapi mereka semua bersyukur atas bantuannya.
Tak butuh lama baginya untuk naik pesawat menuju ibukota, itu hanya memerlukan waktu 7 Jam untuk sampai di bandara ibukota.
Setelah turun dari pesawat, ia segera memesan taksi untuk mengantarnya ke Keluarga Cheng, karena dirinya tidak terlalu suka mengulur waktu, ia akan menghapus Keluarga Cheng dalam satu hari.
Keluarga Cheng berada di Sebelah Utara ibukota, sedangkan ketiga keluarga lainnya menempati sisi Timur, Selatan, dan Barat.
Karena permintaan Kai yang tidak terlalu masuk akal, supir taksi itu hanya mengantarnya sampai Kota Real.
Setelah turun dari taksi, Kai memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya dengan berjalan kaki. Setelah sampai di kota tempat Keluarga Cheng berada, ia melihat banyaknya gedung-gedung yang menjulang tinggi.
Selain itu, gedung tersebut memiliki Brand yang sama, yaitu milik Keluarga Cheng. meskipun ia sudah menduga nya, tetapi setelah melihat langsung, Kai masih tidak bisa menahan perasaan kagumnya.
Setelah mencari informasi dari beberapa orang, Kai sekarang tahu dimana kediaman Keluarga Cheng berada. Itu terletak di puncak gunung Mulong, Itu terletak di 20 Kilometer dari Kota Real.
Karena jaraknya cukup jauh dari sini, Kai memutuskan untuk bermalam di Kota Rela. Ia menginap di sebuah hotel milik keluarga Cheng, yang satu malamnya ia harus membayar sebanyak 100.000 Gp.
Itu masih cukup mahal bagi sebagian orang, tetapi setelah mencari tahu. Hotel ini merupakan hotel termurah diantara hotel lainnya.
Kai menghela nafas dan membayar 100.000Gp untuk menginap satu malam. Fasilitas di dalam hotel itu cukup bagus, kamar tidurnya juga begitu nyaman.
Kai membaringkan dirinya di kasur dan tanpa sadar ia langsung tertidur lelap. Tiba-tiba setelah ia membuka matanya, itu adalah pagi hari.
Ia berjalan ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya yang penuh dengan otot. Setelah keluar Kai mengganti baju formalnya dengan pakaian kasual. sekalian merapikan barang-barang nya.
Setelah pergi meninggalkan hotel, Kai berubah menjadi bayangan hitam dan segera menghilang.
Satu jam kemudian Tubuh Kai kembali muncul di sekitar lembah yang mengelilingi gunung, Ia berkata dengan nada dingin, "Keluarga Cheng, Bersiaplah menghadapi kehancuran."