Re-system

Re-system
Masalah di Rumah Makan Hea



Tepat ketika sampul buku telah terbuka sepenuhnya, Kai bisa merasakan kesadarannya seolah-olah tertarik masuk kedalam buku.


Kejadian itu hanya terjadi selama beberapa saat, detik berikutnya kesadaran Kai kembali kedalam tubuhnya.


"Eh, apa itu tadi?" Gumam Kai terkejut dengan pandangan kosong.


Mengabaikan hal itu, Kai kembali terfokus pada buku usang. Dia segera berjalan kearah kursi yang berada tepat di samping mejanya dan mulai membaca Buku usang itu.


Halaman pertama, terdapat sebuah tulisan besar berwarna merah seolah-olah itu terbuat dari darah.


Sudut mulut Zhukai terbuka dan dia bergumam dengan sangat pelan, "Legenda A–."


Kai mengerutkan keningnya ketika melihat bahwa halaman pertama hanya menampilkan dua kata, dan itu tidak lengkap.


Ketika dia hendak membuka halaman berikutnya, itu tidak dapat terbuka seolah-olah terdapat sebuah segel yang menghalangi Kai untuk membukanya.


"Jadi ini batasnya, Mungkin ini karena kubus hitam itu. Aku bisa merasakan Death Aura di tubuhku semakin meningkat. Mungkinkah aku membutuhkan banyak Death Aura untuk membuka halaman berikutnya?" Dalam waktu yang singkat itu, Kai akhirnya dapat mengambil satu kesimpulan.


Jika memang hipotesis nya benar, maka tak akan butuh waktu yang lama bagi Zhukai untuk mengetahui jati dirinya yang sebenarnya.


"Untuk saat ini, aku akan berlatih terlebih dulu." Kai menutup buku usang dan menaruhnya kembali kedalam Inventory.


Dia mengambil sebuah botol pil dan juga ribuan batu dewa. Kai segera berjalan kelantai dan duduk bersila.


Dengan ribuan batu dewa yang berbentuk lingkaran dengan Kai berada di tengah-tengah, Kai mulai menelan puluhan butir pil dan memurnikannya menggunakan Budidaya Pelahap Bintang.


Juga, berkat bantuan dari Bloodline Kera Suci, kecepatan Kultivasi Kai meningkatkan beberapa kali lipat.


Whusss!!


Ribuan batu dewa yang mengelilingi Zhukai mengeluarkan cahaya itu terang yang begitu indah. Energi spiritual yang berasal dari baru itu benar-benar sangat padat dan juga murni.


Satu malam berlalu dengan sangat cepat, Fajar akhirnya tiba. Ribuan batu jiwa yang berada di dalam kamar Zhukai perlahan meredup dan pecah.


Dengan begitu, Kai mengakhiri latihannya dan segera berdiri. Dia berjalan menuju jendela dan membuka pintu jendela itu.


"Hufff Haaa..." Kai menarik nafas panjang dan menghembuskan nya secara perlahan.


"Eh, bukankah ini masih pagi hari? Kenapa disana begitu ramai orang?" Pandangan Zhukai tertuju kesebuah jembatan yang berada di tengah-tengah kota.


Padahal itu berjarak sangat jauh darinya saat ini, tetapi Kai dapat melihat itu dengan sangat jelas.


"Hmm, Apakah ada orang penting disana? Kenapa juga aku peduli, itu juga bukan urusanku.." Kai menutup pintu jendelanya dan berjalan menuju ke kamar mandi.


Disana terlihat sebuah bak mandi besar yang terbuat dari Kayu. Kai segera melepas semua pakaiannya dan menggunakan handuk kecil untuk menutupi bagian bawah tubuhnya.


Byurr!!..


Kai segera masuk kedalam bak mandi itu dan berendam dengan air hangat yang sudah disediakan oleh penginapan.


Tak butuh lama bagi Zhukai untuk membersihkan dirinya di kamar mandi. Setelah Kai mengganti pakaiannya dengan pakaian baru, dia berjalan menuju ke tangga untuk turun.


"Selamat pagi tuan, apakah tidur anda nyenyak tadi malam?" Resepsionis wanita itu mengapa dengan senyuman lembut diwajahnya.


"Iya, karena kasurnya sangat nyaman, aku jadi bisa tertidur dengan nyenyak (Padahal bo'ong)." Jawab Kai lembut sambil menunjukkan senyuman khas miliknya.


Dibawah senyuman Zhukai, resepsionis wanita itu tersipu malu.


"Baiklah, aku akan pergi keluar dulu untuk jalan-jalan.."


Setelah Kai meninggalkan Penginapan bulan sabit, dia menuju ke Rumah makan Hea untuk sarapan.


"Ah, halo senior.." Ucap kedua penjaga membungkuk hormat menyambut Zhukai.


Karena mereka sering melihat Zhukai dan Meng Yudie bersama-sama, mereka berdua mengira bahwa Kai adalah kekasih dari Meng Yudie..


Mereka berdua hanya tersenyum dan tidak menjawab perkataan Kai barusan. Ketika Kai masuk kedalam Rumah makan, dia segera menuju ke lantai empat.


Berbeda dengan ketiga lantai lainnya, lantai keempat terlihat sangat mewah dengan berbagai dekorasi, alunan musik, dan juga tarian dari seorang wanita cantik.


Singkatnya, lantai empat hanya dikhususkan bagi seorang VIP dari rumah makan Hea.


"Kai, kamu disini? Kemarilah.." Tak jauh dari tangga, Kai melihat sosok wanita cantik dan sangat seksi sedang menikmati makanan disana.


"Yudie?.." Ya, itulah hal pertama yang Kai ucapkan.


"Kenapa masih terdiam disana, cepat temani aku makan disini.." Ajak Meng Yudie tersenyum lembut.


Karena Kai tidak memiliki alasan untuk menolak, dia mengangguk setuju dan segera duduk di meja yang sama dengan Yudie.


"Silakan pesan sesukamu, aku akan menanggung biaya nya.."


"Tidak, aku seorang pria. Jadi aku yang akan mentraktir mu.. Yah, itu juga sebagai ucapan terimakasih dariku.."


"Terimakasih? Untuk apa?" Tanya Meng Yudie sambil mengunyah makanan di mulutnya.


"Itu... Karena kamu membantuku menemukan penginapan tadi malam."


"Ahaha, Kai kamu sungguh lucu. Baiklah, karena kamu ingin berterima kasih. Bagaimana jika membuatkan ku sebuah sarapan?"


Setelah berfikir sebentar, Kai mengangguk setuju. Dia berjalan menuju ke dapur, terlihat ada banyak sekali koki yang sedang memasak disana.


"Hei, apa yang kau lakukan disini.. Selain koki, tidak ada orang lain yang boleh masuk kesini." Ucap seorang pria muda menunjukkan ketidaksenangan nya.


Kai menghiraukan perkataan dari pemuda itu dan berfikir masakan apa yang akan ia buat untuk Meng Yudie.


"Hei sialan, apakah kau mendengarkan ku!!.." Pemuda itu berteriak marah sambil menepuk pundak Zhukai.


"Ada apa!!.." Kai berbalik dan memberinya tatapan tajam dan sangat dingin..


Hanya dengan melihat tatapan tajam dari Zhukai, pemuda itu menjadi ketakutan, "T–Tidak, tidak apa-apa.."


Kai menghela nafas dan berfokus untuk memasakkan sebuah sarapan untuk Meng Yudie.


Tak berselang lama setelah itu, Kai keluar dari dapur sambil membawa sebuah makanan yang terlihat sangat enak.


"Yu–..."


"Sayang..." Beluma sempat Kai menyelesaikan ucapannya, Meng Yudie buru-buru berlari kearahnya sambil dengan wajah penuh dengan air mata.


"Sial, apa yang wanita ini rencanakan.." Hanya dengan sekali lihat, Kai segera tahu bahwa air mata Meng Yudie itu hanyalah kepura-puraan saja.


"Sayang~ Pria itu, dia mencoba merayuku.." Meng Yudie berkata dengan terisak-isak sambil menunjuk kesosok pria botak berkulit hitam dengan tubuh kekar.


"Bajingan, siapa kau!! Beraninya kau mencoba mencuri wanita incaranku.." Pria botak berkulit hitam itu meraung marah dan melesat kearah Zhukai dengan kapak besar di tangannya.


"Sial, jadi wanita licik ini mencoba menggunakan ku sebagai tamengnya.." Kai menaruh piring yang ada di tangannya keatas meja yang berada tepat di sampingnya.


"Ehehe, maaf Kai, anggap saja ini sebagai ganti terima kasihmu.."


"Haahhh..." Kai menghela nafas panjang dan mengepalkan salah satu tangannya.


Duarr!!


Kai melepaskan kepalannya dan secara tepat mengenai wajah dari pria botak itu..


***


Bersambung..