
Di depan mulut goa yang terbuka lebar, sebuah kelompok yang baru saja tiba berhenti berjalan dan mengamati situasi dari luar goa.
"Goa ini aman, tidak ada aura dari binatang buas di tempat ini." Zhukai berkata sambil menatap kedua gadis di sampingnya.
Aroma harum yang mereka bertiga rasakan dari jauh semakin kuat yang berasal dari dalam goa.
"Jika aku tidak salah, bukankah ini aroma dari teratai roh es? Ini sangat langka membayangkan betapa dinginnya suhu yang dibutuhkan untuk teratai itu tumbuh." Zhukai mengerutkan kening, dia sedikit bingung bagaimana herbal seperti teratai roh es bisa tumbuh di dalam.
Tetapi saat ketika Zhukai hendak masuk kedalam goa, langkahnya tiba-tiba terhenti.
"Paman... Tolong aku..."
Kai berdiri diam sambil menatap ke sekeliling nya, ekspresi bingung terlihat di wajahnya.
"Suara ini!! Tidak salah lagi... Yao'er." Saat ketika Zhukai mendengar suara dalam benaknya, dia cukup terkejut sekaligus senang.
"Kalian berdua, masuklah kedalam terlebih dulu. Ada hal lain yang perlu aku lakukan."
Tanpa memberikan sepatah kata lagi, Zhukai segera menghilang dari pandangan mereka bahkan aura miliknya hilang seketika.
"Hilang! bahkan aku tidak merasakan jejak auranya lagi... sebenarnya, seberapa besar peningkatan nya saat ini." Zi Lin Yue tercengang dengan tubuhnya bergetar.
Ia sudah tahu bahwa Zhukai sudah sangat kuat saat ini, tetapi Lin Yue tidak pernah membayangkan bahwa kekuatan Zhukai saat ini jauh berada di kuat ekspektasinya.
"Sangat gila! bahkan perkembangan star God tidak bisa dibandingkan dengannya."
"Master~... Master~.." Saat Zi Lin Yue tenggelam dalam pikirannya, sebuah suara seorang gadis terus berbisik di telinganya.
"Ah–... Azi, kamu mengangetkan ku!."
"Hmph, salah sendiri, mengapa master tetap diam? bukankah tuan sudah menyuruh kita berdua masuk terlebih dulu." Long Zi mendengus dengan helaan nafas panjang.
"Baiklah, ayo masuk terlebih dulu sambil menunggu Zhukai kembali."
Akhirnya, dua gadis yang berdiri di depan goa mulai melangkah masuk kedalam.
Sementara itu, jauh di tanah luas yang ada di pegunungan. Seorang gadis berlutut lemah di atas tanah dengan kedua lengannya mengeluarkan darah segar.
"Khekeke... Kenapa kamu sangat keras kepala wanita ******! cukup diam dan biarkan aku menikmati tubuh indahmu."
Pria itu menjilati belati di tangannya sambil berjalan maju. Wajahnya yang sangat cabul membuat tubuh Xia Bing Yao bergidik ketakutan.
Tubuhnya saat ini sudah hampir mencapai batasnya, jika dia memaksakan tubuhnya lebih jauh. Xia Bing Yao pasti akan kehilangan kesadarannya dan saat itu...
"Sial, apa tidak ada hal yang bisa kulakukan!." Xia Bing Yao menggertakkan giginya memandang lurus kedepan.
Whuss!
Siluet pria itu menghilang dari pandangannya dan muncul kembali tepat di sampingnya.
Bam!!
Tendangan yang sangat keras dari pria itu tepat mengenai perut Xia Bing Yao dan membuatnya terhempas jauh hingga menghantam sebuah pohon besar.
Uhuk! Uhuk!!
"Ahh... Ha Ha Ha..." Xia Bing Yao memegangi perutnya kesakitan.
Dia memuntahkan beberapa teguk darah segar dari mulutnya, pandangannya semakin lama juga semakin memudar.
"Hahaha, kau sudah tidak bisa bergerak sekarang!" Pria muda yang baru saja tiba mengeluarkan sebuah belati dari balik sakunya.
Deg–
Seolah merasakan jantungnya baru saja berhenti berdetak, Xia Bing Yao menatap tajam pada pria muda yang ada di depannya.
"Simbol itu... Kau anggota Sekte Martial!!.."
"Oh, aku tidak sengaja membocorkan identitas ku! tapi sudahlah, kamu juga akan mati tak lama lagi." Pria muda itu, Chen Fan tersenyum dengan wajah penuh nafsu.
Identitasnya sendiri adalah adik dari Martial God, tetapi karena Chen Fan sering membuat masalah untuk kakaknya. Martial God terpaksa memberinya hukuman dengan menyusup ke Klan Xia sebagai mata-mata.
Tidak ada yang tahu siapa identitas aslinya karena selama ini Chen Fan jarang mengungkapkan identitasnya di depan publik.
"Dasar bajingan! Aku tidak akan membiarkan mu menyentuh tubuhku!." Xia Bing Yao dengan gerakan tangannya yang sangat cepat mengambil pedang yang berada tak jauh darinya.
Sayangnya, Chen Fan sudah membaca niatnya terlebih dulu. Dia segera menendang pedang itu menjauh sambil menarik lengan kanan Xia Bing Yao.
Wajah Xia Bing Yao berubah pucat, dia mengigit bibirnya dengan kuat mencoba untuk lepas.
Tetapi bagaimanapun dia berusaha, ia tidak bisa melepaskan diri dari genggaman Chen Fan.
"Paman... Selamatkan aku!.."
Swoshh!!
Boomm!!
Tubuh Chen Fan terhempas jauh, genggaman tangannya pada lengan Bing Yao terlepas seketika.
"Maaf karena datang terlambat, kamu bisa istirahat sekarang." Zhukai menggendong tubuh Xia Bing Yao dengan lembut dan mencium keningnya.
Untuk sesaat, Xia Bing Yao tersenyum menawan. "Kamu datang... Paman."
Tepat setelah Xia Bing Yao menyelesaikan ucapannya, dia segera kehilangan kesadarannya dan pingsan di pelukan Zhukai.
Melihat kondisi Xia Bing Yao yang sangat buruk seperti itu, amarah dalam diri Zhukai menjadi tidak terkendali.
Dia meletakkan tubuh Xia Bing Yao di atas tanah kemudian berbalik menatap Chen Fan dengan pandangan dingin.
"Apa kau yang melakukan ini!!."
Chen Fan yang baru saja berdiri mengerutkan kening dengan wajah kesal, "Tch, bagaimana pria ini bisa masuk kedalam sini."
"Karena kau tidak menjawab, berarti memang kau pelaku nya."
Whus!!
Seolah waktu berhenti berjalan, Zhukai sudah berada tepat di depan Chen Fan. Tangan kanannya yang sudah berubah hitam memukul lengan Chen Fan hingga mengeluarkan bunyi.
Kratakk!!
Arghh!! Lenganku!!..
Chen Fan menjerit kesakitan, dia berlutut dengan tangan kanannya yang sudah tidak berguna.
Dia tercengang melihat seberapa cepat gerakan Zhukai, apalagi dia sama sekali tidak bisa melihat bagaimana Zhukai bisa sampai di depannya dan mematahkan lengannya.
Saat lengan kirinya yang hendak meraih artefak di balik sakunya, Zhukai sudah melakukan gerakan terlebih dulu.
Kratak!!
Arghh!!..
Chen Fan kembali menjerit, kedua lengannya sudah remuk sedangkan dia terus menangis kesakitan.
Dia mendongak keatas dan melihat Zhukai dengan tatapan dingin nya.
"C–Cepat bunuh saja aku!!.."
Zhukai menyeringai, "Membunuhmu!? Heh, hukuman itu terlalu ringan untuk bajingan seprtimu. Karena kau berani melukai istriku, akan kupastikan kau menderita ratusan kali lipat dari pada kematian."
"Tubuh dewa bintang!."
Boomm!
Ledakan energi spiritual yang sangat besar membuat gelombang angin di pegunungan.
Penampilan Zhukai yang sudah berubah membawa tekanan yang sangat kuat. Bahkan tanah tempat dia berpijak saat ini hancur.
"Domain Bintang : Kehampaan Abadi!.."
Saat kedua tangan Zhukai yang menyatu memperlihatkan sedikit celah. Bola hitam kecil terbang keluar.
Saat bola hitam itu mendekat ke tubuh Chen Fan, daya hisap yang sangat kuat menghisap tubuh Chen Fan hanya dalam waktu satu tarikan nafas.
Tubuh Chen Fan yang terhisap oleh bola uam segera di pindahkan ke sebuah tempat yang sangat gelap dan sangat hening.
Dalam kegelapan itu, Chen Fan bisa merasakan kegelapan secara perlahan melahap tubuhnya.
"Apa ini... Tidak!! Kakak, selamatkan aku..."
Chen Fan berlari menjauh, tetapi kedua kakinya telah dilahap terlebih dulu oleh kegelapan.
Rasa sakit mulai menyebar ke setiap sudut tubuhnya, dan hanya berselang beberapa detik berada di dalam sana. Chen Fan sudah berubah menjadi orang gila.
***
Bersambung..