Re-system

Re-system
Salah Paham



Pria setengah baya membalikkan badannya ketika mendengar teriakan dari Zhukai yang dipenuhi dengan amarah dan niat membunuh.


Dentang!!


Pria setengah baya itu mengangkat lengannya untuk menahan serangan Zhukai, suara benturan logam terdengar begitu keras ketika lengan Pria itu dan serangan Zhukai berbenturan.


"Tch.. Serangan lemah seperti itu mana cukup untuk melukaiku.."


Pria setengah baya itu mengepalkan tangannya dan melepaskan sebuah pukulan keras tepat di perut Zhukai.


Bangg!!


Dengan kekuatan ledak dari Pria setengah baya itu, Kai terpental begitu jauh hingga menabrak dinding Goa.


"Kaiii!!!..." Jiang Lin berteriak keras khawatir sambil berlari kencang kearah Kai berada.


Tepat dimana puing-puing batu berada, Kai berdiri dengan sedikit noda darah di bawah bibirnya.


Kai menyeka noda darah di bibirnya dan menatap Jiang Lin yang berada tepat di depannya. Kai bernafas kega dan menarik Jiang Lin kebelakang nya.


"Kamu tunggu disini, aku akan menghajar pria b*ngsat ini.."


"Tapi Kai, dia–.."


Belum sempat Jiang Lin menyelesaikan kalimatnya, Kai sudah terlebih dulu menyerang Pria paruh baya itu.


Kai mengaktifkan Title 'Dewa Bintang' dan juga 'Sang Penakluk'. Penampilan nya juga telah berubah menjadi Iblis sepenuhnya dengan Teknik Penguatan Tubuh : Tubuh Iblis.


Kekuatannya melejit begitu tinggi hingga menembus Heaven God Tahap Bumi.. Dia menyeringai dingin sambil menggenggam erat Pedang Kaisar.


"Tarian Pedang Api!!.." Kobaran api yang begitu besar mulai menyelimuti pedang Zhukai dengan hawa yang begitu panas.


"Hmm.. Api Neraka? Tapi ini hanya berada di tingkat pertama.." Pria setengah baya itu terkekeh kemudian mengangkat telapak tangannya.


Bayangan Api berwarna hitam legam, mirip seperti Api Neraka. Tetapi, api yang Pria setengah baya itu keluarkan memiliki suhu yang begitu panas, setidaknya 10nkaliblipat lebih panas dari Api Neraka miliki Zhukai.


Kai terkejut ketika melihat bahwa pria di depannya juga memiliki Api yang hampir sama dengan nya tetapi itu lebih kuat.


Whuss!!


Kai menghilang dan muncul kembali dibelakang Pria paruh baya itu. Dengan memanfaatkan Tubuh Iblisnya, tebasan Kai menjadi sangat bertenaga


"Haa.. Biar aku perjelas kali ini.. Serangan mu terlalu lemah anak muda, dan aku juga dapat melihat banyak celah darimu."


Pria patuh baya itu memiringkan kepalanya mengelak dari serangan Zhukai yang tiba-tiba. Api hitam yang mengitari tubuh Pria paruh baya itu membentuk sebuah tombak besar yang kemudian menyerang Kai tepat di dada kirinya.


"Khuakk! Uhuk!! Uhuk!!.." Kai merasakan sensasi terbakar di sekujur tubuhnya, Untuk pertama kalinya setelah mendapatkan dua api ilahi, Kai merasakan sensasi panas sekali lagi.


Perbandingan beberapa Ranah bukanlah sesuatu yang dapat Kai atasi dengan mudah, bahkan setelah menggunakan 3 kartu trufnya, Kai masih belum dapat bersaing dengan pria paruh baya itu.


Tapi bagaimanapun Kai tidak menyerah begitu saja, dia menggabungkan Tubuh Iblisnya dengan Tubuh Necromancer menjadikan Aura Kematian yang begitu pekat mengitari tubuhnya.


Mata pria patuh baya itu menyipit sambil bergumam pelan, "Hmm.. Aura Kematian yang begitu pekat! Bahkan aku sendiri yang telah membunuh nyawa orang yang tak terhitung jumlahnya tidak dapat dibandingkan dengan aura kematian itu.."


Pedang kaisar yang Kai genggam menyerap Aura Kematian dengan kecepatan yang luar biasa, tepat setelah Aura kematian berkumpul di dalam Pedang.


Kai melepaskan dua tebasan berwarna hitam secara beruntun, "Badai Neraka!!.."


Duarr!!


Seisi Goa telah hancur menjadi reruntuhan, sementara itu Kai sudah menggenggam erat tangan Jiang Lin dan menggunakan Skill Teleportasi untuk memindahkan mereka berdua.


Kai dan Jiang Lin muncul di pinggiran sungai, saat itu Kai sudah Kembali ke penampilannya yang normal.


"Hahh.. Untung saja kita bisa lolos dari orang itu.." Kai menghela nafas lega, tetapi di detik berikutnya, terdengar suara tawa keras tak jauh tempat Kai berada.


"Hahaha.. Seperti yang aku harapkan, kamu memang pantas untuk anakku.. Bukankah begitu Jiang'er?" Ucap Pria paruh baya itu menolehkan pandangannya pada Jiang Lin.


"Calon Menantu?... Putriku?...." Kai terdiam bingung sambil menatap Jiang Lin yang saat ini memerah karena mendengar perkataan ayahnya.


Jiang Lin berjalan lembut kearah Zhukai dan berbisik pelan.


"A–Anu K–Kai, dia adalah Ayahku..."


Meskipun bisikan itu pelan, Kai dapat mendengar secara jelas kata-kata Jiang Lin. Dia kembali menatap pria setengah baya yang sedang terbang tinggi di udara dan kemudian menggunakan Analisis kepadanya.


Nama : Jiang Wuchun


Ras : ???


Umur : ???


Kultivasi : ???


Kai tersentak kaget melihat hasil analisis berupa layar Hologram di depannya. Dia kembali teringat setiap kata-kata kasar yang dia lontarkan pada Jiang Wuchun.


"Em, Halo Ayah mertua.." Kai buru-buru membungkuk dan memberi hormat.


"Hahaha.. Kenapa kau begitu hormat sekarang, bukankah beberapa waktu tadi kau menyebutku pria brengsek? Haha hanya bercanda.."


Kai menelan ludah sambil tersenyum canggung, "Haha, ayah mertua sangat suka bercanda rupanya.."


Jiang Wuchun menatap putrinya dan tersenyum bahagia, baru kali ini dia melihat putrinya tersenyum begitu lebar.


"Anak muda, kamu benar-benar mengubah putriku.. Lihatlah senyumannya, dia terlihat sangat bahagia bersama denganmu."


"Aku juga mengakui keberanian mu, kau bahkan tidak gentar melawan musuh yabg lebih kuat darimu untuk menyelamatkan putriku.." Jiang Wuchun bernafas lega sambil menepuk pundak Zhukai.


Sementara itu, Jiang Lin yang berada tak jauh dari mereka berdua mendengar jelas semua yang ayahnya katakan.


Hatinya benar-benar gembira karena ayahnya tidak menentang hubungannya dengan Zhukai.


"Jiang'er pergilah terlebih dulu, aku ada hal yang ingin dibicarakan dengan Ayahmu.." Ucap Kai pada Jiang Lin sambil memberinya sebotol berisi Pil.


Kedua alis Jiang Lin berkedut, dia menatap tajam kearah Zhukai dan bertanya dengan penasaran. "Masalah penting seperti apa? Kenapa aku tidak boleh mendengarnya?"


"Kamu tahu, Ini pembicaraan antar pria. Kamu wanita tidak boleh ikut.."


"Hmph, terserah padamu.." Jiang Lin berkata dengan kesal sambil berbalik dan berjalan cukup jauh. Dia duduk diatas sebuah batu dan mulai berkultivasi.


Kai menghela nafas dan segera berjalan kearah Jiang Wuchun. "Jadi, Ayah mertua, apa yang ingin kamu bicarakan?"


"Hmm.. Apakah kau dan putriku sudah melakukan itu?" Jiang Wuchun bertanya sambil terus menatap kearah dimana Jiang Lin berada.


Kai terlihat bingung dan bertanya sekali lagi, "Itu? apa yang ayah mertua maksud?"


"Bah.. Tidak perlu berpura-pura polos seperti itu, Aku bertanya apakah kau sudah melakukan Mantap-mantap dengan putriku?"


Kai terkejut mendengar pertanyaan Jiang Wuchun yang tiba-tiba, "Ehhh, kenapa aku haru memberitahumu hal itu ayah mertua."


"Sudahlah jawab saja, aku ingin meminta pendapat darimu.. Apakah putriku sama enaknya seperti ibunya? Hehehe.."


"Ayah mertua bukankah pembicaraan ini sudah terlalu kelewata–.." Belum sempat Kai menyelesaikan kalimatnya, Jiang Lin sudah berteriak dengan marah dibelakangnya.


"Kamu orang tua sialan, sudah kuduga kamu akan bertanya seperti itu pada Zhukai.." Suara itu terdengar penuh dengan amarah.


Jiang Wuchun dan Zhukai dibuat terkejut atas kedatangan Jiang Lin yang tiba-tiba, mereka secara jelas melihat Jiang Lin berjalan ke atas baru disana dan mulai berkultivasi. Merkea berdua bertanya-tanya bagaimana Jiang Lin bisa berada tepat di samping Zhukai secara tiba-tiba.


Bahkan Jiang Wuchun yang seorang True God Realm tidak menyadarinya. "T–Tidak.. Jiang'er kamu salah mendengar, Lihat itu ada rubah ekor sembilan..."


Benar saja, Jiang dan Zhukai sama-sama menoleh, tetapi tidak ada apapun disana.


Tepat ketika mereka kembali menatap Jiang Wuchun, dia sudah menghilang dan hanya meninggalkan jejak-jejak Qi miliknya yang membuat sebuah kata-kata tertulis di udara.


"Ayah ada urusan Jiang'er, dan untukmu tolong jaga dia Haha, Selamat tinggal.."


Kai menganga dengan mulut terbuka lebar tidak percaya, "Bukankah ayah mertua ini sangat tidak tahu malu?"


Dia menoleh dan mendapati tatapan tajam dari Jiang Lin, "Hmph.. Apakah ini yang kamu sebut pembicaraan laki-laki? Kai, kamu jahat."


"Eee.. Kurasa, ini salah paham Jiang'er."


Seolah tidak peduli, Jiang Lin pergi j3 pinggir sungai dan duduk berlatih.


"Haahh... Ayah mertua sialan, kamu membuat Jiang'er marah padaku seperti ini.." Kai berteriak kesal dan menyusul Jiang Lin disana.


****


Bersambung..