Re-system

Re-system
Kematian Wei Chu



Merasakan tatapan tajam yang mengarah padanya, Wei Chu segera menoleh kearah dimana Kai berada. Tak jauh dari tempat Zhukai, Wei Chu dapat melihat tubuh Nalan Han yang tak sadarkan diri dengan luka yang begitu parah di sekujur tubuhnya.


"Sial, siapa pria ini? Dia bisa mengalahkan Nalan Han dalam waktu sesingkat itu, Seharunya dia memiliki beberapa cedera setelah bertarung dengan Nalan Han. Ini kesempatanku untuk membunuhnya." Pikir Wei Chu dengan seringai dingin muncul di wajahnya.


Wei Chu mengeluarkan sebuah tombak panjang dan juga Zirah berlapis petir. Itu adalah harta milik Sekte DuanJin yang memiliki kekuatan dan pertahanan yang begitu kokoh.


Dengan bantuan dua artefak miliknya, kekuatan Wei Chu meningkat hingga bisa bersaing dengan Dewa Surgawi rata-rata.


Wei Chu juga mengeluarkan sebuah cincin yang mengeluarkan aura biru dengan Qi yang begitu besar terkandung di dalamnya.


"Hehehe, Matilah kau bocah!!.." Wei Chu tertawa dengan lantang kemudian segera mengayun tombaknya dengan penuh tenaga.


Hembusan angin bercampur dengan Qi segera melesat membentuk puluhan tebasan disaat yang sama. Dengan bantuan dari cincin di jari nya, serangan Wei Chu meningkat beberapa kali lipat.


Kai memutar pedangnya dan bergerak dengan sangat cepat, hanya dalam waktu sepersekian detik. Serangan Wei Chu terpotong menjadi dua bagian.


"Kau pikir itu seranganku? Dasar amatiran.." Wei Chu terkekeh dan mulai menusukkan tombak panjangnya tepat di jantung Zhukai.


"Kekeke.. Yang amatiran itu kau idiot!!.." Tepat ketika tombak Wei Chu hampir menusuk jantung Zhukai, Kai secara tiba-tiba menghilang dan muncul kembali dibelakang Wei Chu.


Dia segera menggunakan Kepalannya yang sudah di tambah dengan dua atribut Api miliknya.


Bang!!


Wei Chu terpental cukup jauh dan mengalami luka yang cukup parah di bagian punggungnya. Meski begitu, sikap arogan yang dia miliki sama sekali tidak menghilang.


"Hmph!! Hanya serangan diam-diam.." Wei Chu mendengus dengan dingin sambil menyeka noda darah disekitar bibirnya.


"Haha, melihatmu begitu semangat untuk membunuhku, membuatku tidak jadi mengampuni nyawamu.."


"Tch, banyak bicara... Seni Tombak DuanJin, tombak penusuk elang!.."


Wei Chu segera menggenggam erat tombaknya, dia menusuk ke satu titik dan menciptakan sebuah pusaran angin di tambah dengan kilatan petir di pusaran itu.


"Hmm, energi ini cukup kuat, meski aku memiliki Tubuh Suci. Seharunya aku tidak meremehkan serangan ini begitu saja."


Pandangan Kai semakin tajam, Pedang Merah dengan lambang Phoenix segera muncul di genggaman tangan Zhukai.


Dengan menyerap Api Neraka dan Api Phoenix, Kai segera menebas maju kearah dimana Wei Chu berada.


Sementara itu, Wei Chu juga tidak tinggal diam. Segera setelah pusaran angin dan petir itu terbentuk, dia menusukkannya tombaknya maju untuk menghadang serangan. dari Zhukai.


Whuss!!


Dua serangan yang sangat kuat segera berbenturan menciptakan sebuah ledakan yang begitu keras. Tubuh Wei Chu terhempas mundur beberapa meter kebelakang sementara Kai masih berdiam diri dengan santai bahkan tidak bergerak sedikitpun.


"Khuakk!! Uhuk Uhuk.. Sial, itu mustahil. Seni Tombak DuanJin adalah keterampilan tingkat Dewa. Bagaimana itu bisa kalah hanya dengan tebasan lemah itu.." Wei Chu menggerutu sambil berkata penuh ketidak percayaan.


Bahkan Zirah berlapis petrinya kini telah rusak akibat pukulan Kai tadi. Kini dia tahu bahwa Kai benar-benar sangat kuat. Awalnya dia mengira bahwa setelah bertarung dengan Nalan Han, Kai akan memiliki sebuah cidera yang cukup serius yang akan membuatnya menang dengan mudah hanya dengan bantuan dua Artefak miliknya.


"Jika aku tidak memohon untuk hidupku, aku benar-benar akan dibunuh oleh orang ini.." Pikir Wei Chu dalam benaknya, tepat ketika dia hendak bersujud untuk meminta ampunan, dia melihat tubuhnya sendiri tanpa kepalanya sebelum kesadarannya benar-benar menghilang.


Ding


[Kai Gege berhasil membunuh True God Realm, Chaos God Tahap Kaisar. Mendapatkan 800 Kuadriliun Poin System, mendapatkan 1,6 Kuantiliun Poin Pengalaman]


"Sungguh disayangkan, tapi mau bagaimana lagi.. Summon!!.."


Mayat Wei Chu yang perlahan bangkit, Kultivasinya segera turun hingga mencapai Chaos God Tahap Prajurit. Kulitnya juga menghitam sepenuhnya dengan mata putih tanpa bola mata. Tatapan matanya tanpa emosi, sama seperti Undead lainnya.


Setelah itu, Kai melirik murid-murid dari Sekte DuanJin dan juga pasukan milik Keluarga Nalan. Karena Nalan Han sudah sekarat dan Wei Chu Tah terbunuh, tidak ada siapapun yang berani mengacungkan Pedangnya lagi.


"Cepat pilih, ingin bersumpah setia padaku atau mati disini!!.." Ucap Kai dengan tegas, ekspresi hangat yang biasanya dia tunjukkan kini menghilang digantikan dengan ekspresi dingin dan penuh dengan niat membunuh.


"Kami bersedia menjadi pengikut anda!!.." Mau bagaimanapun, nyawa mereka lebih penting daripada apapun, jadi tidak ada alasan untuk menentang apa yang Kai katakan.


Dengan begitu, penyerangan dari Keluarga Nalan dan Sekte DuanJin berakhir dengan kekalahan telak, bukan hanya ketua sekte mereka terbunuh, hampir setengah dari jumlah orang telah tewas melawan Undead Zhukai.


Setelah menyuruh bawahan barunya untuk pergi kedalam Sekte Kera Suci, Kai berbalik dan segera berjalan kearah gurunya.


"Guru ini ambillah, ini akan membantu pemulihan lukamu." Kai mengangkat tangannya dan memberi gurunya sebuah Pil berwarna putih bersinar.


Itu adalah Pil penyembuh dengan tingkat penyembuhan yang sangat kuat biasa. Setelah Iblis Pedang menerima pil itu, dia langsung menelannya. Hanya beberapa detik setelah itu, seluruh luka dalam dan luka luar yang iblis pedang alami telah sembuh total.


"Hmm, Pil apa ini? Efeknya yang sangat luar biasa." Ucap Iblis Pedang terkejut sekaligus kagum dalam waktu yang bersamaan


"Hmm, aku tidak ingat apa namanya karena aku memiliki hampir jutaan Pil seperti ini.." Ucap Kai sambil menggaruk-garuk kepalanya.


Setelah menghabiskan hampir setengah hari untuk berbincang-bincang dengan gurunya, Kai segera mengucapkan selamat tinggal.


"Kalau begitu aku pergi guru. Oh, dan juga buku usang yang kamu berikan tadi, aku akan berusaha keras agar dapat memahaminya.."


Whuss!!


Kai melambaikan tangannya beberapa kali setelah itu menghilang tanpa jejak. Ketika dia muncul, ada ratusan ribu orang yang sedang berlutut tepat di belakangnya.


"Selamat datang tuan!!.." Ucap mereka semua dengan serempak dengan suara yang sangat keras.


"Cukup, aku bukan orang yang tuli hingga kalian bisa berteriak dengan keras seperti itu."


Dengan pernyataan Kai barusan, wajah semua orang tersipu karena malu. Kai juga segera bertanya dimana keberadaan Nalan Han.


"Oh, Patriak saat ini sedang menyembuhkan dirinya disana.." Ucap seroang murid sambil menunjuk sebuah pohon besar ya g berada tidak jauh dari mereka berada.


Kai mengangguk dan segera melompat kearah pohon itu. Benar saja, dia melihat Nalan Han sedang berlatih dan menyembuhkan lukanya secara bersamaan.


"Kenapa kau tidak membunuhku?" Nalan Han membuka matanya karena merasakan hawa keberadaan Kai yang mendekat.


"Kenapa aku harus membunuhmu jika aku bisa memanfaatkan keluargamu untuk membantuku mencari seseorang.."


"Siapa dia?" Tanya Nalan Han sedikit penasaran.


"Istriku!!.."


***


Bersambung...