
Karena Jiuyang Lin Dan Luo Lan harus segera memulihkan cidera mereka, Kai memberi saran agar mereka berdua tinggal di dunia jiwa miliknya Agara dapat memulihkan cidera mereka dengan cepat.
Mereka berdua akhirnya pun setuju dan memasuki dunia jiwa Kai, awalnya mereka kaget ketika pertama kali memasuki dunia jiwa. Walaupun dunia jiwa dapat di bentuk ketika seseorang telah menembus Ranah Raja Dao tapi itu harus memenuhi beberapa Persyaratan tertentu sehingga sangat jarang menemukan orang yang memiliki Dunia Jiwa.
Selesai sarapan Kai bergegas kembali ke Istana nya, Di Aula Istana terlihat para petinggi sedang membahas sesuatu dengan serius. Kai yang saat itu sedang berdiri di depan pintu mendengar dapat mendengar apa yang mereka bahas karena Indra pendengarannya yang sangat tajam.
"Jendral Wen, Para Pasukan kita yang berada di perbatasan kini telah dipukul mundur oleh para Kultivator dari benua tengah!!" Ujar Salah Satu Mentri Istana.
"Benar Jendral, Kota Li yang berada di perbatasan bagian Utara telah di taklukan oleh para penyerang dari Benua Tengah!!"
Jendral Wen mendengar keluhan dari Petinggi Istana yang membuatnya mengerutkan kening, Meskipun Kekuatan mereka saat ini telah berkembang pesat tapi jika di bandingkan dengan Benua Tengah mereka masih Kalah Jauh.
"Cepat berikan perintah untuk mengevakuasi para penduduk yang tinggal di wilayah perbatasan benua untuk segera di pindahkan ke Ibukota." Perintah Jendral Wen tegas.
"Juga suruh pasukan kita yang terluka untuk mundur agar mendapat perawatan."
Kak yang mendengar itu dibalik pintu hanya tersenyum kecil, Ia segera tahu bahwa Jendral Wen merupakan seseorang yang tegas dan bertindak cepat di situasi yang berbahaya ini.
Ia dengan kuat mendorong pintu besar di depannya hingga mengagetkan orang-orang yang berada di dalam Aula
"Yang Mulia!!."
"Hmm... Apa yang sedang Kalian diskusikan?." Ucap Kai pura-pura bertanya.
"Sebenarnya... "
Setelah Jendral Wen menjelaskan situasi yang dialami Benua Barat secara Mendetail Jai langsung menutup matanya berfikir....
"Jendral Wen, Kira-kira berapa Jumlah Pasukan yang kau miliki sekarang?"
"Jawab Yang Mulia.... Saya memiliki 1 Juta Pasukan yang berada di ranah Pendekar Kaisar, 100 Ribu Pasukan Di Ranah Pendekar Suci, Seibu Pasukan di Ranah Nirwana dan seratus pasukan berada di Ranah Half Saint..." Jelas Jendral Wen.
Setelah mendengar jawaban dari Jendral Wen, Kai kembali menutup matanya berfikir...
"Pasukan yang Kumiliki sekitar 1 setengah juta, dari beberapa informasi yang kudengar Para penyerang dari Benua tengah memiliki seribu Orang yang berada di Ranah Half Saint...Aku salah perhitungan kali ini, tak kusangka mereka akan sampai disini kurang dari 5 Hari."
Kai kemudian membuka toko System dan mencari sebuah Pil Peningkatan juga 1 Juta senjata tingkat Bumi dan Juga duaratus Ribu senjata tingkat langit, Kai juga membeli beberapa Senjata tingkat Kuno untuk di serahkan Pada Para Jendral dan juga Petinggi Istana.
Kai Menghabiskan 100 Juta Poin System untuk membeli itu semua tapi Ia merasa tidak dirugikan sama sekali.
"Jendral Wen aku pembagian senjata dan juga beberapa Pil kepada prajurit kepadamu." Ucap Kai sambil menyerahkan Cincin Ruang yang berisikan Barang-barang yang baru ia beli tadi.
"Biar Kutanya Pada Kalian semua... Apa Kalian Siap berperang!!!.." Teriak Kai membuat Seisi Ruangan itu bergetar.
"Ya!!"
"Apa Kalian Siap melindungi Benua Ini, Para Penduduk, Dan Juga Keluarga Kalian dengan Nyawa Kalian!!"
"Ya!!"
Para Petinggi Istana Menjadi sangat Bersemangat Mereka melupakan rasa takut yang mereka derita akibat teror dari para Kultivator Benua Tengah
"Bagus... Ini hadiah untuk kalian semua.."Kai memberikan Senjata Kuno dan Juga Pil Berseker tingkat 3 Pada Petinggi Istana dan juga Jendral Wen.
"Dengarkan Ini baik-baik, Beritahu pada Para Prajurit Kita, Siapapun yang berhasil membunuh Prajurit Benua Tengah yang berada di Ranah Pendekar Raja Kan diberikan Hadiah sebesar 1 Juta Koin Emas. Membunuh Pendekar Kaisar mendapatkan 5 Juta Koin Emas, Membunuh Pendekar Suci mendapatkan 10 Juta Koin Emas...." Perintah Yang Kai Ucapkan Membuat Para petinggi dan Juga Jendral Wen menjadi ternganga tidak percaya..
Mereka Semua Mulai berfikir seberapa Kaya Kaisar Kai ini... Padahal dirinya hanyalah seorang Pemuda yang berusia 18 Tahun.
"Hehehe... Mereka pasti berfikir seberapa kaya diriku ini, Kekayaan Ku saja Unlimited bagaimana bisa aku kehabisan uang Hehehe." Batin Kai.
Selesai berdiskusi dengan Para Petinggi Kai bergegas menemui Muridnya, Di Lapangan Istana terlihat Para Murid Zhukai sedang Berlatih satu sama Lain.
"Teknik Pedang Langit, Gerakan Pertama Tebasan Pedang..."
Murid yang satunya tidak bisa menahan serangan itu dan terpental sejauh 5 meter tapi tak terluka sama sekali karena Teknik Pedang Langit yang dikeluarkan tidak mengandung Qi sama sekali.
"Wahh.. Lihat Senior Ling telah menguasai Gerakan pertama dari teknik Pedang Langit yang diajarkan guru.." Ujar Salah satu Wanita yang tengah beristirahat dibawah Pohon.
"Tentu saja, Senior Ling merupakan Murid paling Jenius di antara Kita, Ia telah di tunjuk sendiri Oleh Yang Mulia untuk menjadi pemimpin kita." Jawab Gadis di sampingnya.
Kau juga cukup Puas melihat Perkembangan Ling Sa dan para muridnya, Ia kemudian muncul dan menyapa Muridnya.
"Kalian Semua Sangat Berbakat... Aku kemari untuk memberi Kalian beberapa Pengalaman Bertarung..."
"Kalian Semua Aku berikan sebuah Misi... Para Penyerang Dari Benua Tengah sekarang Telah sampai di Kota Li, Aku ingin Kalian Mengalahkan para Penyerang itu dan mengambil Alih kembali Kota Li... Siapapun Yang berhasil membunuh Penyerang Itu akan mendapatkan hadiah dariku, Semakin Banyak yang berhasil Kalian Kalahkan akan semakin baik Juga Hadiah yang Kuberikan.."
Kai juga memberikan Para Muridnya senjata Tingkat Langit dan juga beberapa Pil Berseker Untuk jaga-jaga jika mereka menemukan musuh yang Kuat, Tak Lupa juga Kai memberikan Mereka jimat Teleportasi jika nyawa mereka dalam bahaya..
Selesai memberikan perlengkapan pada Muridnya Kai menghilang dan muncul disebuah Pegunungan yang sangat Desa yang berada di perbatasan paling Selatan Benua Barat.
Kondisi Desa Itu terlihat sangat memprihatinkan, Banyak Rumah yang telah hangus menjadi abu dan juga mayat dari para penduduk desa itu yang tergelatak di tanah.
Setelah Kai periksa Banyak sekali luka sayatan di bagian perut dan juga kaki para penduduk itu yang artinya mereka semua disiksa terlebih dulu sebelum di bunuh.
Kai merasa sangat bersalah, Karena dirinya banyak orang tak bersalah kehilangan nyawanya, Kai menjadi sangat Merah kemudian Ia menghilang dan muncul kembali di sebuah Tenda yang di bangun di tengah hutan..
Tenda Itu sangat besar yang mampu menampung Hampir sepuluh Ribu Orang, Penjaga yang bertuga untuk menjaga pintu gerbang melihat Kai berjalan kearah mereka.
"Hei Lihat Itu... Apakah itu merupakan penduduk yang selamat dari pembantaian yang Kakak senior lakukan tadi siang?." Tanya Penjaga 1 pada Penjaga 2.
"Ntahlah aku juga tidak tahu, Apakah orang itu mengira kalau ini adalah tenda Penyelamat dari kekaisaran Elang Api? Haha apa sebaiknya kita menyiksanya dulu sebelum kita bunuh." Ucap Penjaga 2 Tertawa jahat.
"Apa Kau memiliki Kemampuan Untuk melakukan itu...." Ucap Kai mengeluarkan Death Aura miliknya yang membuat Jiwa kedua penjaga itu bergetar sehingga membuat mereka berdua muntah darah.
"Bawhh... Uhuk...Uhuk..."
Kedua Penjaga itu terus menerus mengeluarkan darah dari mulutnya, Mata Mereka juga mulai mengeluarkan darah. Tak berhenti sampai disitu saja Kai mendekati mereka berdua dan mulai mematahkan jari tangan mereka satu persatu.
Mereka tidak dapat berteriak meminta pertolongan karena mulut mereka yang penuh dengan darah membuat mereka berdua tak dapat berbicara.
Kedua Penjaga itu menatap Kai dengan tatapan memelas seolah-olah meminta ampunan Pada Kai, Kai tak menghiraukan keduanya dan terus mematahkan seluruh tulang mereka..
Saat Tulang Rusuk kedua orang itu telah patah Kai memutuskan untuk menghancurkan Jiwa keduanya dan Tewas seketika.
"Hmph... Saatnya membersihkan Para Hama.." Gumam Kai dengan Tatapan Dinginnya seolah-olah dapat membunuh siapapun yang menatapnya.