Re-system

Re-system
Pecahan Ingatan Ketiga



Saat Zhukai membuka mata, dia sedang berada di sebuah alam yang sangat beebeda.


Ia tidak tahu dimana ia berada saat ini, tetapi Kai merasakan perasaan yang familiar dari tempat itu.


Deg–..


Seolah jantungnya berhenti berdetak, Kai merasakan sebuah tekanan yang sangat kuat menghantam tubuhnya.


Nafasnya menjadi sangat berat saat merasakan aura pembantaian yang sangat kuat disekitarnya.


"Ha Ha Ha... S–Siapa, siapa yang memiliki aura kematian yang sangat kuat seperti ini." Zhukai bernafas dengan berat dengan pandangan matanya yang semakin memudar.


Ia bahkan tidak bisa mempertahankan kesadarannya saat berdiri disana selama satu detik.


Saat Zhukai mencoba sekuat tenaga untuk mempertahankan kesadarannya energi misterius yang menariknya barusan tiba-tiba memberinya perlindungan.


"Hufftt, Haaa, dimana aku sekarang?" Kai mengerutkan keningnya sambil menatap tempat di sekitarnya.


Dia saat ini sedang melayang di atas udara yang sangat tinggi tanpa ada sedikitpun aura lain selain miliknya.


Tiba-tiba, jauh di depannya, seorang pria dengan wajah yang tertutup oleh darah berhenti berjalan tepat di sebuah tebing yang sangat tinggi.


Meskipun seluruh tubuh pria itu dipenuhi oleh darah, tetapi itu tidak menutup ekspresi sedih di wajahnya.


Meskipun hanya sedikit, Kai bisa melihat bahwa tatapan mata yang dimiliki oleh pria itu sangat mirip dengan nya.


"Siapa dia? Mungkinkah ini adalah ingatan kehidupan pertamaku!!."


Kai bisa menyimpulkan seperti itu karena dia sudah sangat terbiasa dengan atmosfer nya saat ini.


Apalagi mengaitkan pria itu yang memiliki paras yang sama sepertinya, itu membuat Kai semakin yakin bahwa apa yang ia lihat saat ini adalah ingatan tentang kehidupan pertamanya.


Di genggaman tangan kanan pria itu, terlihat sebuah pedang berwarna hitam dengan pola misterius di pedang hitam itu.


Melihat pola misterius di pedang hitam itu, tubuh Zhukai mematung.


"T–Tidak mungkin bukan? B–Bukankah pola itu sangat mirip dengan dengan hitam milikku."


Saat Zhukai melihatnya kembali, ia menyadari bahwa seluruh aura kematian yang ada di pegunungan itu berasal darinya.


Di tengah kiri pemuda itu, terlihat sebuah jiwa berwarna putih-biru yang menyala-nyala layaknya sebuah api.


"Maafkan aku istriku!."


Slashh!!


Pria itu dengan gerakan cepat segera menusukkan pedang hitam di genggaman tangannya pada jantungnya.


Gerakan pria itu benar-benar membuat Zhukai terperangah tidak percaya. Tetapi apa yang membuat Zhukai menjadi terkejut adalah alasan kenapa pemuda itu menghunuskan pedangnya pada dirinya sendiri.


"C–Cepat sekali!!"


Meski Zhukai mencoba memikirkannya, ia masih tidak tahu apa yang sedang terjadi.


Untuk sesaat, ketika Kai mengalirkan pandangannya lagi pada pria itu, dia menancapkan pedang hitam ketanah dan mencabut inti kehidupannya dari dalam tubuhnya dengan tangan kanannya.


Melihat tindakan pria itu, Kai mencoba menutup matanya, tubuhnya bergidik ngeri melihat itu.


Dia tidak tahu apa yang baru saja pria itu ambil dari tubuhnya sendiri, tetapi Kai bisa merasakan rasa sakit yang dialami oleh pria itu.


Pria itu dengan sisa kesadaran nya segera menggabungkan inti kehidupannya dengan jiwa di tangan kirinya.


"Dengan ini, aku harap kamu bisa bereinkarnasi dengan bahagia di kehidupan selanjutnya ... istriku." Ucap pria itu sesaat sebelum tubuhnya memudar dan menghilang bersama dengan hembusan angin.


Booomm!!


Saat jiwa yang berwarna putih-biru melahap inti kehidupannya, ledakan besar yang menghancurkan ribuan Alam terjadi secara langsung tepat di depan matanya.


Karena Zhukai hanyalah sebuah jiwa, dia tidak terkena dampak dari ledakan itu.


Jiwa yang layaknya api yang menyala mulai berpecah menjadi tujuh bagian dan terpisah di berbagai Alam yang ada diseluruh semesta.


Saat itu juga, kesadaran Zhukai kembali ditarik oleh kekuatan misterius dan hilang seketika.


"Gwahh!! Ha Ha Ha..." Saat Kai terbangun dari tidur panjangnya, dia segera menghirup banyak udara segar.


Tubuhnya sudah sangat basah kuyup karena keringat dingin yang terus bercucuran di tubuhnya.


"Sial, ingatan tadi!! Itu terlalu menakutkan."


"Suamiku~ Akhirnya kamu bangun."


Tepat saat Zhukai berbalik, ia melihat bahwa sudah ada seorang wanita cantik tengah memeluk erat tubuhnya.


Wanita itu menangis terisak-isak dengan pelukannya semakin erat.


"Yue'er?..." Melihat bahwa wanita itu adalah Qi Yue, Kai menghela nafas sekaligus membalas pelukan wanita itu dengan erat.


"S–Suamiku, aku pikir, aku pikir kamu tidak kan bangun hiks.. hiks.."


Kai menyentuh dagu Qi Yue dan mengangkat wajahnya, mata mereka berdua saling bertatapan hingga Zhukai menggunakan jarinya untuk mengusap air mata di wajah Qi Yue.


"Maafkan telah membiarkanmu sendirian Yue." Kai membelai rambut hitam Qi Yue sambil mencium keningnya.


Dia menatap ke sekitarnya dimana hanya ada ruangan gelap tanpa sedikitpun cahaya, "Apakah kamu selama ini tinggal disini?"


Kai mencoba bertanya sambil menatap wajah Qi Yue dalam-dalam, ia sudah sangat merindukannya selama satu tahun tidak bertemu.


Qi Yue mengangguk, "Itu benar suamiku, aku selama ini tinggal disini."


Mendengar perkataan itu keluar dari mulut Qi Yue secara langsung, Kai merasakan rasa sedih dalam hatinya.


Ia tidak bisa membayangkan betapa kesepiannya Qi Yue saat tinggal di tempat itu sebelum dia menemukannya.


"Maaf, mulai saat ini aku pasti tidak akan membiarkanmu sendirian."


Kai menggenggam erat telapak tangan Qi Yue, dia membuka portal yang menghubungkan nya dengan dunia jiwa.


Saat portal transparan muncul tepat di hadapannya, Kai dan Qi Yue berjalan masuk.


"Tunggu dulu suamiku, a–apakah mereka akan menerimaku?" Qi Yue berhenti melangkah, dia menatap Zhukai untuk meminta kepastiannya.


"Tentu saja, mereka semua adalah wanita yang baik."


Dengan begitu, Kai dan Qi Yue berjalan masuk ke dalam portal.


Saat Zhukai kembali ke kediamannya yang berada di dunia jiwa, ia menerima sambutan hangat dari istri-istrinya.


Mereka semua sudah sangat lama tidak bertemu dan masing-masing dari mereka sangat merindukannya. Mereka melepaskan kerinduan dengan memeluk Zhukai secara bergantian.


Untuk Yi dan Yui, mereka terlihat sedikit takut untuk bertemu dengan Zhukai, bagaimanapun juga kejadian saat itu jelas merupakan kesalahan mereka berdua.


"Yi'er, Yui'er, kalian berdua kemarilah. Oh, dan panggil juga Yue kesini."


Kai duduk di sebuah kursi di halaman rumahnya sambil mengawasi Zhu Yang yang sedang bermain.


Usia putrinya saat ini sudah hampir mencapai dua tahun, selain sudah bisa berjalan, putrinya juga sudah bisa berbicara dengan lancar.


"Ayah-ayah, lihat ... aku baru saja menangkap kupu-kupu." Zhu Yan tersenyum manis sambil memperlihatkan kupu-kupu di tangannya.


Kai mengelus kepala putrinya dengan lembut kemudian berkata, "Hahaha, kamu hebat putriku, apakah kamu ingin hadiah dari ayah?"


Zhu Yan mengangguk bersemangat.


Melihat anggukan itu, Kai mulai memainkan beberapa trik sulap yang dipelajarinya di bumi dulu, dia mengeluarkan sebuah permen dari tangannya dan tersenyum.


"Ini hadiahmu."


"Waahh, ayah sangat hebat. Aku akan menceritakan ini pada ibu."


Zhu Yan berbalik dan segera berlari memasuki rumah untuk mencari ibunya.


Ketika siluetnya telah pergi, dihadapan Zhukai saat ini, terlihat tiga orang wanita cantik yang datang bersama-sama.


"Kalian duduklah."


Mereka bertiga mengangguk dan duduk seperti yang Kai ucapakan.


"Baiklah, ada satu hal yang ingin aku tanyakan pada kalian. Selama satu tahun aku tidak sadarkan diri, aku mendapatkan pecahan ingatan diriku di masa lalu."


"Jadi bisakah kalian menjelaskan siapa identitas kalian yang sebenarnya?"


***


Bersambung..