Re-system

Re-system
Perjalanan Menuju Alam Menengah / Immortal (End Bagian 3)



Di halaman Istana, ada banyak orang berkumpul. Mereka semua sangat muda dan menjanjikan, ini karena Kultivasi mereka tidak rendah. Setiap orang dari mereka telah mencapai Ranah Nirwana, dan ada juga beberapa yang telah mencapai Ranah Half Saint.


Mereka semua adalah murid-murid Kai, setelah Kai menghilang dan tidak ada kabar, mereka semua mulai terpecah belah. Ada beberapa orang yang memutuskan untuk berlatih sendiri, ada yang memutuskan untuk mengembara dan lain-lain.


Tepat setelah merak mendengar kabar bahwa Kai sudah kembali dari Ling Sa, rasa senang yang tidak terlukiskan di hati mereka semua mulai tumbuh.


Hanya Kai satu-satunya sosok guru yang hebat, Dia tidak memandang seseorang dari latar belakang ataupun mereka jenius atau tidak.


Semua irang yang tidak memiliki latar belakang sangat beruntung bisa diterima oleh Kai sebagai muridnya.


Mereka semua mulai saling mengobrol, setelah tiga tahun tidak bertemu satu sama lain suasana d antara mereka begitu canggung.


"Halo Saudara Mo, lama tak bertemu."


"Haha, saudara Ping, lama tak bertemu juga."


Mereka semua saling berbicara dan menceritakan pengalaman masing-masing, Kai tiba-tiba muncul dan menguat mereka semua kaget.


"Halo para muridku, bagaimana kabar kalian?" Kai berkata sambil tersenyum, melihat muridnya yang mulai kembali akur satu sam lain, ia begitu senang.


Mereka semua segera berdiri dan membungkuk memberi salam, ini adalah rutinitas mereka setiap menyambut kedatangan Kai dulu sekali.


"Salam Guru, kami baik-baik saja." Mereka semua berkata dengan serius, tetapi itu tidak menutup jejak rasa bahagia di hati setiap orang.


"Baiklah, setelah melihat kalian semua, aku merasa sangat bangga, walaupun aku sudah tidak mengajari kalian selama 3 tahun, Kultivasi kalian meningkat dengan cepat."


Mendengar pujian dari gurunya, semua orang tersenyum senang. "Sudah-sudah, Karena kalian saat ini masih belum cukup kuat, maka mengikuti merupakan sesuatu yang cukup berbahaya."


Senyum di wajah mereka dengan cepat menghilang, semua orang kemudian mengeluarkan ekspresi cemberut.


"Tapi.." Melihat reaksi dari muridnya, Kai tidak bisa menahan tawa lagi, "Karena Kultivasi kalian saat ini masih begitu rendah, aku ingin kalian untuk saat ini fokus berkultivasi dahulu."


Kai melambaikan tangannya dan sebuah portal tiba-tiba terbuka, mereka semua menatap gerbang dengan pandangan kagum dan dengan perintah dari Kai mereka mulai masuk kedalam dunia jiwa.


Sebelum itu, Kai menyerahkan banyak Pil Kultivasi kepada Ling Sa, itu cukup bagi mereka untuk menerobos ke Ranah Kaisar Dao dalam waktu 3 Tahun.


Halaman Istana yang awalnya begitu ramai, kini menjadi sangat sunyi ketika para muridnya telah memasuki Dunia Jiwa. Kai sendirian berada di Halaman istana, karena sudah tidak ada urusan lain ia segera menuju Ke Aula Istana dan memberitahu Kaisar Yang tentang kepergiannya.


Kai merasa bahwa sudah tidak memiliki urusan lain lagi dan juga Qi di Alam Kultivator tidak cukup baginya untuk berkultivasi.


Qi di Alam Kultivator sangat tidak cukup untuk Kai yang saat ini sudah menembus Ranah Kaisar Dao, apalagi fakta bahwa dirinya memerlukan empat kali lipat energi di bandingkan dengan Kultivator lain.


Setidaknya jika ia masih berada di Alam Kultivator, butuh waktu 100 tahun untuk dirinya memasuki Ranah Dewa, dan itu terlalu lama baginya.


Yang Jihui awalnya kecewa karena Kai hanya berada disini selama 2 Hari, tetapi ia juga tahu bahwa Kai harus segera menjadi Kuat untuk mencari Xia Bing Yao.


"Saudara Kai, kamu seharusnya tidak begitu terburu-buru kan? bagaimana kaki malam ini kamu menemani lelaki tua ini untuk minum-minum." Yang Jihui terlihat sangat sedih, pasalnya Zhukai adalah satu-satunya teman baik yang ia miliki.


Ketika masih muda, ia dan para saudaranya bertempur secara habis-habisan untuk memperebutkan posisi putra mahkota, Karena Yang Jihui merupakan seorang jenius. Ia Akhirnya bisa mengalahkan para saudaranya dan memposisikan dirinya sebagai seorang Kaisar.


"Baiklah, Saudara Yang, kalau begitu malam ini kita akan minum-minum hingga mabuk!" Kai juga tertawa sebagai jawaban.


Malam Itu, di taman istana. Bulan dan bintang terlihat begitu indah, Yang Jihui sedang duduk disebuah kursi sambil meminum sebotol arak, matanya mengungkapkan ekspresi sedih.


Tak lama berselang, Suara langkah kaki dapat terdengar di kesunyian malam, itu adalah Kai, "Saudara Yang, kenapa kau tidak menunggu ku terlebih dulu." Ia mengungkapkan Senyum dan berkata dengan bercanda.


Kai dan Yang Jihui minum bersama-sama di taman istana di temani oleh satu Tong Arak, dan mereka berdua menghabiskannya dengan sangat cepat.


Yang Jihui yang sudah mabuk ijin kembali terlebih dulu, meninggalkan Kai sendirian di sana.


Tiba-tiba muncul gadis yang begitu rampung dan seksi, bahkan dalam gelapnya malam itu masih tidak dapat menutupi kecantikannya, matanya bersinar dan sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman hangat.


Ini adalah kecantikan paling indah yang pernah Kai lihat.


"Kai Gege, apa kamu ingin Yi menemani mu minum?" Yi bertanya dengan nada polosnya.


Kai diam, ia segera menarik tangan Yi dan menyeretnya kedalam pelukannya. ia dengan lembut membelai rambut Yi yang halus dan harum, setelah itu Kai mencium keningnya.


"Ahh... " Yi tersentak Kaget, wajahnya memerah karena malu.


Kai tidak peduli dan terus menikmati Tubuh Yi, pertama dia menjilati telinga Yi yang sudah memerah, kemudian beralih ke mulutnya yang mungil dan lucu.


Kai tidak pernah menyangka, Gadis imut beberapa tahun yang lalu kini benar-benar tumbuh dengan hebat.


Entah itu bagian mana dari tubuhnya, semuanya benar-benar menggoda. Akhirnya setelah puas berciuman, Kai segera tertidur di dalam paha Yi yang empuk.


Yi tersenyum dan menggunakan bibir merahnya untuk mencium Kai sepuas hatinya.


Esok harinya, Setelah mengucapkan selamat tinggal pada Yang Jihui, Kai segera memanggil ketiga istrinya dan memberitahu mereka bahwa Ia berniat meninggalkan Alam Kultivator dan menuju Alam Immortal.


Kai membuka toko System dan membeli gulir Perpindahan Alam tingkat menengah, dan itu berharga sepuluh kali lipat dari Gulir Perpindahan Alam tingkat rendah.


Kai mengernyit dalam hati, dengan 10 Miliyar Poin bukankah ia akan bisa membeli jutaan Pil dari System?


Kai kemudian dengan santainya mengklik tombol beli, Poin Systemnya sekarang sudah mencapai 200 Milyar, 10 Milyar baginya hanya jumlah yamg kecil.


Blinkk!!


Muncul sebuah Gulir sama seperti terakhir kali Kai membelinya, tetapi gulir Perpindahan Alam tingkat menengah berwarna merah darah.


Setelah Kai selesai membawa deskripsi yang ada di layar Hologram nya, ia mengangguk puas dan segera memanggil Istrinya.


Gulir sobek, dan sebuah portal raksasa muncul. Itu lebih besar tiga kali lipat daripada gulir Perpindahan Alam tingkat rendah. Bahkan itu mengeluarkan sebuah cahaya merah yang cukup menakutkan.


Kilatan petir mulai muncul diatas langit, awan hitam berkumpul dan mengeluarkan sebuah suara gemuruh yang cukup keras.


Ini karena ketika seseorang ingin memasuki Alam yang lebih tinggi, itu akan memancing Petir kesengsaraan.


Tidak seperti yang dulu, petir kesengsaraan kali ini begitu lemah, bahkan itu tidak dapat menambah sedikitpun Tubuh Kaisar Petir yang Kai punya.


Kai memantapkan langkahnya dan segera memegang erat tubuh ketiga istrinya, ia mulai melangkah masuk kedalam Portal.


Ini adalah langkah awal baginya untuk menuju Realm Dewa.


...****************...


Re-System bagian 3 End!!


Terimakasih buat teman-teman yang udah baca karya Author ini.


Buat yang nunggu kelanjutannya, insyaallah besok udah up lagi, karena Author juga gak terlalu sibuk.


Buat para pembaca yang kurang puas dengan karya Author boleh kasih kritikan dan saran.


Sekian dari saya Zero_Hrx.


Terima kasih.