
"Tunggu dulu!!..." Dari belakang, Lin Yue berteriak keras.
"Ada apa?" Jiang Lin berbalik dengan ekspresi bertanya-tanya.
Di tangan Lin Yue, terlihat semua herbal yang tertanam di dalam Goa. "Ini, ambillah!!.."
Herbal yang baru saja dipetik masih menyimpan Energi Spiritual yang begitu melimpah, jika Jiang Lin mengkonsumsi satu dari dari puluhan herbal itu. Kultivasinya mungkin akan meningkat pesat.
"Apa!! Apakah kamu benar-benar ingin memberikan ini padaku? Tidak! Aku tidak bisa menerimanya. Aku bukan murid mu, jadi tidakkah kamu dirugikan dengan ini?" Jiang Lin terkejut untuk sesaat kemudian segera kembali bersikap seperti biasanya.
"Hihihi.. Tidak apa-apa, ini adalah hadiah dariku. Meski kamu bukan muridku untuk saat ini, bukankah kita bisa menjadi teman?"
Lin Yue berkata dengan penuh antusias, bagi Jiang Lin mungkin herbal ini adalah herbal yang sangat langka dan akan sangat membantu dalam Kultivasinya.
Tetapi bagi Lin Yue, herbal seperti ini tidaklah berharga sama sekali.
"Teman Ya? Mungkin selain Adik Lin. Kamu adalah orang kedua yang mengucapkan hal itu padaku." Segera, eksepsi Jiang Lin menjadi begitu sedih sehabis mengucap kata-kata barusan.
Mengingat kembali masa lalu, Jiang Lin dulunya adalah seorang gadis ceria dengan cita-cita memiliki banyak teman dan juga seorang suami yang sangat kuat agar bisa melindunginya di masa depan.
Tetapi apa yang Jiang Lin bayangkan sama sekali dengan kenyataannya. Ketika dia mencoba untuk mencari seorang teman, tidak ada satu orang pun yang ingin berteman dengannya.
Selain iri dengan bakat dan kecantikan yang Jiang Lin miliki, mereka juga takut atas identitas nya sebagai Putri Penguasa Alam Iblis.
Waktu berlalu, tahun demi tahun berlalu dengan sangat cepat. Senyuman ceria di wajahnya perlahan menghilang digantikan oleh ekspresi dingin dan tanpa emosi.
Ketika Jiang Lin sudah berumur 900 tahun, ayahnya mengajaknya ke sebuah tempat yang bernama Dataran Xuan. Salah satu dataran di Alam Dewa.
Kedatangan Jiang Wuchun bermaksud untuk mengunjungi sahabat lamanya yang tidak lain adalah Ayah dari Jiang Lin.
Hal itu pula yang menjadikan pertemuan pertama antara Jiang Lin dan Jiuyang Lin.
Waktu itu, ketika Jiang Wuchun dan Ayah Jiuyang Lin sedang membicarakan sesuatu. Jiang Wuchun menyuruh putrinya untuk menjaga dan mengajak bermain Jiuyang Lin yang saat itu masih berumur belasan tahun.
Dengan sikap imut dan sifat kekanak-kanakan dari Jiuyang Lin, perlahan dinding es di sekitar Jiang Lin perlahan mencair.
"Kakak Jiang.. Apakah kakak akan kembali pulang?" Jiuyang Lin yang masih kanak-kanak berkata dengan ekspresi sedih dan mata berkaca-kaca.
"Jangan bersedih seperti itu Adik Lin, Kakak berjanji, Jika ada waktu luang dimasa depan. Kakak akan mengunjungimu dan kita akan bermain bersama lagi.." Jawab Jiang Lin sembari mengusap air mata di wajah Jiuyang Lin.
"Janji?"
Jiang Lin mengangguk dan mengangkat jari kelingkingnya. "Janji!..."
"Em.. Eh, Halo Jiang Lin?"
Sudah puluhan kali Zi Lin Yue meneriakkan namanya, tetapi tidak ada respon dari Jiang Lin
"Jangan-jangan... Dia tidak mau berteman denganku? Huaa.. Tidak mungkin kan?" Lin Yue merengek seperti seorang anak kecil.
Tak lama kemudian, Jiang Lin segera kembali ke akal sehatnya. Dia melihat Lin Yue merengek di depan matanya, "Apa yang terjadi? Kenapa dia merengek seperti anak kecil?"
"Kakak Lin Yue? Kamu sedang apa?"
"Eh, kamu sudah bisa bicara.. Hehe, jadi bagaimana apakah kamu mau menjadi temanku?"
"Baiklah, mulai saat ini kita berdua teman!.." Ucap Jiang Lin sambil menerima herbal pemberian Lin Yue dengan sepenuh hati.
"Eh, Kakak Yue.. Ayo kita mandi terlebih dahulu dan mengganti pakaian mu itu dengan yang baru."
Lin Yue mengangguk, mereka berdua akhirnya sampai di sebuah sungai yang memiliki air yang sangat jernih. Bukan hanya itu, udara disekitar sungai itu sangat segar seperti tidak tercemar oleh bau darah dan bangkai dari Binatang Buas.
Dia dan Jiang Lin mandi untuk waktu yang cukup lama, setelah mereka benar-benar puas membersihkan diri. Jiang Lin segera mengambil dua pasang baju dari Cincin Ruang di jarinya.
"Kakak Lin Yue, ini untukmu!.." Ucap Jiang Lin sambil menyerahkan baju berwarna putih di tangannya.
"Benarkah? Terimakasih Adik Jiang.. Tetapi, bagaiamana caraku memakai pakaian seperti ini?"
"Haahhh..." Jiang Lin menatap Lin Yue sambil menahan diri untuk tidak tertawa.
Jiang Lin segera membantu Lin Yue memakai pakaiannya dan juga menyisir rambut Lin Yue hingga memperlihatkan wajahnya yang begitu cantik dengan tahi lalat kecil di bawah bibirnya.
"Whoaa.. Kakak Lin Yue, kenapa kamu menyembunyikan wajah cantikmu di bawah rambut-rambut panjang mu?" Jiang Lin terpana sesaat, sebagai sesama wanita, dia mengakui bahwa Lin Yue memang seorang yang sangat cantik.
"Eh, jangan membuatku tertawa adik Jiang, bagaimana mungkin wanita tua sepertiku cantik." Ucap Zi Lin Yue datar.
"Jangan terlalu merendah begitu, jika Kekasihku melihatmu dengan penampilan seperti ini. Dua mungkin juga akan menyukaimu pada pandangan pertama."
"Hehehe.. Sudahlah, ayo kita mencari orang yang kamu maksud itu.."
Pada akhirnya, setelah mereka berdua memakai baju. Lin Yue mengeluarkan sebuah benda seperti kapal kecil. Ketika dia melemparkan kapal kecil itu ke udara, kapal kecil itu segera membesar dengan ukuran seperti yang Lin Yue inginkan.
Terlihat sekarang, sosok Zi Lin Yue yang begitu cantik dengan rambut panjang yang terikat rapi dibelakang.
Dia dan Jiang Lin segera naik keatas kapal itu. Dengan pikirannya, kapal terbang yang mereka naiki segera bergerak melesat dengan kecepatan tinggi.
***
Di Dunia Jiwa, selain mantap-mantap dengan ke-enam Istrinya, Kai juga membuat sebuah boneka dari kapas dan kain sebagai hadiah untuk mereka.
"Ini hadiah dariku, tolong jaga baik-baik.."
Kau membuka lebar pelukannya, tetapi setelah menunggu beberapa saat, tidak ada satupun. dari Istrinya yang berinisiatif untuk memeluknya.
"Apa kalian tidak ingin memberiku sebuah pelukan?"
"Kamu!! Bodoh... Jangan lupa, satu bulan lagi.." Jiuyang Lin melangkah maju dan segera memberikan pelukannya pada Zhukai..
Ke-lima yang lain juga mengikuti apa yang Jiuyang Lin lakukan. "Terimakasih semua.. Aku akan segera pergi, jadi selamat tinggal.."
Kai melambaikan tangannya dan segera masuk kedalam sebuah portal transparan yang berada di belakangnya.
Whusss!!
Pandangannya segera berganti, udara segar yang ia hirup juga segera menghilang digantikan dengan bau darah dan bangkai yang begitu menyengat..
"Akan terlalu lama jika aku harus memburu para Binatang Buas itu satu persatu. Andai saja ada sebuah Artefak yang memungkinkan diriku untuk menarik para Biantang Buas untuk berkumpul di satu tempat."
Ding
[Kai Gege bisa tenang, di Toko System terdapat sebuah benda bernama Jimat Darah!! Dengan itu, Kai Gege bisa menarik perhatian binatang lain untuk berkumpul di tepat jimat itu berada]
"Apa kamu serius? Kenapa tidak bolang dari awal lalu begitu." Kai berteriak dengan kesal sambil menginjak-injak kakinya ketanah.
[Salah sendiri Kai Gege tidak bertanya..]
...Jimat Darah...
Sebuah Jimat yang dibuat oleh Master Array melalui beberapa percobaan yang tak terhitung jumlahnya hingga bisa membuat sebuah Jimat Seperti ini.
Efek : Memungkinkan untuk menarik perhatian para Biantang Buas yang berjarak Ribuan Mil jatuhnya untuk berkumpul di satu tempat.
Harga : 200 Triliun Poin System.
Jenis : Jimat Sekali Pakai.
"Hahh.. Baiklah, beli Jimat itu untukku.."
Ding
[Menghabiskan 200 Triliun Poin System untuk membeli Jimat Darah. Jimat Darah akan secara otomatis di kirim ke dalam Inventory Kai Gege]
***
Bersambung...