
Saat ini, di puncak menara yang ada di dalam Sekte Cahaya, sosok pria muda dengan rambut putih panjang keluar dari latihan tertutupnya.
Tepat setelah dia keluar dari latihan tertutupnya, tiba-tiba di depannya sosok pria bertopeng muncul.
"Apa ada berita yang ingin kau sampaikan?" Pria muda itu mengambil pakaian yang ada di tangan pria bertopeng, ia kemudian memakai pakaian itu sembari bertanya.
"Jawab tuan, tiga hari yang lalu ada dua orang sekte matahari datang mengunjungi kita."
"Oh, orang-orang dari sekte matahari datang kesini? ini kabar yang sangat mengejutkan." Pria muda yang tak lain adalah Light God cukup terkejut ketika mendengar perkataan itu keluar dari mulut pria di depannya.
Saat rambut panjang yang menutup wajahnya terurai karena hembusan angin sepoi, wajah pria muda itu terlihat dengan jelas.
Dia memiliki paras wajah yang hampir mirip dengan Yu Hanlong, hanya warna rambut dan warna bola mata mereka yang sedikit berbeda.
"Apa tujuan mereka datang kesini?" Light God yang baru saja selesai memakai pakaian kembali bertanya.
"Emm, i–itu ... mereka bermaksud memberi kita kompensasi."
"Kompensasi? Kenapa orang seperti Sun God yang sangat menjunjung tinggi harga dirinya sampai memberi kita kompensasi?" Light God semakin terkejut ketika mendengar itu.
Dia sangat tahu bagaimana sifat Sun God, selain dia adalah seorang yang pemarah dan pendendam. Sun God juga sangat menjunjung tinggi harga dirinya.
Ia bahkan tidak mau meminta maaf walaupun ia tahu bahwa itu adalah kesalahannya.
Saat pria bertopeng menghadapi pertanyaan itu, butiran keringat mulai muncul di wajahnya.
"Seminggu yang lalu, salah satu sekte cabang kita memberikan sebuah pesan yang berusia tentang seorang penyusup dari sekte matahari yang berniat mencuri Mandat Cahaya Primordial."
Tepat setelah mendengar perkataan itu dari pria bertopeng, Light God menghentikan langkahnya.
"Apa!!"
Tekanan yang sangat kuat segera mengguncang seluruh menara. Light God menatap pria bertopeng itu dengan marah.
"Kenapa kau baru memberitahuku hal ini sekarang!."
Sementara pria bertopeng yang terkena tekanan dari Light God bisa merasakan bahwa lantai tempat ia berdiri berguncang hebat.
Deg–.
Ackk.. Khuakk!!
Pria bertopeng itu segera terjatuh dengan mulutnya yang mengeluarkan darah segar, dia buru-buru bersujud pada Light God untuk meminta pengampunan.
"M–Maaf tuan, tolong beri saya kesempatan lagi."
Duarr!!
Tubuh pria bertopeng itu meledak menjadi kabut darah, Light God yang berdiri tepat di sampingnya terkena percikan dari darahnya.
Meski begitu, ekspresi di wajah Light God sama sekali tidak berubah.
"Tch, dasar sampah!."
Light God berjalan keluar dari menara untuk menuju ke kediamannya setelah sekian lama.
Tetapi saat Light God sampai di pintu masuk sekte cahaya, ia bertemu dengan sosok pria yang memberinya tatapan tajam.
Pria itu berdiri tak jauh dari Light God berada. Anehnya, wajah kedua pria hampir memiliki kesamaan jika saja warna rambut dan bola mata mereka berdua tidak berbeda.
"Apa yang kau lakukan di sini." Light God berkata dengan dingin saat menatap wajah pria di depannya.
Pria itu tidak lain adalah Yu Hanlong, salah satu putra Light God yang telah ia usir karena tidak memiliki bakat dalam berkultivasi.
"Hmph, apakah ada alasan mengapa aku tidak boleh berada disini?." Ujar Yu Hanlong dengan sikap acuh.
Mendengar perkataan itu dari Yu Hanlong, Light God cukup terkejut. Pada saat dia mengusir Yu Hanlong dari sekte cahaya, dia hanyalah seorang anak kecil yang rapuh dan sangat takut padanya.
Tetapi di depannya saat ini adalah orang yang sama sekali berbeda, selain tatapan matanya yang tidak kenal takut, Yu Hanlong memiliki aura yang benar-benar berbeda dibandingkan dengan dirinya dulu.
"Hmph, lakukan saja sesuka hatimu, tapi jangan berharap sampah seperti dirimu bisa lulus ujian sekteku."
Setelah mengatakan itu pada Yu Hanlong, Light God berjalan maju melewatinya tanpa sepatah katapun.
Setelah Light God masuk kedalam sekte cahaya, tak lama setelah itu Yu Hanlong juga berjalan masuk dan mengikuti ujian masuk sekte cahaya bersama dengan ribuan peserta lainnya.
***
Saat ini, di sebuah lorong dimensi yang menghubungkan Alam Cahaya dan Alam Surgawi, siluet seseorang melesat dengan cepat tanpa memperdulikan Origin Energi yang ada di sekitarnya.
"Perjalanan ini akan memakan waktu yang lama, apalagi origin energi yang ada disini sangat kuat. Aku harus segera bergegas keluar dari sini."
Karena saat ini pasokan Qi yang ada di dalam Dantian nya masih sangat banyak, Kai tanpa ragu mengalirkan Qi murni kesetiap sudut tubuhnya.
Bam!
Seluruh tubuh Zhukai seolah mengeluarkan suara getaran yang sangat kuat, dia tiba-tiba melesat dengan kecepatan tinggi terus melewati lorong dimensi tersebut.
Hingga setelah berselang sangat lama, dalam kegelapan di lorong dimensi, Zhukai akhirnya melihat sebuah cahaya terang yang berjarak ribuan meter darinya.
"Hmm, sungguh energi yang sangat kuat." Zhukai sedikit tersenyum.
Saat dia merasakan energi yang sedikit merembes keluar dari dalam cahaya terang itu, Zhukai yakin bahwa itu adalah energi dari Alam Surgawi.
Ketika jarak antara Zhukai dan cahaya itu hanya terpaut ratusan meter, tiba-tiba terjadi sebuah sobekan ruang dan waktu.
Sobekan itu bagaikan sebuah lubang hitam dengan daya hisap yang sangat kuat. Bahkan untuk orang setingkat Dewa Perang, mereka sama sekali tidak bisa lolos dari hisapan itu.
"Sial, kenapa harus terjadi saat ini." Zhukai menggertak giginya dengan kuat.
Sobekan ruang dan waktu adalah hal yang sangat langka untuk terjadi, bahkan sepanjang hidupnya sebagai Dewa Bintang. Hanya pernah terjadi dua kali sobekan ruang dan waktu di dunia ilahi, dan itu hanyalah sebuah sobekan yang kecil.
Tetapi saat ini, tepat di depan matanya. Sebuah sobekan besar dengan daya hisap yang sangat kuat menarik tubuh Zhukai yang jaraknya sekitar 50 meter dari sobekan itu.
"Tch, aku harus melakukan sesuatu."
Zhukai dengan gila mengalirkan Qi sekaligus energi binatangnya.
"Tubuh dewa bintang!."
Bamm!!
Seolah seluruh tulangnya di rekonstruksi ulang, penampilan Zhukai perlahan mulai berubah sepenuhnya.
Ini adalah pertama kalinya Zhukai menggunakan tubuh dewa bintang setelah sekian lama. Cahaya berwarna putih berkilauan mulai muncul dan mengitari seluruh tubuhnya.
Saat proses Zhukai membangkitkan tubuh dewa bintang telah selesai, cahaya yang mengitari tubuhnya hilang seketika.
Penampilannya saat ini juga sangat jauh berbeda meskipun memiliki paras wajah yang sama.
Selain memiliki tubuh yang lebih tinggi dan lebih kekar, warna rambut dan bola matanya juga berubah.
Dan yang paling penting, sebuah tanda api putih di tengah dahinya mulai muncul dan mengeluarkan sinar cahayanya.
"Mari kita lihat, apakah aku bisa melewati ini dengan kekuatanku saat ini atau tidak." Zhukai menyeringai lebar walaupun tahu bahwa nyawanya saat ini dipertaruhkan.
Saat dia memfokuskan energi bintang ke seluruh tubuhnya, Zhukai juga menggunakan salah satu tekniknya pada saat yang sama.
"Domain Bintang : Langkah Bintang Penghancur."
Whuss!!
Tubuh Zhukai melesat kedepan, dia berniat untuk menerobos sobekan ruang dan waktu secara langsung.
Kekuatan bintang dan Origin energi saling bergesekan, daya hisap dari dalam sobekan ruang juga semakin kuat.
Hingga saat Zhukai hampir mencapai titik cahaya, ledakan besar akibat pergesekan antara energi bintang dan Origin energi terjadi.
Boomm!!
***
Bersambung..