Re-system

Re-system
Akhir dari Dewa Perang Kuno



Seringai lebar terlihat jelas di wajah Zhukai, bahkan dengan delapan dewa perang kuno yang mengelilinginya dari berbagai sisi, Kai sama sekali tidak terlihat takut ataupun gelisah.


"Ckckck.... ada apa ini, apakah kalian hanya akan berdiam saja tanpa menyerang. Jika kalian memang tidak berniat melakukan serangan, maka aku yang akan memulainya."


Zhukai mengalirkan Qi miliknya kedalam pedang hitam, tubuhnya melesat dengan begitu cepat dan mengincar Water God.


Dewa perang yang paling lemah di antara delapan dewa perang yang masih hidup.


Melihat kemunculan Kai yang secara tiba-tiba di depan matanya, tubuh water God bergetar. Tubuhnya bahkan tidak dapat bergerak saat melihat pedang hitam yang berada di tangan Zhukai mengayun kearahnya...


Dentang!!..


Suara bentrokan besi terdengar tak lama setelah itu. "Tch, apa kau pikir kami akan diam saja..."


Orang yang menahan serangan Kai saat ini bukanlah Water God, melainkan Moon God dengan pedang panjangnya.


Tapi bagaimana bisa dia menahan serangan Zhukai hanya bermodalkan kekuatan fisiknya? Tepat di detik berikutnya, tubuh Moon God terhempas jauh setelah Kai memperkuat serangannya.


"Sword emperor, raja pedang langit!."


Pedang Kai mengeluarkan cahaya terang, tubuhnya menghilang dari pandangan semua orang dan muncul kembali tepat di belakang Water God.


Slashh!!


Karena gerakannya yang terlalu cepat, Water God yang memiliki fisik terlemah tidak dapat bereaksi.


Akhirnya, salah satu lengannya terpotong oleh tebasan pedang itu. Darah segar mengalir keluar bersamaan dengan rintihan kesakitan dari Water God.


Tak berhenti sampai disitu, Kai kembali menebas dengan cepat hingga memunculkan sepuluh cetakan pedang pada Water God.


Karena banyaknya tebasan pedang yang Kai berikan, Water God tidak bisa menahan semua itu sekaligus dengan satu lengannya yang tersisa.


Akhirnya, setelah mencoba sekuat tenaganya untuk menahan serangan dari Zhukai. Salah satu tebasan yang Kai lepaskan tepat menebas di wajahnya.


Slashh!


Goresan pedang terlihat di wajah Water God, kedua matanya yang terkena tebasan hancur dengan aliran deras dari darah yang keluar di wajahnya.


Arghhh!!.


Semua gerakan yang Kai lakukan saat itu hanya membutuhkan waktu lima tarikan nafas. Dewa perang kuno yang lain segera menyerang Zhukai dengan senjata mereka.


Karena gerakan Zhukai yang terlalu cepat, mereka sama sekali tidak bisa mendaratkan satu serangan pun di tubuh Zhukai.


Selain itu, Wind God segera menarik lengan Water God dan memberinya sebuah pil penyembuhan.


Sayangnya, saat Wind God melakukan hal itu. Kai secara tiba-tiba muncul di belakangnya.


"Kekeke... Apa kau pikir aku akan membiarkan mu menyembuhkannya!?"


Suara Zhukai terdengar serak, tepat di detik berikutnya cahaya terang menutup pandangan semua dewa perang kuno.


Ketika cahaya terang itu mulai meredupkan, Kai sudah menghilang dari pandangan mereka dengan mayat Wind God dan Water God tergeletak di atas tanah.


Tubuh mereka terlihat sangat buruk dengan banyak goresan pedang dan juga beberapa organ dalam mereka berceceran di atas tanah.


"Arghhh..." Sun God berteriak marah ketika melihat mayat dua rekannya tergeletak di atas tanah.


Dia dengan gila menyuntikkan Qi miliknya keseluruh tubuh. Sementara itu, Sun God juga mengeluarkan berkah ilahinya.


"Tombak Matahari Naga!..."


Dengan aliran Qi yang melonjak di tubuh Sun God, dia segera melesat sambil melepaskan tusukan tombaknya kearah Zhukai.


Untuk sesaat, terlihat gambaran kepala naga berwarna emas yang dengan energi panas yang begitu ekstrim.


Zhukai yang melihat serangan itu kearahnya dengan cepat memutar bilah pedangnya dan mengeluarkan seringai dingin di wajahnya.


"Domain Kegelapan!!!..."


Whuss!!


Hembusan angin menerpa seluruh area itu, sesaat kemudian seluruh area pertarungan antara Zhukai dan dewa pernah kuno telah berubah menjadi gelap gulita.


"T–Tunggu–... Bukankah ini domain milik God of Darkness!!..." Martial God yang pernah bertarung secara langsung dengan God of Darkness segera sadar apa yang terjadi.


Sementara itu, lima dewa perang kuno yang mendengar itu mulai mengerutkan keningnya.


"Domain milik God of Darkness!? Bagaimana bajingan itu memilikinya!!..."


Mereka semua memandang Martial God dan menanyakan cara untuk keluar dari Domain Kegelapan.


"Jangan berharap terlalu banyak terhadapku. Meski aku pernah terjebak di Domain Kegelapan dulu sekali, aku sama sekali tidak memiliki cara untuk keluar dari sini."


Memang benar, di antara semua Domain dewa perang kuno. Domain Kegelapan adalah yang paling mengerikan sekaligus terkuat di antara yang lainnya.


Sayangnya, itu memiliki sebuah kelemahan yang sangat fatal.


Kelemahan itu adalah sebuah cahaya murni dari matahari...


Saat enam dewa perang kuno memikirkan cara untuk keluar, masing-masing dari mereka mendengarkan suara aneh yang berada tak jauh dari mereka.


Suara itu semakin keras hingga akhirnya terlihat ribuan Undead mendekat kearah mereka.


"Sial!! Jadi dia mengirim Undead lemah ini untuk melawan kami!..."


Sun God tertawa liar, dia mulai membunuh ribuan Undead yang bergerak kearahnya dengan dua tebasan tombaknya.


Sayangnya, seolah Undead-undead itu tidak ada habisnya, stamina dewa perang kuno secara perlahan mulai menurun..


"Sialan, jika terus seperti ini cepat atau lambat kita akan mati karena kehabisan energi..."


Sun God, Moon God, Martial God, Sky God, Earth God, dan Thunder God menatap satu sama lain.


"Apakah kamu masih memiliki benda itu?"


Sky God mengangguk, "Ya, tapi artefak ini membutuhkan banyak energi untuk mengaktifkannya. Aku juga tidak terlalu yakin artefak ini akan bekerja atau tidak."


"Tidak ada pilihan lain, karena hanya ini satu-satunya cara untuk kita keluar dari Domain ini."


Setelah memberi anggukan satu sama lain, enam dewa perang mulai mengalirkan energi mereka kedalam artefak milik Sky God.


Begitu melihat energi yang mereka cukup untuk mengaktifkan artefak itu, Sky God kemudian menuliskan rune kuno di atas artefak itu. Dan ...


Boommm!!


Ledakan besar terjadi dengan cahaya terang keperakan yang ada di dalam Domain Kegelapan.


Dengan berakhirnya ledakan itu, Kegelapan secara perlahan terserap masuk kedalam artefak milik Sky God.


"Oh, aku tidak menyangka kalian bisa keluar dari dalam sana. Sayangnya, ini akan menjadi akhir dari hidup kalian semua..."


Dari kejauhan, Zhukai menatap mereka dengan senyuman jahat. Dia pada awalnya berniat membunuh enam dewa perang kuno menggunakan Undead-undead nya.


Tapi siapa sangka mereka bisa keluar dari dalam Domain Kegelapan miliknya.


Melihat stamina enam dewa perang kuno yang sudah sangat menurun, Kai menggenggam erat pedang hitam di tangannya.


"Waktu bermain-main sudah habis..."


Kai berdiri tegak sambil menatap lurus pada enam dewa perang kuno beserta lima juta pasukan mereka yang tersisa.


Kedua matanya terpejam sambil mulutnya mengumumkan sesuatu.


"Domain Bintang : Ketiadaan Absolute!.."


Saat pandangan Kai kembali terbuka, terlihat tanda api putih di tengah-tengah keningnya bercahaya.


Swoshh!!


Slashh!!.


Satu cetakan pedang vertikal bersamaan dengan energi bintang yang sangat besar mengarah ke tempat enam dewa pernah kuno berdiri.


Tanpa memberi kesempatan mereka untuk bereaksi, tubuh keenam dewa pernah kuno hangus dan berubah menjadi debu...


Itu juga terjadi pada lima juta pasukan mereka yang berdiri tak jauh di belakang mereka.


Sementara itu, notifikasi System berdering dengan keras di dalam kepala nya..


Ding.


[Kai Gege menyelesaikan misi, (Bunuh dewa perang kuno yang masih hidup) ... Hadiah : Mahkota penguasa surgawi!]


****


Bersambung....