
Di dalam tubuh Kai terdpaat 3 darah Binatang Penguasa, itu adalah darah Dewa Naga, Phoenix, dan Macan Putih.
5 Tahun yang lalu, ketika ia membuat kontrak darah dengan Long We, ia memberikan setetes darahnya dan itu seketika membuat Long We ber-evolusi dan meningkatkan kekuatannya hingga berkali-kali lipat.
Saat ini ia bersama dengan Gu Nan dan Bai Gu yang masing-masing memiliki garis keturunan Ras Naga dan Macan Putih. Walaupun.ereka berdua tidak memiliki garis darah yang murni, itu masih merupakan keturunan dari kedua Binatang Penguasa.
Kai menggores tangannya dengan pedang, darah mengalir keluar dari jari tangannya. Ia memandang kearah Gu Nan dan Bai Hu dan memberikan instruksi kepada mereka.
"Kalian berdua cepat kesini! serap darah ini, itu akan meningkatkan kekuatan Kalian!!" Kai dengan buru-buru meminta dua orang itu untuk menyerap esensi dari darah nya.
Mereka berdua mengangguk dan segera membuat posisi duduk bersila, Gu Nan menutup mata dan dengan kekuatan serapan yang kuat keluar dari tubuhnya. Begitu juga dengan Bai Gu, sebenarnya bakat mereka hampir sama, tetapi ada sebuah kekuatan misterius aneh yang mendiami tubuh Gu Nan dan itu adalah sesuatu yang Kai tidak ketahui.
Tubuh mereka berdua bersinar, setelah tetesan darah dari Kai yang mereka serap itu menyatu dengan garis keturunan yang mereka berdua miliki.
Matahari dengan sangat cepat sudah tenggelam ke sisi barat, dan segera lenyap digantikan dengan cahaya bulan yang begitu indah dan tenang.
Malam itu, pusaran energi yang tidak diketahui berputar-putar diatas kepala Gu Nan dan Bai Gu, Sebuah bayangan Naga dengan sisik Putih melayang tinggi diatas kepala Gu Nan itu memiliki dua pasang sayap yang begitu besar dan menakutkan. Itu adalah salah satu dari Garis darah Kuno. Bayangan Naga itu meraung dengan keras diatas langit malam, begitu keras hingga dapat terdengar di seluruh Alam Immortal.
Bai Gu juga begitu, Sebuah bayangan Harimau raksasa yang memiliki bulu berwarna Hitam dan Putih, sebelumnya itu berwarna Putih dan ada sedikit warna emas mengitari tubuhnya.
"Ini.. Apakah ini Evolusi??" Kai berkata dengan tergagap-gagap, entah kenapa ia begitu bersemangat melihat perubahan yang terjadi pada mereka berdua.
Sayap yang berada di tubuh Naga mulai membesar dan memanjang itu tidak sama seperti warna sisiknya, Sayap Gu Nan berwarna merah darah dengan niat kekejaman merembes keluar.
Suara raungan naga semakin keras, dan membuat sebuah gelombang angin yang sangat tajam memotong dedaunan yang sedang berjatuhan.
Awan diatas langit yang hitam membentuk sebuah petir berwarna Emas dan tersu menyambar daerah disekitar.
Ini Adalah Pertanda munculnya sebuah Binatang Penguasa.
Duarr!!
Ctarr!!
Baam!!
Bayangan Naga itubteekena Sambaran oetir sebanyak tiga kali, setelah itu menghilang tanpa jejak.
Gu Nan membuka matanya, itu berinar berwarna merah darah, persis seperti warna sayap pada tubuh Naganya.
Tidak hanya itu, tingkatan Kultivasi nya juga meningkat secara gila-gilaan, Ia yang seharusnya berada di Ranah Dewa Tingkat Lima Akhir, kini Gu Nan telah menerobos sebanyak 2 Ramah yang memungkinkan nya memasuki Dewa tingkat 3 Akhir.
Sekarang tidak ada satupun yang berada di Alam Immortal yang bisa bersaing dengannya, bahkan jika tiga penguasa bersatu, itu tidak cukup untuk membuat Gu Nan mengeluarkan kekuatan penuhnya.
Setelah Gu Nan selesai berevolusi, fisiknya juga telah dibuat ulang. Kulit nya yang berwarna sawo matang kini berubah menjadi putih cerah kumis tipisnya juga telah menghilang.
Gu Nan benar-benar seperti telah dilahirkan kembali. Bahkan Kai sedikit terkejut dengan tingkat perkembangan seperti ini.
"Terima kasih tuan, Saya Gu Nan akan terus menjadi pengikut paling setia bagi Tuan." Gu Nan berlutut di depan Kai dengan rasa terimakasih yang begitu besar.
"Tidak perlu berlutut seperti itu, bersikaplah seperti biasanya, ini membuatku tidak enak." Bagaimana pun Kai juga tidak senang dengan hubungan formal diantara mereka berdua.
Gu Nan mengangguk dan menempatkan Kai sebagai orang yang paling ia hormati seumur hidup nya.
Setelah berterima kasih, Gu Nan buru-buru pergi kesisi kekasihnya dan berjaga-jaga jika sesuatu terjadi.
Bayangan Harimau besar yang berada di Atas kepala Bai Gu juga terkena Sambaran petir sebanyak tiga kali, dan persis seperti yang Gu Nan rasakan, fisik Bai Gu benar-benar di buat ulang.
"Gadis kecil, kamu juga sudah bertambah kuat." Ucap Gu Nan sambil tersenyum.
"Apakah kamu masih ingin memanggil ku gadis kecil walaupun kita sekarang adalah seorang kekasih?" Bai Gu bertanya sambil menggoda.
"Hehe.." Gu Nan Tersenyum malu kemudian membisikkan sesuatu ditelinga Bai Gu.
"Apakah kamu tidak malu jika kita harus bersikap seperti itu di depan tuan?"
"Ah.." Bai Gu tersentak Kaget dan ingat bahwa saat ini Gu Nan merupakan salah satu bawahan Kai.
Bai Gu kemudian segera berdiri dan berterima kasih pada Kai atas hadiah yang ia berikan.
"Baiklah, karena kalian sudah selesai menyerap esensi darahku, kita akan bermalam disini dan melanjutkan perjalanan besok pagi."
Dengan begitu mereka bertiga membuat dua tenda, yang satu adalah untuk Bai Gu dan Gu Nan sedangkan yang lain adalah untuk Kai sendiri.
Malam berlalu dengan sangat cepat, Sinar bulan bulan perlahan menghilang digantikan oleh cahaya mentari yang sudah mulai terbit.
Kai bangun terlebih dulu dan mulai berjalan ke tenda Gu Nan bermaksud membangunkan mereka berdua.
Tepat ketika jarak Kai dan tenda milik Gu Nan, dia mendengar sebuah suara yang biasanya didengar oleh para kekasih yang sedang melakukan hal itu.
Kai segera tahu apa yang terjadi dan tidak menganggu rutinitas mereka berdua, ia segera duduk diatas sebuah batu dan mulai berkultivasi.
Teknik Pelahap Bintang miliknya sudah meningkat lagi, kini iy sudah berada di peringkat Kuno.
Kecepatan Kultivasi Kai saat ini sudah meningkat sebanyak ratusan Kali, hanya jangka waktu yang singkat, Kai sudah hampir mau menerobos Ke Tingkatan Selanjutnya.
Tier 4!!
Ia membuka mata dan menyadari sinar matahari sudah hampir berada di tengah-tengah, kini Gu Nan juga sedang menunggunya dibawah pohon bersama dengan Bai Gu disisinya.
"Ayo kita berangkat tuan."
Kai mengangguk sebagai jawaban, Gu Nan segera melakukan tranformasi merubah tubuh manusianya menjadi bentuk aslinya.
Sama seperti kemarin malam, itu adalah sebuah Naga Putih dengan dua pasang sayap berwarna merah membentang jauh.
Kai segera naik diikuti Bai Gu dibelakangnya.
Setelah memastikan bahwa Kai dan kekasihnya sudah naik diatas punggungnya, Gu Nan segera mengepakkan sayapnya dan sebuah hembusan angin kencang menyapu beberapa pohon hingga tercabut dari akarnya.
Benar saja, kecepatan Gu Nan saat ini sudah meningkat berkali-kali lipat lebih cepat dari sebelumnya.
Kai memperkirakan ia akan sampai di Lembah Naga Suci dalam waktu 2 hari.
**
Dua hari berlalu dengan cepat, setelah melewati ratusan kerajaan, Kai Akhirnya sampai di tempat tujuan nya.
Di bawah nya kini terlihat sebuah lembah yang sangat luas dengan beberapa gunung yang menjulang tinggi di dalam lembah.
Kai melihat sebuah Gunung tertinggi diantara gunung lainnya dan segera tahu bahwa itulah tempat yang akan ia tuju.
Gunung Naga!!