
Dengan cepat, Undead satu memimpin para Undead lainnya untuk membunuh para orang dari Kekaisaran Phoenix dan Kekaisaran Macan Putih.
Meskipun Kultivasi mereka merendah ketika menjadi Undead tetapi ada satu hal yang menjadi kelebihan mereka... Tidak dapat Mati!!
Walaupun Tulang mereka hancur berkeping-keping, asalkan Kai mengalirkan Qi Hitamnya kedalam Undead yang telah mati itu, mereka akan bangkit lagi. Kecuali ada seseorang dengan Elemen Cahaya ataupun sesuatu yang menjadi kelemahan Undead..
Sementara itu, Zhukai saat ini sedang berjalan menuju kerumah Walikota baru dari Kota Ruo Long, Karena walikota lama telah terbunuh dan digantikan walikota baru dari Kekaisaran Phoenix.
"Kekeke.. Telapak Dunia.." Sebuah telapak tangan raksasa terbentuk di belakang Kai, ini adalah hasil latihannya yang menggabungkan 90 Telapak Lain menjadi satu.
Telapak Dunia yang begitu besar dengan aura penindasan yang kuat membuat tanah disekitarnya berguncang hebat.
Kai melepaskan Telapak Dunia kearah Rumah walikota dan menghancurkan hampir setengah dari Luas Kota Ruo Long.
Untungnya saja Para penduduk lokal telah meninggalkan Kota Ruo Long jadi Kai tidak begitu khawatir tentang keselamatan mereka.
"Summon semuanya!!.."
Whuss!! Whuss!!
Seluruh mayat yang telah Kai dan para Undead nya bunuh kini mengeluarkan sebuah Asap hitam, Kulit mereka terkelupas satu demi satu dan hanya menyisakan sebuah tulang saja.
Mereka bukan lagi Undead melainkan Sekeleton, Kai tidak tahu alasan mengapa mereka berubah menjadi Sekeleton dan tidak seperti Undead satu yang merupakan seorang Undead Murni.
Ding
[Jumlah Sekeleton melebihi seribu.. 100 Undead dapat ditukar dengan satu Giant Sekeleton]
Kai tidak memperdulikan notifikasi dari System dan hanya menikmati para Undead nya membantai Seluruh orang yang berasal dari Ras Phoenix dan Ras Macan Putih.
Poin Systemnya juga terus mengalir deras tetapi itu bahkan tidak begitu menarik bagi Zhukai yang Poinnya telah Hampir mencapai 50 Triliun.
Peristiwa Pembantaian Kota Ruo Long dan berubah menjadi Undead / Sekeleton tersebar luar di seluruh Alam Immortal.. Kekaisaran Phoenix dan Kekaisaran Macan Putih juga telah mendengar berita itu.
***
Di Istana Phoenix, duduk seorang Wanita yang cukup cantik dengan baju merah menyala dan sebuah gambaran Phoenix di dahinya.
Dia memperlihatkan senyum manis sambil menikmati anggur yang disajikan oleh pelayannya. Dia adalah Matriak Ras Phoenix, Yu Chan.
Tok Tok Tok.
Suara ketukan pintu membuat senyumannya menghilang, "Siapa itu, apakah kau tidak tahu bahwa aku sedang menikmati waktu istirahat ku.." Ucap Matriak Ras Phoenix dengan marah.
"Ini Aku ibu.." Suara dari balik pintu adalah suara seorang wanita.
"Ling'er.. Ada urusan apa kamu datang menemui ibu?" Ucap Matriak Ras Phoenix dengan terkejut sambil menyuruh pelayannya untuk membuka pintu.
Wanita yang merupakan Putri dari Yu Chan datang dengan ekspresi tidak enak di wajahnya.
"Ada apa Ling'er?"
Pada akhirnya Yu Ling'er hanya dapat menghela nafas kemudian menceritakan apa yang terjadi dengan para Ras mereka yang mereka kirim ke kota Ruo Long.
Senyuman di wajah Yu Chan perlahan menghilang ketika Yu Ling'er menceritakan semuanya.
"Apakah yang kamu katakan itu benar?" Tanya Yu Chan dengan ekspresi dingin.
Yu Ling'er mengangguk sebagai jawaban dan ibu dan anak itu melanjutkan pembicaraan mereka dan mulai merencanakan sesuatu.
Sementara itu, di Kekaisaran Macan Putih, Bai Kong memukul dinding Istana membuat sebuah lubang di sana. Dia begitu marah ketika mendapati Rasnya yang ia kirim ke Kota Ruo Long telah mati dan berubah menjadi Undead.
"Baik Yang Mulia.."
***
Di kedalaman hutan, terlihat Kai sedang memanggang sebuah ayam hutan di api unggun.
Dia telah kembali ke wujudnya yang semula, Entah mengapa setiap kali ia memanggil Undead, Seluruh tubuhnya mengalami perubahan.
"Haa, ini sudah matang.. Nyam Nyam.."
Kai memakan Paha ayam yang sudah matang sambil melihat status miliknya, Terlihat Disana bahwa ia memiliki Pasukan Undead hampi 20.000 dengan 100 Gian Sekeleton.
"18.000? dengan kekuatan seperti ini ditambah dengan Kekuatan dari Klan rubah dan lainnya!! Itu sudah lebih cukup untuk menguasai seluruh Alam Immortal, Bahkan tanpa bantuan ku, kekuatan seperti itu masih sangat menakutkan."
Tiba-tiba Kai merasakan ada sesuatu yang mendekat... "Siapa Disana?"
Orang itu adalah pria paruh baya yang datang ke tengah hutan ketika mencium aroma enak dari Ayam panggang yang Kai buat.
"Anak muda, apakah aroma itu berasal dari masakan mu?" Ucap Pria paruh baya tersebut.
Kai melirik sebentar kemudian melanjutkan lagi memeriksa Statusnya, "Jika kau mau ambilah..".
Kai menghilang tanpa mengucapkan sepatah kata pun. "Heh, apakah dia tahu siapa diriku? karena kita sesama Ahli Nujum kukira aku dapat membuat hubungan yang lebih baik dengannya tetapi.. Ah, sudahlah!!" Pria paruh baya itu segera datang dan memakan ayam panggang yang Kai sisakan.
Esok harinya, Kai sampai di Istana Naga.. Karena Cooldown Skill Teleportasi nya telah berakhir Kai tidak perlu repot-repot untuk mengabiskan tenaganya untuk pergi menuju Kekaisaran Naga.
Tidak ada perubahan tertentu dengan Istana Naga kecuali gerbang masuk mereka yang semakin besar.
"Berhenti, selain para bangsawan dan petinggi Istana.. Orang lain tidak dapat masuk."
"Ini adalah token Kaisar, dengan ini bisakah aku masuk kesana.".
Penjaga itu segera mengambil token emas yang Kai miliki dan memeriksanya lebih dekat, detik berikutnya, dia membungkuk dan mempersilahkan Kai masuk.
Istana Naga sekarang dipenuhi dengan para prajurit yang memakai Zirah, mereka memiliki tatapan dingin dan penuh tekad.
"Tuan Muda!!.."
Kai berbalik ketika mendengar sebuah suara memanggil dirinya, ternyata itu adalah Xue Tian. Dia memandang Kai seolah-olah cahaya harapan untuk Kekaisaran Naga nya.
"Paman Tian, lama tidak bertemu, Kamu sudah menerobos ke Dewa tingkat Empat akhir.."
"Haha, kamu terlalu memujiku Tuan muda, Oh iya. apakah tuan muda sudah tahu tentang Situasi di Alam Immortal saat ini.."
"Ya.." Zhukai Menganguk dengan tenang, " Dimana Ayah mertua dan Kakek?" Ucap Kai dengan wajah datar.
"Saat ini Kaisar Chun sedang menemani Patriak Long di dalam kamar, Pertempuran dua tahun lalu dengan Bai Kong membuat Patriak Ling mendapatkan luka yang cukup berat, ia bahkan tidak dapat berdiri dari tempat tidurnya selama hampir 2 tahun ini." Jawab Xue Tian dengan nada sedih sekaligus marah, ia benar-benar ingin membalas dendam atas apa yang telah Kekaisaran Macan Putih lakukan.
"Dia terluka parah? Kenapa hanya diam saja cepat bawa aku kesana.." Mendengar bahwa Xue Long sedang dalam masa kritis, Kai tidak dapat menahan rasa khawatir di hatinya.
Dengan cepat, Xue Tian membawa Kai ke ruangan Xue Long.. Disana terlihat tubuh Xue Long kurus, wajahnya pucat pasi, bahkan Aura kehidupannya begitu tipis.
"Dia tidak dapat bertahan lebih lama lagi Sial!!."
***
Bersambung..