
,"Aku Menawar 150.000 Batu Roh!!.." Teriak Kai lantang.
Semua Orang sekali Lagi melirik ke tempat Kai berada, Mereka Terkejut ada seseorang yang bisa menawar lebih tinggi dari 7 Keluarga Bangsawan di Ibukota Kekaisaran.
Yun Qian yang baru saja merasa di atas angin kini menjadi geram kembali, "Siapa itu yang berani menawar lebih tinggi dariku." Teriak Yun Qian dari lantai 2.
Ia melirik seorang yang sedang berdiri tegap di antara kerumunan Kultivator dan menyadari bahwa baju yang dipakai pemuda itu cukup mewah.
"Hahaha... Hei orang miskin, Dengan baju yang kamu pakai saat ini mana mungkin dirimu mempunyai Batu Roh sebanyak itu..." Ejek Yun Qian.
Gadis Lelang itu mulai berfikir apa yang di katakan Yun Qian itu masuk akal, "Tuan Pendekar... Bukannya aku tidak ingin menjual ini padamu, tapi apa yang dikatakan Tuan Yun juga masuk akal..." Ucap Gadis Lelang.
Para Kultivator yang ada di pelelangan juga ikut Menganguk setuju... Pakaian yang saat ini dipakai oleh Kai terbuat dari Kulit Binatang Buas tingkat rendah, yang apabila di jual di Pasar hanya Bernilai 1000 Koin Emas.
Kai Berdiam diri tidak menjawab melainkan pandangan matanya menatap di sebuah ruangan tertutup.
Kai tersenyum Kecil di balik topeng sambil memfokuskan Tekanan Miliknya kepada orang di dalam Ruangan Tertutup.
Karena Kontrol yang Kai miliki sangat Luar Biasa, hanya orang yang Kai targetkan yang bisa merasakan tekanannya.
Ruangan Tertutup di lantai 2 tiba-tiba Meledak yang membuat Seluruh orang di Tempat lelang tersentak Kaget.
Boom!!
"Apa yang Terjadi??"
"Aku tidak tahu? Ruangan Master tiba-tiba meledak dengan sendirinya." Gadis lelang itu menjawab dengan penuh kecemasan.
Saat debu yang menutupi ruangan mulai menghilang terlihat sebuah pelindung berwarna Biru kecoklatan mengitari seorang Pria paruh baya.
Walaupun Pria paruh baya itu terlindung oleh Pelindung tingkat 4, Nyatanya dirinya masih mengalami bekas luka di bagian dada..
Pakaian Pria Paruh Baya itu penuh dengan darah yang keluar dari mulut serta goresan di dadanya.
"Bwahh!!..." Pria paruh baya masih mengeluarkan seteguk darah dari mulutnya, Untungnya Organ dalam dari Pria itu tidak terluka.
Gadis Lelang yang saat itu sedang berada di atas panggung segera berlari untuk menolong masternya yang sedang terluka.
"Master Minum Pil ini!..."
Pria Paruh Baya tanpa tahu langsung menelan Pil yang di berikan gadis lelang Padanya... Setelah beberapa Detik berlalu luka yang dialami Pria Paruh baya perlahan sembuh.
Pria paruh baya yang merupakan pemilik tempat lelang mengarahkan pandangannya pada pemuda Misterius yang duduk di bangku 317 dengan penuh ketakutan.
"Fei'er Cepat Kau jual Telur itu padanya... Kita tidak bisa menyinggung Orang seperti dia." Ucap Master pemilik Tempat lelang sambil terengah-engah.
"Tapi Master-."
"Cepatlah!!.."
Gadis Lelang itu Menganguk dan segera turun dari lantai 2 dan menjelaskan situasinya, " Maaf, Pria tadi merupakan Pemilik Rumah Lelang ini... Saat hendak menerobos tadi terjadi sebuah kesalahan yang membuat Master terluka parah."
Semua Orang Menganguk paham dan pelelangan pun berlanjut..
"Baiklah karena tidak ada yang menaikkan harga lebih tinggi lagi, Telur ini akan menjadi pemilik Pemuda yang duduk di bangku 317.."
Meskipun Yun Qian Kecewa ia tidak bisa berbuat apa-apa di dalam Tempat pelelangan jadi ia memutuskan untuk merebut telur itu dari Tangan Pria bertopeng saat Pelelangan berakhir.
Tampaknya hal yang sama juga akan di lakukan Oleh keluarga Qin dan Keluarga Xu. Sementara Kai saat itu sudah menduga bahwa 7 Keluarga tidak akan berdiam diri...
"Itu tadi merupakan Barang terakhir dari Rumah lelang Kami, satu Bulan dari sekarang akan ada pelelangan lagi.."
Kai berjalan Ke belakang Tempat lelang untuk membayar 150.000 Batu Roh dan juga 100 Juta Koin Emas untuk membayar Benda yang ia tawar tadi..
Kai saat ini sedang berjalan di jalan yang sepi sambil bersiul.. Saat ia berada di Hutan yang cukup lebat, Dirinya di hadang oleh dua orang.
Yang satu merupakan Pemuda yang cukup tampan satunya merupakan pria paruh baya.
"Hei, Jika ingin hidup selamat cepat serahkan telur yang kau belu tadi!!." Ancam Yun Qian.
"Jika aku tidak mau?."
Yun Qian melirik Yun Xin di sampingnya dan Menganguk setuju, Ia mengambil sebilah pedang dari sarung pedang di belakang punggungnya dan melesat berniat menebas Zhukai.
Kai dapat menghindar dengan mudah tapi sayangnya, Topeng yang ia pakai terkena hembusan angin dari tebasan pedang Yun Qian.
Saat topeng terbelah menjadi dua, Terlihat sosok Kai yang sangat tampan. dan juga dapat terlihat dari bentuk tulangnya, Zhukai seumuran dengan Yun Qian.
"Jadi Kau merupakan Seorang pemuda sama sepertiku, Aku bingung dari mana kau mendapatkan Batu Roh sebanyak itu... Bodoh amat lah, Sekarang matilah dengan tenang."
Yun Qian kembali melesat tapi saat ini ia menggunakan kecepatan penuhnya, "Haha.. Berbahagialah, karena kau akan mati di tangan orang hebat sepertiku... Teknik Keluarga Yun, Tebasan Api..."
Yun Qian Memutar-mutar tubuhnya sambil memegang Pedang Lurus... Setiap Putaran yang ia lakukan Api yang Muncul dari mata pedangnya semakin Besar.
"Hiyaa..." Yun Qian melesat Kearah Kai dengan Pedang Api menyala-nyala di tangan Kanannya.
"Matilah!!.."
Duarr!!
"Tch..Lemah Sekali!! Hanya seorang Pendekar Kaisar Puncak berani bersikap sombong di hadapanku.. Maka Rasakanlah Akibatnya.."
"Api Neraka, Bakar Dia!!.."
Sebuah Api biru yang muncul dari dalam tubuh Kai mulai membakar Tubuh Yun Qian Hingga menjadi debu... Proses itu terlalu cepat sehingga Yun Xin tidak menyadarinya..
Saat Tuan Mudanya berubah menjadi Abu, Barulah ia tahu bahwa orang yang mereka lawan saat ini sangat Kuat.
Yun Xin berusaha dengan sekuat tenaga agar bisa lari, tapi tubuhnya sangat berat selama tertimpa sebuah benda seberat Puluhan Ton.
Kai berjalan Pelan kearah Yun Xin sambil tubuhnya terus mengeluarkan tekanan Dewa Naga, yang membuat Gravitasi di sekitarnya menjadi semakin berat.
Hal itulah yang membuat Yun Xin tidak dapat menggerakkan tubuhnya.. Saat Jaraknya dan Kai hanya terpaut 10 Meter, Yun Xin mulai pasrah dan menerima bahwa hidupnya tidak akan lama lagi.
"Ini hanya peringatan Kecil dariku, Kuharap dimasa depan nanti keluarga kalian tidak dapat berfikir dulu sebelum bertindak." Kai menepuk Pundak Yun Xin dan menarik Aura tekanan yang ia keluarkan dan menghilang begitu saja.
"Brukk!!..." Yun Xin terjatuh dengan Tubuh bagian bawahnya yang basah akibat Air Kencing miliknya.
Seumur hidupnya bari kali ini Yun Xin bertemu dengan orang yang semenakutkan Kai.
Setelah seluruh Kakinya sudah bisa ia gerakkan ia segera Terbang kembali Ke keluarga Yun.
Kejadian itu di Saksikan oleh Keluarga Qin dan Keluarga Xu, Mereka bersyukur bahwa bukan mereka yang menyingung pria misterius tadi.
**
Dunia Jiwa~
Selesai membunuh Yun Qian Kai segera Pindah ke Dunia Jiwa karena sudah tidak sabar memakan makanan yang Bibi Yao buat.
"Tok... Tok... Tok.."
Kai mengetuk Pintu sebanyak tiga Kali, setelah itu masuk kedalam rumah, "Sayang Aku pulang!!.." Teriak Kai sambil menahan air liur di Mulutnya