Re-system

Re-system
Perjalanan II



Kai membuka jendela kereta, hawa dingin segera masuk kedalam kereta melewati jendela yang terbuka lebar.


Butiran-butiran salju kecil mulai berjatuhan di atas langit, meski saat itu sangat dingin. Kai sama sekali tidak terlihat kedinginan, tetapi ia malah menikmatinya.


"Ini salju pertama yang aku rasakan ketika bereinkarnasi.." Kai memejamkan matanya dan mencoba untuk menikmati butiran salju putih yang menerpa wajahnya.


"Hhrrr... Ini dingin sekali." Tubuh Wei'er Yunlan mengigil, dia tidak seperti Zhukai yang memiliki tubuh fisik yang kuat dan tahan terhadapnya serangan atribut.


Fisik Wei'er Yunlan sangat lemah, karena ras peri berfokus pada banyaknya mana yang ada. Mereka sama sekali tidak pernah melatih tubuhnya.


"Eh, kamu kedinginan? Maaf aku akan segera menutup jendelanya.


Ketika Kai menutup jendela, dia mendekati Wei'er Yunlan dan memberikannya sebuah selimut.


"Hangatkan dirimu dengan ini.."


Setelah memberikan selimut pada Wei'er Yunlan, Kai melapisi ruangan itu dengan Api Phoenix agar Wei'er Yunlan tidak kedinginan.


Dia keluar dari pintu dan melompat duduk di samping kusir kereta.


"Kau kedinginan?" Tanya Zhukai sambil menatap lurus ke jalan yang penuh dengan bebatuan.


"Ya." Jawab kusir itu, bahkan dengan selimut tebal yang menutup seluruh tubuhnya, kusir itu masih bisa merasakan hawa dingin menusuk kedalam tubuhnya.


"Begitukah? Maaf membuatmu memilih jalur ini, aku akan menambah biaya ketika kita sampai di kerajaan cahaya."


"Benarkah itu?"


Melihat anggukan dari Zhukai, kusir kereta menjadi bersemangat. Dia menghiraukan hawa dingin dan terus memacu kudanya dengan kencang.


Kai sendiri hanya duduk bersandar dan mengalirkan Qi miliknya hingga membuat sebuah lapisan pelindung disekitar kereta.


Waktu terus berlalu sampai saat dimana Kai sampai di perbatasan kerajaan Zenon dan kerajaan cahaya.


Dia menatap pada Wei'er Yunlan yang duduk di samping dirinya dan bertanya, "Dimana letak jurang kegelapan itu?"


Wei'er Yunlan yang baru saja memejamkan matanya untuk beberapa saat terkejut, dan menatap balik pada Zhukai.


"Jika aku tidak salah mengingatnya, itu memang berada di perbatasan kerajaan cahaya. Tetapi untuk lokasi pastinya, aku tidak tahu."


Kai menghela nafas, dia mengedarkan Persepsi Ilahinya untuk mengecek daerah di sekitarnya Nyang dipenuhi dengan bebatuan gunung dan juga rawa.


Tempat itu mungkin terlihat seperti hutan mati jika dilihat dari jarak yang cukup jauh.


"Aku tidak bisa menemukannya, apakah ada sebuah pelindungyang menghalangi Persepsi Ilahiku?" Zhukai mengerutkan kening sambil berfikir keras.


"Mungkin kita harus mencari informasi dari orang-orang yang tinggal di dekat sini?" Wei'er Yunlan berucap memberi saran.


Kai mengangguk setujui, dia menyuruh kusir kereta untuk mengantarkan dirinya dan Wei'er Yunlan datang ke kota terdekat.


Meski sudah berjalan selama seharian penuh, yang mereka temukan hanyalah pepohonan dan Padang rumput yang sangat luas.


Mereka beristirahat di dalam hutan, Kai berlatih di dalam kereta semenanjung Wei'er Yunlan tertidur di sampingnya.


Karena celah baju Wei'er Yunlan sedikit terlihat, Kai sama sekali tidak bisa berkonsentrasi untuk berlatih.


"Seperti yang aku duga, tingkat pemulihan Qi di dunia ini sangat lambat. Jika aku tidak bertemu keberuntungan dalam perjalanan, mungkin Qi dalam tubuhku masih terhambat di 75 persen saja." Ucap Zhukai dengan mata terpejam, dia duduk sambil melatih menggunakan beberapa sihir tingkat menengah tanpa rapalan.


Satu malam berlalu dengan sangat cepat, ketika fajar tiba. Rombongan Zhukai Mai melanjutkan perjalanan mereka.


"Aku melihatnya.. Itu sebuah kota yang cukup besar, ada banyak cahaya yang mengelilingi kota itu." Ucap Zhukai, ketika melihat sebuah kota dengan Persepsi Ilahinya.


Jarak kota itu dan Kai saat ini terpaut 3 mil yang mana itu akan memakan waktu sekitar satu jam untuk sampai disana.


Kai sendiri sudah menguasai teknik Fist Eternal Dragon kesemua bentuknya. Dia benar-benar sangat puas Tetang itu karena Fist Eternal Dragon sangat diluar dugaannya.


Satu jam berlalu, dari jarak yang cukup jauh terlihat bayangan sebuah kota yang begitu indah. Bahkan seketika siang hari, cahaya yang mengelilingi kota itu masih terlihat jelas.


Kai sampai disana dan tidak langsung beristirahat di penginapan, dia membayar kusir kereta dengan biaya tambahan seperti yang dia janjikan. Ia pergi ke perpustakaan kota itu untuk mencari informasi tentang jurang kegelapan.


Tidak banyak informasi tentang Jurang Kegelapan dan Raja Naga Hitam yang Kai dapatkan dari perpustakaan kota.


Dia berjalan menemui pemilik perpustakaan itu dan bertanya tentang informasi yang Kai inginkan.


Bukan mendapatkan jawaban, tetapi yang Kai dapatkan adalah tatapan dingin dari pemilik perpustakaan itu.


"Apa aku menanyakan pertanyaan yang aneh?"


Pemilik perpustakaan itu menghela nafas, beberapa saat kemudian dia mulai berkata. "Darimana kamu tahu hal itu? Jika aku tidak salah ingat, informasi tentang Raja Naga Hitam sangat rahasia dan hanya sedikit orang yang mengetahuinya."


"Maaf aku tidak bisa menjawabnya."


"Ya aku juga tidak peduli tentang itu, jika kamu benar-benar ingin informasi tentang Raja Naga Hitam, pergilah ke kerajaan cahaya dan carilah orang bernama Carlos." Pemilik perpustakaan menjawab sambil merapikan buku-buku yang ada di dalam rak.


Kai berterimakasih setelah itu pergi bersama dengan Wei'er Yunlan. Dia tidak berisitirahat di kota itu dan melanjutkan perjalanannya menuju kerajaan cahaya.


Di sebuah Padang rumput yang begitu luas, Kai duduk di depan sebuah bara api dan memanggang daging dari kelinci yang sudah dia bersihkan berapa saat yang lalu.


"Hahhh, perjalanan kali ini benar-benar melelahkan. Kenapa kita tidak beristirahat dulu di kota tadi." Wei'er Yunlan berkata dengan kesal sambil terlentang di atas rerumputan.


Dia memandang bulan yang bersinar dengan cahaya keperakannya. Itu menerangi gelapnya Padang rumput waktu itu.


"Sudah-sudah, aku tidak punya banyak waktu untuk beristirahat." Kai mengambil daging kelinci yang telah selesai dimasak dan menggigitnya secara perlahan.


Sementara Wei'er Yunlan sendiri, dia menelan ludah ketika melihat Zhukai memakan daging kelinci itu.


"B–Berikan aku satu.." Wei'er Yunlan berkata dengan malu-malu, suara bunyi perutnya terdengar dengan sangat jelas.


"Kau mau? Ambil sendiri."


"K–Kamu.." Wei'er Yunlan menggembungkan pipinya kesal dengan jawaban dari Zhukai.


"Apa? Aku bukan pembantumu, mengapa aku harus menuruti perintahmu." Kai berkata acuh tak acuh sambil mengigit lebih banyak daging di tangannya.


"Hmph.." Wei'er Yunlan mendengus dingin, dia berdiri dan berjalan untuk mengambil daging kelinci yang sudah di panggang.


Mereka menghabiskan waktu semalaman di dalam tenda yang ukurannya juga cukup besar.


Ketika pagi hari menjelang, Zhukai dan Wei'er Yunlan masih terus melanjutkan perjalanan mereka menuju ke kerajaan cahaya.


***


Bersambung.