Re-system

Re-system
Akhir dari Latihan Tertutup



Di dalam goa yang tertutup rapat oleh batuan besar, sosok pria tampan berdiri tegak dengan pedang hitam di genggaman tangannya.


Cahaya matahari yang masuk melalui celah goa menerangi goa yang sangat gelap itu.


Zhukai menggenggam gagang pedang dengan kedua tangannya sambil terus mengayunkan pedang di tangannya selama tiga jam penuh.


Ha! Ha! Ha!


Kai terus mengayun pedang hitam di tangannya tanpa peduli seberapa banyak keringat yang mengucur di dahinya.


"Sword Qi!.."


Swoshh!!


Kai mengayunkan pedangnya lurus vertikal, hembusan angin muncul di dalam goa bersamaan saat Zhukai mengayunkan pedangnya.


Lima cetakan pedang berwarna biru kehitaman muncul dari mata pedang yang Kai ayunkan.


Cetakan pedang itu segera menghantam tembok hingga menciptakan sebuah goresan yang sangat dalam di tembok.


Bahkan ketika Zhukai sudah menekan kekuatannya, serangannya masih menimbulkan bekas yang cukup besar di tembok goa.


"Masih belum cukup! Jika sword emperor bisa membuat lima puluh cetakan pedang secara bersamaan, aku akan melampauinya dengan membuat seratus cetakan pedang."


Kai sangat tahu untuk mewujudkan apa yang ia katakan akan membutuhkan waktu yang sangat lama. Tetapi untuk menjadi lebih kuat, Kai akan berlatih lebih keras lagi.


Ha! Ha! Ha! Ha!


Kai kembali mengayun pedangnya secara vertikal, bahkan setelah melihat kulitnya yang melepuh karena terlalu lama mengayun, luka itu segera sembuh berkat tubuh dewa miliknya.


Tetapi sensasi rasa sakit itu masih dapat Kai rasakan bahkan setelah luka di tubuhnya telah sembuh seperti semula.


Ketika malam hari tiba Kai menyudahi latihan berpedang dan menancapkan pedang hitam di tanah.


Ia berjalan ke tempat dimana dia bisa mendapatkan cahaya bintang yang sangat terang.


Tetapi sebelum itu, Kai berjalan ke aliran air yang ada di dalam goa untuk membasuh tubuhnya.


"Haahh, bahkan setelah berlatih seharian penuh, aku hanya bisa membentuk tujuh cetakan pedang." Kai menghembuskan nafasnya secara perlahan dan mulai mengatur kembali Qi dalam tubuhnya yang bertabrakan.


Kedua tangannya mati rasa karena terus mengayunkan pedang tanpa istirahat selama satu hari penuh.


Setelah Kai selesai membasuh tubuhnya dengan air, dia mengambil satu set pakaian dari Inventory.


Tepat ketika dia memakai pakaian itu, Kai segera membuka kembali tubuh dewa bintang.


Ia mencari tempat dimana dirinya bisa mendapatkan cahaya bintang yang paling terang di dalam goa.


Tak berselang lama, kau menemukan sebuah tempat yang letaknya cukup jauh di dalam goa. Terlihat sebuah batu besar yang penuh dengan lumut berada di 15 meter dari tempat Zhukai berdiri.


Kai membersihkan lumut di batu itu dan segera duduk bersila di sana. Dia mendongak keatas dan melihat banyak bintang yang bersinar sangat terang dengan cahaya keperakan.


Kai memejamkan matanya sambil membuka seluruh penghalang di dalam garis meridian nya.


Ia menghirup energi spiritual dan mulai memurnikannya bersamaan dengan energi bintang yang masuk melewati pori-pori kulitnya.


Setelah pagi hari tiba dimana bintang kehilangan cahayanya, Kai menghentikan latihannya berganti untuk melatih teknik sword emperor.


Dia terus melakukan rutinitas itu selama seminggu penuh tanpa waktu istirahat sedikitpun.


Di dalam kamar yang terlihat sangat mewah, Zi Lin Yue duduk bosan sambil menatap keluar jendela dimana hanya terlihat murid-murid Klan Xia yang sedang berlatih.


Long Zi juga sudah keluar sejak pagi tadi, kini dia hanya duduk diam tanpa satupun teman bicara.


Tak berselang lama setelah itu, saat Zi Lin Yue sedang terlentang di atas kasur. Sebuah asap hitam penuh dengan aura membunuh muncul di depannya.


Asap hitam itu kemudian membentuk sebuah portal dimana terlihat wajah seorang gadis dengan seringai menakutkan di wajahnya.


Melihat wajah wanita yang ada di dalam asap hitam, Zi Lin Yue segera berubah menjadi dingin dan mengucapkan beberapa patah kata.


"Apa yang kau inginkan dengan menghubungi ku... Kakak."


****


Di dalam goa yang terletak tiga mil dari Klan Xia, Zhukai terbaring di tanah dengan nafasnya yang tidak teratur.


Keringat mengucur tanpa henti dari tubuh Zhukai, sekian itu, tubuhnya juga memiliki beberapa bekas luka selama berlatih.


"Ha Ha Ha... Tujuh hari! Aku akhirnya bisa membentuk lima belas cetakan pedang!. Tidak hanya itu, teknik Bintang Agung Penghancur juga sudah mencapai lapisan ke-empat akhir. Hanya butuh beberapa waktu lagi untuk memasuki lapisan ke-lima."


"Dengan kekuatan ini, aku yakin bisa menang melawan God of Darkness dengan peluang 70 persen."


Meskipun kondisi tubuhnya sangat buruk saat ini, tetapi Zhukai tidak terlihat kelelahan sama sekali. Sebaliknya, di terlihat sangat senang dengan hasil latihannya.


"Sudah saatnya aku meninggalkan goa ini, aku juga tidak bisa berlatih terlalu lama, instingku mengatakan akan ada hal buruk yang akan terjadi jika aku menghabiskan latihan terlalu alam di goa ini."


Zhukai berdiri dan berjalan ke aliran air yang ada di dalam goa, setelah dia selesai membersihkan tubuhnya. Dia mengangkat pedang hitam dan meletakkan pernah itu di punggungnya.


Saat Zhukai berjalan ke pintu goa yang tertutup oleh batu besar, ia mengepalkan tangannya dan memukul batu besar itu dengan kuat.


Bamm!!


Batu besar itu hancur seketika menjadi kepingan kecil, cahaya matahari yang sangat terang segera menyinari tubuh Zhukai yang berdiri di depan mulut goa.


"Hangatnya..." Kai berjalan keluar dan menarik nafas dalam-dalam.


Ia akhirnya melanjutkan kembali perjalanannya menuju ke Klan Xia.


Sementara itu, di sebuah Alam tanpa sedikitpun sinar cahaya yang menerangi Alam itu. Sosok pria yang wajahnya tertutup oleh kabut hitam duduk bosan di sebuah kursi sambil menatap bawahannya yang sedang berlutut di depannya.


"Apakah ada kabar dari Xia Wen?" Pria itu, God of Darkness bertanya acuh tak acuh pada bawahannya.


"Beberapa hari lalu, putra semata wayangnya Xia Heng dipermalukan oleh seorang pria tak dikenal yang sampai di Klan Xia beberapa hari yang lalu. Tapi setelah pria itu mempermalukan Xia Heng, dia hilang seketika, bahkan tidak ada satupun informasi yang kami dapatkan tentangnya." jelas bawahan itu sambil menundukkan wajahnya kebawah.


"Menurut informasi yang kami dapatkan, pria itu kemungkinan adalah kekasih dari Matriak Klan Xia."


"Oh, tak kusangka akan ada kejadian seperti itu di Klan Xia. Lalu bagaimana dengan Wukong? Apakah dia telah menyadari rencana kita?" God of Darkness bertanya untuk yang kedua kalinya.


"Tidak tuan, kurasa dia masih belum menyadari rencana kita."


"Bagus! Tanyakan lagi pada Xia Wen, jika dia sudah menyiapkan apa yang telah kita rencanakan. Kita akan mengambil alih Klan Xia seminggu dari sekarang."


"Baik tuan." Bawahan itu mengangguk kemudian tubuhnya berubah menjadi bayangan hitam dan menghilang seketika.


"Hahaha, akhirnya... tak lama lagi Klan Xia akan menjadi milikku, setelah aku berhasil menguasai Klan Xia sepenuhnya. Sekte Bulan, kalian akan menjadi tujuanku berikutnya."


God of Darkness tertawa lepas tanpa mengetahui bahwa bencana besar akan sebentar lagi datang padanya.


Ketika saat itu tiba, tidak hanya Alam Kegelapan, bahkan seluruh Dunia Ilahi akan ketakutan dengan kembalinya dirinya.


Dewa Bintang!!


***


Bersambung...