Re-system

Re-system
Terjebak di Kubus Hitam.



Saat ledakan yang terjadi akibat pergesekan antara energi bintang dan origin energi, itu seketika menghancurkan lorong dimensi yang menghubungkan antara Alam Cahaya dan Alam Surgawi.


Untuk Kai sendiri, tidak ada yang tahu apakah dia selamat atau tidak saat menghadapi ledakan yang sangat besar itu.


Bahkan dengan kekuatannya dimasa lalu, Zhukai setidaknya akan terluka sangat parah. Dapat dimengerti bahwa sobekan ruang dan waktu adalah suatu kejadian yang sangat langka untuk terjadi, apalagi ledakan yang terjadi karena pergesekan dua energi besar.


Dengan Kultivasi Zhukai yang hanya berada di ranah Celestial God, orang akan ragu apakah dia bisa selamat dari situasi itu atau tidak.


Di Alam Surgawi, seorang pria dengan tubuh yang dipenuhi oleh bulu berwarna putih tiba-tiba berdiri dari meditasinya.


Dia menatap ke arah tenggara dengan ekspresi nya yang sedikit aneh, "Ledakan apa itu barusan? Apakah ada salah satu dari dewa perang kuno sedang melakukan pertarungan?"


Tidak hanya di Alam Surgawi, ledakan itu juga mengguncang Alam Cahaya dan beberapa Alam lainnya.


Saat orang-orang dari sekte cahaya memeriksa hutan tempat dimana pohon besar berada, itu sudah hancur beserta menghilangnya lorong dimensi.


***


"Suamiku~ Cepatlah bangun, aku merindukanmu."


Suara seorang wanita yang sangat lembut dan juga begitu halus membisik di telinga seorang pria yang sedang tertidur.


Dalam kekosongan yang tak berujung, sosok bayangan yang sedang duduk terus membisikkan kata-kata di telinga pria yang sedang tertidur di pahanya.


Jika dilihat dari dekat, bayangan itu adalah seorang wanita dewasa dengan rambut hitam panjang dan sebuah pita mengikat rambut panjangnya.


Gaunnya yang berwarna putih dengan renda hitam yang bermotif seperti bunga sakura membuat wanita itu terlihat sangat mencolok dalam kekosongan.


"Suamiku jika kamu tidak bangun aku akan mencium mu." Bibir merah wanita itu terus berbisik tepat di samping pria yang tengah tertidur.


Bahkan setelah berkata seperti itu, pria yang tertidur masih belum membuka matanya.


"Hah, ini sudah hampir satu bulan semenjak kamu tertidur." Wanita itu, Qi Yue menghela nafas sambil menatap Zhukai dengan tatapan sedih.


Saat Zhukai sedang menghadapi ledakan di lorong dimensi, Qi Yue waktu itu sedang bermeditasi untuk memulihkan sebagian kekuatannya yang menghilang.


Dia tidak tahu bahwa saat itu Zhukai sedang dalam bahaya, jika dia tahu, Qi Yue tanpa ragu akan segera datang keluar untuk membantu Zhukai lolos dari ledakan itu.


"Hmm, kenapa.kalian hanya diam tanpa menolongnya." Qi Yue menatap wajah tampan Zhukai yang sedang tertidur sambil berkata tanpa sedikitpun mengalihkan pandangannya.


Tepat di belakangnya, sebuah cahaya berwarna putih tiba-tiba muncul. Dari dalam cahaya itu, dua sosok gadis berjalan keluar dengan ekspresi panik di wajah mereka berdua.


"L–Lama tidak berjumpa..." Yi berkata dengan suara kaku, dia terlihat sangat takut untuk menatap wajah Qi Yue.


Ekspresi Yui juga tidak jauh berbeda, dia memilih diam dan membiarkan Yi yang berbicara.


"Cih, aku tidak menyangka bahwa diriku yang lain akan berkata seperti itu. Apakah kalian tahu seberapa berbahayanya situasinya waktu itu." Qi Yue berkata dengan ekspresi dingin.


Air mata sedikit keluar di wajahnya, dia sangat takut saat membayangkan Zhukai akan meninggalkan nya sendirian.


Yi tidak menjawab, dia sangat tahu bahwa saat itu adalah kesalahannya karena tidak menolong Zhukai.


Saat Zhukai sedang menerobos untuk pergi ke Alam Surgawi, Yi dan Yui juga sedang sibuk melakukan beberapa sinkronisasi untuk membuka beberapa ingatan mereka yang terkunci.


"Yue, aku minta maaf ini terjadi karena kesalahanku." Yi menundukkan wajahnya.


Dia dan Yui berjalan dan berakhir duduk di samping Qi Yue, dia menatap wajah Zhukai yang sedang tertidur dan butiran air mata mereka mulai berjatuhan.


Melihat bahwa Yi dan Yui merasa sangat bersalah, Amarah dalam diri Qi Yue menjadi semakin tenang.


Dalam pembicara ketiga wanita itu, Kai yang berada jauh di dalam kesadarannya perlahan mulai membuka mata.


"Hahhh, ini sia-sia! Aku sudah terjebak di kubus ini selama hampir satu bulan, tetapi aku sama sekali tidak bisa keluar dari sini." Ucap Zhukai yang sudah bangun dari meditasinya.


Dia sudah melakukan segala cara untuk menghancurkan dinding kubus hitam, tetapi sebanyak apapun Kai mencoba, semua itu hanyalah sebuah usaha yang sia-sia.


"Hmm, apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana aku bisa berakhir di tempat ini, bukankah waktu itu..." Kai mencoba mengingat kembali apa yang sebenarnya terjadi sebelum dia kehilangan kesadarannya.


Hal terakhir yang bisa Zhukai ingat adalah ledakan besar yang terjadi saat Zhukai hendak mencapai titik cahaya Alam Surgawi.


Jika Zhukai tersedot kedalam sobekan ruang, ia yakin akan berakhir di salah satu Alam di dunia ilahi.


Tetapi kenyataannya, Zhukai malah berkahir disebuah tempat yang tidak diketahui. Tempat itu sangat gelap dan juga sunyi, dan yang terpenting, tempat itu berbentuk layaknya sebuah kubus yang sangat besar.


"Hmm, tempat apa ini sebenarnya, aku bahkan tidak bisa menghubungi Yi dan Yui disini."


Kejadian seperti ini sama sekali tidak pernah terpikir dalam benaknya, selain tempat itu yang sangat gelap, hanya ada satu energi yang sangat padat disana.


Karena Zhukai sudah berada di tempat itu selama hampir sebulan, ia telah menyadari bahwa energi itu sangat mirip dengan energi spiritual.


Tetapi karena energi itu telah terkontaminasi oleh kekuatan tertentu, energi itu berubah warna menjadi hitam dan itu sangat berbahaya.


Untungnya, karena Zhukai memiliki tubuh dewa kematian dia bisa bernafas dengan bebas di tempat itu.


Karena tempat itu hanya memiliki energi hitam, Kai tidak punya pilihan lain selain mencoba berkultivasi dengan energi hitam yang ada disekitarnya.


Saat pertama kali Kai berkultivasi, rasa sakit bagaikan pembuluh darahnya tertusuk oleh ribuan jarum tajam terus menyiksanya.


Bahkan dengan bantuan dari tubuh dewa kematian, rasa sakit itu masihlah sesuatu yang bisa orang biasa tahan.


Tetapi rasa sakit yang Zhukai rasakan itu sebanding dengan apa yang dia dapatkan. Hanya butuh satu bulan berkultivasi dengan energi hitam itu, Zhukai akhirnya bisa membuat terobosan.


"Energi ini sangat hebat, jika aku berlatih disini lebih lama lagi, aku yakin aku bisa menerobos ke ranah God of Destruction hanya dalam waktu setengah tahun." Zhukai dengan ringan berkata.


Ia tidak pernah menemukan energi seperti itu selama hidupnya, meski saat mencoba memurnikannya adalah hal yang luar biasa menyakitkan, tetapi itu sebanding dengan apa yang ia dapatkan.


Kai tidak bisa membayangkan jika orang lain mencoba memurnikan energi hitam itu. Bahkan dengan dirinya yang memiliki tubuh dewa kematian, rasa sakit yang ia rasakan tidak bisa ditahan oleh orang biasa.


"Untuk saat ini aku harus mengistirahatkan tubuhku dulu, tidak baik jika terus memaksakan berkultivasi."


Saat Zhukai hendak memejamkan matanya, intuisi nya mengatakan bahwa akan ada bahaya yang sedang mendekat.


Tepat di detik berikutnya, sebuah serangan yang muncul tiba-tiba mengagetkan Zhukai yang hendak beristirahat.


Dia buru-buru menghindari serangan itu dengan kecepatan penuhnya.


Saat Zhukai sudah mengambil jarak, apa yang ia lihat di depannya benar-benar membuatnya sangat terkejut.


***


Bersambung..