Re-system

Re-system
CHAPTER 45



Di sebelah ujung Selatan dari 5 Benua terdapat sebuah dataran Kecil yang hanya memiliki luas seperti Ibukota kekaisaran Elang Api.


Tapi Qi yang berada di pulau kecil itu sepuluh kali lebih padat serta disana terdapat berbagai sumberdaya langka yang sangat jarang di temukan di kelima Benua.


Pulau Kecil itu di huni oleh sebuah sekte dengan tanda Mawar darah sebagai simbolnya. Bangunan besar dengan gaya cina kuno dengan berbagai patung singa yang terbuat dari Batu Roh terdapat disana.


Seorang Pria sepuh dengan janggut Putih panjangnya tengah duduk di sebuah Kursi yang terbuat dari kayu tiba-tiba dikagetkan oleh munculnya sebuah Petir Putih diatas langit.


"Aa-..apakah itu.. Petir Asura!!." Ucap Pria Sepuh itu sambil membelalakkan matanya tidak percaya.


"Iii...Ini, Siapa dia sampai bisa memanggil Petir Asura yang tidak pernah muncul selama jutaan tahun di dataran Rendah ini."


"Dikatakan di catatan Kuno milik leluhur bahwa hanya 2 Orang yang dapat memunculkan Petir Asura dahulu kala... Untuk dapat melihatnya di kehidupan ku ini, aku sungguh orang yang beruntung."


Tingkatan Kesengsaraan Ilahi dibagi menjadi :


--Langit dan Bumi : Muncul Setiap 1.000 Tahun Sekali.


-Roh : Muncul setiap 100.000 tahun sekali


-Kuno : Muncul Setiap 1 Juta tahun sekali


-Neraka : Muncul Setiap 10 Juta tahun Sekali


-Asura : Muncul ke 3 Kali saat Kai mengalami Kesengsaraan Ilahi


-Legenda : Belum Pernah Muncul selama 10 Milyar Tahun.


-Kematian dan Kehidupan : Belum Pernah Muncul sama Sekali ( Tapi di jelaskan Jika Petir Kematian dan Kehidupan Muncul Alam itu sendiri akan hancur.)


Setelah itu Pria Sepuh itu mulai berdiri dan terbang keluar dari kediaman nya. satu menit kemudian Pria Sepuh itu telah sampai di sebuah Tempat latihan milik sekte nya.


"Wahai para murid-murid ku, Seperti yang tertulis di dalam Catatan Leluhur... Setelah muncul sebuah Petir Asura di Alam Yang rendah ini kita dapat kembali ke rumah kita yaitu... Alam Dewa!!..''


"Wa!!.." Teriak Para murid sekte itu secara bersamaan.


"Akhirnya kita dapat meninggalkan alam rendah ini... Aku telah terjebak di ranah Raja Dao selama Puluhan tahun karena kurangnya Qi murni di Alam ini." Keluh Seorang Murid sekte.


"Horee!!!.."


"Petir Asura telah menghilang selama ratusan juta Tahun dan juga hanya 2 Orang yang pernah mengalaminya salah satunya adalah Leluhur Kita... Jika ada orang yang dapat memanggilnya maka kekuatannya akan setara atau bahkan lebih kuat dari leluhur Kita."


"Leluhur kita merupakan salah satu Orang Kuat yang menguasai Alam Dewa... Beliau merupakan Peringkat 4 di jajaran Kultivator Dewa disana." Lanjutnya.


Setelah Pidato singkat itu, Patrialis sekte mengeluarkan Sebuah gulungan Emas dan membukanya, kemudian Patriak Sekte meneteskan satu tetes darah miliknya seketika muncul sebuah Portal dimensi yang sangat besar.


Para murid Dari sekte tersembunyi itu satu persatu mulai memasuki Portal dimensi yang baru saja muncul.


Sepuluh menit kemudian Murid terakhir dari sekte Tersembunyi itu pun masuk dan suasana Sekte pun menjadi sunyi, "40 Tahun aku membangun Sekte disini atas permintaan leluhur Sekarang aku harus meninggalkan nya... Hei Bocah yang memanggil Petir Asura kuharap kita dapat bertemu di masa depan Di Alam Dewa." Batin Patriak sekte.. Setelah itu Patriak sekte pun ikut memasuki Portal Dimensi dan kemudian portal itupun menghilang.


Gunung Jielong~


Kai yang Kini telah menerima Kesengsaraan ilahi memiliki Aura yang sama sekali berbeda... Bajunya telah hangus menjadi debu akibat Petir yang menyambar dirinya..


Dataran yang merupakan tempat dirinya berpijak kini telah berubah menjadi sebuah kawah yang luasnya hampir menghancurkan 3/4 dari Gunung Jielong.


Saat ini Tubuh Kaisar Petir Miliknya masih aktif yang membuat Rambut Mata dan juga Bentuk otot tubuhnya berubah drastis.


"Huuff.... Haaa.... Tubuh Ini sangat hebat, Bahakan petir yang mematikan seperti tadi dapat Ia tahan walaupun aku juga menelan beberapa Pil penangkal Petir.."


Kai kemudian memulihkan Fisik tubuhnya seperti Semula, Tinggi badannya memendek 10 Cm juga warna Rambut dan bola matanya kembali menjadi warna Hitam.


"Yi'er kau boleh keluar sekarang..." Ucapnya.


Whuss!!..


Hembusan angin yang cukup kencang terjadi dan muncul sebuah gadis cantik yang tampil feminim di depan mata Kai.


"Maaf-maaf... Eh, apakah Kau malu Yi'er Bukankah kita telah resmi menjadi Kekasih.. Kau akan sering melihat ini di masa depan."


"Kai gege Kamu!!!..."


Setelah itu Kai mengambil sebuah Pakaian ganti di dalam cincin ruang miliknya.


"Nee... Gege Kau tadi sangat luar biasa, Kesengsaraan Ilahi yang tadi Gege alami tadi merupakan Kesengsaraan Ilahi yang belum pernah muncul selama 100 Juta Tahun Loo.." Ucap Yi sambil bertingkah Imut.


"Haha... Tentu saja, Gege mu ini harus menjadi orang Kuat jika tidak maka aku tidak mungkin dapat melindungimu di masa depan hahaha.." Ucap Kai sambil tertawa lepas.


"Oh, Ya aku dari dulu selalu penasaran... Saat Kau berada Di Dunia Jiwa, Siapakah suara System yang muncul saat itu?."


"Etoo... Jadi, Sebenarnya itu Adik ku Gege..." Jawab Yi sambil tersenyum canggung.


"Apaaaa!!!!... Aa- adikmu? Bagaimana Bisa?." Ucap Kai sambil memasang ekspresi terkejut.


"Apakah dia cantik?."


"Plak.." Suara tamparan yang cukup keras dapat di dengar.


"Kai gege... Aku sudah menjadi kekasihmu tapi dirimu masih menginginkan Adikku? Gege Kau terlalu serakah." Jawab Yi sambil menggembungkan Pipi mungilnya.


"Maaf-maaf Aku tadi hanya sedang bercanda hehe..." Balas Kai tanpa rasa bersalah sedikitpun.


Yi tidak memperdulikan Kai dan langsung menghilang memasuki Dunia Jiwa.


"Haiss... Wanita memang sulit untuk di ajak bercanda.."


Kai kemudian terbang dan melihat pemandangan yang berad aid bawahnya, karena ia yang membuat gunung Jielong menjadi seperti ini ia juga harus bertanggung jawab.


Kai membuat Sebuah Array Pengumpul Qi tingkat 6 yang mengitari seisi gunung Jielong, "Maaf Kawan, Kau jadi seperti ini karena salahku... Jadi aku akan bertanggung jawab."


Setelah Array Pangumpul Qi tingkat 6 berhasil dibuat Kawah yang berada di gunung itu perlahan-lahan kembali semula.


Kai juga menanam berbagai Herbal langka disana dan juga mengambil sebuah Telur yang cukup besar dari Inventory nya.


"Oh.. Bukankah ini telur yang kudapat ketika selesai membunuh Patriak Sekte BaoTu... Pertama Kali kulihat telur ini mengeluarkan Aura Langit dan Bumi... Jadi kupikir telur ini mungkin sebuah telur dati Binatang Iblis atau Mungkin binatang legenda."


Kai kemudian mengeluarkan Sedikit Qi murni dari dalam Tubuhnya untuk membuat telur di tangannya menetas.


1 Jam berlalu... Tapi belum ada tanda-tanda telur itu akan menetas.


2 Jam...


3 Jam...


Karena Kai memiliki Tubuh Toh Asupan Qi di dalam tubuhnya tidak pernah Habis... Akhirnya setelah 6 jam menyalurkan Qi murni tanpa henti, Telur Besar itu perlahan retak dan akhirnya menetas.


"Chip... Chipp..."


Muncul Sebuah Binatang Kecil Lucu dari dalam telur Raksasa itu, "Tidak mungkin Kan... Ini... Ini... Anak Ayam."


"Tidakkk!!!!!..."


"Aku menunggu selam 6 Jam hanya untuk seekor Anak Ayam, Apa Kau bercanda... Sial ini sungguh tidak adil, Setidaknya aku ingin seorang Binatang yang keren Seperti Harimau Putih, Naga, Atau Lain sebagainya.... Tapi Kenapa Harus Anak Ayam!!.."


"Chipp...Chipp.."


"Sudahlah... Anak Ayam ini Lucu juga ternyata mungkin Yi'er akan menyukainya, Lagi pula tadi aku juga membuatnya marah, mungkin ini dapat dianggap sebagai hadiah dariku.."


...----------------...


...----------------...