Re-system

Re-system
Roh Pedang



Ribuan undead dengan basis Kultivasi Peak God Realm mulai bermunculan dari dalam tanah.


Meski mereka hanya di ranah True God Realm, tetapi karena berkah yang Zhukai berikan pada mereka. Seluruh Undead itu akan terus memulihkan diri selama Aura Kematian yang Kai miliki masih ada.


"Grahh.. Grr.."


Ribuan Undead itu segera mengelilingi ratusan murid serta Tetua Akademi Zhunche.


"Jangan Takut, segera aktifkan Artefak Ilahi. Itu bisa menghalau semua Undead ini.."


Dengan perkataan dari seorang tetua, semua puluhan murid mengeluarkan sebuah pecahan giok dari dalam baju mereka.


Mereka mengumpulkan pecahan Jade Giok menjadi satu setelah itu mulai membacakan mantra kuno serta menggunakan energi dari Batu Dewa untuk mengaktifkannya.


Bayangan Heksagram raksasa muncul dan melayang tinggi di udara. Itu membuat sebuah lapisan cahaya terang yang mengelilingi ratusan murid Akademi Zhunche.


Kai menaikkan salah satu alisnya kemudian tertawa keras, "Kekeke... Jadi seperti itu.."


Karena elemen cahaya yaang keluar dari Artefak Ilahi milik Tetua Akademi Zhunche, hampir setiap Undead yang mendekat segera hancur.


Kai berwana menarik kembali semua Undeadnya kemudian mulai mengambil sebuah pedang hitam dari Inventory nya.


Pedang itu terlihat seperti besi hitam yang sangat tua, tetapi meski terlihat tumpul, pedang hitam tersebut sangat tajam.


Bahkan mampu membelah senjata tingkat Dewa hanya dalam sekali tebasan.


"Sudah cukup lama sejak aku menggunakan mu lagi kawan.."


Whuss!!..


Asap hitam mulai keluar dari dalam pedang, itu mulai berkumpul dengan semakin tebal dan tebal.


"Uhh, sungguh Aura Kematian yang sangat pekat..." Yu Chi Lan berkata, bahkan dengan kekuatannya saat ini, dia merasa terganggu dengan Aura Kematian yang Pedang Hitam keluarkan.


Sementara itu, asap hitam mulai berhembus menuju lapisan cahaya tipis yang melindungi Tetua serta murid dari Akademi Zhunche.


Tanpa seorangpun duga, asap hitam itu mulai melahap lapisan cahaya dengan begitu cepat.


Bahkan Zhukai terkejut melihat kejadian itu, "Sejak kapan pedang ini memiliki kemampuan yang begitu kuat?" Gumam Kai pelan.


Dia menggenggam erat Pedang Hitam dengan satu tangan kemudian mulai menebas lurus memunculkan sebuah tebasan melengkung seperti bulan sabit.


Slashh!!..


Duarr!!...


Ratusan murid Akademi Zhunche meledak menjadi kabut darah sementara beberapa tetua sedikit beruntung dapat menghindari serangan Zhukai.


"Ha Ha Ha... Sial, serangan apa itu barusan.." Seorang tetua membelalakkan matanya tidak mempercayai apa yang dia lihat.


Ratusan murid dalam Akademi Zhunche yang masing-masing memiliki Kultivasi Chaos God di bunuh semudah itu.


Apalagi itu Han dalam sekali serang, siapa yang menduga bahwa Kultivasi orang yang mereka sergap sangatlah tinggi.


"A–Apa tidak ada cara lain bagi kita untuk selamat dafi situasi ini kakak?" Seorang Pria patuh baya yang terlihat hampir sama dengan tetua itu berucap.


Kedua kakinya bergetar dengan celana bagian bawahnya sudah benar-benar basah.


"Sial, kenapa kau begitu pengecut.. Aku sudah menyiapkan sesuatu untuk situasi ini.."


Dari dalam cincin ruang yang ada di jari Tetua Akademi Zhunche, muncul satu set perlengkapan perang.


Itu terdiri dari pedang, pelindung kepala, zirah, dan juga sebuah tameng.


"Cepat kau pakai ini, sebenarnya aku menyiapkan ini untuk bertarung dengan Ketua Sekte, tetapi hidup kita saat ini sedang dipertaruhkan."


Tetua lain menganguk, mereka berempat segera memakai perlengkapan perang itu dan mulai menyerang Kai secara diam-diam.


Sementara itu, Zhukai terus menatap penuh fokus pada Pedang Hitam di tangannya, dia begitu terkejut dengan kekuatan yang pedang hitam itu keluarkan tiba-tiba.


Dalam serangannya tadi, ia bahkan belum mengerahkan sedikitpun Qi dalam tubuhnya, tetapi itu sudah membunuh ratusan murid Akademi Zhunche.


"Ada yang aneh dengan pedang ini, atau itu mungkin perasaanku saja–..."


Tepat ketika Kai menyelesaikan ucapannya, sebuah panas melesat kearah nya dengan kecepatan tinggi.


Di mata panah itu, terlihat sebuah cairan hijau yang tak lain adalah Racun!!, "Ingin membunuhku dengan sebuah racun? Ck ck ck, itu adalah kesalahan besar."


Slapp!!..


Panah itu segera mengincar tepat di jantung nya, sebuah tawa tiba-tiba terdengar dari sosok pria paruh baya di atas pohon.


"Bodoh! Terlalu percaya diri dengan kemampuan mu, panah itu sebenernya sudah dilapisi dengan racun yang sangat mematikan, selang 10 detik kau pasti akan mati.."


Sepuluh detik berlaku dengan sangat cepat, tidak ada perubahan yang terjadi pada tubuh Zhukai.


Sementara itu, tiga tetua lain juga ikut menghampiri dengan baju perang di tubuh mereka.


"Hoo, kau tahan kama juga ternyata. Zaky menjamin bahwa kau akan mati satu menit lagi.."


Bahkan setelah satu menit berlalu, Kai masih berdiri tegak dengan tatapan kosongnya.


"Apakah kalian sudah puas bermain-main? Maka matilah!.."


Zhukai menggenggam erat gagang Pedang Hitam dengan kedua tangannya, sudut mulutnya terbuka dan kata-kata keluar darinya.


"Segel Domain : Pedang Pembunuh!!.."


Seolah-olah waktu berhenti berjalan, sebuah tebasan lurus yang sangat cepat bahkan mustahil untuk di hindari. Bahkan jika itu Tang Ye sekalipun.


Zzrrttt!!


Kilatan cahaya melintas dengan Aura Kematian yang berkumpul menjadi satu di satu Titik.


Booommm!...


Ledakan yang begitu keras, itu menghancurkan ribuan pohon di dalam hutan berserta tanah-tanah di dalam hutan tersebut.


Di dalam sebuah ruangan yang berada di bangunan yang letaknya terdapat di lereng gunung. Seorang Pria tua dengan janggut putih panjangnya menatap takut pada kilat cahaya hitam yang baru saja terjadi.


"Kekuatan apa itu... Sungguh sangat kuat dan jahat." Dia terpaku menatap tempat dimana Kai dan empat tetua tadi berada..


Kini tempat itu telah hancur dan berubah menjadi sebuah kawah besar, sedangan mayat dari ke-enam tetua telah berubah menjadi abu bersama dengan jiwa mereka.


Di sebuah tempat yang berada tak jauh dari hutan, Kai bernafas sedikit berat. Karena Aura Kematian dari Pedang Hitam semakin kuat, itu juga membebani tubuhnya.


Keringat mulai membasahi punggungnya, sementara itu disampingnya. Biao Jian dan Yu Chi Lan terlihat sedikit khawatir.


"Kakak, kamu tidak apa-apa?" Biao Jian bertanya dengan nada sedih, dia sedikit takut bahwa Zhukai akan terluka.


"Ah, aku baik-baik saja Jian'er kamu tidak perlu khawatir." Jawab Zhukai dengan senyuman lebar di wajahnya.


Kedua wanita itu bernafas lega setelah mendapat jawaban dari Zhukai. Kai menatap Pedang Hitam di tangannya untuk beberapa detik kemudian memasukkan nya kembali kedalam Inventory.


Tepat ketika Kai akan memasukkan pedang itu, waktu seolah berhenti. Sosok wanita cantik dengan ekspresi dingin di wajahnya tiba-tiba keluar dari Pedang Hitam.


Hanya dia dan Zhukai yang bisa dalam waktu yang berhenti saat itu. Ketika sosok wanita dingin itu menatap Zhukai, ekspresi dingin di wajahnya tiba-tiba melembut dan dia melayang mendekat ke Zhukai.


Kulit nya putih sehalus giok dengan dua lesung pipi yang muncul ketika dia tersenyum.


"K–Kamu siapa?" Kai bertanya dengan sedikit gugup, bisa menghentikan waktu? bukankah itu berarti dia sangat kuat?.


Tetapi setelah Kai memikirkan nya kembali, Wanita itu baru saja keluar dati Pedang Hitam, itu mungkin ada hubungannya dengan nya.


Mendapati pertanyaan Zhukai padanya, wanita itu tersenyum lembut dan menjawab.


"Aku? Aku Istrimu.."


Secara tiba-tiba, Kai dapat merasakan rasa lembut dan juga manis di bibirnya. Ternyata, sosok wanita cantik tadi menciumnya dengan tiba-tiba.


Pikiran Kai menjadi kosong, dia tidak mengenal wanita cantik itu dan tidak memiliki ingatan tentangnya. Tetapi dia secara tiba-tiba menciumnya, bukankah itu sangat tidak masuk akal?.


"Kamu, apa yang barusan itu.."


"Ehehe, Aku tidak bisa menjawab semua pertanyaan di benakmu saat ini. Kamu akan mengetahuinya sendiri seiring berjalannya waktu.." Sosok wanita cantik itu kembali beru ah menjadi asap hitam tebal dan kembali masuk kedalam Pedang Hitam.


"T–Tunggu..." Belum sempat Kai mengajukan pertanyaan, wanita cantik tadi sudah terlebih dulu masuk kedalam pedang.


***


Bersambung..