Re-system

Re-system
Menembus Satu Tingkatan



Di sebuah toko pakaian yang berada di pusat kota, Zhukai masuk kedalam dengan Biao Jian dan Yu Chi Lan memeluk lengan kanan dan kirinya.


"Kalian berdua cepat lepaskan aku.." Kai berkata karena pelan karena mendapatkan tatapan iri dari semua orang.


Ada beberapa dari ras Phoenix menunjukkan rasa tidak senang pada Zhukai.


"Aku tidak mau! Wanita jahat, kau cepat lepaskan pelukan mu dari Kakak. Kau membuat Kakak tidak senang." Biao Jian berkata dengan tidak senang pada Yu Chi Lan.


"Ara~ Tapi aku tidak mau melepaskannya.." Yu Chi Lan tersenyum nakal. Bukan hanya dia tidak melepas pelukannya dari lengan Zhukai, dia malah memeluk lengan Zhukai dengan. semakin erat.


Pertengkaran mereka bertiga seketika menjadi pusat perhatian orang-orang disekitarnya, terlihat banyak orang sedang memperhatikan mereka bertiga sambil berbisik dengan pelan.


"Lihat pria itu, dia sangat tampan. Sayangnya kedua istrinya terlihat sedang bertengkar."


"Kamu benar, dan lagi kedua istrinya sangat cantik, tetapi.. Apakah kamu sadar bahwa wajah kedua wanita itu hampir mirip.." Ujar salah seorang wanita yang terkesima dengan kecantikan Biao Jian dan Yu Chi Lan.


Sementara itu, Zhukai yang dapat mendengar secara jelas apa yang dikatakan semua orang segera tertunduk dan secara paksa melepaskan kedua lengannya dari pelukan ibu dan anak itu.


"Cepatlah jika ingin membeli pakaian, aku akan menunggu disana.."


Kai menjauh dari kedua gadis itu dan duduk tepat di bahas pohon besar. "Kamu wanita jahat, lihat apa yang kamu lakukan!! Kakak sekarang marah kepadaku.."


Yu Chi Lan hanya tertawa kecil, dia memegang lembut telapak tangan putrinya dan mengajaknya masuk kedalam.


"Sudahlah, ayo masuk.. Ibu akan membelikan mu pakaian baru.."


Meski Biao Jian ingin menolak, tetapi setelah melihat tatapan Yu Cho Lan yang dipenuhi ketulusan. Biao Jian memberi anggukan kecil.


Melihat anggukan kecil dari putri mungilnya, Yu Chi Lan dapat merasakan kehangatan yang sudah lama menghilang dari dirinya.


Mereka berdua masuk kedalam toko, ada sambutan penuh hormat dari resepsionis toko pakaian tersebut.


Tanpa waktu lama, Yu Chi Lan mengambil dua set pakaian yang terbuat dari sutra yang sangat halus dan lembut.


"Apakah kamu menyukai pria itu?" Yu Chi Lan bertanya sambil memakaikan pakaian pada putrinya.


"Hmph.." Biao Jian mendengus dingin, tetapi tanpa dia sadari. Dia memberi sebuah anggukan kecil.


Meski dia belum mencapai kedekatan tertentu dengan putrinya, Yu Chi Lan sudah merasa sangat senang.


"Apakah kamu menyukai pakaiannya.."


Yu Chi Lan yang sudah selesai memakaikan pakaian baru untuk putrinya serta merias wajah putrinya menyeka keringat di dahinya.


Di depan cermin, Biao Jian terlihat sangat cantik. Alisnya yang tebal dengan bibir yang begitu merah membuatnya terlihat sangat dewasa.


Bahkan saat ini paras wajahnya sangat sama dengan Yu Chi Lan, "Eee... Siapa wanita cantik ini.." Biao Jian ternganga tidak percaya apa yang telah dia lihat di depan cermin adalah wajahnya sendiri.


"Itu kamu.. Apakah kamu tidak ingin menunjukkan ini pada kakakmu itu?" Yu Chi Lan sedikit menggoda putrinya sambil melepas pakaiannya.


Yu Chi Lan dengan cepat mengganti pakaian lamanya dengan pakaian yang baru, "Tada~.. Bagaimana, apakah kita sudah terlihat sama persis?"


Biao Jian terpesona dengan penampilan Yu Chi Lan yang sangat mirip dengannya, dia tidak bisa menolak lagi bahwa Yu Chi Lan benar-benar ibu kandungnya.


"Ayo kita pergi..." Ucap Yu Chi Lan sambil menarik tangan Biao Jian menuju keluar.


"Kemana!" Biao Jian bertanya dengan sedikit bingung.


"Kemana? Tentu saja untuk menemui kekasihmu itu.."


Mereka berdua segera keluar dari toko pakaian dan segera menemui Zhukai.


"Eh kalian .." Melihat ada dua sosok Biao Jian yang datang kearahnya, Kai menjadi sedikit bingung.


"Ehehe, kakak.. Siapa diantara kami yang merupakan Biao Jian.." Salah satu diantara keduanya tertawa dan segera memeluk Kai erat.


Kainterlihat sedikit kebingungan, tetapi setelah dia melihat lebih teliti lagi, ada perbedaan diantara keduanya. Itu adalah ukuran dada mereka.


"Mwehehe, ukuran dada memang tidak pernah berbohong.." Akai terkekeh dan berkata dalam hatinya.


"Hmm..." Seolah-olah berfikir keras, Kai berjalan kearah Yu Chi Kan dan mengambil kesempatan untuk menyentuh dua buah dada yang terlihat begitu empuk di tubuhnya.


"Kyaa~ Ahhh~..." Karena sudah sangat lama dirinya disentuh oleh lelaki lain kecuali suaminya dulu, tubuh Yu Chi Kan sangat sensitif.


Erangan yang sangat keras terdengar begitu jelas di telinga semua orang, sementara itu Kai masih tidak berhenti dan terus meremas dada Yu Chi Lan.


"Hmm, tidak! Kamu bukan Jian'er.."


Kai melepas tangannya hingga membuat Tu Chi Lan terengah-engah, setelah itu dia menarik lengan Biao Jian dan berkata lembut.


"Kamu Jian'er bukan.."


"Huu... Kakak.." Biao Jian sangat senang bahwa Kai secara langsung dapat mengenalinya.


Sementara itu, Yu Chi Lan yang baru saja sadar bahwa Kai mengambil kesempatan untuk menyentuhnya menjadi sedikit marah.


"Kamu..."


"Ehh, bukankah kamu sendiri yang menyarankan ide ini? Kenapa kamu menjadi marah." Kai terkekeh sambil menatap Yu Chi Lan dengan senyum konyol nya.


Meski Yi Chi Lan ingin marah, tetapi apa yang dikatakan Kai benar. Ini memang idenya untuk membuat Kai menebak siapa Biao Jian yang asli.


Setelah mereka bertiga puas berjalan-jalan di kota, Mereka bertiga kembali ke istana.


Karena Kai tidak ingin kesana, dia memutuskan untuk pergi ke danau tempat dia kemarin berlatih.


Dia mengeluarkan beberapa herbal dari dalam Inventory nya dengan sebuah tungku Kuno yang dia dapat dulu sekali.


Kai menyalakan tungku pil dengan Api Phoenix nya kemudian dengan tangan kanan yang menjaga suhu api, Kai memasukkan semua herbalnya dengan tangan kirinya.


Proses meramu pil membutuhkan waktu yang sedikit lama, karena Zhukai sudah cukup lama tidak membuat Pil. Kecakapan nya sedikit berkurang.


Hingga setelah tiga jam berlalu. Tungku Pil mengeluarkan cahaya warna warni, detik berikutnya ketika tutup tungku pil terbuka.


Melayang puluhan Pil berwarna biru laut dengan aroma harum yang memenuhi area disekitarnya.


"Ha Ha Ha... Setelah lama tidak membuat Pil, ini sangat melelahkan." Kai bernafas dengan terengah-engah sambil mengumpulkan Pil-pil yang berjatuhan.


"Meski ini diluar ekspektasi ku, tetapi Pil ini sangat luar biasa."


Tanpa ragu, Kai menelan puluhan Pil itu dan mulai duduk memejamkan kedua matanya berkultivasi.


Pusaran energi mulai berkeliling disekitar tubuhnya dan mulai memasuki pori-pori tubuhnya.


Whengg!!


Kai terus-menerus menyerap energi spiritual yang berkumpul di sekitarnya hingga sebuah energi panas secara langsung ikut terserap olehnya.


Kai sedikit terkejut ketika merasakan aliran panas membakar seluruh organ dalam dan juga kulit-kulit nya.


Tetapi dengan bantuan Budidaya Pelahap Bintang, Kai dengan cepat menyerap seluruh energi panas itu.


Duarr!!


True God Realm, Chaos God tahap Kaisar!!..


***


Bersambung..