
"Kita sampai..." Seorang yang mengendalikan Profound Ark berkata dengan suara keras.
Karena yang naik Profound Ark itu kurang dari seratus orang, Profound Ark itu memiliki ukuran yang lebih kecil dari biasanya.
Udara yang berhembus dan juga angin sepoi-sepoi benar-benar membuat Gunung Xuanzhen menjadi tempat yang nyaman untuk di kunjungi.
"Whoaa, udara sangat nyaman.." Biao Jian yang baru saja keluar dari ruangannya berkata dengan penuh kekaguman ketika melihat pemandangan Gunung Xuanzhen.
"Kita akan turun beberapa saat lagi, apakah kalian berdua lapar?" Kai menoleh dan bertanya pada Yu Chi Lan dan putrinya.
Mereka berdua mengangguk, tetapi suasana dia antara mereka terlihat sedikit canggung. Ini karena kejadian beberapa hari lalu dimana Kai ingin memperkosa mereka berdua.
"Ahaha, apakah kalian masih memikirkan kejadian dua hari yang lalu? Aku benar-benar minta maaf tentang itu.." Kai berkata dengan tulus, jauh di dalam lubuk hatinya.
"Hmph.." Yu Chi Lan hanya memberi dengusan dingin, dan berjalan pergi.
"Kakak, ayo turun juga.." Biao Jian dengan polos berkata.
Sementara itu, orang yang menyebabkan semua itu, Meng Nie! Setelah dia memarahinya cukup lama, Meng Jie sama sekali belum bertemu Zhukai selama dua hari karena takut.
"A–Anu Paman, kita sudah sampai. Mengapa kamu tidak turun?" Dari kejauhan, Meng Nie berjalan mendekati Kai yang tengah berdiri dan bertanya.
"Akhirnya kau keluar juga!! kemana saja kau dua hari ini?."
"Maaf Paman, aku takut Paman marah kepadaku jadi aku bersembunyi.."
Kai menghela nafas, setelah itu hanya menjentikkan jarinya di dahi Meng Nie lalu mengajaknya menuruni Profound Ark.
Ketika mereka berempat turun dari Profound Ark, terdapat sebuah desa kecil yang cukup jauh dari pandangan mereka.
"Kurasa tidak ada desa lain selain itu." Kai menunjuk sebuah desa yang berada cukup jauh dari jarak pandangannya.
"Dimana Kakak? Kenapa aku tidak melihatnya?" Biao Jian yang sudah menyipitkan matanya beberapa kali tetapi tidak melihat desa yang Kai maksudkan.
Sementara Yu Chi Lan sendiri sangat terkejut ketika mengetahui jarak pandangan Zhukai yang begitu jauh di Kultivasinya saat ini.
"Ayo ikut aku.."
Mereka berempat mulai berjalan menuju ke selatan dimana desa itu berada, karena jaraknya cukup jauh. Mereka membutuhkan waktu dua jam untuk sampai.
"Permisi, dimana aku bisa menemukan penginapan di desa ini?" Kai mendatangi seorang pria paruh baya yang sedang mengangkat beberapa kayu bakar di pundaknya dan bertanya.
"Jalan saja lurus laku belok kiri, ada sebuah bangunan bernama rumah makan singa, mereka juga menyediakan kamar untuk orang yang ingin tinggal beberapa hari di desa ini." Jelas orang itu.
Kai mengangguk paham dan memberikan sepuluh batu raja sebagai bentuk terimakasihnya.
Pria paruh baya itu begitu terkejut dan dengan senang hati menerimanya.
Tak butuh waktu lama bagi Zhukai untuk menemukan tempat yang dimaksud oleh pria tadi.
Rumah makan singa, itu benar-benar sebuah bangunan dua lantai yang cukup besar dalam sebuah desa.
Kai dan ketiga gadis di belakangnya masuk dan lonceng pintu berbunyi.
"Ah, ada pelanggan rupanya.."
Seorang wanita berambut hijau terang meletakkan sapu di tangannya dan datang menyambut kedatangan Kai dan tiga lainnya.
"Halo pelanggan terhormat, apakah anda ingin makan atau menginap disini?" Ucap wanita itu dengan sopan sambil menunjukkan senyumnya.
"Kami ingin makan dan menginap disini? Berapa harga untuk satu kamar dan satu malam nya?"
Wanita itu berdiam seolah sedang menghitung biaya yang Kai maksudkan.
"Itu tidak terlalu mahal, hanya 1.000 batu roh saja.." Mendengar harga yang ditetapkan oleh wanita itu, Kai sedikit terkejut.
1.000 batu roh? Itu adalah jumlah yang sangat sedikit bagi seseorang yang ingin bertahan hidup di Daratan Luo.
Ia bisa memaklumi jika orang yang menarik harta itu tinggal di Dataran bawah, tetapi di Dataran Luo, uang sebesar itu hanya cukup untuk bertahan selama tiga hari.
"Ah, aku sebenarnya tinggal dengan anakku. Tetapi setelah dia diterima di Akademi Kekaisaran, dia belum pernah mengunjungi ku selama hampir 4 tahun." Jelas wanita itu sedikit sedih.
"Bagaimana dengan suamimu?"
"Ah... Maaf, aku tidak ingin menjawabnya.."
Mendengar jawaban itu, Kai segera tahu bahwa apa yang dia tanyakan barusan menyakiti hati dari wanita di depannya.
Dia buru-buru meminta maaf dan membayar 30 batu raja untuk bermalam disana.
"Tapi pelanggan, ini terlalu banyak.."
"Tidak apa, ambillah.."
Ketika wanita itu mendengar jawaban dari Zhukai, dia benar-benar berterimakasih padanya.
Dia menyuruh Kai dan ketiga lainnya duduk dan berjalan kembali ke dapur.
"Ngomong-ngomong, apa yang tuan pendekar lakukan di desa kecil ini?" Karena melihat pedang panjang yang terselip di pundak belakang Zhukai, wanita itu mulai mengubah panggilannya.
Dia meletakkan piring di tangannya keatas meja sambil mengajukan beberapa pertanyaan.
Kai juga dengan santai menjawab pertanyaan itu sambil memakan makanan yang dia pesan.
"Apa.. !? Gunung Xuanzhen, sebaiknya tuan pendekar jangan pergi kesana.." Wanita itu berkata dengan sedikit keras.
"Memangnya ada apa disana?"
"Saya juga tidak mengetahuinya, tetapi ada rumor mengatakan bahwa ada sebuah sinar cahaya yang muncul tiba-tiba bersama dengan ledakan keras yang mengguncang seluruh gunung."
Kai tersenyum lebar sambil memakan paha binatang buas yang ada di tangannya, "Sebenarnya apa yang dikatakan gadis itu bukanlah kebohongan. Tetapi kenapa dia mengajakku? Dia bisa saja memonopoli harta itu untuk dirinya sendiri." Pikir Kai dalam benaknya.
Tetapi karena ada Yu Chi Lan yang menemaninya, dia tidak begitu takut akan bahaya yang akan dihadapinya nanti. Apalagi dia juga memiliki Teknik Teleportasi yang membuatnya dapat berpindah tempat dalam sekejap.
"Kami sudah kenyang, berapa yang harus aku bayar untuk semua ini." Kai bersendawa kencang dan berkata sambil menunjuk banyak piring kosong di meja.
"Ah tidak perlu~ Tuan pendekar sudah membayar banyak uang untuk menginap disini, akan sangat memalukan jika saya menerima uang dari tuan pendekar lagi." Wanita itu, Liu Ya menolak uang Zhukai dengan tegas.
"Tidak perlu sungkan seperti itu, ini ambillah.."
Setelah melihat Liu Ya enggan menerimanya, Kai berkata sekali lagi, "Aku memaksa!!."
Pada akhirnya, Liu Ya menerima uang itu walau sedikit enggan. Setelah dia menuntun Kai dan tiga wanita yang bersamanya kedalam kamar, ia segera om pamit undur diri.
"Kalian bertiga akan tidur disini.."
"Lalu kakak?" Biao Jian menarik kerah baju Zhukai dan bertanya.
"Haha, aku tidak tidur malam ini Jian'er.." Kai menjawab lembut.
Setelah dia melihat anggukan mereka bertiga, dia kembali turun dan duduk disalah satu meja yang berada di dekat jendela.
Dia mengeluarkan satu buah kendi arak dari Inventory nya dan juga segelas cangkir.
Kai menuangkan Arak itu kedalam cangkir dan meneguknya dalam sekali tegukan.
"Apa yang mereka katakan tentang arak ini benar adanya, Arak Phoenix, ini sangat nikmat."
Dia menatap keluar dan menatap bulan yang bersinar begitu terang sambil bergumam pelan.
"Besok mungkin ada beberapa pertempuran yang tak terhindarkan."
***
Bersambung..