Re-system

Re-system
Pria Berjubah Hitam



Di sebuah pabrik Kosong yang sudah tidak terpakai untuk waktu yang cukup lama, Pabrik itu terletak cukup jauh dari kedalaman Hutan. Suara kendaran hampir tidak dapat terdengar Disana, lolongan binatang serta beberapa suara mendesis dapat terdengar jelas jika seseorang memasukinya.


Tak jauh dari tempat pabrik Kosong itu berada, terlihat dua orang berbeda jenis kelamin sedang berjalan menuju tempat pabrik itu berada.


"Tuan, Disana tempat murid yang hilang disembunyikan." Yola menoleh kesamping dan berbicara kepada Kai sementara jari telunjuknya menunjuk kearah tempat pabrik Kosong itu berada.


"Mhmm.." Kai mengangguk dan memasang eksepsi seolah dia juga mengetahuinya.


Tepat di depan pabrik Kosong itu, Kai dapat merasakan dengan jelas aura roh jahat serta Elemen hitam mengelilingi pabrik itu.


Kai menggunakan elemen cahaya miliknya untuk melindungi dirinya dari kerusakan akibat dari Qi hitam tersebut, ia juga mengedarkan Elemen cahya pada Yola.


"Mari kita masuk." Kai berkata dengan lembut, setelah Yola meminum carian Pengendali Jiwa miliknya, sikap Kai padanya sedikit berubah.


"Ya Tuan."


Kedua orang itu mulai memasuki pabrik dengan yola saat ini berada didepan. Tak jauh dari dalam pabrik Kai dapat melihat sebuah bayangan hitam yang terbang diatas langit-langit, tidak hanya satu melainkan ada puluhan bayangan hitam Disana.


"Roh jahat?" Kai mengerutkan kening melihat puluhan roh jahat yang saat ini sedang terbang diatas langit-langit pabrik sambil mengungkapkan elemen hitam yang cukup menusuk.


Roh jahat tidak dapat diserang dengan kekuatan fisik melainkan dengan Qi atau elemen cahya yang bersifat merusak.


Melirik kesamping, terlihat ekspresi tenang Yola seakan sudah terbiasa dengan ini. Yola juga mengalihkan pandangannya pada Kai dan dengan suara lembutnya ia berkata, "Tuan tidak perlu tegang, roh-roh jahat ini tidak akan melukai kita."


Yola mengungkapkan sikap percaya diri, ia berjalan Kedepan mengabaikan puluhan roh jahat itu, Kai juga tanpa sadar mulai mengikutinya.


Setelah dua orang tersebut sampai disebuah ruangan kosong, terlihat rumput liar mulai tumbuh di dalam ruangan itu. Benar-benar kotor!


Tapi dibalik tumpukan sampah serta rumput liar itu, dapat terlihat sebuah pintu masuk kayu yang tertutupi sampah dedaunan dan juga rumput liar.


Kai menaikkan alisnya ketika melihat pintu masuk tersebut, "Mungkinkah murid sekolah yang menghilang itu ada di dalam sana?"


"Ya." Jawab Yola.


Yola membuka pintu kayu dan terlihat sebuah tangga yang menghubungkan ruangan ini dengan bawah tanah, Yola bergegas menuruni tangga itu di ikuti Kai di sisi kirinya.


Setelah beberapa waktu berlalu, Kai dan Yola sampai di sebuah tempat yang sangat gelap, bahkan jejak cahaya tidak dapat terlihat sedikitpun disana.


Kai menjentikkan jari tangannya dan mulai muncul sebuah lampu cahaya berbentuk bola kecil di ujung jarinya.


Sinar cahaya itu langsung menerangi seluruh ruang di dalam ruang bawah tanah, terlihat jejak darah mengental di lantai tempat Kai berpijak saat ini.


Merasakan ada yang salah Kai bergegas menuju sumber darah dan ketika dirinya sampai Disana, ia dikejutkan oleh sesosok Pria bertudung hitam dengan jubah berwarna hitam pekat membuatnya terlihat seperti sosok bayangan tanpa wajah.


Kai melihat sekilas dan menyadari orang di depannya ini cukup kuat untuk menjadi lawannya.


Sebaliknya orang berjubah hitam itu begitu terkejut merasakan aura kehidupan yang muncul di belakangnya, ia berbalik untuk memastikan dan melihat Kai dan Yola sedang berdiri menatapnya dengan ekspresi dingin dan amarah yang berapi-api.


"Dasar monster tua, kali ini aku bersumpah akan membunuhmu." Awalnya Yola sangat ketakutan dengan pria berjubah yang saat ini berada di depannya, tapi karena ada Kai di sampingnya Yola merasa aman.


"Membunuhku? Bwahaha. Gadis kecil, apa kau lupa saat ini nasih seluruh klan fox ada di tanganku."


"Kristal darah! Hmm.."


Kai cukup terkejut tetapi sesaat perasaan terkejut itu digantikan tatapan ketidakpedulian. "Trik rendah seperti ini tidak cukup untuk mengancam tuan muda ini."


Sebuah api berwarna ungu keluar dari telapak tangan Kai, seketika seluruh pabrik itu langsung menjadi panas hanya karena aura yang keluar dari api neraka.


Pria berjubah hitam serta Yola dikejutkan dengan muncul nya api berwarna ungu secara tiba-tiba, butir-butir keringat mulai menetes di dahi Yola sedangkan pria berjubah hitam tetap berdiri tegak, tidak ada yang dapat melihat ekspresi nya karena tertutup oleh sebuah kerudung hitam gelap.


Kai mengibaskan tangannya dan melempar api neraka untuk membakar seluruh kristal darah yang saat ini melayang diatas kepala pria berjubah hitam.


"Sangat cepat!" Pria berjubah hitam terpana sesat.


Braaaa!!


Hanya dalam waktu satu tarikan nafas, seratus kristal darah langsung terbakar habis menjadi debu.


"Haha, gadis kecil klan fox, lihatlah orang yang kau bawa. Dia bahkan telah membakar habis seratus kristal darah yang berisi jiwa milik klan mu." Pria berjubah hitam tertawa sangat keras sedangkan ekspresi Yola berubah menjadi sangat suram.


"Ttt... Tuan muda!! Kenapa kamu membunuh para anggota klan ku?" Yola berbalik menatap Kai dengan butiran air mata telah membahasi wajahnya.


Kai menangkap tubuh Yola dan menyandarkan pada dada miliknya, ia berbisik Pelan di telinga Yola, "Gadis bodoh mana mungkin aku membunuh anggota klan mu, Api tadi tidak hanya membakar kristal jiwa tapi juga melepas kekuatan jiwa yang tertanam di dalamnya."


Kai mengangkat kepala Yola dengan tangannya dan mengusap air mata yang sudah membasahi wajahnya.


"Sungguh?" Yola masih terisak tetapi di dalam hatinya ia juga bahagia mendengar perkataan Kai yang menyebutkan anggota Klannya masih hidup.


"Tentu saja!!."


Kai merasakan dada nya telah basah karena air mata Yola, ia mengalihkan tatapannya pada pria berjubah hitam dan melesat dengan cepat kearahnya.


Seluruh teknik Kai saat ini sedang tersegel jadi Kai hanya dapat menggunakan tenaga kasar untuk mengalahkannya.


Ia juga menggunakan kekuatan roh untuk mengunci pergerakan pria berjubah. Merasakan tubuhnya tidak dapat bergerak, ekspresi pria berjubah hitam menjadi sangat suram. Ia mencoba menggunakan berbagai cara untuk lepas dari kendali kekuatan roh milik Kai.


Kai mengepalkan tangannya kuat-kuat dan dengan cepat ia telah sampai di depan tubuh pria berjubah. Bamm!! Serangan Pukulannya tepat mengenai wajah pria berjubah dan membuatnya terpental jauh di udara.


Bamm!!


Pa!! Suara tulang patah dapat terdengar, Kai kembali melesat lurus dan mengejar tubuh Pria berjubah yang terpental jauh di udara. Kai mengepalkan tinjunya sekali lagi, Kai juga mengaliri kepalan tinjunya dengan Api Phoenix berwarna biru.


Kai melompat tinggi di udara, menuju tubuh Pria berjubah, dengan seluruh kekuatannya Kai langsung melemparkan pukulan kearah perut pria berjubah.


Bamm!! Duarr!!


Tanah tempat tubuh pria berjubah mendarat menjadi sebuah lubang besar, Kai mendarat dan memuntahkan Seteguk darah segar dari mulutnya.


Ia segera berdiri dan menyeka noda darah di mulutnya.