
Ketika Zhukai kembali ke akal sehatnya, dia memejamkan matanya sebentar. Kenangan masa lalu benar-benar membuatnya hampir kehilangan kendali.
Semakin dia mengingat tentang hal itu, semakin emosi di dalam kepalanya bercampur aduk.
"Haah saat ini aku harus fokus dengan hal itu terlebih dulu."
Zhukai mulai berlatih hingga pagi hari tiba, ia melanjutkan perjalanan dengan Tao Tie dan Xiao Hu.
Karena sudah ratusan ribu tahun berlalu, Kai tidak yakin apakah benda itu masih ditempatkan di tempat yang sama atau tidak.
Waktu berlalu dengan cepat, satu Minggu berlalu tanpa Kai sadari.
Saat ini, Zhukai berhenti tepat di perbatasan masuk kedalam lembah. Selain ada banyak rawa dan tumbuhan pengikat, ada juga beberapa jebakan yang dibuat oleh Water God.
Untungnya Kai mengingat semua itu dalam kepalanya, jadi Kai tidak memerlukan waktu lama untuk masuk ke area lembah bagian dalam.
Tao Tie berhenti berjalan ketika di depannya terdapat sebuah tebing yang begitu besar.
"Hmm, sepertinya aku harus berjalan sendiri mulai dari sini."
Kai ingat bahwa jalan di depannya penuh dengan bebatuan, tebing dan juga jurang hingga membuat Tao Tie kesulitan bergerak dengan tubuhnya.
"Kalian berdua berisitirahat, aku akan berjalan sendiri mulai dari sini." Ucap Zhukai pada dua binatang kontraknya.
Mereka berdua menghilang dari pandangan Zhukai, tak lama setelah itu Kai juga berbalik untuk menatap tebing yang sangat tinggi di depannya.
Ia sedikit tersenyum, mengalirkan Qi Dantian melalui garis Meridian yang ada di kedua kakinya dan ...
Whuss!
Lompatan yang begitu tinggi, hingga menyentuh ketinggian 200 meter, meski begitu, Kai masih belum melihat puncak dari tebing.
Kai terbang naik melawan tekanan yang sangat kuat berasal dari puncak tebing..
Tak berselang lama, Zhukai sampai di puncak tebing itu. Ia benar-benar membelalakkan katanya terkejut ketika melihat ada banyak herbal langka yang tumbuh sehat disana.
Ada banyak herbal langka yang berumur ribuan tahun bahkan herbal yang berumur puluhan ribu tahun tumbuh dengan sehat.
Pada pandangan lurus, Zhukai melihat sebuah danau yang jernih dan juga sangat luas.
Air dari dalam danau itu mengeluarkan aroma harum yang sedikit membuat Zhukai terhipnotis.
"Kurasa ini adalah tempat yang benar." Zhukai bergumam, ia berjalan mendekat menuju ke danau untuk memastikannya.
"Benar, ini danau itu." Zhukai tersenyum senang, tanpa perlu waktu yang lama, Zhukai segera melompat kedalam danau tanpa melepas pakaiannya.
Danau itu cukup dalam, sekitar 20 meter dari permukaan tanah. Meski itu cukup dalam, tetapi ada ruang lain yang mengarahkan seseorang ke tempat dimana harta yang Kai inginkan berada.
Mutiara Roh Air.
Itu adalah sebuah pecahan dari artefak kuat yang secara tidak sengaja ditemukan oleh Water God dulu sekali.
Jauh di dan danau, karena itu sangat gelap, Zhukai hampir tidak bisa melihat apa-apa ketika menyelam kedalam.
"Mata Bintang!!.."
Saat itu, mata Zhukai yang berwarna hitam gelap berubah warna menjadi biru terang dengan sedikit cahaya yang keluar.
Tak jauh dari tempatnya berada, Zhukai akhirnya menemukan sebuah cahaya yang ada jauh di dasar danau.
"Pasti itu tempatnya." Zhukai berkata dalam benaknya, ia menambah kecepatan geraknya untuk menuju ke sumber cahaya.
Ketika jaraknya dengan sumber cahaya terpaut beberapa meter, Kai merasa bahwa tubuhnya terseret oleh kekuatan tertentu.
Saat Zhukai membuka kedua matanya, apa yang ia lihat di depannya benar-benar berubah.
Air danau telah menghilang, saat ini Kai berada di dimensi tertentu yang sangat padat energi spiritual.
Ding
[Kai Gege saat ini berada di dalam Mutiara Roh Air, keberadaan Kai Gege saat ini diketahui oleh Water God]
"Apaa!!.." Zhukai Kai terkejut sekaligus panik.
"Yi'er, bisakah kamu melakukan sesuatu dengan ini."
[Apa yang Kai Gege takutkan, Kai Gege hanya perlu membeli Artefak yang membuat tubuh Kai Gege tak terlihat di Toko System] Jelas Yinsedikit tertawa.
Kai menggaruk kepalanua sedikit malu, dia membuka toko System dan membeli Artefak yang Yi maksudkan.
Itu hanyalah artefak sekali pakai yang menghabiskan 1,3 juta Poin Takdir hanya dalam sekali pembelian.
Ketika Kai menggunakan artefak itu, tubuhnya seketika menghilang. Tidak seperti teknik lapisan tak terlihat yang bisa diketahui jika orang itu memiliki energi jiwa yang kuat, artefak yang Zhukai pakai saat ini tidak memiliki kelemahan.
Tepat setelah itu, sobekan ruang terjadi di dalam Mutiara Roh Air. Dari dalam sobekan ruang itu, sosok pria tampan dengan pakaian serba biru berjalan keluar dengan wajah penuh dengan amarah.
Saat itu juga, ketika Zhukai minat wajah Water God. Niat membunuh meledak dalam pikirannya. Ia benar-benar ingin membunuh pria di depannya saat ini, tetapi Kai juga tahu belum saatnya untuk itu.
"Yui'er ... Analisis pria itu."
Ding.
Nama : Water God.
Ras : Dewa Perang Kuno.
Kultivasi : ???
"Siapa itu!!.." Teriak pria itu meraung keras.
Hanya dengan teriakannya saja, getaran terjadi di dalam Mutiara Roh Air. Jelas sekali bahwa pria itu sangat kuat.
"Tidak ada siapapun?" Ketika pria itu merasakan bahwa aura milik seseorang tadi menghilang, dia membelalakkan matanya terkejut.
Ia dapat mengatakan dengan pasti bahwa ada seseorang di dalam Mutiara Roh Air nya, tetapi setelah dia datang, tidak ada seorangpun disana. Bahkan aura yang ia rasakan juga ikut menghilang.
"Hmm, mungkinkah itu hanya perasaanku saja?" Water God berfikir sejenak, dia berbalik dan kembali masuk kedalam sobekan ruang.
Sobekan ruang itu juga perlahan menutup tepat ketika Water God masuk.
Sementara itu, Zhukai yang berada di dalam sana menghembuskan nafas lega. "Hahhh, aku kira dia akan menemukanku."
Hanya dengan pertemuannya dengan Water God barusan, Kai sudah bisa menebak seberapa tinggi Kultivasi dari Water God.
Meski Yui tidak bisa mengindentifikasi nya, tetapi menurut pengalaman Zhukai, kekuatan Water God setidaknya berada di ranah God of Creation Langit Ke-tujuh.
"Hmm, Water God, nikmatilah hidupmu yang tak lama lagi itu." Zhukai mendengus, ketika dia hendak keluar dari dalam Mutiara Roh Air.
Sebuah gambaran tiba-tiba muncul tepat di depannya.
"Apa ini!?" Kemunculan gambaran itu seketika mengejutkan Zhukai.
Di dalam sebuah gambaran itu, terlihat sebelas dewa perang kuno yang sedang berkumpul di sebuah tempat yang disebut sebagai Istana Dewa.
"I–Ini ... Ingatan milik Water God." Kai berkaa terkejut.
Ia bisa mengatakan itu dengan pasti karena ia juga hanya dia dan Water God yang tak terlihat disana waktu itu.
Di dalam ingatan itu, sebelas Dewa perang kuno merencanakan sesuatu ... Yaitu kematiannya.
Meski Zhukai sudah tahu tentang itu, tetapi ia masih sangat marah ketika melihatnya secara langsung.
Tetapi di detik berikutnya, apa yang membuatnya terkejut adalah kemunculan seseorang secara tiba-tiba di dalam Istana Dewa.
Sosok pria yang dipenuhi oleh aura hitam, saat lihat sosok itu, tanpa sadar tubuh Zhukai bergetar kuat.
"Tidak mungkin!! Bukankah dia sudah mati saat itu."
Pria dengan senyuman jahat itu adalah salah satu musuh Zhukai di masa lalu, dia tidak lain adalah Dewa Iblis.
***
Bersambung..