
Kai terpaku untuk beberapa saat kemudian segera kembali ke akal sehatnya, dia menatap tajam kearah wanita itu dengan pupil putihnya sambil berpikir.
"Bagaimana dia tahu? Dan kenapa aura bintang ku beresonansi terhadap aura miliknya. Jangan-jangan dia..."
Kai menggeleng-gelengkan kepalanya,
"Tidak-tidak, terlalu cepat untuk menyimpulkan. Dia bukan Dewa matahari, auranya terlalu samar jika dibandingkan dengan aura Dewa Bintang milikku. Tetapi yang pasti, dia memiliki hubungan dengan matahari. Aku harus membunuhnya sekarang."
Seperti yang telah dikatakan Yi padanya dulu, selain Dewa Bintang, terdapat 11 Dewa Perang Kuno lainnya, salah satunya adalah Dewa Matahari.
Karena wanita di hadapannya kini memiliki hubungan dengan Dewa Matahari, mau tidak mau Kai harus membunuhnya sekarang.
Matanya menjadi semakin tajam, fisiknya juga sekali lagi mengalami perubahan yang signifikan.
Teknik Penguatan Tubuh : Tubuh Suci!.
Dua pasang sayap muncul di punggung Zhukai, sementara itu di kedua tangannya mengeluarkan cahaya perak samar.
Dia menarik pedang yang berada di dalam Inventory nya dan mulai melesat menyerang wanita itu.
"Yu, Qingyi.. Cepat bantu aku, pria ini terlalu kuat." Wanita yang bernama He Miao berkata dengan wajahnya yang penuh keringat.
Dia telah menahan serangan Zhukai untuk beberapa kali dan merasakan bahwa pria yang sedang dia lawan saat ini sedikit lebih kuat darinya.
Kedua wanita di belakangnya mengangguk, Nalan Yu yang sudah membawa pedang sedari tadi mulai menyerang Zhukai dengan kecepatan tinggi.
Dentang!!
Tidak seperti yang dia harapkan, dua bayangan yang memiliki wajah yang mirip Zhukai tiba-tiba muncul.
Bayangan itu terlihat tidak memiliki emosi dan menyerang Nalan Yu dengan pedang panjang di tangannya.
"Sial, maaf master. Aku akan membantumu setelah mengurus yang satu ini.."
Hal yang sama juga di katakan oleh wanita satunya.
Meski bayangan hitam yang tercipta dari Shadow Clone milik Zhukai tidak sekuat mereka berdua, itu mungkin akan cukup untuk memberinya waktu untuk membunuh He Miao.
"Cih, aku tidak punya pilihan lain!!"
He Miao mengumpulkan seluruh Qi miliknya dalam satu serangan itu, setelah Kai terpental cukup jauh. He Miao segera mengambil jarak.
"Hah, aku tidak punya banyak waktu.."
Dia segera membuka segel yang terletak di telapak tangannya. Setelah segel terbuka sepenuhnya, lonjakan kekuatan memenuhi tubuhnya dan membuat tekanan yang keluar dari tubuhnya naik beberapa kali lipat.
Tidak hanya itu, panas yang membakar berputar disekelilingnya dan menyebabkan munculnya bola api di udara.
Kai yang sudah mendapat keseimbangannya kembali segera melesat menuju He Miao berada.
Dia menggenggam erat gagang pedangnya dengan kedua tangan dan mengaliri Meridian tangannya dengan Qi.
"Badai Neraka!!.."
Swosshh!!..
Tebasan hitam melengkung membelah pepohonan dan juga tanah yang ada dalam jangkauan nya.
Zzzrrtt!! Booomm!!..
Ketika tebasan dari Badai Neraka dan Bola Api saling berbenturan, ledakan keras terpicu dan membuat gelombang angin yang menerbangkan debu dan rerumputan yang ada di sekitarnya.
Kumpulan debu yang berkumpul membuat pandangan Kai dan He Miao terhalangi.
"Mata Ilahi!!.."
Pupil matanya yang putih bercahaya, dari dalam kumpulan debu, Kai menggunakan Teleportasi sambil menghunuskan pedangnya pada jantung He Miao.
Duarr!!!..
"Hihihi.. Ingin mencoba menyerang ku secara diam-diam, itu tidak semudah itu.. Sun Transcendent Sword."
Pedang perak yang He Miao pegang mengeluarkan cahaya silau yang menerangi seisi hutan.
Dia mengangkat pedangan nya tinggi dan melepaskan serangan itu ketempat Ki berada.
"Mencoba menghindar? Aku tidak akan membiarkan hal itu!."
Sebuah segel berlapis emas keluar dari dalam tanah dan merantai kedua kaki Zhukai membuatnya tidak bisa menghindar.
"Tch, merepotkan saja.."
"Segel Domain : Pedang Dewa!!.."
Seluruh Qi miliknya terserap masuk kedalam pedang sementara kedua matanya terpejam, Kai mulai mengangkat kedua tangannya tinggi.
Tebasan vertikal terbentuk tepat di depannya, itu mengandung energi Dewa Bintang bersamaan dengan Api Phoenix kuno berputar disekitarnya.
Duarr!! Booomm!!...
Pepohonan dan juga bukit di sekitar Zhukai hancur menjadi puing-puing, suara ledakan yang sangat keras terdengar begitu jauh bahkan sampai di kediaman Kaisar Xuanzhen.
"Ledakan apa itu?"
Kaisar Xuanzhen yang sedang berlatih mulai berdiri dan terbang keluar.
Sementara itu, jauh di dalam hutan. Tepatnya di tempat Kai dan He Miao bertarung. Tempat itu sudah berubah menjadi kawah besar bersamaan dengan pepohonan yang berubah menjadi abu.
Di atas tanah, tergeletak tubuh seorang gadis yang dipenuhi bekas darah. Tangan kanannya telah terputus dari tubuhnya dan juga organ dalamnya yang terluka membuat aliran darah terus keluar dari mulutnya.
Tak jauh darinya, Zhukai yang juga ikut terluka perlahan berdiri. Berkat bantuan Tubuh Suci dan tubuh Naganya, regenerasi miliknya lebih cepat di bandingkan dengan He Miao.
Meski begitu, kerusakan yang dialaminya juga tidak ringan. Hampir setiap bagian tulangnya remuk dan ada beberapa tulangnya yang menusuk organ dalam.
Tetapi berkat bantuan Qi miliknya, Kai masih bisa mempertahankan kesadarannya.
Dia berjalan maju dan mengambil pedang yang tertancap di atas tanah, "Uhuk Uhuk, Ha... T–Tarian.. Pedang.. Api.."
Swosshh..
Sebuah cetakan pedang api muncul di atas udara, meskipun itu terlihat sedikit samar, tetapi kekuatan destruktif yang dihasilkan tidak kecil.
Duar..
Tetapi serangan Kai barusan di tahan oleh seorang wanita yang tidak lain adalah Nalan Yu, "Qingyi, cepat kamu bawa guru pergi. Aku akan mencoba untuk menahannya selama mungkin.."
Gadis yang berada tak jauh darinya mengangguk, dia segera membawa tubuh He Miao dan terbang menjauh.
Ketika Kai hendak mengejarnya, Nalan Yu dengan sigap menghadangnya untuk pergi.
"Haha... Hahahaha, aku tidak pernah menyangka mendapatkan kesempatan seperti ini dimasa depan. Dengan luka yang kamu alami saat ini, kau sudah bukan lagi tandingan ku!.." Nalan Yu tertawa dengan begitu keras seperti orang gila.
Melihat situasinya saat ini, Kai yang sedang terluka berat sama sekali bukan tandingan Nalan Yu. Tetapi dia melupakan satu hal...
"Kau terlalu percaya diri ****** sialan!!.."
Boomm!!..
Dari dalam tubuh Zhukai, energi aneh mulai keluar dan tersebar di sekitarnya.
Itu adalah kartu truf yang Kai simpan hingga saat ini, Amukan Sang Kera!!..
Dalam sepuluh menit kemudian, luka yang Kai alami akan kembali sembuh tetapi kekuatannya berkurang hingga setengahnya.
Meski begitu, untuk membunuh Nalan Yu dan He Miao yang sedang sekarat, itu sudah cukup.
"Aku tidak boleh membiarkan kalian pergi, itu terlalu berbahaya untuk ku dimasa depan.."
Whuss!!..
Tubuhnya menghilang dan muncul kembali di belakang Nalan Yu, bahkan sebelum Nalan Yu bereaksi, ujung pedang Zhukai telah tertancap di jantungnya.
Rrssshhhh...
Tubuh Nalan Yu seketika terbakar bersama dengan jiwanya di bawah api neraka.
"Uhuk!! Uhuk!! Ha, luka yang diberikan gadis itu ternyata cukup parah.."
Kai memejamkan kedua matanya, dia menggunakan sisa Qi miliknya di kedua kakinya dan melesat terbang menyusul He Miao dan juga muridnya.
Tak butuh waktu lama bagi Zhukai untuk menyusul kedua orang itu dengan kecepatannya saat ini.
Selang beberapa waktu berlalu, Kai sudah memperpendek jaraknya dan juga He Miao.
"Uhuk!!..." Kai memuntahkan seteguk darah dari mulutnya, "Kurasa teknik ini tidak akan bertahan lebih lama lagi.."
"Segel Domain : Pedang Pembunuh!!.."
Qi terakhir yang ada di dalam tubuhnya terserap masuk kedalam pedang, Kai benar-benar berharap bahwa serangan terakhirnya itu membunuh He Miao dan muridnya.
Zzzrrtt!!..
Booomm!!..
Bahkan sebelum mengetahui apakah He Miao dan muridnya terbunuh, Kai sudah terlebih dulu kehilangan kesadarannya dan terjatuh di puncak gunung.
***
Bersambung..