
(Status)
Nama : Zi Lin Yue (Dewi Roh)
Umur : 565 ribu tahun.
Kultivasi : God of Creation Langit Ke-sembilan (God of Destiny Tingkat Fana Tahap Awal).
Tubuh Zhukai bergetar hebat saat menatap status mayat hologram yang ditampilkan di depannya.
"D–Dewi roh... A–Apalagi tingkat Kultivasi ini, sial... Kenapa aku tidak menyadarinya selama ini." Zhukai menghela nafas dalam-dalam.
Meskipun Zi Lin Yue selama ini menyembunyikan identitasnya dengan sangat baik, tetapi setidaknya Zhukai yang memiliki mata bintang sedikit menyadari penyamarannya.
"Hahaha, bagaimana aku bisa begitu bodoh sampai tidak menyadarinya." Zhukai tertawa tipis.
"Mungkin alasan Lin Yue diam selama ini karena telah mengetahui identitas asliku? Hah, aku benar-benar bingung bagaimana bersikap saat bertemu dengannya nanti."
Zhukai menggaruk kepalanya yang tidak gatal, setelah ia menenangkan dirinya karena situasi mengejutkan itu, ia akhirnya keluar dari bangunan utama.
Tetapi saat Zhukai tiba di halaman, dia menerima serangan misterius dari seseorang.
"Heh, seperti yang diharapkan dari kekasih Matriak. Jika kau tidak bisa menghindari itu, kau sebaiknya pergi dari Klan Xia."
Seorang pria muda yang memakai jubah hijau keluar dari semak-semak tertawa sinis. Meskipun ekspresi wajahnya datar, Zhukai bisa merasakan amarah dari perkataannya barusan.
"Siapa kau?"
"Oh, maafkan ketidaksopanan ku, namaku Xia Heng, seorang tetua Klan." Pria muda tadi membungkuk memberi hormat pada Zhukai.
Meskipun dari luar terlihat benar-benar hormat, tetapi di dalam hatinya, Xia Heng sangat enggan untuk melakukan hal itu.
"Ayah sialan! Jika saja ini bukan permintaannya, aku sama sekali tidak akan mempermalukan diriku seperti ini. Tapi karena pria ini mencoba merebut Bing Yao dariku, aku akan memberinya pelajaran yang tak terlupakan."
Xia Heng tersenyum sinis, dia berjalan mendekati Zhukai dengan niat terselubung di balik senyumannya.
"Heh, mencoba bermain denganku? Kau salah orang pria muda."
Saat jarak antara Xia Heng dan Zhukai hanya terpaut beberapa meter, Xia Heng mengangkat tangannya bermaksud untuk menjabat tangan.
"Jika kau tidak keberatan, bagaimana kalau aku mentraktirmu makan di sebuah restoran terbaik di Klan Xia."
Zhukai menjabat tangan itu sambil menjawab, "Tentu saja, bagaimana aku bisa menolak permintaan dari Tetua Klan."
Dengan begitu, Zhukai mengikuti langkah Xia Heng tepat di belakangnya. Saat berjalan menuruni gunung, Zhukai merasa ada beberapa hawa keberadaan seseorang yang disembunyikan dengan sangat baik.
"Seperti yang aku perkirakan." Zhukai tersenyum lebar tetapi tidak mengucapkan sepatah katapun dan terus mengikuti Xia Heng di belakangnya.
Saat mereka berdua berjalan melewati hutan yang memisahkan kediaman utama dengan halaman murid dalam, Xia Heng tiba-tiba berhenti.
"Oh, jadi dia sudah mulai menunjukkan niat aslinya. Untuk saat ini, mari berpura-pura terlebih dulu."
"Ada apa? Kenapa kau berhenti disini?" Zhukai bertanya serius, tidak sedikit terlihat bahwa dia sedang berakting sekarang.
"Pfftt... Hahaha, dasar idiot! kau masih bertanya kenapa aku berhenti? itu karena aku akan mengajarimu saat ini." Xia Heng tertawa lepas.
Dia mencabut pedang dari sarungnya dan mengarahkan mata pedang itu pada Zhukai.
"Kenapa kau ingin menghajar ku?"
"Tch, berhenti membicarakan omong kosong! Kau berani merebut Yao'er dariku. Inilah akibatnya karena berani mencuri apa yang sudah menjadi milikku."
Swoshh!!
Xia Heng melesat, kecepatan cukup cepat dibandingkan dengan Kultivator rata-rata tetapi di hadapan Zhukai, gerakannya selambat siput.
Boomm!!
Ledakan keras memekakkan telinga semua orang yang ada di area sekitar hutan, mata pedang Xua Heng yang diarahkan pada Zhukai saat ini tertahan oleh Zhukai menggunakan telapak tangannya.
"Milikmu? Sejak kapan Yao'er memiliki hubungan dengan bajingan sampah seperti dirimu!"
Khuakk!!
Uhuk!
Yu Heng meludahkan seteguk darah segar, wajahnya menjadi pucat dengan rasa nyeri di dada kirinya.
"Kenapa kalian hanya diam dan tidak membantunya?"
Tepat setelah Zhukai menyelesaikan ucapannya, puluhan orang dengan pakaian hitam muncul dari balik pepohonan.
Tekanan yang mereka keluarkan tidak begitu besar, tetapi karena itu datang dari banyak orang. Tekanan itu menjadi semakin kuat.
"Sejak kapan kau menyadari keberadaan kami?" Seorang pria bertubuh besar yang merupakan pemimpin kelompok itu bertanya dengan suara dingin.
"Sejak awal! Jika itu orang lain, mungkin mereka tidak akan menyadari keberadaan kalian, tetapi itu tidak bisa lepas dari pengawasan mataku." ucap Zhukai sambil menunjukkan perubahan warna pada bola matanya.
Pemimpin kelompok itu tersenyum dari balik kain yang menutupi wajahnya, "Hebat, seperti yang diharapkan dari kekasih Matriak!."
Pria itu berjalan maju dan berhenti tepat di hadapan Xia Heng, "Maaf tuan muda, aku Long Tian Yun mulai hari ini tidak akan mengikuti perintah anda lagi."
"Bajingan tak tahu terimakasih! Apa kau tahu seberapa banyak sumber daya yang ayahku keluarkan untuk kalian." Xia Heng berkata dengan suara berat.
Jelas sekali luka yang Zhukai tinggalkan di tubuhnya masih belum sembuh sepenuhnya.
"Aku tahu itu, ini adalah ganti rugi atas semua sumber daya yang ayah tuan berikan."
Setelah melemparkan sebuah cincin ruang, Long Tian Yun berjalan kearah Zhukai dan berlutut di tanah.
"Tuan Zhukai, apakah anda berminat menjadi tuan baru kami?"
Mendengar perkataan Long Tian Yun, Kai mematung sejenak. Tetapi tak berselang lama, Kai tertawa terbahak-bahak.
"Hahaha, apa kau ingin aku percaya pada orang yang telah mengkhianati tuannya sendiri tepat di hadapanku?"
"Hmm, jika memang itu masalahnya. Maka saya Long Tian Yun akan bersumpah untuk selalu tunduk di bawah perintah Tuan Zhukai, jika tuan masih tidak percaya, saya akan membuat kontrak jiwa–.."
"Cukup!." Zhukai menyela sebelum Long Tian Yun menyelesaikan kalimatnya.
"Katakan satu alasan kenapa kau ingin aku menjadi tuanmu, aku akan mempertimbangkannya setelah mendengar alasanmu."
"Tidak ada alasan khusus, aku hanya ingin tumbuh lebih kuat lagi. Dan aku tidak ingin menjadi bajingan sepertinya." Sebagai ketua dari kelompok gagak hitam, Long Tian Yun jelas mengetahui pemberontakan yang direncanakan Xia Wen.
Tepat setelah Long Tian Yun menyelesaikan ucapannya, Kai menepuk pundak pria itu dengan keras.
"Alasan yang bagus! Baiklah, aku akan menjadi tuan baru kalian mulai sekarang. Tugas pertamaku untuk kalian...."
"Telanjangi dia dan ikat tubuhnya di alun-alun kota."
"Baik tuan.."
Long Tian Yun segera memerintahkan kelompoknya untuk menghajar Xia Heng dan menelanjangi tubuhnya.
Mereka segera mengikat tubuh Xia Heng yang telanjang bulat dengan seutas tali dan membawanya ke tengah kota.
"Hahaha, aku ingin melihat reaksi bajingan itu setelah mendengar putranya telanjang di tengah kota." Zhukai berkata dengan senyuman sinis.
Saat dia kembali ke bangunan utama, tak disangka bahwa dirinya akan bertemu dengan Zi Lin Yue di tengah hutan.
"K–Kai..."
"L–Lin Yue..."
"Apa yang kamu lakukan disini?" ucap mereka berdua secara bersamaan.
***
Bersambung..