Re-system

Re-system
Siapa Aku? Aku adalah.... (End)



Setelah Kai tiba di lantai dua, dia dikejutkan dengan serangan yang begitu tiba-tiba oleh seekor serigala dengan dua tanduk di kepalanya.


"Cepat sekali..."


Jika Zhukai tidak menerobos ke ranah Holy Lord. Dia mungkin akan mati dalam satu serangan oleh seirgala tadi.


Hanya dengan memikirkan hal itu, itu tidak berhenti membuat tubuh Zhukai bergidik.


Tapi sekarang, Kai menatap seirgala itu dengan wajah ganas. Tangan kanannya menggenggam erat pedang hitam dan berlari maju untuk menebas serigala itu menjadi banyak potongan.


Saat Kai hendak memberikan serangannya pada leher serigala itu, sebuah serangan mendarat di punggungnya.


Bamm!


Karena tidak dapat mempertahankan keseimbangannya, tubuh Zhukai terjatuh dan menghantam lantai.


Pakaiannya robek setelah menerima serangan itu sementara aliran darah menetes keluar dari luka bekas cakaran di punggungnya.


"Tch, dia tidak hanya satu ternyata..."


Kai memejamkan kedua matanya dan memeriksa area di sekitarnya menggunakan persepsi ilahi.


Tubuhnya bergetar saat Kai membuka kedua matanya.


"Sialan!! Aku harus segera melarikan diri..."


Kai mengunakan tekniknya untuk mengeluarkan cahaya terang yang menghalangi pandangan para serigala.


Saat cahaya itu meredup, para serigala bertanduk itu meraung dengan keras untuk memanggil kelompoknya.


Begitu kelompok serigala itu muncul, jumlah mereka akan membuat orang terkejut hanya dengan melihatnya.


Seekor monster di tahap Holy Lord!! Mereka tidak hanya satu melainkan ratusan serigala...


Pilihan Kai untuk melarikan diri adalah suatu keputusan yang tepat.


Karena Kai memiliki teknik untuk menyembunyikan hawa keberadaannya, dia bisa secara diam-diam membunuh serigala itu satu persatu.


Dengan cara seperti itu, Kai akhirnya menghabisi ratusan serigala itu setelah sepuluh hari berlalu.


"Haahhh, bahkan setelah mencari di lantai dua aku masih belum menemukan pintu keluar dari reruntuhan ini..."


Karena Zhukai terus bertarung selama beberapa hari ini, dia memutuskan untuk beristirahat terlebih dulu sebelum melanjutkan perjalannya pergi ke lantai berikutnya.


Dia menggunakan daging serigala itu untuk makan malam. Karena Kai hanya sendirian di sana, dia sama sekali tidak memiliki teman bicara.


"Aku harus memulihkan energiku, aku tidak tahu apa yang akan menantiku di lantai tiga nanti."


Setelah Kai menghabiskan dagingnya, dia memasang Array pelindung kemudian tertidur lelap.


Esok harinya, Kai terbangun dan mulai menyusuri area lantai dua. Anehnya, Kai sama sekali tidak menemukan satupun harta ataupun herbal.


Hal yang sama juga terjadi saat Kai menyusuri lantai pertama beberapa hari yang lalu.


"Sialan, apakah aku hanya akan terus bertarung tanpa mendapatkan satupun harta di reruntuhan ini..." Memikirkan hal itu saja cukup membuat Kai frustasi.


Karena tidak ada yang Kai temukan di lantai dua, dia memutuskan untuk turun ke lantai tiga.


Hal yang sama juga terjadi di lantai tiga, sekian Kai tidak menemukan pintu keluar Reruntuhan Shura, dia juga tidak menemukan satupun harta di sana.


Meski begitu, Kai sama sekali tidak menyerah. Bahkan jika dirinya tidak mendapatkan sepeserpun harta dari reruntuhan Shura, Kai akan sangat bahagia jika dia bisa keluar dari tempat itu.


Akhirnya setengah tahun berlalu dengan sangat cepat, Kai saat ini sudah tiba di lantai ketujuh. Karena kesulitan dari lantai tiap lantai meningkat dua kali lipat dari lantai sebelum nya, butuh waktu cukup lama untuk menyelesaikannya.


"Ha Ha Ha ... Apakah kondisi Jiang'er dan Lin'er baik-baik saja?" Karena betapa rindunya Zhukai dengan istri-istrinya, dia memutuskan untuk tidak menyerah dan terus menyusuri reruntuhan Shura sampai dia menemukan pintu keluar.


Dengan tubuh penuh bekas luka akibat pertarungan, pikiran Kai saat ini hanya terfokus pada keadaan istrinya.


Setelah beristirahat, Kai melanjutkan perjalannya ke lantai berikutnya...


Dengan begitu satu tahun berlalu, dua tahun, tiga tahun ... Entah sudah berapa lama waktu berlalu semenjak Zhukai terjebak di reruntuhan itu.


Ia bahkan hampir gila ketika berpikir dia akan terus terjebak di tempat itu tanpa menemukan jalan keluar.


Tapi karena alasan yang sama, Kai masih bisa mempertahankan kewarasan nya dan terus mencari tanpa henti pintu keluar dari reruntuhan Shura.


Hingga saat Kai tiba di sebuah ruangan, dia melihat sebuah pedang hitam dengan rantai yang mengikat pedang itu seolah tidak ingin membiarkan pedang itu untuk lepas.


"Pedang hitam!!..." saat Kai melihat pedang yang di rantai di ruangan itu lebih dekat, dia segera sadar bahwa itu adalah pecahan pedang hitam yang Qi Yue katakan padanya dulu.


Saat Kai berjalan mendekati pedang itu, sebuah tangan besar datang kearahnya.


Boomm!!


Tanah tempat Kai berdiri hancur ketika menerima serangan dari kepalan patung raksasa yang menjaganya pedang itu.


Jika bukan karena insting miliknya yang terbentuk setelah pertarungan yang terhitung jumlahnya di reruntuhan Shura, Kai mungkin sudah tewas oleh serangan itu.


"S–Supreme God!!..." Tubuh Kai bergetar hebat saat melihat aura yang di miliki oleh patung raksasa setinggi 20 meter di depannya.


Setelah bertahan di reruntuhan Shura selama ratusan tahun lamanya, Kultivasi Zhukai telah mengalami peningkatan hingga berada di tingkat God of Destiny Tingkat Abadi Tahap Akhir.


Tapi sekeras apapun Kai mencoba menerobos, itu selalu berakhir dengan gagal.


Melihat basis Kultivasi Holy God di depannya saat ini, entah mengapa Kai menjadi semakin bersemangat.


Dengan seringai di wajahnya, Kai berlari menaiki tubuh patung itu dan menebaskan pedang hitam di tangannya ke salah satu mata patung raksasa itu.


Seolah menghantam dinding besi yang sangat kokoh, Kai merasa cukup kesulitan untuk memberi serangan pada patung raksasa itu.


"Untunglah patung ini memiliki kecepatan yang cukup lambat, aku memiliki kesempatan untuk mengambil nafas saat melawannya." gumam Zhukai saat berlari menjauh.


"Domain Bintang : Ketiadaan Absolute!!.."


Tebasan melengkung layaknya bulan sabit terlihat setelah Kai menebas lurus pedang hitamnya.


Tebasan itu melesat dengan sangat cepat hingga mengenai kaki kiri patung raksasa.


Boommm!!


Ledakan besar menghempaskan tubuh Zhukai layaknya setitik debu. Tetapi ketika Kai melihat kearah kaki kiri patung raksasa itu, senyuman puas terukir di wajahnya.


"Hahahaha, semangat diriku! Aku pasti bisa mengalahkan patung ini dan mencari jalan keluar untuk bertemu dengan istri-istri ku."


Dengan pertarungan Kai dan patung itu terus berlanjut, ruangan itu hampir hancur karena pertarungan mereka berdua.


Pada akhirnya, setelah mengalami pertarungan yang sangat lama dengan patung raksasa. Kai menang tipis setelah serangan terakhir dengan telak memenggal leher patung raksasa itu.


Kondisi Zhukai juga tidak kalah buruk. Hampir seluruh tulangnya remuk bersamaan dengan organ-organ dalamnya yang hancur.


Tapi Kai sangat puas karena dia bisa mengalahkan patung raksasa itu yang memiliki tingkat Kultivasi di atasnya.


Tepat setelah Kai membunuh patung raksasa itu, dia melihat sebuah kunci emas yang melayang di atas mayat patung raksasa.


"Sebuah kunci? mungkinkah ini kunci untuk membuka rantai yang mengikat pecahan pedang hitam." Dengan pikiran itu, Kai mengambil kunci itu setelah menyembuhkan luka di tubuhnya.


Benar saja, saat Kai berada tepat di depan pedang hitam. Dia melihat sebuah lubang kunci yang sama persis dengan kunci yang ada di tangannya.


Tanpa keraguan, Kai segera memasukkan kunci itu kedalam lubang kunci dan ledakan besar terjadI.


Boommm!!!


Tubuh Zhukai terhempas jauh hingga menghantam dinding reruntuhan. Ia memuntahkan seteguk darah segar dari mulutnya.


Pedang hitam di tangannya juga secara tiba-tiba melayang di udara, itu segera melesat kearah pecahan pedang hitam yang lain dan memulai penggabungan.


Boomm!! Boomm!!


Duarr!!


Ledakan terjadi beberapa kali bersamaan dengan munculnya cahaya hitam pekat yang menyelimuti seluruh ruangan itu.


Setelah penggabungan kedua pecahan pedang hitam berakhir, pedang hitam itu melayang dan akhirnya mendarat di dekat Zhukai.


Kai menatap pedang hitam itu sekilas kemudian mengambilnya. Tepat di detik berikutnya, rasa sakit yang begitu hebat menyerang Zhukai.


Arghhh!!


Kai segera terjatuh dan menjerit dengan keras. Dia memegangi kepalanya yang seakan ingin meledak kapan saja.


"Tidak, aku tidak boleh mati di tempat ini! istri-istriku pasti sedang menunggu kedatanganku..."


Dengan tangan terkepal, Zhukai mencoba bangkit dan duduk bersila.


Dia dengan gila mengalirkan Qi kedalam kepalanya untuk mencoba mengurangi rasa sakit yang ia rasakan.


Tapi apa yang Kai lakukan malah membuat rasa sakit itu semakin besar, karena itu Kai tidak mencoba cara itu lagi dan memutuskan untuk diam.


Setelah waktu yang sangat lama berlalu sembari menahan rasa sakit di kepalanya. Rasa sakit itu secara perlahan mereda.


Berbagai kepingan ingatan mulai bermunculan di dalam benak Zhukai. Itu bukan ingatan kehidupan kedua atau ketiga nya. Melainkan itu adlah ingatan kehidupan pertamanya.


Bersamaan dengan saat Zhukai membuka kedua matanya, pintu keluar dari reruntuhan Shura mulai terbuka.


"Jadi itu adalah diriku di kehidupan pertamaku, sungguh mengerikan... Tapi keserakahan manusialah yang menyebabkan semua itu terjadi."


Siapa Aku? Aku adalah sumber kekejaman, kejahatan, kebencian, dan musuh setiap ras yang ada.


Aku adalah ... Shura!!! Sang Pembantai.


****


End!!


(Tingkat Kultivasi)


• Holy Lord : Langit Pertama – Langit Ke-sembilan.


• Holy God : Langit Pertama – Langit Ke-sembilan.


• Holy God Venerable : Tingkat Pertama – Tingkat ke-tiga.


• God of Destiny : Roh, Fana, Abadi.


• Supreme God : ???


...Re–System seri pertama berakhir!!!......


Dari author, terimakasih banyak untuk para pembaca yang selalu mendukung author sampai saat ini.


Tak terasa author sudah menulis Karya ini selama satu tahun lebih dan menghasilkan 500 chapter.


Walaupun kadang Author jarang up, tapi terimakasih karena kalian semua masih setia untuk menunggu.


Author masih belum tahu kapan melanjutkan menulis Re–System seri kedua, tapi author usahakan Re–System seri kedua sekaligus seri terakhir akan rilis setelah hari raya.


Author juga ingin mengambil istirahat setelah menulis tanpa henti selama satu tahun. Jadi mohon pengertiannya...


Salam hangat dari author Zero_Hrx 😄😄