
Benar saja, tepat setelah pria tua yang mengaku dirinya sebagai Iblis Pedang selesai berkata.
Kai muncul secara tiba-tiba tepat di depan dirinya.
"Bagaimana?"
"Baiklah, aku bersedia menjadi murid mu." Kai berlutut dan segera memberi hormat kepada gurunya.
"Saya memberi hormat kepada guru."
Alasannya cukup sederhana saja, walupun ia memiliki System di sisinya, ada banyak musuh yang jauh dan jauh lebih kuat dari dirinya. Setidaknya dengan Iblis Pedang sebagai gurunya, jika ia dalam bahaya bukankah gurunya akan pergi untuk menolongnya?
Juga, Pil yang baru ia telan tadi merupakan sebuah Pil di tingkat yang lebih tinggi dari Kelas Ilahi.
Jujur saja, Kai merasa bahwa orang tua ini bukan berasal dari Alam Immortal.
"Jadi guru, apa yang pertama kali ingin kamu ajarkan padaku?" Kai bertanya dengan tidak sabar, ini adalah pertama kalinya ia memiliki seorang guru ketika ia bereinkarnasi.
"Hmm, kurasa dengan menilai kekuatan mu tadi, kamu telah mengolah fisik Naga... jadi aku tidak perlu mengajari kamu teknik fisik lain, juga kamu telah menguasai penguasaan Qi dengan baik. Aku juga tidak perlu mengajarinya lagi... Sejujurnya aku tidak perlu mengajarimu apa-apa."
Ucapan yang baru saja gurunya katakan seolah-olah menjadi Sambaran petir di kepalanya. Tadi dia memaksanya untuk menjadi muridnya, sekarang ia benar-benar tidak ingin mengajarinya apa-apa? Bukankah itu sangat konyol.
Kai juga cukup terkejut ketika gurunya tahu bahwa ia mengolah fisik Naga,
"Kalau begitu, aku hanya Akan mewariskan garis keturunan milik sekte tempat aku belajar dulu... Itu disebut sebagai salah satu dari 10 garis keturunan terkuat di Alam Dewa."
Setetes darah keluar dari dahi Pria tua, Anehnya garis keturunan berwarna abu-abu dan mengandung sebuah energi misterius di dalamnya.
"Garis darah ini akan aktif setelah kamu menerobos Ke Alam Dewa.." Ucap Iblis Pedang, setelah itu dia memberikan Kai Puluhan Pil dalam botol giok.
"Kalau begitu muridku.. aku akan menunggu mu di Alam Dewa Hahaa...."
Pria tua itu menghilang seketika di ikuti oleh sebuah tawa yang aneh. Kai menghela nafas panjang dan segera kembali ke penginapan..
Malam Harinya, setelah Yui tidur dengan lelap, Kai langsung melakukan rutinitas malam bersama dengan ketiga istrinya. Setelah Ketiga Istrinya benar-benar sudah terkulai las diatas Kasur, Kai berhenti dengan nafasnya yang sudah terengah-engah.
***
Esokan paginya, Kai terbangun dan segera mencari tempat yang nyaman untuk berkultivasi. Ia telah meminta Istrinya dan juga Yui untuk masuk kedalam Dunia Jiwa karena perjalanan nya selanjutnya akan benar-benar berbahaya dan Kai juga tidak memiliki keyakinan penuh untuk melindungi ketiga istrinya.
Setelah meninggal kan Kota, Kai berjalan kearah Utara, ini adalah tempat yang ditunjukkan Peta kuni yang ia curi dari gurunya.
Menurut pengamatannya, jalan-jalan yang harus ia lalui untuk sampai kesana haruslah cukup jauh, Kai harus melewati Puluhan kerajaan hingga tiba di lembah Naga suci.
Tempat itu adalah tempat terlarang bagi suku Ras Naga, bahkan Patriak mereka sendiri tidak berani menjelajahi tempat itu secara langsung.
Hari demi Hari telah berlalu, Tepat setelah malam hari, Kai berhenti dan beristirahat dan mulai berkultivasi.
Menjelang pagi hari, Kai berhenti berkultivasi dan melanjutkan perjalanan, Itu terus ia lakukan selama satu bulan penuh.
Dengan bantuan dari Pil yang gurunya berikan kecepatan Kultivasi Kai meningkat secara gila-gilaan, sekarang Ia sudah berada di Ranah Holy Emperor Tier 1 Akhir dan sebentar lagi akan memasuki Tier 2.
Setelah dihitung secara keseluruhan, Fisik Naga, Tubuh Dewa Kematian, dan tubuh Istimewa Kai yang lain ditambah dengan Title Kaisar Bintang, Kekuatan Kai setidaknya setara dengan Dewa Tingkat Lima.
Saat dalam perjalanan nya, Kai tiba-tiba teringat sesuatu...
"Pecahan Pedang Kaisar!!.."
Tepat setelah Kai tiba di Alam Immortal, Ia menemukan salah satu pecahan Pedang Kaisar Bintang yang ada di dalam sungai.
Kai berhenti dan menggunakan Skill Teleportasi untuk kembali ke sungai tempat ia dulu mandi.
Dengan cepat, tubuhnya berubah menjadi bayangan putih...
***
Di pinggiran sungai, terdapat sebuah pohon tinggi dengan dedaunan yang sangat lebat, tempat itu sangat cocok untuk dijadikan tempat istirahat.
Di samping pohon itu tiba-tiba muncul Kai yang tadi menggunakan skill Teleportasi. Ia melihat kearah sungai dan tidak menemukan adanya fluktuasi energi.
Kai melepas seluruh bajunya dan segera melompat terjun kedalam sungai, Sama seperti sebelumnya, ketika ia berada di kedalaman 10 meter, Muncul seekor ular yang luar biasa besar dengan 8 pasang kaki di bawah tubuhnya.
"Yui... analisis."
Ding
Nama : Ular berkaki
Ras : Setengah Naga
Kultivasi : Dewa Tingkat Lima Akhir
(Tier 1 : Awal, Tier 2 : Menengah, Tier 3 : Akhir)
Benar saja, setelah Kai membaca analisis yang sudah terlihat, ia sangat terkejut dengan tingkat kekuatan Ular itu. Apalagi dia juga memiliki Ras Setengah Naga, berarti kulit itu sama kerasnya dengan seekor naga.
"Ini cukup sulit dikalahkan."
Kai membuka toko System dan dengan cepat membeli artefak yang bisa membuatnya bergerak bebas dan bernafas di air.
Karena jika tidak, mengalahkan binatang itu hanyalah omong kosong. Setelah membeli Artefak yang Kai inginkan, sebuah berwana biru mengelilingi seluruh tubuh Kai.
Ia segera mengambil Pedang Thunderbird dari Inventory dan segera melesat Kedepan dengan kecepatan nya.
Setelah jarak antara dirinya dan Binatang buas terpaut beberapa meter, Kai mengayunkan pedangnya kearah depan. Itu membentuk sebuah gelombang air dan juga terdapat beberapa niat membunuh dalam serangannya.
Tidak seperti yang Kai harapkan, bahkan ketika Ular itu terkena tebasan pedangnya, tidak ada bekas luka sedikitpun yang tercipta. Seolah-olah Kulit Ular itu sekeras berlian.
Setelah menerima serangan dari Kai, ular itu meraung dengan marah, Matanya menjadi merah dengan tatapan penuh niat membunuh yang ia arahkan pada Kai.
"Graaahha!! Manusia, beraninya kau datang kembali Kesini, jika aku tidak bisa membunuh mu. Maka aku tidak akan memiliki kebanggaan lagi sebagai seorang Naga." Ular itu berkata dengan suaranya yang dingin.
"Naga? Bukankah kau hanyalah seekor ular kecil?" Ucap Kai dengan mengejek kemudian ia membuat ekspresi jijik sambil menatap Ular.
"Manusia!!... Matilah!"
Ular itu mengayunkan ekornya yang besar dan panjang, itu dengan cepat mengarah kepada Kai dengan kecepatan yang sangat cepat, walaupun ini berada di air, kecepatan ular itu tidak berkurang.
"Teknik Pedang Pemusnah, Gerakan Ke-tujuh.."
Kai menggenggam erat pedangnya dengan kedua tangan, ia kemudian mengaktifkan Title Kaisar Bintang yang membuatnya fisiknya berubah total.
Bola matanya berubah menjadi warna putih memandang kearah Ular berkaki seolah-olah memperlakukan nya seperti seekor ular kecil.
Sementara itu, seluruh badan Ular berkaki bergetar hebat, Dia menunduk sambil berkata dengan tergagap-gagap, "**.. Tuan Kaisar Bintang!!.."