
Kekaisaran Elang Api~
Setelah Kai keluar dari Dunia Jiwa Ia langsung menutup diri untuk berkultivasi, Kai juga telah berpesan Pada Jendral Wen Untuk memberitahu para petinggi yang lain untuk tidak mengganggunya Berkultivasi Jika tidak ada hal penting yang ingin di sampaikan.
Satu bulan Berlalu saat Kai mulai berkultivasi, Di dalam Kamarnya Kai membuka mata dan berteriak.
"Hiyaa!!."
Boomm!!
Ledakan yang sangat keras terjadi, Kayu serta perabotan yang berada di dalam kamar Kai hancur lebur tapi di Luar Ruangan tidak ada ayang merasakannya sebab Kai telah memasang Array Pelindung di sekitar kamarnya.
"Haa... Dao Realm Puncak, Tapi aku tidak bisa menerobos Ke Ranah Raja Dao karena Qi yang di sini sudah habis Ku serap."
Ia melihat Tubuhnya dan menyadari bahwa di sekujur Tubuhnya mengeluarkan cairan Hitam yang sangat Bau, Ini pernah terjadi ketika dirinya melakukan Kultivasi Tertutup satu Tahun lalu.
Kai ke Kamar mandi dan membersihkan tubuhnya dari Cairan Hitam pekat dan mengganti Baju yang Ia pakai.
Ruangan Kamar Kai terbuka dan terlihat Kai dengan Aura yang sangat menawan Keluar dari sana..
"Haa... Udara Segar."
Kai berjalan Ke aula Istana dan Melihat Orang yang sudah lama ia tidak lihat, yaitu Yang Jihui mantan Kaisar Elang Api sebelum Kai.
"Yoo... Paman Yang, Kapan Kau keluar dari Kultivasi Tertutup mu?" Tanya Kai sambil Tersenyum ramah.
"Oh Tuan Muda..." Yang Jihui melirik Kai dan menyadari Bahwa Kai telah berubah total entah itu dati Fisik maupun Aura yang Kai keluarkan.
"Tuan Muda perubahan ini tidak bisa di bandingkan dengan Perubahan tuan Muda." Ucap Yang Jihui memuji.
"Oh, Ya dari yang Kudengar Tuan muda telah mengalahkan Kekaisaran 6 Cahaya dalam Perang Satu bulan yang lalu, Bahkan berhasil membunuh Tian Huo, Anda sangat hebat..."
"Haha, Paman Yang kau tidak perlu terlalu memujiku seperti ini." Kai berhenti sejenak dan berfikir sebentar, "Bagaimana Keadaan Para muridku saat ini?"
Yang Jihui mulai menjelaskan Bahwa Para murid Kai saat ini telah berhasil menerobos Ke Ranah Pendekar Raja, Sedangkan Ling Sa yang merupakan Pemimpin mereka telah menerobos Ke Pendekar Raja Puncak dan butuh sedikit dorongan untuk Menerobos Ke Ranah Pendekar Kaisar.
Yang Jihui juga menjelaskan Bahwa saat Kai sedang melakukan Kultivasi tertutup ada seorang Wanita Cantik menyerahkan sebuah surat untuknya.
Yang Jihui mengeluarkan Sebuah surat dari dalam Cincin Ruangnya dan menyerahkan Pada Kai.
Isi Surat:
Yoo... Bagaimana Kabarmu? Aku sungguh minta maaf atas apa yang telah keluarga ku lakukan saat itu... Kau tahu Hatiku berdetak kencang saat Melihat wajahmu tapi aku tak tahu apa artinya ini... Ling Zhukai, Itu namamu Kan? Usia 19 Tahun dan sudah berada di Dao Realm bahkan di Alam Iblis Kau merupakan Jenius tiada tanding, dan Kau juga merupakan Pria pertama yang membuat hatiku tergerak, Tapi Maaf aku harus pergi karena Paman Jin pasti sedang mengkhawatirkan ku Disana. Jika kau Rindu padaku datanglah Ke Benua Tengah tepatnya Di dataran Mati Hutan Xu.
Kai tersenyum Kecil setelah membaca surat yang Jiang Lin berikan padanya, "Gadis Kecil suatu saat aku akan menjemputmu Disana." Gumam Kai pelan.
Kai melihat Paman Yang dan Menganguk Puas mendengar Penjelasan yang Yang Jihui berikan, Setelah itu Kai meminta Yang Jihui untuk memanggil semua Petinggi Istana dan juga Jendral Wen untuk berkumpul di Aula.
5 Menit berlalu dan sudah terlihat Banyak petinggi Istana yang telah hadir. Kai berdiri di atas Kursi Tahta dan menatap Para Petinggi Istana dengan senyuman Lebar.
"Yoo... Bagaimana Kabar Kalian Semua?" Sapa Kai.
"Kami Sangat Baik Yang Mulia... Bagaimana Kultivasi Anda."
"Tidak terlalu bagus aku tidak bisa menerobos Puncak Dao Realm di karenakan kurangnya Energi Qi di Benua ini."
Deg
Para Petinggi Istana Bahkan Yang Jihui tersentak Kaget dengan apa yang baru saja Kai katakan.
Mereka selama ini tidak tahu tingkat Kultivasi yang Kai miliki, tapi setelah Kai membunuh Kaisar Huo yang berada di Raja Dao Realm Mereka mulai menebak bahwa Kai setidaknya berada di Ranah Raja Dao Puncak atau mungkin Kaisar Dao.
Melihat Usia Kai yang hanya 19 Tahun mereka Kagum dan juga sangat senang Kai menjadi Kaisar Kekaisaran Elang Api.
Kai Berdiam diri sebentar, Ia memandang Para petinggi di depannya dan berkata, "Ehem... Aku akan mengatakan sesuatu jadi dengarkan ini baik-baik..." Kai menghela nafas panjang, "Aku ingin Paman Yang menggantikan Posisi ku sebagai Kaisar untuk sementara."
"Boleh Aku tahu Alasannya Yang Mulia?"
"Mungkin Karena aku masih menyimpan Dendam pada keluarga ku dulu, Hatiku masih belum tenang jika aku belum membunuh Ling Hao dan juga Ling Wu."
Saat Kai mengatakan Nama King Hao dan juga Ling Wu terlihat jelas Kebencian yang mendalam dari tatapan matanya.
"Juga Aku ingin Benua Tengah Tunduk di bawah kekuasaan Kita, Jadi aku bisa membunuh Ling Hao dan juga menaklukan Benua Tengah." Lanjut Kai.
Ia segera turun dari Kursi Tahta dan berjalan mendekat Kearah Yang Jihui, Kai melepas Jubah Kekaisaran Elang Api dan menyerahkannya kepada Yang Jihui.
"Paman Yang aku serahkan Kekaisaran Ini padamu." Ucap Kai sambil menepuk Pundak Yang Jihui.
"**.. Tuan muda ini..." Yang Jihui terlihat Enggan menerima Kembali gelarnya sebagai Kaisar Kekaisaran Elang Api.
Tapi saat melihat tatapan Kai dengan harapan besar padanya mau tidak Mau Yang Jihui menerima Jubah yang Kai berikan padanya dan memakai Jubah Itu.
"Baiklah Mulai sekarang Paman Yang akan menjadi Kaisar Elang Api..."
Kai keluar Dari Aula Istana dan menuju Lapangan Istana untuk memberitahu Para muridnya.
Kai memberikan Sebuah Cincin Ruang pada Ling Sa dan mengucapkan Selamat Tinggal Lalu pergi begitu saja.
***
Benua Tengah~
Di Daerah Kumuh sebelah selatan Benua Tengah terlihat seorang Pria memakai baju Serba hitam yang menutup seluruh tubuhnya kecuali matanya yang menatap tajam ke jalan.
Pria itu menengok Kanan Kiri, Setiap Pandangan yang ia tuju Ia selalu melihat Para Manusia yang kelaparan tergeletak di Tanah.
Pria itu memandang para Manusia yang dilihatnya dan merasa kasian, Tapi ia terus berjalan maju hingga keluar dari daerah Kumuh..
"Walaupun aku tahu hanya yang kuat yang bertahan kenapa aku merasa sangat Kasihan melihat para penduduk Daerah Kumuh itu." Ucap Pria berbaju Hitam.
"Sadar Kai.. Setelah Kau menaklukan Benua ini Takkan kubiarkan semua orang yang tinggal di sini Menderita." Ucapnya penuh Tekad.
Kai Melanjutkan perjalanannya Dan sampai di sebuah Kota besar Bahakan Luas Kota itu melebihi Luasnya Kota Zhen di Benua Barat.
Di Depan Kai terlihat Jelas sebuah gerbang Besar, Kai ikut mengantri untuk masuk kedalam Kota itu, Saat dirinya sampai di depan Gerbang Penjaga Gerbang Kota Langsung menghentikan nya.
"Anak Muda Dimana kartu pengenal mu." Ucap sang penjaga gerbang.
Kai mengambil sebuah Kartu dari sakunya dan menyerahkan kartu itu pada penjaga gerbang.
(Kartu Pengenal)
Nama: Shi Yan
Umur: 25 Tahun
Profesi: Tabib
"Bayar 10 Koin Emas..."
Kai menyerahkan 10 Koin Emas pada Penjaga Gerbang dan mulai masuk ke dalam Kota..
"Ling Hao... Ling Wu.... Tunggu saja kalian berdua!!"
...----------------...
...----------------...