Re-system

Re-system
Kerinduan Sang Ibu



Karena lonjakan kekuatan dari Matriak Ras Phoenix kuno, Kai terhempas cukup jauh hingga menabrak dinding istana yang terbuat dari batu raja.


"Hmm..." Meski begitu, Kai tidak menerima luka sedikitpun dari serangan Matriak Ras Phoenix barusan.


Ini terbukti bahwa kekuatan dari Tubuh Suci benar-benar kuat!.


Ketika Kai mencoba bangkit, Matriak Ras Phoenix secara tiba-tiba muncul tepat di depannya dan menendangnya hingga terpental jauh dan menghancurkan tiang-tiang Istana.


"Api Phoenix, Lotus es!.." Aura disekitar Matriak Ras Phoenix berubah dari panas menjadi sedingin es.


Detik berikutnya, tubuh Zhukai beru ah menjadi bongkahan es bahkan sebelum dia menyadarinya.


"Kakak!!.." Melihat tubuh Zhukai yang sudah berubah menjadi bongkahan es, Biao Jian berteriak keras.


Dia menerobos pelindung yang telah Kai buat dan berlari menghampiri Zhukai.


"Kau penyusup lainnya, matilah–..." Tepat ketika Matriak Ras Phoenix hendak menyerang Biao Jian, tubuhnya terhenti.


Salah satu lengan nya bergetar dan aura merah menyala disekitarnya menghilang.


"Siapa kamu?" Matriak Ras Phoenix menatap rumit Biao Jian dan berkata dengan lembut.


"Pergi kamu penjahat! Kamu telah melukai kakak ku.. Kamu penjahat..." Biao Jian menjadi sangat marah, dua api berwarna merah menyala dan biru sedingin es terlihat dikedua pupil matanya.


"Eh Api itu... Siapa kamu." Sekujur tubuh Matriak Ras Phoenix bergetar hebat, tanpa dapat dia sadari. Butiran air mata mulai menetes dari wajahnya.


Seolah tidak peduli dengan perubahan ekspresi Matriak Ras Phoenix kuno, Biao Jian memilih untuk menghampiri Zhukai dan mencoba membuatnya terlepas dari bongkahan es itu.


"Itu sia-sia, dia tidak memiliki ketahanan terhadap elemen es. Beberapa detik lagi dia akan segera mati.." Matriak Ras Phoenix mengusap air mata di wajahnya dan berkata pada Biao Jian.


"Aku tidak percaya padamu wanita jahat! Kakak telah berjanji akan melindungi ku. Ia tidak akan mati hanya karena serangan ini." Biao Jian enggan percaya bahwa Zhukai akan dikalahkan hanya dengan satu serangan itu.


Tetapi setelah menunggu hampir satu menit, bongkahan es itu tidak hancur dan masih tetap dalam keadaan sama.


"K–Kamu wanita jahat!!..." Dua api berbeda warna di kedua mata Biao Jian semakin menyala. Dia menatap Matriak Ras Phoenix dengan penuh kebencian dan juga kemarahan.


"Bukankah aku sudah bilang tadi, dia tidak memiliki ketahan terhadap elemen es. Sebentar lagi mungkin dia akan mat–."


Krakk!!! Duarr!!..


Belum sampai Matriak Ras Phoenix menyelesaikan ucapannya, bongkahan es yang mengekang tubuh Zhukai hancur berkeping-keping.


Ketika Kai keluar sepenuhnya dari kekangan Lotus Es, matanya begitu hidup dan menatap Biao Jian dengan penuh semangat.


"Sudah-sudah Jian'er, aku baik-baik saja.." Ucap Zhukai sambil menarik tubuh Biao Jian kedalam pelukannya.


Sebenarnya dari awal dia sama sekali tidak terganggu dengan Lotus Es milik Matriak Phoenix.


Setelah dulu dia berhasil memurnikan Lotus Es Abadi, pertahanannya terhadap elemen es sangat kuat.


Mengabaikan fakta bahwa Zhukai tertinggal satu tingkatan dari Matriak Ras Phoenix, Kai sama sekali tidak terluka.


Akan berbeda jika Matriak Ras Phoenix kuno memukulinya murni dengan kekuatan fisik dan juga elemen api. Mungkin tubuh Zhukai akan hancur berkali-kali.


"Jian'er, dia ibumu.." Kai mendekat mulutnya ke telinga Biao Jian dan berbisik pelan.


Mendengar hal itu, telinga Biao Jian memerah bagaikan tomat, terlihat begitu imut. Apalagi dengan sikap polos yang Biao Jian tunjukkan, itu menambah daya tarik tersendiri baginya.


"K–Kakak, apa maksudmu tadi? Ibuku? Dimana dia?" Biao Jian terlihat begitu kebingungan dengan perkataan Zhukai yang tiba-tiba.


Tetapi setelah melihat ke sekelilingnya, dia tidak menemukan orang lain selain Zhukai dan Matriak Ras Phoenix kuno.


"Kakak, tidak mungkin yang kamu maksud itu..."


Seakan paham apa yang ingin Biao Jian tanyakan, Kai mengangguk sebagai jawaban.


Sontak Biao Jian menjadi kaget dengan pergantian peristiwa yang begitu cepat. Dia dengan enggan mengakui wanita yang berniat membunuh Zhukai sebagai ibunya.


"T–Tidak!! Dia wanita jahat kakak, bagaimana dia bisa menjadi ibuku.." Biao Jian dengan tegas menentang apa yang Kai katakan.


Sementara itu, Matriak Ras Phoenix kuno yang mendengar semua itu merasakan rasa sakit di hatinya.


Meski dia belum yakin bahwa Biao Jian adalah anaknya yang hilang ketika perang dengan Ras-ras lain di zaman dulu. Tetapi aura yang dikeluarkan oleh Biao Jian sangat mirip dengannya.


Matriak Ras Phoenix kuno dulunya memiliki seorang suami yang merupakan sosok yang luar biasa dan termasuk dengan 5 orang terkuat di Alam Dewa di zaman dulu.


Sayangnya, demi melindungi dirinya dan anak di dalam kandungannya dulu, Patriak Ras Phoenix terbunuh dengan ganas di tangan oleh ribuan Kultivator kuat lainnya.


Setelah Matriak Ras Phoenix kuno melahirkan, dia memberikan anaknya ke salah satu bawahan nya yang merupakan orang paling dia percaya waktu itu.


Setelah perang berkecamuk dan Matriak Ras Phoenix membawa semua anggota rasnya kedalam dunia kecil yang dia ciptakan. Dia tidak pernah mendengar lagi kabar tentang anaknya saat itu.


Saat ini, di depannya muncul sosok gadis remaja yang memiliki paras serta aura miliknya


Bukan hanya itu, dia juga memiliki Api yang sama dengan milik suaminya dulu.


Bagiamana mungkin dia tidak bahagia, meski dia adalah Matriak dari Ras Phoenix yang terkenal dingin dan tegas. Perasaannya sebagai seorang ibu membuka hatinya yang telah membeku selama puluhan ribu tahun.


"A–Apa kamu benar-benar anakku?" Matriak Ras Phoenix, Yu Chi Lan berkata dengan penuh harap.


Meski kemungkinannya sangat kecil, dia masih berharap bahwa anak nya yang hilang dulu masih hidup.


"Tidak kamu bukan ibuku!! Ibuku tidak mungkin akan menjadi sosok yang akan melukai kakak!!." Biao Jian berteriak keras dan mulai berlari meninggalkan ruang istana.


Yu Chi Lan ingin mengejarnya, sayangnya langkahnya terhenti ketika mengingat kembali apa yang Biao Jian katakan.


"Apa yang kamu tunggu, cepat kejar dia. Jian'er hanya gadis remaja yang sangat polos dan tidak pernah merasakan kasih sayang kedua orang tuanya. Hiburlah dia."


Mendengar ucapan Zhukai, keraguan di hati Yu Chi Lan segera menghilang. Dia berlari mengejar langkah putrinya yang telah melarikan diri.


"Aku sudah memenuhi janjiku Jian'er.." Kai bergumam pelan setelah itu tubuhnya berubah menjadi asap hitam dan menghilang.


Di taman Istana, terlihat Biao Jian terduduk dibawah pohon besar sambil menundukkan kepalanya kebawah.


"Tidak, dia bukan ibuku.. Jika dia ibuku, dia tidak akan menyakiti orang yang aku cintai." Biao Jian terus mengulang kata yang sama sampai sosok wanita dewasa yang sangat centil berdiri tepat di hadapannya.


Biao Jian mendongak keatas, begitu terkejutnya dia ketika melihat sosok wanita yang menatap dengan sedih kearahnya.


"Kamu wanita jahat! Apa yang kamu lakukan disini.." Biao Jian menjadi marah, dia mengepalkan salah satu tangannya dan memukul Yu Chi Lan dengan cukup kuat.


Meski serangan dari Biao Jian tidak berefek padanya, tetapi Yu Chi Lan masih bisa merasakan rasa sakit tepat dimana Biao Jian memukulnya.


"Maafkan ibu~..." Yu Chi Lan membuka lebar pelukannya dan memeluk erat tubuh Biao Jian.


"Lepaskan!.." Biao Jian mencoba sekuat tenaga untuk lepas dari pelukan Yu Chi Lan.


"Maafkan ibu~.."


"Siapa anakmu!! Aku bukan dia."


"Maafkan Ibu~..."


Mendengar ucapan yang sama berkali-kali, kemarahan di hati Biao Jian menghilang di gantikan oleh rasa sakit ketika melihat kondisi Yu Chi Lan yang penuh dengan bekas luka bakar.


"K–Kamu.. Kamu.. Huaa~.. Huaa~..."


Biao Jian menangis dengan keras, dia membalas pelukan dari Yu Chi Lan dengan erat dan menangis di dada Yu Chi Lan.


Dia menangis untuk waktu yang sangat lama hingga tertidur di pelukan hanya Ibunya.


"Apakah dia benar-benar putrimu?" Kai yang muncul secara tiba-tiba berkata pada Yu Chi Lan.


"Em.." Yu Chi Lan mengangguk dan melanjutkan perkataannya, "Meski aku dan dia telah terpisah untuk waktu yang sangat lama. Setelah kita bersentuhan seperti ini. Aku dapat yakin bahwa dia adalah putriku yang hilang."


"Terimakasih.. D–Dan aku minta maaf untuk apa yang aku lakukan tadi.." Ucap Yu Chi Lan merasa bersalah.


"Tidak perlu dipikirkan, tetaplah disisinya sampai dia bangun. Aku akan pergi berlatih terlebih dulu.."


Tepat ketika siluet Zhukai menghilang. Yu Chi Lan membawa putrinya masuk kedalam kamar miliknya.


Dia menaruh tubuh putrinya dengan lembut diatas kasur dan ikut tidur tepat di sampingnya.


***


Bersambung..