Re-system

Re-system
Kematian Gu Long



Ledakan keras terjadi ketika serangan Kai dan Gu Long saling bertabrakan. Hampir seperempat dari luas Gunung Xuanzhen berubah menjadi abu dengan tanahnya yang sudah sangat rusak.


Di tengah-tengah, ledakan tersebut. Terlihat sosok pemuda dengan pakaiannya yang penuh bekas sobekan dan hangus. Tubuh dan wajahnya penuh dengan bekas luka, punggungnya sedikit hangus akibat ledakan keras tersebut.


Dia berlutut dengan salah satu matanya terpejam dan dipenuhi dengan darah segar.


Meski dipenuhi dengan luka yang sangat berat. Pemuda itu masih mencoba berdiri dengan kedua kakinya.


"Jian'er, Lan'er, Nie.. Apakah kalian bisa mendengar suaraku.." Kai berjalan maju dengan perlahan, kedua tulang kakinya yang sudah remuk membuatnya menahan sakit yang luar biasa.


Hingga beberapa detik setelah itu, terdengar suara seorang wanita yang sangat familiar di telinganya.


"K–Kami baik-baik saja.."


Mendengar ucapan itu, Kai tersenyum dan menghembuskan nafas lega.


"Syukurlah..."


Karena keadaan mereka bertiga baik-baik saja, Kai mengalihkan pandangannya lurus Kedepan.


Sosok pria berambut putih panjang dengan tubuh yang terbelah menjadi dua sedang menatap kosong keatas langit dan berkata dengan suara keras.


"Jhahahaha... Tidak pernah terpikirkan dalam hidupku bahwa aku akan mati di tangan manusia.. Kau, sepertinya kau berbeda dengan manusia yang lain. Bisa berteman dengan dua orang dari Ras Phoenix kuno membuktikan dirimu sangat istimewa."


"Terimakasih telah memberiku pertarungan yang sangat hebat. Selamat tinggal."


Tubuh Gu Long mengeluarkan sinar cahaya yang sangat terang, perlahan-lahan tubuhnya terkikis bersamaan dengan meredupnya sinar cahaya itu.


"Ha Ha Ha, monster tua, aku pikir aku yang akan mati setelah bertarung denganmu. Ini sama sekali tidak pernah terpikirkan di kepalaku.." Kai berkata dengan salah satu matanya mulai perlahan terbuka.


Dia tidak menyangka bahwa kekuatan dari Pedang Iblis Penghakiman akan sekuat itu, bahkan Qi miliknya tidak cukup untuk mengeluarkan serangan terkuat itu.


Ia tidak mau membayang betapa besar besar kerusakan dari Pedang Iblis Penghakiman ketika Kai menjadi semakin kuat di masa depan.


Ketika tubuh Gu Long telah menghilang sepenuhnya, lingkaran cahaya dari mulut gua tiba-tiba muncul.


Rune-rune kuno mulai terbentuk satu persatu dan mulai menggabung mengitari lingkaran tersebut. Itu semakin membesar hingga membentuk sebuah portal.


"Apa jangan-jangan portal itu tempat masuk kedalam harta yang Meng Nie maksud?" Gumam Kai pelan, penghalang yang mengitari Gunung Xuanzhen juga ikut menghilang.


"Kakak ...!" Dari belakang yang cukup jauh, suara seorang gadis remaja terdengar dengan sangat imut.


Kai berbalik untuk melihat kondisi Biao Jian beserta dua lainnya, dia menghela nafas ketika melihat bahwa hanya Yi Chi Lan yang terluka cukup parah.


"Dia jelas melindungi putrinya dan juga Nie, jika tidak. Tidak mungkin dia akan terluka seperti itu." Batin Kai sedikit sakit.


Sementara itu, melihat luka yang sangat parah di sekujur tubuh Zhukai. Yu Chi Lan dan dua lainnya segera berlari dan memeriksa keadaan Zhukai.


"Eemm.. I–Itu pasti menyakitkan bukan?" Yu Chi Lan mengangkat tangannya dan dengan lembut menyentuhnya mata Zhukai sebelah kiri yang terpejam.


Kai menggapai tangan itu dan menggenggam nya dengan erat, "Aku tidak apa-apa. Kita sangat beruntung bahwa tidak ada salah satu dari kita yang mati dalam pertempuran tadi."


Ia memberi isyarat pada Yu Chi Lan dan yang lain untuk memulihkan diri mereka sebelum masuk kedalam portal tersebut.


Kai duduk dan melepas pakaian atasnya yang penuh dengan sobekan dan hanya menyisakan celana panjangnya.


Ia memejamkan kedua matanya dan mulai mengatur nafasnya dan mulai menyembuhkan diri.


Mereka bertiga mengangguk dan juga mulai memulihkan diri sama seperti yang Kai lakukan.


Butuh waktu setengah jam bagi Zhukai untuk pulih sepenuhnya, meski ada beberapa luka dalam yang dia alami. Tapi itu tidak mempengaruhi tubuhnya.


"Hufftt Haaa.. Tubuh Dewa ini sangat luar biasa." Kai berdecak kagum ketika melihat hampir seluruh lukanya hampir pulih.


Meski mayatnya sudah menghilang bergabung dengan cahaya terang, tetapi Senjata dan beberapa artefak masih tergeletak di atas tanah.


"Ini senjata yang digunakan pria tadi? Meski senjata ini luar biasa tapi sangat tidak cocok dengan gaya bertarungku." Kai melempar dua bilah pedang itu kedalam Inventory setelah itu memeriksa barang-barang yang lain.


Diantara beberapa barang yang ditinggalkan oleh mayat Gu Long, hanya dua yang menarik perhatian Zhukai.


Itu adalah sebuah dua buah anting dan juga sebuah buku yang terbuat dari kulit binatang.


"Kurasa aku kurang cocok memakai anting ini, aku akan memberikannya pada putriku nanti setelah kembali ke Dunia Jiwa." Kai mengalihkan pandangannya pada barang yang lain.


Kai mengambil buku yang tak lain adalah Kita. kuno milik Ras Naga, dia membuka dan me baca dengan pelan lembar demi lembar. Hingga selang beberapa saat Kai menutup buku itu dan membakarnya.


"Aku sudah paham sepenuhnya.."


Kitab itu berisi tentang satu buah teknik yang bernama 'Fist Eternal Dragon'. Alasan mengapa Kai membakar buku itu karena tulisan di akhir lembar yang menyuruhnya untuk membakar buku setelah memahami apa isi kitab itu.


"Tinju Naga Abadi? Ini setingkat lebih tinggi daripada Telapak Dunia. Aku sungguh mendapatkan harta tak terduga setelah mengalahkan Gu Long." Kai mengepalkan tinjunya bersemangat, ketika dia mencoba melatih teknik itu. Suara wanita yang begitu lembut memanggilnya.


"Kai, apakah luka yang kamu alami sudah sembuh?" Itu adalah suara dari Yu Chi Lan. Meski dia memiliki luka yang sangat parah dibandingkan dengan Biao Jian dan Meng Nie, kecepatan penyembuhannya sangat luar biasa.


"Ya... Apakah kamu ingin mengatakan sesuatu?" Melihat Yu Chi Lan yang bersikap aneh, Kai segera tahu bahwa ada sesuatu yang ingin dia katakan.


"Ya kamu benar.." Yu Chi Lan tiba-tiba membungkuk dan berterima kasih pada Zhukai.


"Terimakasih untuk array itu, jika tidak aku mungkin akan terluka lebih parah dari ini."


Kai tidak menjawab, dia berjalan mendekat dan menepuk pundak Yu Chi Lan.


"Hehe, bagaimana dengan ciuman sebagai tanda terimakasih mu." Kai tertawa konyol dan membuat ekspresi mesum di wajahnya.


"Mesum!! Kamu..."


"Haha, ini agak memalukan untuk mengatakannya. Perubahan sikapmu yang barusan benar-benar membuatku tidak nyaman. Dan untuk array itu, bukankah itu kewajiban ku untuk melindungi mu dan putrimu?" Kai memegang kedua bahu Yu Chi Lan dengan erat dan mata mereka berdua saling bertatapan untuk waktu yang tidak singkat.


Alis berwarna merah dengan bola mata berwarna biru menyala membuat Yu Chi Lan terlihat sangat mempesona.


Yu Chi Lan tang tidak tahu harus melakukan apa di situasi saat itu hanya bisa menutup kedua kedua matanya.


"Ha..." Melihat itu, Kai segera mengambil inisiatif untuk menciumnya.


"Mhhmmm~...."


Merasakan rasa yang begitu nikmat ketika ia mencium Yu Chi Lan, Kai tidak dapat menahan nafsunya sekali lagi.


"T–Tunggu Kai, ada Jian'er dan Nie disini, kita tidak bisa melakukan.."


Kembali ke akal sehatnya, Kai segera melepas genggaman tangannya pada Yu Chi Lan. Dia tertawa canggung sambil sedikit menjauh dari Yu Chi Lan.


"Maaf, aku sedikit tidak dapat menahan emosiku tadi."


Yu Chi Lan mengangguk, dia tidak marah melainkan sangat senang bahwa Kai juga mencintai nya.


"Sial, aku harus menahan nafsuku lain kali." Kai berkata dalam hatinya


Selang dua jam, Biao Jian dan Meng Nie telah selesai menyembuhkan diri mereka. Setelah itu, mereka bertiga berjalan masuk kedalam Portal yang ada di depan Goa.


***


Bersambung.