
Ketika Kai selesai mendengar informasi dari mantan penjaga pintu rumah makan Hea, Kai mengucapkan terimakasih setelah itu berjalan pergi.
Sebuah bangunan yang sangat luas dan megah, itu tidak lain adalah Istana kerajaan. Di atas langit, terlihat sebuah bayangan hitam melesat dengan sangat cepat masuk kedalam Istana.
Bahkan kecepatan bayangan hitam itu lebih cepat dari kecepatan cahaya. Waktu itu, matahari berada di tengah-tengah yang menandakan siang hari telah tiba.
Di sebuah ruangan yang merupakan ruang raja, bayangan hitam itu membuka pintu ruangan itu dengan sangat pelan.
Klakk!!
Pintu terbuka bersamaan dengan terdengarnya suara langkah kaki seseorang. Tetapi ada sebuah suara yang menutupi suara langkah kaki itu.
"Ahhh~.. Ahhhnn~... Sayang, lagi! masukan lagi lebih dalam.." Itu adalah suara erangan dari seorang wanita di tas kasur dengan tubuh bagian bawahnya tertutup selimut.
"Tunggu– Siapa itu!!.." Sama seperti dulu, raja Xiaoli segera tahu akan keberadaan orang lan selain dirinya di dalam ruangan itu.
"Kau cukup waspada ternyata pak tua..." Suara itu begitu dingin dan penuh niat membunuh.
Raja Xiaoli segera sadar dengan suara dingin itu dan buru-buru menghentikan kegiatan mantap-mantap dengan istrinya.
"Oh ternyata itu anda.. Maafkan aku yang bodoh ini karena tidak menyambut mu.." Raja Xiaoli turin dari kasurnya dan segera berlutut memberi hormat.
"Hmm, aku tidak akan berbasa-basi... Katakan, apa kau tahu dimana Yudie berada?" Sebuah tekanan yang begitu kuat merembes keluar dadi rubuh Zhukai yang kemudian menekan Raja Xiaoli hingga kesulitan bernafas.
"M–Mohon maaf tuan muda, saya tidak mengetahui dimana nona Yudie yang anda maksudkan.."
"Kau berbohong!!..." Kai menambahkan sedikit tekanannya dan membuat Raja Xiaoli menjerit keras.
"Katakan yang sebenarnya atau aku tidak akan ragu-ragu meremukkan tubuh tuamu..."
Raja Xiaoli bergidik ngeri dan mendongak keatas, "A–Akan kukatakan!! Akan kukatakan. Sebenarnya aku hanya tahu bahwa dia pergi sebulan yang lalu untuk mencari seseorang. Dia juga memintaku untuk menjaga rumah makannya..."
Mendengar ucapan raja Xiaoli, Kai segera menghilangkan tekanannya. Dia menatap tajam kearah raja Xiaoli dan segera pergi.
Setelah merasakan aura Zhukai benar-benar hilang. Raja Xiaoli menghembuskan nafas panjang seolah-olah baru saja terlepas dari maut.
"Untung saja orang itu tidak membunuhku..." Raja Xiaomi berdiri dan membersihkan bajunya yang dipenuhi debu. Detik berikutnya, ekspresi nya berubah total.
"Mwehehe... Saatnya melanjutkan mantap-mantap..." Raja Xiaoli melompat seperti harimau buas keatas kasur dan melanjutkan mantap-mantap dengan istrinya.
Sementara itu, karena Kai tidak memiliki urusan lain di Kerajaan Xiaoli. Dia memutuskan untuk meninggalkan kerajaan Xiaoli sesegera mungkin.
"Haa, mungkin aku akan mencari Yudie lain kali. Saat ini aku harus berfokus untuk menaikkan Kultivasiku.. Aku juga belum membangkitkan Godhood milikku.." Ucap Zhukai sambil terus berjalan.
Dia berjalan kearah Utara bermaksud mengikuti rombongan orang untuk pergi ke Kerajaan Awan cerah.
Kerajaan Awan cerah puluhan kali lebih besar dari kerajaan Xiaoli dengan puluhan sekte besar dan juga akademi.
Tak banyak orang yang pergi kesana, hanya orang-orang dari keluarga besar yang memiliki uang yang bisa kesana.
Itu juga karena biaya untuk naik Profound Ark sangatlah mahal. Hanya dengan satu kali keberangkatan, seseorang mungkin akan menghabiskan ratusan batu raja.
Tapi bagi Zhukai yang merupakan harta berjalan, dia sama sekali tidak takut kehabisan uang.
"Jadi itukah Profound Ark? Sangat berbeda jauh dengan kapal perang milikku.." Ucap Zhukai yang baru saja sampai di tempat Profound Ark itu berada.
Terlihat disana ada barisan pria muda dan juga wanita muda sedang mengantri untuk masuk.
"Hmm, bukankah biaya untuk naik Profound Ark cukup mahal. Darimana semua orang itu memiliki biaya untuk naik?" Salah satu alis Kai berkedut dan dia berfikir.
"Siapa yang peduli..." Kai tersenyum dan berjalan menuju ke Profound Ark yang hampir penuh itu.
Tempat itu terlihat seperti pelabuhan tetapi hanya terdapat satu Profound Ark raksasa yang kira-kira itu cukup untuk menampung ribuan orang.
"Kamu?..." Wanita itu yang merupakan pemilik dari Profound Ark mengerutkan keningnya sambil menatap penampilan Zhukai yang terlihat seperti pengemis.
"Hus Hus.. Pergi.. Dasar pengemis!! Bisa-bisa nya pengawal membiarkanmu datang kemari?"
Kai yang mendengar kata-kata menghina itu hanya tersenyum lebar, "Hei ******!! Kenapa kau menilai seseorang hanya dadi penampilannya. Cepat katakan, berapa banyak yang harus aku bayar untuk naik..."
"Cih, pengemis ini mengatakan omong kosong!! Pengawal, cepat usir dia.." Wanita pemilik Profound Ark berteriak memanggil seseorang yang berjaga disana.
Itu adalah seorang pria kekar dengan ranah Kultivasi Dewa Purba Ordo Pertama.
"Hmph!! Kau tahu, kesabaran ku juga ada batasnya." Ketika Kai hendak mengeluarkan tekannya, sebuah telapak tangan menepuk pundak kanannya.
"Yoo, Wanita cantik.. Kenapa tidak membiarkan temanku ini naik, aku yang akan membayarnya.." Ucap seorang pria berwajah tampan dengan senyuman lebar di wajahnya.
Seketika, sikap wanita pemilik Profound Ark segera berubah 180 derajat. "Tampan sekali.. Ya ya, pria tampan... Silakan naik."
"Terimakasih wanita cantik... Ayo sahabat ku kita masuk kedalam.."
Karena Kai sama sekali tidak memahami situasinya, dia hanya diam dan mengikuti apa yang dikatakan pria asing tadi.
Ketika Kai dan pria asing telah naik ke dalam Profound Ark, Kai tidak dapat menahan diri untuk bertanya.
"Terimakasih atas bantuannya, tapi... Kenapa kau membantuku?"
"Eh, apa kau sudah lupa denganku?" Ucap pria itu
"Apakah kita pernah bertemu?" Kedua alis Kai berkedut. Dia menatap pria di depannya lebih teliti, dan tidak mengingat wajah pria itu di ingatannya.
"Hahaha, saudaraku.. Ini aku, orang yang kau temui ketika pertama kali menerima berkah Kaisar Bintang.." Pria itu berkata sambil tertawa keras.
Akhirnya Kai mengingat pria itu. Waktu pertamakali dia mendapat Title Kaisar Bintang dan juga menerima sebuah permintaan untuk melindungi Dunia Kultivator dari Ratu Nyamuk darah. Pria itulah yang memberitahunya.
"Oh aku ingat... Siapa namamu? Aku Zhukai.." Kai mengangkat tangannya untuk berjabat tangan.
"Haha, Aku Tang Ye.. Panggil saja aku kakak Ye dimasa depan." Pria yang di panggil Tang Ye tertawa terbahak-bahak.
"Aku tidak mau.." Jawab Kai acuh tak acuh.
Dia dan Yang Ye segera mencari tempat untuk duduk dan berbincang-bincang sambil menunggu Profound Ark berangkat.
"Jadi, bagaimana bisa kau ada disini?" Ucap Kai sambil meminum arak yang dia pesan beberapa saat yang lalu.
"Tentu saja untuk mencari wanita cantik!! Saudaraku, apakah kamu tidak ingin mempunyai istri yang super cantik?"
"Aku sudah punya kau tahu.." Kai terkekeh sambil menikmati arak yang dia pesan..
Tang Ye juga meneguk satu cangkir arak dan lanjut berbicara, "Tch, bagaimana kau bisa begitu beruntung.. Aku yang sudah mencari seorang istri selama 100 tahun lamanya sama sekali tidak menemukan satu pun yang cocok denganku.."
"Itu karena kau terlalu pilih-pilih!! Bukankah ketika kau minat wanita cantik kau akan langsung menggodanya.." Kai menaikkan salah satu alisnya sambil menuangkan arak kedalam cangkir kecil di depannya.
"Eh, bagaimana kau tahu?"
"Hmph, aku sudah ahli dalam hal itu..."
Kai dan Tang Ye terus melanjutkan perbincangan mereka sampai Profound Ark yang mereka naiki berangkat.
***
Bersambung..