
Ding.
[Kai Gege berhasil membunuh Ling Xue, God of Destruction Langit Ke-dua. Mendapatkan 2 Milyar Poin Takdir, mendapatkan 4 Milyar Poin Pengalaman]
Ketika Zhukai melihat mayat Ling Xue yang perlahan membusuk karena dimakan oleh Aura Kematian. Dia mengangkat tangannya dan memegang tubuh Ling Xue yang masih tersisa.
"Death Memory!"
Whus!!
Kesadaran Zhukai seolah ditarik oleh kekuatan misterius, pandangannya semakin lama juga menjadi semakin gelap.
Hingga ketika di depannya terdapat sebuah cahaya, Zhukai akhirnya dapat melihat sebuah hambatan jelas di depannya.
"Oh, sepertinya ini ingatan gadis itu ketika di Sekte matahari."
Kai sangat familiar dengan bangunan-bangunan sekte matahari. Mereka memiliki sebuah tanda matahari besar di setiap bangunan sekte.
Dalam gambaran di depannya, terlihat seorang gadis yang sedang berbicara dengan seorang pria tua dengan janggut putih panjang.
"Hmm, kenapa dia terlihat familiar ... Tunggu dulu, bukankah dia terlihat mirip seperti Han Zhen? Apa yang dia lakukan di sekte matahari?" Zhukai mengerutkan keningnya dengan suara yang sedikit serak.
Han Zhen adalah seorang murid inti dari sekte bintang primordial yang Zhukai dirikan di masa lalu. Ia juga tidak tahu apakah Han Zhen memilik saudara atau tidak.
"Xue, Ketua sekte memerintahkan mu untuk pergi menyusup ke sekte langit cahaya untuk mencuri harta sekte mereka. Manik Cahaya Primordial." Ucap Han Zhen.
"Ha? Apa master memintaku untuk melakukan tindakan bunuh diri? Bagaimana bisa aku menyusup ke sekte mereka tanpa ketahuan?" Ujar Ling Xue sedikit mengerutkan keningnya.
"Itu hal yang mudah, Ketua sekte telah memberikan sebuah artefak yang bisa mengubah aura dan juga penampilanmu. Bahkan Light God tidak akan menyadari penyamaran itu."
"Apakah itu benar? Lalu, jika dia mengetahui penyamaran ku, bukankah itu akan memicu perang diantara dua sekte!?" Ling Xue berkata dengan wajah sedikit pucat.
Ia tidak mau membayangkan bagaimana konsekuensinya jika penyamarannya diketahui oleh Light God dan sekte cahaya.
"Tenang saja, kami akan menggunakan barang yang mereka curi dari kami sebagai alasan. Apakah kamu tahu insiden ratusan tahun yang lalu?" Han Zhen menyipitkan matanya sambil menatap Ling Xue.
"Ah, mungkinkah itu..."
Ling Xue jelas ingat kejadian ratusan tahun yang lalu dimana seorang penyusup dari sekte cahaya berhasil mencuri salah satu artefak milik sekte matahari.
Tetapi karena kurangnya bukti, sekte matahari tidak bisa menuntut sekte cahaya sesuka hati mereka.
"Baiklah master, aku akan melakukannya." Ling Xue memberi hormat sesaat sebelum dia pergi.
Setelah Ling Xue pergi, gambaran di depan Zhukai juga ikut menghilang. Sesaat sebelum kesadaran Zhukai kembali, Kai mengepalkan tangannya dengan ekspresi dingin.
"Hmm, tidak pernah ku sangka bahwa Han Zhen akan menjadi pengkhianat sekte bintang primordial. Pasti dia juga yang membocorkan informasi ku pada para dewa perang itu."
Sedari awal, Kai merasa bahwa ada yang aneh tentang kematiannya. Kemunculan sebelas dewa perang kuno yang tiba-tiba membuat Zhukai semakin curiga dengan hal itu.
Apalagi tentang keberadaan Dewa Iblis yang masih hidup, itu jelas merupakan kabar buruk bagi Zhukai.
"Hmph, Han Zhen ... Mulai sekarang, jangan pernah berfikir untuk bisa hidup dengan tenang."
Kesadaran Zhukai kembali ditarik kedalam tubuhnya, ia segera terbangun dengan ekspresi dingin.
Karena kesadarannya ditarik oleh Death Memory, tubuhnya juga terjatuh di tanah.
Zhukai berdiri sambil membersihkan debu yang ada di pakaiannya. Ketika Zhukai menatap mayat Ling Xue, itu telah menghilang dan hanya menyisakan sebuah cincin ruang dan juga sebuah token berwarna emas.
Zhukai berjalan mendekat kearah dua barang itu dan mengambil keduanya. Saat Zhukai memeriksanya sebuah senyuman lebar terukir di wajahnya.
Kai menoleh ke arah dimana tubuh Han Zhong yang masih tergeletak tidak sadarkan diri. Dia berjalan kearah Han Zhong dan mengalirkan energi bintang untuk membantu mempercepat pemulihannya.
Tak berselang lama, organ dalam Han Zhong yang terluka perlahan sembuh. Garis Meridian yang terputus juga sudah kembali terhubung seperti semula.
Selang beberapa tarikan nafas, Han Zhong membuka matanya.
"Ahh..." Saat Han Zhong membuka mata, kepalanya sangat pusing karena efek dari datanya yang terkuras banyak.
"Ha..."
Whuss!!
Ketika Han Zhong melihat sosok Zhukai di sampingnya, dia buru-buru menjauh dengan kecepatan tercepatnya.
Sayangnya, karena lukanya bel pulih sepenuhnya, Han Zhong kembali terjatuh di jarak 10 meter dari Zhukai.
"Tch, kenapa kau masih membiarkanku hidup!."
Han Zhong memegang perutnya yang kesakitan sambil mendengus dingin pada Zhukai.
Dia tidak tahu alasan mengapa Zhukai masih membiarkannya hidup, tetapi Han Zhong adalah seorang yang cerdas. Ia tahu bahwa Zhukai masih menginginkan sesuatu darinya.
"Tidak perlu takut seperti itu, karena aku membiarkanmu hidup, berarti kau masih berguna untukku." Zhukai menyeringai jahat menatap Han Zhong.
Melihat seringai jahat di wajah Zhukai, Han Zhong merasakan firasat buruk darinya.
"C–Cepat bunuh saja aku! Jangan harap kau bisa memanfaatkan ku untuk kejahatanmu." Han Zhong berteriak keras sembari mengambil kesempatan untuk bunuh diri.
Sayangnya niatnya sudah terlihat di mata Zhukai. Sebelum belati itu bisaa menggores lehernya, Kai sudah terlebih dulu mengunci pergerakannya dengan tekanannya.
"Kekeke, kau pikir kau bisa bunuh sesuai keinginanmu? Apa kau akan membiarkan pengkhianat seperti dia berkeliaran dalam seketemu?" Zhukai menatap tajam sembari memberi Han Zhong beberapa hasutan.
Han Zhong terdiam, dia benar-benar lupa tentang Ling Xue yang merupakan seorang mata-mata.
Jika dia mati disini, mungkin beberapa pengkhianat lain masih bisa berkeliaran di dalam sekte langit cahaya tanpa seorangpun yang tahu.
Setelah berfikir sejenak, Han Zhong akhirnya memutuskan pilihannya.
"Biarkan aku hidup, aku akan menuruti apa yang kamu inginkan!" Tegas Han Zhong.
Mendengar itu, senyuman di wajah Zhukai semakin merekah. Dia menatap wajah polos Han Zhong dan melemparkan sebuah token berwarna emas.
"Serahkan ini pada ketua sektemu, dia akan segera tahu apa artinya. Jika kau hanya mengatakan omong kosong tanpa bukti yang jelas, tidak ada seorangpun percaya apa yang kau katakan."
Han Zhong melihat token yang ada di tangannya, dia sedikit terkejut ketika menyadari bahwa token itu bukanlah milik sekte langit cahaya, melainkan milik sekte matahari.
Dia mendongak keatas dan menatap Zhukai dengan wajah penuh tanya. Tetapi setelah minat anggukan dari Zhukai, Han Zhong akhirnya menghela nafas sambil berdiri.
"Terimakasih sudah membiarkanku hidup, aku pasti akan membalas ini suatu saat." Han Zhong membungkuk sebagai ucapan terimakasih setelah itu dia berbalik dan pergi.
Kai yang menatap siluet Han Zhong pergi juga ikut berbalik tanpa menghilangkan seringai di wajahnya.
"Hehe, aku tidak sabar menunggu apa yang akan terjadi."
***
Bersambung..