
Ketika Kai aidah berjalan pergi dari Kediaman Tetua Lin, Xue Lian dan Huang Lin terdiam melihat isi dari Cincin Ruang yang Kai berikan.
"L–Lin, apakah ini benar-benar untuk kita?" Xue Lian berkata denagn terbata-bata sambil tangannya bergetar.
"Tentu, Tuan kita adalah orang yang dermawan. Beberapa hari yang laku aku juga mendapatkan sumber daya darinya dan itu membantu Kultivasi ku meningkat dengan pesat." Ujar Huang Lin sambil mengambil beberapa butir pil dari dalam Cincin Ruang dan segera mulai berkultivasi.
Melihat hal itu, Xue Lian juga mulai mengambil beberapa Pil dan mulai berkultivasi.
Sementara itu, di tangga yang ada di sisi gunung. Kai berjalan pelan sambil menggeser layar Hologram di depannya kebawah.
"Apa ini? Apakah fitur dari dari Toko System?" Kai tersentak kaget dan me-Kilk fitur yang berbentuk lingkaran di dalam Toko Systemnya.
Tak berselang lama setelah itu, layar Hologram yang Kai lihat menghitam untuk beberapa saat dan segera muncul gambar di detik berikutnya.
"Haa, Aku kira ada masala–..."
Kai terdiam, tatapan matanya terfokus pada Layar Hologram yang berada di depannya saat ini.
"Y–Yi'er.. Apakah ini sungguhan?"
[Tentu saja Kai Gege, setelah Kai Gege mengupgrade System ke Versi 3.0, di Toko System kini tersedia Bloodline, tetapi itu hanya sampai Bloodline tingkat Legenda saja]
Kai mengangguk tapi tidak dapat menyembunyikan perasaan bersemangat dalam hatinya. Dia terus menggeser layar kebawah sambil memuaskan rasa penasarannya.
Saat ini, Kai memiliki empat Bloodline, kecuali Bloodline Kera Suci yang berada di tingkat Dewa. Bloodline yang lain hanya berada di tingkat Legenda saja.
Untuk Bloodline Dewa Naga, itu memperkuat fisik tubuh Zhukai sebanyak 3 kali lipat, sementara Bloodline Phoenix Suci meningkatkan Kekuatan Api serta penglihatan Kai dan memperkuat visinya.
Sedangkan Bloodline Macan Putih meningkatkan kecepatan gerak Zhukai dan juga Insting bertarungnya.
Setelah beberapa detik menggeser layar, Kai tidak dapat menemukan sebuah garis keturunan yang membuatnya tertarik.
Tiba-tiba, pandangannya tertuju pada sebuah gambar kura-kura berwarna hitam dengan ular panjang yang melilitnya.
"Ini.. Bukankah ini mirip Genbu? Aku kira pernah membacanya pada sebuah Novel di bumi dulu.."
Mengingat kembali tentang Genbu dari novel yang dibacanya dulu, Kai segera ingat bahwa Genbu adalah salah satu dari 4 penjaga mata angin bersama dengan Tiga Bloodline nya yang lain.
Phoenix di Utara, Genbu / Black Tortoise di Selatan, Naga di Timur, dan Macan Putih di Barat.
Kai mulai berfikir apa yang akan dia dapat ketika mengumpulkan ke-empat Bloodline tersebut.
Tanpa berfikir lebih lama lagi, Kai me-kilk gambar kura-kura hitam dan seketika muncul sebuah deskripsi tentang Bloodline tersebut.
...Black Tortoise...
Black Tortoise adalah salah satu dari empat penjaga mata angin yang menjaga wilayah Selatan. Diberkahi dengan pertahanan yang sangat kuat, Black Tortoise dapat menahan serangan fisik yang memiliki basis Kultivasi di bawah pemilik.
Harga : 100 Triliun Poin System.
Tanpa ragu, Kai membeli Bloodline Kura-kura hitam dan bermaksud untuk membangkitkan nya ketika sedang tidak sibuk.
Setelah membeli Bloodline Kura-kura hitam, Kai dapat mendengar notifikasi System yang begitu jelas di kepalanya.
Ding
[Kai Gege membeli Bloodline Genbu / Black Tortoise. 100 Triliun Poin System telah di kurangi]
Tepat ketika pemberitahuan berakhir, Kai masih tidak dapat merasakan perubahan pada tubuhnya.
"Haahh, ini masih belum aktif bodoh.." Kai terkekeh sambil mecoba menertawai kebodohannya.
Kai mempercepat langkahnya dan menuju ke Kediaman Iblis Pedang. Waktu berlalu dengan sangat cepat, Kai yang saat itu telah sampai di depan rumah Iblis Pedang mulai berjalan mendekat dan mengetuk pintu sebanyak beberapa kali.
"Guru, ini aku.."
Anehnya, wanita itu hanya memakai sehelai kain tipis untuk menutupi badannya yang saat itu dipenuhi dengan keringat.
Tatapan matanya dan Zhukai saling bertemu satu sama lain, tetapi Kai segera mengalihkan pandangannya. Hanya dalam pertemuan singkat itu, Kai segera tahu bahwa kekuatan wanita itu tidak lebih lemah dari gurunya.
"Uhuk Uhuk!.. Bibi siapa? Apakah kamu tahu dimana guruku sekarang?" Tanya Kai pada wanita itu sambil batuk beberapa kali.
Tetapi di detik berikutnya, Iblis Pedang muncul secara tiba-tiba di belakang Wanita itu. "Kai? Apa yang sedang kau lakukan disini?"
"Aku memiliki sebuah informasi yang sangat penting guru, tapi.." Kai melirik kearah wanita itu sebanyak beberapa kali.
Melihat hal itu, Iblis Pedang hanya tertawa kecil.
"Katakan saja Kai, dia bukan orang asing hahaha..."
"Biar ku perkenalkan, dia adalah Matriak dari Keluarga Lin, Lin Shen Yue. Dia juga istriku hahaha.." Iblis Pedang tertawa terbahak-bahak sambil memeluk erat pinggang Shen Yue.
Sementara Lin Shen Yue tersipu malu, Kai tercengang tidak percaya melihat kemesraan antara gurunya dan juga Istrinya.
"Tunggu dulu, Kapan guru menikah? dan Juga kenapa tidak ada seorangpun yang tahu tentang hal ini?" Kai mengajukan banyak pertanyaan secara tiba-tiba dan melupakan alasan kedatangannya kesini.
Iblis Pedang menghela nafas panjang dan segera menyuruh Kai untuk masuk kedalam rumah. Iblis Pedang kemudian menyuruh Istrinya untuk menyiapkan dua cangkir teh dan juya beberapa makanan untuk dimakan
Lin Shen Yue mengangguk ostuh dan berjalan kearah dapur untuk menyiapkan apa yang telah iblis pedang suruh.
"Untuk pertanyaanmu barusan, aku tidak bisa menjawabnya karena ini adalah janjiku dengan Yue'er.."
"Ah, baiklah aku tidak akan bertanya lebih lanjut guru.. Alasanku datang kesini adaslah untuk memberitahu guru bahwa Sekte DuanJin dan Keluarga Nalan telah bekerja sama untuk menekan Sekte Kera Suci.." Kai berkata dengan ekspresi serius di wajahnya.
Seolah-olah sudah tahu tentang informasi yang Kai berikan, Iblis Pedang hanya menaikkan salah satu alisnya dan meminum teh yang baru saja Istrinya sajikan.
"Teh ini enak.."
Melihat reaksi gurunya yang biasa-biasa saja, Kai segera tahu bahwa Iblis Pedang juga telah mendengar informasi itu dari orang lain.
"Jadai guru, apakah kamu akan diam saja tentang ini?"
"Haha, jangan meremehkan gurumu ini.. Meski Sekte DuanJin dan Keluarga Nalan bekerja sama. Mereka beredua bukanlah tandingan gurumu ini.."
Mendengar kata-kata gurunya yang dipenuhi dengan kepercayaan diri, Kai akhirnya menghela nafas lega.
"Baiklah kalau begitu, maaf karena menganggu malam kalian berdua.." Kai berdiri dan membungkuk memberi hormat kepada gurunya.
Sebelum dia pergi, Kai mengambil sebuah buku dari Inventory nya dan melemparkannya keatah gurunya.
"Apa ini Kai?"
"Haha, baca saja guru.. Itu akan membantu guru saat Ekhem Ekhem.. Kalau begitu aku pergi."
Whuss!!
Kai menghilang setelah melewati pintu. Melihat sosok muridnya pergi. Iblis pedang segera membuka buku yang diberikan oleh muridnya padanya.
"Hahaha.. Hahaha, Buku ini luar biasa. Darimana murid bodoh itu mendapatkan harta seperti ini." Iblis Pedang segera memberikan tatapan penuh dengan ***** kearah Istrinya.
"S–Sayang, jangan bilang kamu ingin melakukannya lagi. Bukankah tadi itu sudah terlalu ganas." Lin Shen Yue berkata dengan wajah memerah dan tubuh bergetar.
Sementara itu, Iblis Pedang sudah menangkap layaknya seekor harimau yang sedang lapar. Dengan mengikuti apa yang dia baca dari Buku yang Kai berikan, Iblis Pedang melakukan Mantap-mantap dengan istrinya hingga menjelang pagi hari..
***
Bersambung..