Re-system

Re-system
Kembali Ke Dunia Jiwa



[Menghitung Poin System dan Poin Pengalaman selama peningkatan System...]


Duduk bersandar pada sebuah tembok goa, Kai memejamkan kedua matanya sambil mendengar suara notifikasi dari System di kepalanya.


Ding


[Setelah menghitung secara keseluruhan, Kai Gege mendapatkan total 12,3 Sektiliun Poin System. Mendapatkan 24,6 Sektiliun Poin Pengalaman]


Duarr!!


Lonjakan Energi Spiritual di dalam tubuh Zhukai terus meledak-ledak, Kultivasinya dengan cepat terus naik hingga mencapai Ranah Immortal God tahap Legenda.


Meski begitu, Kai yang mempunyai tubuh Dewa sama sekali tidak takut dengan penyerapan Qi yang berlebihan dalam tubuhnya.


Booomm!!


Ledakan kembali lagi terjadi, energi spiritual yang meledak telah menghancurkan langit-langit goa dan membuat sebuah lubang diatas sana.


Cahaya matahari dapat masuk dari lubang itu dan membangunkan Yu Chi Lan dan yang lainnya.


"Ledakan apa barusan?" Yu Chi Lan begitu terkejut menatap ke sekeliling nya dan bertanya.


"Tidak perlu khawatir, aku hanya baru selesai menerobos beberapa waktu yang lalu." Kai menjawab dengan acuh tak acuh.


"Apa, menerobos!!.."


Yu Chi Lan sangat terkejut. Pasalnya Kultivasi Zhukai saat ini sudah berada di Ranah Immortal God tahap Legenda.


Itu seharusnya kenaikan dua tingkat dalam satu waktu, Yu Chi Lan sendiri sangat tahu bagiamana sulitnya menerobos satu tingkatan.


Dia dulu hanya bisa menerobos Immortal God tahap Legenda membutuhkan waktu kurang lebih 30 ribu tahun.


"Haha, tidak perlu terkejut seperti itu Lan'er. Kau juga akan terbiasa dimasa depan." Kai tertawa kecil sambil menepuk pakaiannya yang penuh dengan debu.


[Kai Gege, dengan Versi System saat ini. Poin System sama sekali tidak berguna. Kai Gege harus menukarkan Poin System kedalam Poin Takdir]


[1 Poin Takdir sama dengan 1 Milyar Poin System. Apakah Kai Gege ingin menukar semuanya?]


"Hmm, baiklah tukarkan itu."


Ding.


[Kai Gege telah menukar 12,6 Sektiliun Poin System kedalam Poin Takdir. Poin Takdir saat ini :12,6 Triliun Poin]


Kai tersenyum puas, bahkan setelah menukar Poin Systemnya kedalam Poin Takdir, ia masih memiliki Poin yang begitu banyak.


Sebelum dia membuka toko System dan melihat fitur-fitur baru yang lainnya. Kai mengecek terlebih dulu statusnya saat ini.


"Status..."


Ding


Nama : Zhukai


Ras : Manusia (???)


Umur : 105 tahun.


Kultivasi : (True God) Immortal God tahap Legenda.


Title : Reinkarnasi Dewa Bintang, Sang Penakluk.


Ingatan : Kehidupan kedua (Dewa Bintang), Kehidupan pertama (???)


Profesi : Alkemis, Master Array, Necromancer.


Poin Takdir : 12,6 Triliun Poin.


Poin Limited : 0 Poin.


Kekayaan : Unlimited.


Inventory : ???


Pohon Poin : ???


System saat ini (Versi 3.5)


Setelah ia melihat statusnya lebih teliti, sebenarnya Poin System telah menghilang dan di gantikan oleh Poin Takdir.


Kai tidak tahu apa kegunaan dari Poin Takdir, tetapi yang ia yakini kemungkinan bahwa kegunaan dari Poin itu hampir sama dengan Poin System.


"Katakan fitur baru apa saja yang aku dapatkan setelah meningkatkan System ke Versi 3.5."


[Terdapat penambahan dua fitur baru yaitu lelang semesta dan ruang Kultivasi instan]


[Untuk fitur lelang semesta sendiri, itu sama seperti lelang pada umumnya, tetapi metode pembayarannya tidak dilakukan melalui uang, tetapi itu dilakukan oleh sesuatu yang disebut sebagai Poin Angkasa]


[Kai Gege hanya bisa memasuki lelang semesta setidaknya selama satu bulan sekali]


Kai tersenyum tidak percaya dengan hal yang baru saja di dengarnya, jika dia tidak salah mengingatnya. Di kehidupan keduanya, ia pernah mendengar hal-hal tentang lelang semesta.


Tetapi bahkan menyandang gelarnya sebagai salah satu dari 12 Dewa Perang Kuno, Kai waktu itu hanya bisa masuk sekali dan tidak membeli apapun dengan poin angkasanya yang begitu sedikit.


Tetapi berbeda dengan kehidupannya saat ini, dia memiliki System yang merupakan artefak terkuat di seluruh semesta. Dia mungkin akan mendapatkan hal-hal yang sangat ketika menghadiri lelang.


"Jadi, kapan lelang itu akan dilaksanakan?"


[Kemarin]


"Eh?? Bisakah kamu mengatakannya lagi, aku tidak bisa mendengarnya.'


[Aku bilang lelangnya berkahir kemarin, jadi Kai Gege harus menunggu satu bulan lagi untuk dapat menghadiri lelang berikutnya] Jelas Yi.


Kai terdiam, dia menghela nafas panjang dan bergumam pelan. "Hahh, begitu tidak beruntungnya diriku."


Ding


(Status)


Nama : Biao Jian.


Umur : 24 tahun.


Ras : Phoenix Kuno.


Kultivasi : (Peak God), Quasi God tahap Bumi.


Kesukaan : 100


(Status)


Nama : Wei'er Yunlan.


Umur : 120 ribu tahun.


Ras : Peri.


Kultivasi : Tidak ada, tetapi karena dia adalah Saint Lord. Kultivasinya setara dengan Immortal God.


Kesukaan : 100


(Status)


Nama : Yu Chi Lan.


Umur : 150 ribu tahun.


Ras : Phoenix Kuno.


Kultivasi : (Dewa Semesta), Original God tingkat kedua.


Kesukaan : 100


"Hahhmm... Kalian bertiga, kita akan pergi ke Dunia Jiwa sebelum pergi untuk melanjutkan perjalanan ke Benua Ashura."


Mereka bertiga mengangguk, tetapi Wei'er Yunlan terlihat sangat bingung diantara mereka bertiga.


"Kai, apa itu Dunia Jiwa?"


"Hahaha, kamu akan tahu sendiri nanti."


Kai melambaikan tangannya hingga sebuah portal transparan muncul tepat di hadapannya.


Dia segera memerintahkan mereka bertiga untuk masuk sementara dirinya masuk Pong terakhir.


Ketika Kai telah memasuki portal, pandangannya seketika berubah.


Goa yang begitu gelap kini digantikan oleh hamparan padang rumput yang begitu luas. Terdapat banyak pohon dan berbatuan tinggi yang ada di sana.


"Whoa, jadi ini Dunia Jiwa.." Wei'er Yunlan berkata dengan penuh keterkejutan.


Udara yang berhembus dengan sangat segar membuat Wei'er Yunlan menjadi tenang.


Kai memimpin mereka bertiga di depan dan berjalan ke utara. Tetapi yang membuatnya terkejut adalah penampilan sebuah kota yang begitu besar.


"Hmm, kota ini benar-benar. berkembang dengan sangat cepat. Aku sangat puas dengan itu."


Kai tidak mengunjungi kota, ia memutuskan untuk langsung pergi menemui istrinya dan juga putrinya, Zhu Yan.


Jika ia memperkirakan berapa lama dia belum kembali, itu setidaknya hampir satu tahun.


Sebuah rumah besar yang cukup jauh dari kota, di dalam halaman rumah tersebut, terlihat empat sosok wanita yang sedang bermain dengan seorang gadis kecil yang sangat imut.


Gadis kecil itu terlihat seperti seorang gadis berumur satu tahun pada umumnya, dia sudah bisa berjalan tetapi masih belum bisa berbicara.


"Huaa.. Huaa.. Huaa..." Ketika kaki gadis itu tersandung sebuah batu kecil yang ada di tanah.


Dia tiba-tiba terjatuh dan menangis dengan keras. Chi Yan yang berada tak jauh darinya buru-buru berlari kearahnya dan menggendongnya untuk menenangkannya.


"Tidak apa-apa putriku, ibu disini.." Chi Yan dengan lembut menggendong putrinya sambil mengalirkan Qi untuk menyembuhkan luka di lutut putrinya.


Ketika Zhu Yan sudah tenang, dia segera turun dan kembali berlari sambil tertawa.


"Kalian, bagiamana kalian?"


Suara seorang pria terdengar dari pintu masuk gerbang, suara yang begitu mereka rindukan setelah sekian lama tidak bertemu.


Mereka berempat segera berlari dan memeluk Zhukai secara bergantian, "Kenapa kamu baru kembali sekarang. Bukankah kamu akan berjanji untuk datang mengunjungi kamu setiap satu bulan sekali."


Chi Yan berkata dengan penuh dengan kerinduan, hal yang sama juga dirasakan oleh istrinya yang lain.


"Maaf, aku ada sedikit masalah ketika di Alam Dewa.." Kai menunduk merasa bersalah.


Kai menatap gadis kecil di belakang Chi Yan, dia begitu imut dengan rambutnya yang sudah sepanjang bahu.


"Aahhh, d–dia.."


"Ini, dia putrimu sayang."


Tubuh Zhukai bergetar, dia segera berlutut dan melihat gadis kecil itu lebih dekat. Warna mata dan juga alisnya sangat mirip dengannya. Tetapi bibir dan parasnya hampir mirip seperti Chi Yan.


"Putriku, ini aku.. Ayahmu."


***


Bersambung.