Re-system

Re-system
Tujuh gerakan pemecah batu



Malam Hari di rumah Zhukai, tepatnya di dalam kamar, Chiyan tertidur di dada Zhukai dengan tangan Kai sebagai bantalan. Ia terlalu lelah hingga bahkan bergerak sedikitpun tidak bisa.


Kai tersenyum, setelah memastikan Chiyan benar-benar sudah tertidur pulas, Kai bangkit dan segera menuju kamar mandi untuk membersihkan badan.


Setelah keluar dari kamar mandi, Kai memakaikan selimut pada tubuh Chiyan yang telanjang bulat, segera, Kai mendekatkan bibinya dan mencium Chiyan tepat di keningnya.


Kai pergi keluar dan meregangkan otot Badannya yang lelah karena terlalu banyak beraktivitas sepanjang hari.


Ia segera turun kebawah dan melihat genangan air di dalam rumah akibat cairan es yang mencair, segera, ia menggunakan Api Neraka untuk menguapkan air di dalam rumah.


Setelah genangan air di dalam rumah telah menguap sepenuhnya. Kai segera duduk di sofa yang berada di ruang tamu, Ia mengambil remote TV dan menyalakan TV di depan nya.


Blinkk!! TV menyala dan terlihat saluran TV yang menyiarkan kartun anak-anak, ia segera mengganti Chanel TV ke saluran berita.


Saat ini jam sudah menunjukkan pukul 8 malam, Kai melihat berita di TV sambil meminum sebuah Es Teh yang dia ambil dari dalam kulkas.


Setelah beberapa berita berganti, Ekspresi terkejut terlintas di mata Kai yang tajam, segera perubahan ekspresi nya kembali normal dengan senyum mekar di wajahnya.


"Haha.. Keluarga Cheng, tidak aku sangka kalian bisa membuat 3 keluarga besar lainnya tunduk di bawah perintah mu, Tetapi apa? bahkan jika ke empat keluarga bersatu Keluarga kalian tetap binasa di tanganku."


Fakta bahwa Kai telah dibuang oleh Keluarga Cheng bukan alasan utama kenapa ia ingin membinasakan Keluarga Cheng. Setelah Kai membuat J menjadi budaknya, Ia mendapatkan beberapa informasi rahasia Keluarga Cheng... Bukan hanya dirinya orang dafi keluarga Cheng yang di buang, ada banyak bahkan diperkirakan melebihi seribu orang.


Bahkan ada beberapa ratus dari mereka yang meninggal, Kai saat itu masih beruntung karena Chiyan bersedia menjadi ibu angkatnya.


Tak jauh dari tempat ia berada sebuah bayangan hitam melesat di antara pohon-pohon dan segera berlutut di depan Zhukai.


"Bawahan ini, menyambut tuan muda."


"Berdiri ...!!"


Bayangan itu dengan patuh berdiri dan wajahnya masih sama tanpa emosi.


"Katakan, berita apa saja yang kamu dapatkan."


Dengan cepat, bayangan hitam itu mulai berbicara.. Ia mengatakan semua hal yang ia tahu tentang Keluarga Cheng, saat ini mereka telah berhasil menumbuhkan seorang ahli yang berhasil menerobos Tahap Hitam dan memasuki Tahap Putih. Berarti Keluarga Cheng memiliki seorang ahli tingkat Pendekar Raja yang mendukungnya.


Dengan adanya Ahli tahap putih di Keluarga Cheng, mereka menekan 3 Keluarga besar lainnya untuk tunduk di bawah kekuatannya.


l09Ketiga Keluarga lainnya yaitu, Keluarga Nan, Keluarga Bei, dan Keluarga Li. Awalnya kekuatan ke empat Keluarga setara satu sama lain, dan keluarga Cheng memiliki kekuatan sedikit diatas ketiga keluarga lainnya. Tetapi saat ini dengan adanya Praktisi Tenaga dalam Tahap Putih yang mendukung Keluarga Cheng, mau tidak mau ketiga keluarga lainnya harus tunduk.


Kai mengangguk puas dan melemparkan sebotol Pil kepada J, dan menyuruhnya kembali memata-matai Keluarga Cheng.


J berterima kasih dan tubuhnya menghilang bersama dengan gelapnya malam, Setelah J sepenuhnya menghilang Kai bisa merasakan Aura yang familiar dari belakang tubuhnya. Ia tidak berbalik Seolah-olah tidak merasakan aura itu..


"Bbwaaa...!" Chiyan dengan bersemangat memeluk leher Kai dafi belakang dan menempelkan dadanya yang besar ke punggung Kai.


"Sayang, siapa orang itu?" Setelah ia menerobos ke ranah Pejuang Emas puncak, kelima indera nya telah di tingkatkan ke tingkat yang sama sekali berbeda.


"Itu teman lamaku... apakah tubuh mu masih terasa sakit." Kai mengalihkan topik pembicaraan dan bertanya.


Chiyan tahu bahwa Kai tidak ingin membahasnya lebih lanjut dan dengan senyuman menawannya ia menggeleng-gelengkan kepalanya dan menjawab, "Tidak... Kamu terlalu Kejam!! Bahkan tidak membiarkanku beristirahat terlebih dulu.. Jadi kamu harus bertanggung jawab!"


Tanpa ragu-ragu Kai mengangguk kan kepalanya dan mengendong Tubuh Chiyan dan membawanya ke kamar, Setelah menyuruh Chiyan membersihkan diri dan mengganti baju. Kai saat ini telah selesai memasak di dapur, Skill memasaknya tidak kalah jauh dari Chiyan karena sedari kecil ia sering membantu Chiyan di restoran tempat ia bekerja.


Sambil makan malam, Kai juga menceritakan kepada Chiyan tentang Klan Rubah dan Yola, Ia juga menceritakan tentang bagaimana dirinya menyelamatkan teman sekolahnya saat dalam bahaya.


Selesai makan, Kai mencuci piring. Ketika Chiyan mengajaknya untuk tidur bersama satu Kamar, Kai tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. "Aku minta maaf untuk hari ini, Aku masih harus berlatih terlebih dulu."


Chiyan mengangguk dan segera naik kelantai atas, sementara itu Kai memejamkan matanya dan duduk bersila.


Ia memilah-milah ingatannya untuk mencari beberapa teknik dari Alam Kultivator, karena jika ingin memusnahkan Keluarga Cheng ia harus memiliki setidaknya beberapa teknik beladiri.


Secara umum Kai juga pernah membaca beberapa keterampilan Seni beladiri ketika berada di Istana Elang Api.


Hanya dengan sekali lihat ia langsung dapat memahami seluruh isi dari buku itu, Ini juga salah satu keuntungan dari Tubuh Roh yang ia miliki.


Setelah beberapa waktu berlalu, Kai berhasil menemukan dua teknik yang cocok untuknya, satu adalah keterampilan serangan satu lagi adalah keterampilan bertahan.


Teknik Serangan bernama Tujuh gerakan Pedang Pemecah batu, sedangkan Teknik bertahan bernama Lapisan Baja terbakar.


Setelah memahami dengan mantap, Kai berdiri dan segera berlari ke halaman rumahnya, Ia segera mengambil sebuah ranting dan mengalirkan Qi miliknya kedalam ranting.


Untuk dapat menguasai Tujuh gerakan pemecah batu, Pertama-tama Kai harus berhasil mewujudkan tujuh kilatan Qi secara bersamaan.


Saat ini ia tidak memiliki tubuh Roh tetapi pemahaman miliknya begitu luar biasa, bahkan jenius di Alam Kultivator akan malu menyandang gelar jenius ketika di bandingkan dengannya.


Setelah Satu malam berlalu, Kai akhirnya berhasil memahami hingga Gerakan kelima, sedangkan kedua gerakan lainnya akan ia pelajari setelah selesai istirahat.


Ia duduk di sebuah Kursi kecil yang terbuat dari batu, saat ini tubuh bagian atas Kai telanjang bulat tanpa seutas kain yang menutupinya.


Ia meminum sebotol air putih, dan setelah beberapa menit beristirahat ia segera kembali mempelajari Tujuh gerakan pemecah batu.


Matahari sudah sepenuhnya terbit, Sedangkan Kai masih terus mempelajari gerakan Pedang secara berulang-ulang. Akhirnya setelah 2 jam Akai berhasil menguasai dua gerakan lainnya.


Ia membalikkan badan dan melihat Chiyan sedang tersenyum dari bawah pohon sambil membawa sebuah makanan untuk sarapan.


Penampilan Chiyan saat ini terlihat seperti seorang istri yang membawa makanan untuk suaminya yang telah bekerja keras.


"Sayang.. Ayo duduk disini, aku membawa makan untuk sarapan." Ucapnya dengan lembut.


Kai berhenti latihan dan segera berjalan kearahnya.